Ojju K-Food Tunjungan Plaza, Tempat Ngemil ala Korea

"Siska, mau makan apa kita?"
"Apa ya Mbak? Gatau.."
"Eh bentar, bentar.." lalu saya tunjukkan foto ini :
"Mau makan itu, Mbak."
"Hha. Gak ada di Surabaya ini. Baru ada di Jakarta."
"Yah, Mbak. Udah terlanjur kepengen," ujarnya kesal.

Hhi. Berbulan-bulan lalu, di tahun 2017, saya menemukan foto itu di Instagram. Ayam Madu Merah ala Korea a.k.a Korean Honey Chicken dibalut Keju Mozzarella meleleh super banyak. Ia sukses bikin saya jatuh hati pada pandangan pertama. Cailaaah. Seketika juga langsung mencatatnya di 'Must Try Food List' kepunyaan saya.

Waktu berselang, pada Oktober 2017 kabar bahwa si makanan menggiurkan itu sudah tersedia di Surabaya bikin saya girang. Tapi tak pernah sempat untuk mencicipinya. Dan akhirnya kesempatan datang pada hari Sabtu lalu. It comes when;
"Mau makan apa biar moodnya jadi baik lagi? Beli Gelato tah?" kata Mas Suami yang liat istrinya sedih pasca ditinggal Ibuk pulang balik ke Malang. Anaknya lemah. 
"Gak mau Gelato, kan tadinya mau ajak Ibuk makan Gelato. Nanti nangis lagi inget Ibuk. Trus Ibuk suka makan Shabu-Shabu, kalo makan Shabu-Shabu, nanti inget juga."
"Trus makan apa lho?"
"Mm, mau Ojju K-Food aja deh. Ada di Tunjungan Plaza 5 Level 5. Kan bisa sekalian beli keperluan Siska."
"Yaudah yuk siap-siap."

Akhirnya pergilah kami ke Tunjungan Plaza. Rame. Secara itu malem minggu ya. Banyak muda-mudi dan sepaket keluarga yang menjejali tenant-tenant Tunjungan Plaza. Mm, mungkin juga karena mendekati Ramadhan sih. Beberapa keluarga memilih melengkapi keperluan Ramadhan dan keperluan Lebaran jauh-jauh hari sebelumnya. Setelah mengunjungi beberapa tenant untuk membeli keperluan si adik, akhirnya kami menuju Tunjungan Plaza Level 5, tempat dimana si makanan menggiurkan bercokol.

Tiktuk. Tiktuk. Mm, kok gak ketemu-ketemu yaa.. Hhe. sekitar 5 menit muter-muter barulah tulisan Ojju nampak. Tepat di sebelah Fish & Co. Mm, mungkin karena tempat makan lain lebih besar ya, jadi Ojju K-Food ini sedikit susah ditemukan. But it's okay-lah.. 


Begitu masuk, suasana ala-ala tempat makan di Korea langsung terasa. Furniture dari kayu-kayu berwarna coklat muda. Ornamen-ornamen khas Korea. Lukisan dinding yang artistik. Serta mbak-mbak dan mas-mas yang mengucap, "Annyeong haseo" atau "Kamsahamnida" dengan logat Surabaya a.k.a medok seperti saya. It's cute and warm at the same time.

"Untuk berapa orang?"
"Tiga orang, Mbak."
Ia pun mengantar kami ke tempat duduk di tengah-tengah resto. Menyerahkan buku menu, tersenyum ramah, dan meninggalkan kami yang sedetik kemudian sudah khidmat membaca menu makanan. ^.^
Karena dari awal pengen yang ber-mozzarella itu, jadilah kami memilih Rolling Cheese - Beef Ribs level mild. Both of them love spicy food, but i'm not. Jadi milih yang mild ajah. Trus, kok bukan ayam yang dipilih? Biar pernah aja. Kalo ayam, nanti berasa makan ayam Recheese. Dan di buku menu ditulis Plenty for 2, Enough for 3. Jadilah pesen 1 ajah buat bertiga. Oh ya, paket itu sudah termasuk Banchan. Banchan itu sepaket Cream Corn, Kimchi, Macaroni Salad, dan Oi Muchim. Untuk minum, kami memilih 1 Pitcher Corn Tea. 1 buat ramean biar rasa solidaritas tumbuh subur di hati kami bertiga. *apasih lil. hhi..

Tak lama, minuman datang, disusul dengan sepaket Banchan. First impression, "Mini ya Banchannya." Hhe. It's look like tester gitu. Kek gini :


Mm, sorry to say, tapi ini Cream Corn-nya minim Corn. Atau emang gitu ya? Tapi di buku menu kek banyak gitu jagungnya. Kimchinya cuma 3 potong sawi putih. Mm, kek udah ditakdirkan 1 orang makan 1 potong aja ini mah. Macaroni Salad dan Oi Munchim-nya lumayan-lah. Kami foto-foto doang lalu disisihkan. sekitar 5 menit kemudian, main menu dihidangkan. Waaah. Potongan mozzarela-nya menggoda. Dan, ada tambahan potongan Potato Wedges di sekitar Beef Ribsnya.

Setelah bersepakat dengan Mas-Mas Waitress untuk eksekusi Rolling Cheese - Beef Ribs-nya saat itu juga. Api mulai dinyalakan. Mas Suami memilih mengambil seluruh Potato Wedges agar tak bercampur mozzarela. Lalu dengan lihai, Mas Waitress mengaduk-aduk si keju. memastikan leleh sempurna dan bebas dari gosong. Setelah meleleh sempurna, Beef Ribs berjumlah 5 rusuk itu dipotong-potong. Selanjutnya ia menggulung Beef Ribs dengan lelehan mozzarella. Waaah. It's the best part sih menurutku. Bikin air ludah diproduksi banyak alias nge-ces. Hhe. Setelah itu, potongan Beef Ribs diletakkan satu per satu di tiap piring makan. Api dimatikan. It's time to taste it. Yuhuuu.

Untuk memakan Rolling Cheese, disediakan sarung tangan plastik sehingga kita tak perlu takut tangan kotor atau tangan terasa panas akibat memegang makanan pedas. Gigitan pertama, mozzarella yang kenyal, asin khas keju memenuhi mulut saya. Disusul dengan rasa manis, sedikit pedas, dan rasa rempah khas Korea. Buat saya, ini enak. Hampir seperti Recheese sih rasanya. Cuma kalo Recheese rasanya lebih kaya karena baluran tepung pada kulit ayamnya. Bagaimana dengan dagingnya? Empuknya pas. Tidak terlalu sulit digigit tapi juga tidak hancur. ^.^

Karena Ribs-nya hanya 5, Mas Suami memilih memakan satu saja. Hhe. Ngalah demi adik dan istrinya yang tampak lahap. Makan 2 potong Beef Ribs dan beberapa Potato Wedges, perut saya belum penuh juga. Saatnya mengincip si Banchan. Cream Corn, manis susu plus jagung. Sudah. Jadilah ini seperti meminum susu rasa vanilla yang diberi topping potongan jagung rebus. Emang gini ya Cream Corn ? I never taste Cream Corn before, so i can't give a rate.

Banchan kedua : Kimchi. Mm, mirip asinan dengan bau Gochujang (Pasta Cabai Khas Korea). Karena memang basicnya gak suka Kimchi, jadi ya buat saya biasa aja sih. Lalu Oi Munchim, ini semacam asinan juga dengan potongan Timun Jepang kalo tidak salah. Yang ini lebih manis, jadi buat kami sih ini lebih menarik dari Kimchi. Berasa segar gitu pas dimakan. Dan terakhir, Macaroni Salad. Mm, bisa dibilang tidak terlalu spesial. Rasa Kejunya kurang kuat. Bisa jadi sih karena sisa rasa mozzarela masih bertengger di sela-sela gigi saya. Bagaimana dengan Corn Tea? Yang bikin menarik tempat minumnya yang berbahan logam. Jadi berasa kek minum Soju gitu. Tapi agak gede sih ini gelasnya. Rasanya? Pahit. Dan aroma jagungnya terasa. Saya sih kurang suka. Hhe. 

Semua makanan dan minuman sudah dicoba. Saya suka Rolling Cheese-nya, tapi tidak Banchan-nya. Tapi ya itu, paket ini untuk 3 orang bukan Enough. It's minus. Kami masih lapaaar. Bahkan untuk saya yang notabene makan dikit aja lapar, apalagi Mas Suami yak. Jadilah kami bilang ini camilan, bukan makanan utama. Hhe.

Bagaimana dengan harga? Untuk Rolling Cheese - Beef Ribs dibanderol harga 219 ribu rupiah. Sedangkan Corn Tea dihargai 22 ribu rupiah untuk pitcher dengan volume 1,2 liter. Untuk harga itu dan tingkat kekenyangan, saya kasih rate 3 dari 5 ya.. So, it's okay to try but not recommended when you are hungry.

Food Planning for Ramadhan

Ramadhan tiba, Ramadhan tiba
Marhaban ya Ramadhan

"Yeaaay..! Finally we meet again, dude," saya rasanya akan teriak begitu kalo Ramadhan berwujud seperti mahluk. Bahagia. Kek alam semesta juga mendukung kedatangannya gitu. Purwakarta yang beberapa hari ini panas mendadak bercuaca ramah. That's amaze me.

Nah, kehebohan kala Ramadhan yang saya yakin ada di tiap rumah adalah persiapan buka puasa dan makan sahur. "Mau takjil apa yah? Kurma sih pasti. Sama es apa ya? Ih es kuwut bakal seger, atau es blewah aja? Es cincau bisa juga, es kacang merah dong. Es pisang hijau juga enak." Hhi. Itu baru bahas takjil yaa.. Belum menu sayur dan lauk untuk buka puasa dan sahur. Makin panjang deretan pilihan yang dijabarkan oleh masing-masing anggota keluarga.

So, bagi saya mencatat itu penting. Biar gak lupa. Biar perencanaannya tepat. Itu juga bisa banget diaplikasikan untuk merencanakan menu saat Ramadhan loh. Biar makin semangat merencanakan kudapan spesial untuk keluarga di rumah, kamu bisa pakai template ini :


Silakan didownload dan digunakan dengan hati riang. Boleh banget dishare ke teman-teman lainnya. 

Suami Gamers VS Istri Ngomelers

I do believe, di luar sana banyak yang bernasib sama dengan saya yang ditinggal suaminya main game. Duh, balada istri gamers begini yess. Apalagi kalo yang dimainin tuh game online, yang katanya seru dunia akhirat karena bisa ngobrol sama pemain lain yang entah ada di belahan dunia mana. Duh. Makin-makin deh khidmatnya. Suka tiba-tiba nyeletuk, "Kyaaa, akhirnya yang lain online juga," atau "Mana ini yang lain kok gak muncul bantuin lawan yang ini, berat banget lawan yang ini," dan kalimat-kalimat ajaib lainnya. Hemmh.

Nah, bukan cuma itu. Ada beberapa game yang tiap hari tuh ada semacam Daily Challenge gitu. Ada Daily Bonus juga gitu. Jadi ya mereka main tiap hari buat mengejar bonus itu. Hadeeeh. Udah macam makan aja tiap hari. 

