Tidak Bahagia? Coba Pahami 8 Hal Ini

21:48:00 Rendra Kurniawan 0 Comments

Hai kita jumpa lagi disini, kalau kalian terdampar disini bisa jadi kalian memang sedang tidak bahagia / galau sehingga curious untuk baca selengkapnya kenapa sih kalian merasa tidak bahagai akhir-akhir ini? Kemungkinan yang kedua adalah bahwa kalian kepo dengan judul artikel yang satu ini. So apapun alasannya semoga 8 hal dibawah ini bisa bermanfaat bagi kalian yang sedang membaca artikel ini dan bisa menular ke yang lain melalui media apapun, simak baik-baik.

Kenapa Kita Tidak Bahagia?


1 Kenapa tidak bahagia?
Apakah kita sama seperti seorang pedagang tua uyang punya dua toko? Satu toko khusus es balok dan satu toko lainnya menjual baju hangat.
Ketika musim penghujan yang dingin, toko es baloknya sepi sekali, tetapi toko baju hangatnya ramai. Maka sedihlah pedangan tua ini memikirkan toko es baloknya.
Pun ketika musim kemarau yang panas, toko es baloknya ramai sedangkan toko baju hangatnya sepi sekali, maka sedihlah pedagang tua ini memikirkan toko baju hangatnya.
Dengan demikian sepanjang tahun, bermuram durjalah pedagang tua ini.
2 Apakah kita tidak bahagia seperti pedagang tua ini? Yang seolah memiliki sumber tidak bahagia abadi, apapun musimnya. Hingga ia lupa, bahwa sejatinya punya sumber kebahagiaan abadi, apapun musimnya.
Hanya soal apakah dia mau memeluk erat kabar baiknya (melihat tokonya yang ramai) atau memeluk erat kabar buruknya.
3 Kenapa kita tidak bahagia?
Apakah kita sama seperti orang-orang yang ketika siang hari ingin tidur, tapi harus bekerja. Siang hari enaknya istirahat dari pagi hingga petang, tapi banyak pekerjaan yang menunggu.
Dan sebaliknya ketika malam tiba, yang seharusnya dimanfaatkan untuk beristirahat atau tidur lelap tetapi lebih memilih untuk begadang semalam suntuk, terjaga terus menerus hanya untuk melakukan hal sia-sia?
Lantas keesokan harinya mengeluh kurang tidur, dan sebagainya. Seolah keinginan diri tidak nampak dengan realitas dunia. Atau jangan-jangan diri sendirilah yang membuat repot urusan?
Karena pada umumnya malam hari lebih baik dimanfaatkan untuk istirahat setelah beraktivitas penuh di siang harinya, kecuali bagi mereka yang punya tanggung jawab khusus.
4 Kenapa kita tidak bahagia?
Apakah kita sama seperti orang yang menginginkan sekali pekerjaan orang lain, tapi lupa kalau pekerjaan yang dia punya sekarang sebenarnya banyak sekali yang mengidamkannya?
Begitu menginginkan sekolah atau kampus di tempat yang favorit, tapi dia lupa kalau berjuta orang rela memberikan apapun demi bisa sekolah atau kuliah di tempatnya sekarang?
Seperti anak kecil, yang menginginkan mainan milik temannya, padahal dia sudah punya banyak sekali mainan, bahkan punya yang sama persis seperti mainan temannya tadi.
5 Kenapa kita tidak bahagia?
Apakah kita termasuk orang-orang yang ingin sekali bejodoh, memiliki seseorang (yang tidak tergapai) tapi lupa bahwa di sekitar kita belasan orang lain menatap kita penuh harap, menunggu kita untuk memilikinya.
Hanya untuk kemudian bilang, cinta itu tidak adil, orang yang kita inginkan egois, kita tidak mendapatkannya, lupa bahwa belasan orang yang lain bisa berkata hal yang sama, gara-gara kita.
6 Kenapa kita tidak bahagia?
Apakah kita memang punya sumber tidak bahagia sepanjang hari? Sepanjang tahun? Karena kalaupun memang punya sumbernya, seperti dizalimi terus menerus. atau ditipu, dikhianati sepanjang umur, bukankah secara serempak, simultan dari hal yang sama tersebut, kita juga punya sumber untuk merasa bahagia?
7 Kenapa kita tidak bahagia?
Jangan-jangan kenapa kita tidak bahagia, sederhana karena kita sendiri yang memang tidak mau bahagia. Ketika kita bilang rumit, complicated, justru kita sendirilah yang sudah membuatnya begitu.
Ketika kita bilang susah, menyebalkan, kita sendirilah yang membuatnya demikian. Dan kunci jawabannya cukup sederhana, tinggal bergeser satu langkah, gunakan sudut pandang yang berbeda sedikit saja.
Jangan-jangan kita telah menemukan sumber kebahagiaan yang tak ternilai.
8 Kenapa kita tidak bahagia?
Maka ingatlah sebuah nasehat klasik orang tua. Sungguh kita bisa bernyanyi kapan saja dan dimana saja, meskipun kita tidak punya lagu untuk dinyanyikan.
Kita bisa menari apa saja, meskipun kita tidak punya tarian dan tidak tahu bagaimana caranya menari.
Semua itu hanya tergantung kita mau atau tidak untuk melakukannya? Sekali kita berhasil mengurai sumpeknya hati dan pikiran, menemukan sumber kebahagiaan tersebut, peluklah dengan erat dan jangan dilepas lagi.
Agar kita senantiasa pandai untuk bersyukur pada Tuhan YME terutama.

You Might Also Like

0 komentar: