Sentuhan Magis Pantai Atuh Nusa Penida

Perbukitan yang eksotis di Nusa Penida menyembunyikan satu pantai yang indah yaitu Pantai Atuh. Masih alami, tidak banyak pengunjung dan lebih lagi bersih dari sampah, oh Tuhan semoga anak cucu kami kelak bisa menikmati ciptaanmu yang sempurna ini dengan kondisi maksimalnya. Hangatnya momen matahari terbit berpadu dengan pasir pantai yang putih bersih dan bebatuan karang ikonik, sungguh indah.

www.water-sport-bali.com

Pantai Atuh, Nusa Penida di Kabupaten Klungkung - Bali. Pantai ini merupakan salah satu destinasi favorit bagi turis lokal maupun luar negeri. Banyak wisatawan sangat suka dengan momen matahari terbit di Pantai Atuh ini, bisa dibilang salah satu dalam daftar pemandangan matahari terbit terbaik di Bali. Lokasi pantai di bagian timur dan air laut masih surut, sehingga terumbu karang yang menemanimu di pagi hari itu akan melengkapi semangat pagimu saat itu, percayalah :).

Akses menuju pantai ini juga sudah bagus, dari Sampalan ke Pantai Atuh jalanan sudah beraspal mulus. Bukti kesiapan Nusa Penida menjadi destinasi baru di Bali. Sepanjang perjalanan dari Sampalan ke ujung timur pulau terlihat pantai berkarang kuning, tempat budidaya rumput laut disana. Kemudian kalian harus melanjutkan perjalanan dengan melewati jalur yang mendaki bukit, di atas kalian bisa melihat dengan jelas bentang laut luas berlatarkan Gunung Agung Bali. Setelah ini, jalur menuju Pantai Atuh mulai menyempit dan akan kalian temui jalan bercabang dimana semuanya mengarah ke Pantai Atuh, untuk lebih aman dan yakin kalian perlu bertanya pada penduduk setempat soal jalan mana yang lebih baik untuk ke Pantai Atuh (jika sudah sampai disini, keahlian menyetir kalian mulai diuji).

Bukit Labuhampuak

Karena Pantai Atuh terletak di balik perbukitan di belahan timur Nusa Penida, jalur yang mesti didominasi kontur berbatu membelah bukit. Dari lokasi parkir dekat pantai, kita masih harus berjalan kaki cukup jauh. Tapi saya rasa tidak akan kalian rasakan capek sebab untuk bernafas normalpun tidak akan kalian lakukan. Batin yang dimanjakan dengan pemandangan sekeliling, air pantai biru nan jernih serta hamparan pasir putih yang halus, tebing yang menjulang tinggi (bagian dari Bukit Labuhampuak) menambah rasa takjub kita kepada Yang Maha Kuasa.

flickr.com

Dari atas Bukit Labuhampuak bisa disaksikan pula sebuah teluk yang didominasi oleh batu karang berukuran cukup besar. Warga sekitar menyebut daerah tersebut dengan Teluk Titibahu, susunan batu karang dan tebing horizontal mengingatkan pada kokohnya bukit di The Twelve Apostles, Negara Bagian Victoria - Australia.

Matahari Terbit di Pantai Atuh

Usaha keras akan langsung terobati begitu sampai di Pantai Atuh pada momen yang tepat ini, ya benar, Matahari Terbit di Pantai Atuh. Dari garis pantai, segala pesonanya muncul satu demi satu. Tidak ketinggalan Karang Batu Bolong nan kokoh ikut serta dalam pertunjukan alam ini. Karang yang menyerupai kepala kuda tersebut merupakan ikon Pantai Atuh (jadi kalian wajib mengabadikannya).

pegipegi.com

Sungguh indah ciptaan-Nya, semoga suatu saat kalian yang membaca ini mendapat inspirasi dan motivasi untuk tetap menjaga keasrian dan keindahan Pantai Atuh ini. Berliburlah, berbahagialah, dan bertanggungjawablah :)

Cari Uang Sambil Jalan Kaki, Si Cuanki Serayu yang Lezat

Saya tidak akan membahas profesi - profesi yang menggunakan metode jalan kaki untuk cari uang loh ya. Bukan pula membahas bagaimana design gerobak yang ergonomis untuk bapak-bapak yang berdagang dengan jalan kaki. Dan sangat bukan sekali membahas abang tukang jualan apa yang paling ganteng. Muahahaa. Lha terus bahas apa?

Alkisah, tempo hari saya makan Cuanki Serayu. Nah, pas sudah menghadap seporsi penuh Cuanki, saya tanya ke Mas-Mas Pramuniaga, "Mas, ini kan bakso ya, ini goreng, yang ini apa?" Saya menunjuk satu benda yang jelas terbuat dari campuran tepung terigu dan aci (tepung kanji, tepung tapioka atau tepung sagu). "Yang itu Siomay, Teh." Kata masnya sambil tersenyum manis. "Lha trus yang disebut Cuanki yang mana, Mas?" tanya saya bingung. "Ya sepaket ini yang dinamakan Cuanki, Teh." Saya melongo. Si Mas Pramuniaga gak tanggung jawab dengan ke-melongo-an saya, dia ngeloyor pergi gitu aja. Ish.

Capture by Leblung

Sesampai di rumah (baca : kamar kosan ukuran 4 x 4 m yang [enggak] rapinya luarbiasa. hhe), saya langsung mengerahkan keahlian saya. Yapp. Tidak lain dan tidak bukan adalah "Gugling". Hhe. Keyword yang digunakan kali ini adalah "Asal Usul Cuanki" dan "Sejarah Cuanki". Tidak ada yang menjelaskan detail darimana Cuanki berasal, siapa penemu Cuanki, dan informasi dasar lainnya. Yang saya temukan adalah :

CUANKI = Cari Uang sambil jalAN kaKI

Hhi. Beneran begitu. Jadi Cuanki adalah sebutan untuk kegiatan mencari segenggam berlian (uang) yang dilakukan dengan cara jalan kaki. Kalo gitu banyak dong varian produknya. Tukang Cangcimen (Kacang Kuaci Permen), Tukang Tahu Sumedang, Tukang Odading (Roti Goreng isi gula merah), Tukang Batagor, Tukang Siomay, Tukang Sate keliling, Tukang Bakpao keliling, dan banyak lagi. Ya kaaan? Tapi di daerah Bandung dan sekitarnya, yang disebut Cuanki itu ya Tukang Jualan Bakso yang gerobaknya dipikul dan jualannya sambil jalan kaki keliling kompleks gitu. Kalo di Malang, tepatnya di daerah saya, ini disebutnya Tukang Bakso Pikul. ^.^

The Real Cuanki, source : www.kulinernikmat.com
Yang khas dari Cuanki ini, kuahnya bening, gak berlemak kayak bakso-bakso yang dijual di warung atau gerobak yang menetap di tempat (ini sudah sedikit saya ulas di tulisan ini). Dan isiannya lebih bervariasi karena ada siomay dan gorengnya, kalo bakso Bandung atau bakso Purwakarta biasanya cuma ada bakso (pentol daging) dan mie kuning atau mie putih. 

Nah, ceritanya kemarin Sabtu saya mampir ke sebuah warung Cuanki di Jalan Serayu yang katanya paling hits se-Bandung Raya. "Cuanki Serayu". Ya meski yang punya melanggar prinsip nama Cuanki itu sendiri ya, tapi gapapa-lah. Berbekal rekomendasi seorang teman yang berlidah Jawa tapi lama tinggal di Bandung (Bumils Titik namanya, Titik loh ya. Bukan Koma), saya memberanikan diri untuk ke warung sederhana ini. Konon kata sang pramuniaga, warung Cuanki ini memiliki 2 cabang yaitu di Jalan Mangga dan Jalan Babakan Timur. Sedangkan yang saya datangi ini adalah warung asli yang sudah berdiri sejak tahun 1997. Lama ya..

Capture by Leblung
Sesampainya di warung Cuanki ini, antrian orang yang memesan sudah mengular. Ada 2 banjar antrian. Setelah celingak-celinguk karena ketidak tauan saya, akhirnya saya menemukan tulisan "Khusus Dibungkus", di gerobak yang berada di sebelah kanan. Yap. 2 antrian itu adalah antrian makan di tempat dan antrian dibungkus atau dibawa pulang. Karena saya mau makan di situ, beralihlah saya ke antrian sebelah kiri. Sekitar 5 atau 10 menit kemudian, barulah saya sampai di depan Mas-Mas yang bagian terima dan melayani order.
 
Capture by Leblung
Proses pemesanan bisa dibilang cepat karena ada 2 orang yang melayani, satu orang bertugas menerima order dan memberi kuah, satu orang yang lain bertugas meracik. Selain itu, saat satu orang yang lain masih menerima order, mas-mas satunya meracik porsi normal, jadi kalau tidak ada permintaan khusus, penerima order tinggal kasih kuah. Kayak saya kemarin tuh, "1 porsi, Mas." Tinggal menciduk kuah, guyurkan, kasih deh ke saya. Hhe.

Untuk minuman, bisa ambil berbagai minuman botol di lemari es yang tersedia, atau pesan aneka jus buah. Urusan bayar? Nanti aja setelah perut kenyang. ^.^ Nah, tempat duduk yang disediakan sederhana sekali. Mirip dengan tempat duduk di warung bakso pinggir jalan. Ada 4 area untuk menikmati Cuanki ini, di bagian dalam warung, di bagian teras depan warung, di teras samping warung, dan di pinggir jalan raya.

Bagian Dalam Warung
Teras Depan Warung
Teras Samping Warung
Pinggir Jalan
 Bagaimana rasanya?

Semangkuk Cuanki ini berisi 2 buah bakso ukuran sedang, 1 siomay, 1 tahu putih, dan  1 goreng yang dipotong-potong. Gorengnya terbilang unik. Kalo pada umumnya, goreng itu adalah kulit pangsit isi tepung campur wortel dan daging, dan dibentuk seperti bunga mekar. Yang ini dibiarkan segi empat begitu, dan diolesi isian, lalu digoreng. Saat akan disajikan barulah si goreng dipotong-potong.

Kuahnya bening, mirip bakso Malang. Dan enak. Takarannya pas. Gurih, seger, dan sedap. Saya termasuk orang yang jarang makan bakso dengan gaya putihan alias tanpa kecap, saos, dan sambal. Tapi entah kali ini, karena kuahnya putihan saja sudah sedap, jadilah saya memutuskan untuk makan ala putihan hingga setengah porsi habis terlahap. Setengah berikutnya baru saya tambahkan kecap, saos, dan sambal secukupnya.

Seporsi Cuanki diharga Rp 15.000. Cukup murah untuk makan di kawasan Bandung. Tapi porsi ini tidak cukup membuat saya kenyang. Jadi mungkin lain kali saya kan pesan 1,5 porsi atau mencomot sebagian jatah suami saya. Hhe. Di sini tidak hanya menyediakan Cuanki, tapi juga Batagor khas kota Bandung. Hanya saja kali itu melihat porsinya yang sepiring penuh, saya mengurungkan niat untuk memesan batagor. Takut tidak habis, mungkin lain kali saya akan mencobanya. 

Daftar menu dan harga Cuanki Serayu dapat dilihat di gambar berikut ini.


So, overall, saya setuju dengan kata orang kebanyakan, "Cuanki Serayu Enak!"
  

Manisan Mangga, Si Nano - Nano yang Asik di Lidah

Barangkali bisa dibilang hampir semua orang mengenal buah mangga. Buah yang hanya ada saat musim-musim tertentu ini diperkirakan berasal dari tanah India. Buah ini pertama kali ditemukan oleh Alexander Agung di Lembah Indus, India pada tahun ke-4 sebelum masehi. Nama mangga sendiri berasal dari bahasa Tamil, yaitu Mankay atau Man-Gas. 

Buah yang memiliki nama latin Mangifera indica L. ini menyebar hingga ke Indonesia melalui para pedagang India yang berkelana hingga Semenanjung Malaysia. Pada tahun 1665, mangga pertama kali di tanam di kepulauan Maluku. Buah ini memiliki beraneka ragam jenis mulai dari mangga madu, mangga manalagi, mangga gadung, mangga cengkir, mangga arum manis, dan masih banyak lagi. 

Mangga biasa dikonsumsi langsung dengan cara dikupas terlebih dahulu atau dibelah dan diiris menyerupai sisir. Namun, adapula yang mengolahnya menjadi berbagai jenis makanan seperti asinan mangga, sambal mangga muda (sambal pencit), atau bahkan manisan mangga. Nah, beberapa hari ini entah kenapa kelenjar ludah saya langsung berproduksi saat melihat jajaran mangga muda di toko buah mini dekat kosan. Hhe.

Kuah manisan mangga bikinan ibu, langsung membayang dengan jelas. Kegiatan sepulang kantor waktu itu pun langsung berganti dengan pencarian manisan mangga. Banyak yang menawarkan manisan mangga muda dalam kemasan botol kaca. Range harga yang ditawarkan adalah Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per 200 gram. Cukup terjangkau di kantong. Tapi sayang seribu sayang, ongkir ke Purwakrta dari tempat penjual bisa mencapai Rp 13.000. Jadi total dengan harga manisan terendah saja Rp 28.000. Itu sudah dapet mangga 1,5 kg. Huwaaah.

Setelah menimbang, gugling, dan telpon ibu nanya resep, jadilah saya memutuskan untuk bikin sendiri si Nano-Nano ini. Bahan-bahan yang saya butuhkan antara lain :

Bahan :
- 1,5 kg mangga muda
- 8 biji cabai merah atau cabai keriting
- 3 biji cabai rawit (atau sesuai selera)
- 12 sendok makan gula pasir
- 0,5 sendok teh garam
- 750 ml air


Cara membuat :
- Kupas buah mangga muda
- Cuci bersih buah mangga, cabai merah atau cabai keriting, dan cabai rawit
- Potong buah mangga muda secara menyerong atau memanjang (sesuai selera) dengan tebal 3 - 5 mm.
- Potong tipis cabai merah atau cabai keriting dan cabai rawit

- Masak air hingga mendidih
- Masukkan cabai merah atau cabai keriting dan cabai rawit yang elah dipotong-potong
- Masukkan gula dan garam

 
- Tunggu hingga mendidih kembali
- Matikan, diamkan hingga air cabai menjadi dingin sempurna
- Masukkan potongan mangga muda


- Tunggu beberapa jam agar bumbu meresap
- Manisan mangga siap dimakaaan. Yeay!

Mudah bukan? ada beberap tips nih untuk membuat manisan mangga :
- Untuk menghasilkan manisan mangga yang renyah, setelah dipotong-potong, mangga direndam dalam air kapur selama sehari penuh. (Tips ini tidak saya lakukan karena air kapur tidak tersedia di kosan dan bingung belinya dimana. hhe) Setelah itu baru dicuci bersih dan lanjutkan langkah berikutnya.
- Untuk menghasilkan manisan mangga yang renyah, pilih mangga yang bener-bener muda, punya saya sudah di akhir masa mengkal, sudah mulai berwarna kuning. Masih renyah sih, tapi kurang maksimal renyahnya.
- Sebelum dihidangkan, masukkan ke dalam lemari es. Disajikan dingin akan terasa lebih nikmat.

Selamat mencobaaa!

Status Hubungan Mangga Muda dan Kehamilan

“Manisan mangga enak kali ya gini ini..”
“Hamil lu ya? Mas Bos, ada yang hamiiiil..”

Pasti bukan hanya saya yang pernah mengalami judgement itu hanya karena nyeletuk pingin manisan mangga muda. Hhi. Ya kan? Ya dooong? Apalagi kaum hawa yang tergolong newlywed atau pengantin baru (lagi-lagi seperti saya). Ngerumpiin mangga muda udah pasti langsung disangka lagi ngidam. Hha. 


Emang ada hubungannya ya mangga muda sama kehamilan? Trus kenapa kok mayoritas ibu hamil emang kepingin makan mangga muda? Kenapa nggak mangga mateng aja? Kenapa nggak kepingin anggur aja? Kenapa nggak apel, stroberi, melon, atau semangka aja? Ada apa sih antara mangga muda dan kehamilan?

Pada masa awal kehamilan, janin memproduksi hormon chorionic gonadotropin (HCG). Hormon ini mencegah corpus luteum*mengalami perpecahan. Corpus luteum ini selanjutnya akan memproduksi hormone progesterone yang berfungsi untuk membentuk lapisan dinding rahim agar kuat menyangga plasenta. Peningkatan jumlah hormone progesterone di awal kehamilan inilah yang mengakibatkan kerja usus menjadi lambat dan dinding lambung mengendur.


Efek dari proses pencernaan yang melambat adalah meningkatnya asam lambung. Oleh karena itu, pada masa awal kehamilan, sang ibu seringkali merasa mual dan ingin muntah. Nah, mangga muda yang meskipun memiliki rasa asam, ternyata dapat menurunkan asam lambung. Jadi ketika ada ibu hamil setelah makan mangga muda merasa bahagia dan tubuhnya terasa lebih nyaman, itu bukan sulap apalagi sihir ya. 


Lha trus, kok bisa secara otomatis ingin mangga muda di awal kehamilan? 

source : www.centroone.com

Seorang teman lama yang menekuni bidang biologi pernah menceritakan bahwa ngidam dipengaruhi oleh sugesti di alam bawah sadar kita. Seringkali kita berpikir kalo hamil tuh pasti ngidam, pingin yang aneh-aneh, yang jarang ada, dan pasti suami nurutin. Maka jadilah sugesti itu menjadikan kita minta ini itu dan salah satunya pingin mangga muda karena sudah kepercayaan umum bahwa jika hamil pasti menginginkan mangga muda.  

^.^ 

Nah, membiacarakan mangga muda, coba tengok resep manisan mangga di sini. Manis, asem, pedes, nano-nano yang membahagiakan.

GO-MED Layanan Baru Go-Jek

Hey! Leblung - AKhirnya Go-Jek memperluas layanannya lagi, kini telah hadir di aplikasi Go-Jek kita sebuah layanan baru yaitu GO-MED. Go-Med (Go Medis) hadir untuk memenuhi kebutuhan medis. Gagasan dan pengembangan mengenai layanan ini sudah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu, dan akhirnya kini telah resmi dirilis.


Layanan GO-MED ini merupakan bentuk kerja sama GO-JEK Indonesia dengan Apotik Antar (PT Mensa Medika Investama) yang sebelumnya sudah lebih dulu bergerak dalam layanan pemesanan obat, sebagai solusi layanan yang praktis dan terintegrasi, memberikan fasilitas pada pengguna GO-JEK untuk mendapatkan obat-obatan (Over The Counter dan dengan resep), vitamin, suplemen, dan kebutuhan medis lainnya yang terjamin keasliannya dengan Cepat, Aman dan Nyaman.

Prinsip dari Apotik Antar adalah mempertemukan apotik yang sudah ada dengan pasien atau pencari obat atau sejenisnya melalui aplikasi pemesanan obat yang diberi nama Apotik Antar, dikembangkan oleh M-Health. GO-MED terinspirasi dari Apotik Antar tersebut, kemudian mencoba memadupadankan dengan layanan yang sudah dimilikinya untuk memberikan pelayanan maksimal pada pengguna GO-JEK.

Area yang dijangkau GO-MED?

Melalui GO-MED, kita bisa membeli dan juga menebus obat yang tertera di resep dengan mudah dari kurang lebih 1500 apotek yang terdaftar di dalam Apotik Antar, tanpa biaya pengiriman tambahan (inilah nilai tambahnya). GO-MED saat ini sudah hadir di 10 kota di Indonesia diantaranya; Jabodetabek, Bandung, Bali, Makassar, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Medan, Palembang dan Balikpapan.

Bagaimana Cara Pakai GO-MED?

Cara memesan atau menebus resep melalui GO-MED cukup mudah saya rasa, langkah umumnya adalah sebagai berikut :
  1. Buka aplikasi GO-JEK yang ada di Smartphone kalian.
  2. Pilih GO-MED pada aplikasi GO-JEK.
  3. Kemudian tentukan obat, atau unggah resep dokter terkait untuk menebus obat yang dibutuhkan.
  4. Konfirmasi ulang pesanan kalian sebelum lanjut ke proses sebelumnya, masukkan alamat pengiriman, dan pastikan semua data sudah benar.
  5. GO-JEK driver siap mengambil obat sesuai resep kalian dan mengantarkan langsung ke alamat pengiriman.
  6. Selesai.



Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi website resmi GO-MED. Semoga bisa bermanfaat bagi Negeri.