Dya maen ini nih. Lineage. Tiap hari kudu main biar dapet semacem Daily Bonus. Rawr
Jadilah, daripada muka saya makin keriput tak berbentuk, saya buka laptop di belakangnya. Browsing-browsing buat cari teman senasib. Kali-kali ada yang bagi-bagi tips cara ampuh untuk menghadapi rentetan panjang "Balada Istri Gamers". Hha. Saya sedudul itu emang, semua-semua di-gugling. Daaan, gak nemuuu. Yang ada adalah tips-tips malaikat semacam : 

Mintalah Dya Ajarin Kamu Main Game, Kalo Sudah Jago Bisa Jadi Teman Battle

Duh. Yang ini bukan dya banget. Pernah tuh, kan di kantor ada Liga PES Ramadhan, jadi jam makan siang diganti tanding PES gitu. Kan rame yaa, aku bilang dong ke RenKun ;

"Nanti ajarin aku ya buat nge-PES."
"Lha kenapa kok tiba-tiba gitu?"
"Iya, mau ikut Liga PES Ramadhan nih. Kan keren gitu gak sih kalo aku jadi satu-satunya peserta cewek trus menang." Hha, bisa nendang aja udah bagus, ini langsung targetin buat menang.
"Aku lebih suka kamu belajar masak aja."

Daaaar. Langsung ngeloyor pergi sebelum tema belajar-belajar yang lain dikeluarkan. Hahaha..

Bersyukurlah Dya Mainin Game dan Bukan Mainin Cewek Lain 

What the **** is this tips ya? Aneh banget dah. Emang pilihan di dunia cuma 2 : main game atau main cewek? Setdah. *ibu-ibu makin emosi baca tips yang ini. Hahaha.

Temukan Passion Game Kamu

*nangis bacanya. Harus banget ya main game juga? Udah kayak hidup, nge-game aja nyari yang passion. Mending cari passion idup deh daripada ribet kudu cari passion game. Please.

Hhaha. Marah-marah banget ya sayaaa? Untung puasaan belom mulai kan. Jadi, karena tips-tipsnya alhamdulillah gak ada yang cocok, saya balik badan, eh balik ke aplikasi yang lain : Ms Word. Nulis ini dan alhamdulillah rada reda emosinya. Gegara bapak itu tiba-tiba tanya juga sih, "Kamu pengen apa?" Rasanya pengen jawab, "Pengen ke Switzerland, mau main salju." Tapi kan ya keknya malah dijitak ya. Jadi nulis aja curhat gak jelas ini. hhaha.


So, buat mamak-mamak atau mbak-mbak ngomelers macam saya, kalo lagi sebel banget. Mending nulis deh, curhat gitu, atau nyanyi-nyanyi kenceng di kamar mandi biar emosinya reda. Lebih bagus lagi sih diutarakan aja sama pasangan kalo sebaiknya game tuh diprioritaskan nomer ke sekian puluh. Toh kita tetep bisa idup bahagia kan meski nggak nge-game. Hahaha. Dan lagi, game tuh gak diajakin ngobrol juga gak keki, kalo istrimu gak diajakin ngobrol, bisa pecah tuh dua lusin piring di lemari.  Sudah segitu ajaaah.

Find a Great Iftar Through These SocMed Account


Dalam hitungan hari, kita umat muslim akan bertemu dengan bulan suci Ramadhan. Gegap gempita bahagia itu disampaikan lewat berbagai pertanda : tukang es kelapa muda dadakan yang mulai muncul di berbagai sudut kota, gantungan aneka petasan yang membuat anak-anak kecil merengek ke ibundanya, dan dibagikannya jadwal sholat di beberapa kantor maupun pertokoan secara gratis. Yaaa. Ramadhan sudah dinanti.

Nah, satu momen yang penting selain menjalankan ibadah puasa itu sendiri adalah saat berbuka atau iftar. Bukan karena terlalu bahagia puasa berakhir yaa, absolutely no. Tapi karena di momen ini semua anggota keluarga mengusahakan untuk pulang tepat waktu. Momen kebersamaan ini menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Dan makin bertambah lengkap dengan berbagai hidangan spesial.
Nah, untuk kamu yang bertugas menyiapkan hidangan spesial untuk berbuka puasa, bisa banget menengok beberapa akun media sosial ini untuk mencari resep dan inspirasi hidangan iftar :

Akun ini baru saya temukan beberapa minggu yang lalu. Berbekal keyword "Strawberry Latte", diperkenalkanlah saya dengan akun yang artistik ini. Pembuatnya berasal dari Korea Selatan, karena itu jugalah dari 167 video yang mereka buat, hampir semua mengenalkan makanan-makanan ala Korea. 

Tapi, beberapa video mengenai beverage atau minuman ala Wife's Cuisine membuat saya jatuh hati. Filming yang sederhana, mengandalkan suara-suara natural saat memasak seperti suara gemericik air saat mencuci bahan makanan, suara ketukan pisau saat bersentuhan dengan talenan, atau suara denting sendok menjadikan proses memasak nampak syahdu. Tidak hanya itu, bahan-bahan yang digunakan juga tercatat jelas di video maupun kotak deskripsi. Ini tentu sangat memudahkan. 

Resep-resep Wife's Cuisine yang masuk dalam list saya antara lain : Mango Shaved Ice, Melon Shaved Ice, Strawberry Syrup & Latte, serta Watermelon Ade. Bahannya mudah didapat, caranya mudah dipahami, dan tampilannya menggoda. Saya sudah sangat penasaran untuk membuatnya.


Siapa sih yang gak kenal Chef Yuda Bustara? Acara Urban Cook-nya di Kompas TV sukses membuat banyak orang jadi berpikir, "Eh, masak itu kece ya?" dan lalu yang gak biasa masak jadi tetiba pengen masak. I'm one of those girl kok. Hhi. Resep pertama yang saya coba adalah Chocolate Cake Cangkir, tahun 2013 yang lalu. Dan ajaibnya berhasil pada percobaan pertama, padahal caranya jauh dari how to make a cake ala ibu saya yang pembuat kue profesional. Keren nggak tuh?

Itu adalah satu dari sekian banyak alasan mengapa saya merekomendasikan akun Chef Yuda Bustara. Karena caranya mudah untuk seorang yang tidak pernah ke dapur sekalipun. Jadi, untuk kamu yang masih tahap belajar, akun ini bisa banget dijadikan panutan. Alasan lainnya adalah karena Chef Yuda selalu menjelaskan dengan detail mengapa menggunakan bahan ini, jika tidak ada, bahan apa yang bisa dijadikan pengganti, kenapa harus dibeginikan dan kenapa tidak boleh dibegitukan, dan hal-hal yang lain. Ini membuat pengetahuan tentang apa yang kita buat menjadi bertambah banyak dalam sekejap.

Selain itu, Chef Yuda dan timnya sangat friendly. Pertanyaan receh macam apa beda tepung tapioka dan tepung maizena pun mereka jawab. Dan itu yang bikin kami para followernya makin jatuh hati. They help us a lot. Bagaimana dengan pilihan resep ? Duh. Jangan ditanya. Mulai resep minuman, snack kekinian, makanan japanese, hingga resep makanan daerah ada semua. Kurang lengkap apa coba?

So, dengan kemudahan cara membuat, penjelasan detail, keramahan Chef, plus pilihan resep yang bejibun, tidak salah dong kalau akun Chef Yuda saya jadikan rekomendasi rujukan resep menu berbuka puasa?


Di tanah Sunda ini, saya baru tau kalau ada beberapa keluarga yang memiliki tradisi makan gorengan dulu saat berbuka puasa. Barulah menyantap hidangan utama. Nah, kalau kamu adalah salah satu dari mereka yang memiliki tradisi itu, bisa banget loh cari inspirasi dari akun Instagram @fridajoincoffee. Beragam jenis makanan ringan a.k.a kue ada di sana. Jadi tiap hari tidak melulu gorengan tempe atau bala-bala. 

Akun yang memiliki follower sebanyak 295 ribu dan telah menerbitkan buku baik versi printed maupun ebook ini dikenal baik di kalangan ibu-ibu muda. Resep yang dituliskan dengan detail menjadikan akun ini banyak disukai. Tidak hanya itu, Frida, sang pemilik akun, bersifat sama dengan Chef Yuda. Baik hati sekali mau menjawab pertanyaan-pertanyaan para followernya. Ini menjadikan akun ini tidak hanya bekerja satu arah, tapi dua arah. Ada komunikasi yang terjalin baik antara influencer dan followernya.

Saya sihh, sejak lama ingin membuat kue cucur dengan resep Frida. Semoga bisa kesampaian yaa..

Jadi, akun mana yang akan menginspirasimu?

Happiness is Homemade, (not) MedSos-made

Merengek di tepi danau
"RenKun, ke Labuan Bajo pasti seru deh. Live on Board 3 hari gitu. Bayangin deh, bangun tidur liat sunrise di perbukitan, trus naik kapal untuk ke spot snorkeling, lanjut ke pulau berikutnya, mantengin sunrise. Dan gitu lagi selama 3 hariii. That will be awesome, Dear!"
"Ihhh, kamu liat nggak instastory Suhay Salim yang aku kirimin? Kece banget Switzerlaaand. Sumpah berasa liat surga. Pasti seneng kalo bisa kesana yaa.."

"Do you wanna build a snowman? Say yes dong, RenKun. Pasti seru gituuu."
"........"

Itu adalah sebagian dari rengekan saya ke Mas Suami. Hhi. Menceritakan pulau ini dan pulau itu, negara ini dan negara itu, merengek liat salju, dan banyak hal lain hasil mantengin Instagram para influencer kece. Hha. Pokoknya, nowadays liburan jadi topik yang gak luput dari bahasan tiap ketemu. Meskipun lebih sering dijawab dengan senyum menawannya (duh! jadi kangen), saya tetep gak bosen loh buat berkicau. wkwkwk.

Lain saya, lain juga mantan temen satu sekat saya di kantor (baca : dya pindah bagian, dulu duduk sebelahan). Dya yang bergelar ibu muda, hobi banget DM (direct message) hal-hal semacam ini :

"Eh, Mbak Lai, kamu liat nggak instastory Alodita? kece ya bisa kerja di rumah sampe dapet endorse ke New York gitu."

"Ya ampun, kece banget Jennifer Bachdim nih. Pake dress dong dya setrika di rumah."

"Mbak Lai, Innisfree keknya bagus ya. Aku habis liat review-nya gitu.."
"........"

Dan sederetan rumpi lainnya yang muncul akibat pemantauan akun media sosial para selebgram hampir saban hari. Hahaha.

Do you see that? Definisi bahagia bagi kami berdua seringkali dipengaruhi oleh apa yang media sosial tampilkan. Dari foto liburan, foto produk, video di negara orang, video aktivitas orang lain, dan berbagai tampilan lain yang kalo mau disadari, bisa berubah tidak lagi dalam hitungan hari, tapi dalam hitungan jam. Is it ?

Nampaknya, fenomena ini tidak hanya terjadi pada kami berdua, tapi juga pada seorang illustrator kece bernama Puty Puar. Nah, bedanya kami dengan Puty Puar adalah : "Kami tetep aja rumpi tentang ini-itu, Puty memilih membuat karya untuk mengembalikan definisi bahagia." hhi. Malu mengutarakan itu tapi benar adanya. Wkwkkwk.

Berawal dari kegundahan Puty Puar akan definisi kebahagiaan, menjadikan ia menulis sebuah buku imut berjudul "Happiness is Homemade." Pada halaman kata pengantar, Puty menceritakan bagaimana ia yang dulu adalah seorang pekerja full time menjadi ragu akan tingkat kebahagiaannya setelah memutuskan untuk bekerja dari rumah pasca menikah. Ia tak lagi bisa nonton konser band sesuka hati, pergi ke luar negeri sesuka hati, dan lain-lain. Tapi ia akhirnya menyadari bahwa tidak melakukan itu semua dan apa yang saat ini banyak ditampilkan di media sosial tidak menjadikan kadar kebahagiaannya berkurang. Ia tetap Puty yang sama bahagianya.

Aww. Baru baca kata pengantar sudah bikin saya malu hobi merengek. Hhe. Lewat buku setebal 160 halaman ini, Puty menghadirkan ragam kejadian di sekitar kita yang bisa menghadirkan kebahagiaan. Bisa dibilang, Puty membuat ilustrasi tentang hal-hal kecil yang membahagiakan. Seperti ini :
Siapa sih yang gak suka nemu duit meski duit sendiri ?
Hugging could release stress.. ^^
Buatku, Toko Buku adalah Surga Dunia
Hhe, perempuan mana yang tak suka dipuji ? Asal gak pake nada genit yeee..
Apalagi kalo berhasil dan ada yang bilang enak
Hhi. Lembar demi lembar kian membuat saya manggut-manggut setuju. Bahwa kebahagiaan tidak harus datang dari pulau atau negeri nan jauh. Tidak pula harus menjadi orang lain terlebih dahulu. Happiness is Homemade. Dari situ saya merunut beberapa hal kecil yang sukses bikin saya bahagia serta merta :

1. Ketemu Ibu Bapak Mas Sian dan RenKun
Mereka berempat adalah sumber bahagia. Meskipun cuma liat aja, ketemu aja, gak ngomong apa-apa, hormon endorfin saya sudah naik beberapa tingkat. Kayak lovely banget mereka niiih. Apalagi sekarang saya merantau, jadilah momen bersama mereka selalu membahagiakan dan ditunggu-tunggu.

2. Mantengin Suami Saya Kerja
Hhe, saya adalah tipe sapioseksual. Tertarik pada kecerdasan, jadi kayak kekerenan suami saya naik 2 tingkat kalo lagi mumet sama coding yang dya bikin. Hha. (He is programmer, ini web punya dya. Promo gapapa yaa..)

3. Jahili Mbah dan Adik Ipar
Mungkin karena dasarnya jahil yaa. Jadi kek bahagia aja kalo usil ke Mbah dan ke adik ipar. Semoga dya gak merasa kubully sih yaa. wkwkwk.

4. Baca Novel yang Sudah Lama Dibeli
Saya tuuuh, hobi beli suka lupa baca. Hhi. Jadi kalo moodnya lagi bagus trus nemu buku di pojokan, udah bahagia. Wangi dan tekstur kertas jadi semacam bikin baca makin menarik gitu. That's why i love printed book that digital book. Biar dah dikata udik.

5. Cerita ini itu dengan Para Sahabat
Basicly saya cerewet, jadi ya seneng ngomong ngalor ngidul gak jelas. Hhe. Lebih bagus lagi sih kalo ada audience-nya gitu, terus saya jadi performer atau trainer dan didengarkan dengan baik. Waaah. Gada yang mau kasih tawaran baca puisi, mendongeng, atau sosialisasi something gitu?

6. Makan Bebek Penyet Pinggir Jalan
Bukan bebek doang siiih. Makan enak pokoknya. Makan itu menggembirakaaan.

Kalau kamu, kegiatan apa yang bikin kamu serta merta bahagia? Pasti ada dong? Ya kan? Ya dong? Hhi..
Love this postcaaard !
Oh iya, buku imut ini dibanderol dengan harga Rp 69.000. Worth beud untuk isinya yang lucu, menarik, dan mengingatkan banyak hal. Eh, waktu itu saya beli melalui pre-order gitu. Jadi dapet bonus postcard doodle karya Puty. Yang beneran digambar atu-atu pake spidol berwarna. So much love accept the bonus. Trus, di bagian buku paling belakang, ada sekumpulan stiker yang fungsinya ditempel di hal-hal yang bikin kamu bahagia. Karena sayang, jadilah gak kuutik-utik. Tetap di tempat. Hhi..

Sooooo, bacalah buku ini ketika definisi bahagiamu tercemar terlalu banyak oleh media sosial. Bermimpi boleh, lupa bahagia jangan. Hhe..

*tapi travelling wishlist-nya gapapa ya RenKun. Kan wish ajah, gak must-do list. Ups