Kelas Berbagi Cerita Rangkul : Hubungan Reflektif - Manajemen Emosi Diri

Kelas parenting ini menjadi menarik buat saya karena 2 hal. Pertama, kelas ini diadakan oleh komunitas yang didirikan oleh Ibu Najeela Shihab. Dan kedua, materi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan saya, yaitu pengelolaan emosi. Jika di antara para pembaca artikel ini masih ada yang mengernyitkan dahi karena tidak paham kenapa saya yang masih berstatus calon ibu sudah ikut kelas parenting, apa motivasi saya ikut, atau bahkan bingung apa itu Kelas Berbagi Cerita Rangkul, silahkan jump to my previous article, klik di sini. Saya menceritakan jawaban dari keheranan-keheranan itu di situ yaa..
source : www.keluargakita.com
Apa yang mempengaruhi hubungan dalam keluarga ?

Pada dasarnya, kita semua menginginkan hubungan keluarga yang baik, harmonis, menyenangkan, saling mendukung, dan penuh dengan kebahagiaan. Tapi, sadarkah kita bahwa terdapat hal-hal yang secara tidak sengaja atau tidak terkontrol dapat mempengaruhi hubungan dalam keluarga? Ya, bagaimana kita bersikap dan membentuk hubungan dengan anggota keluarga yang lain, entah dengan suami, istri, anak, kakak, adik, sepupu, nenek, kakek, tante, paman, bibi, atau anggota keluarga yang lain pada dasarnya dipengaruhi oleh 4 hal utama. Yaitu :

Pola Pengasuhan di Masa Lalu

Pola pengasuhan yang kita terima di masa lalu, memiliki tempat tersendiri di dalam otak kita. Pengalaman ini tidak dapat dihindari dan diubah. Secara tidak sadar, apa yang kita alami dalam pengasuhan di masa lalu menjadi standar untuk melakukan pengasuhan di masa kini. Contoh kecil dan sederhana adalah ketika suami saya menyuruh adik bungsunya untuk membersihkan rumah. Saya yang sedari kecil diberikan waktu penuh untuk bermain dan belajar tanpa kewajiban untuk membersihkan rumah, sontak menolak perintah itu. "Biarin dong, kan dia baru juga nonton TV."

Ekspresi yang saya keluarkan adalah wujud dari pola pengasuhan yang saya alami. Itu tidak terkontrol, respon otomatis ketika menghadapi suatu kondisi yang juga pernah saya alami. Namun, pola pengasuhan tidak selamanya benar dan dapat diterapkan. Misal, seorang ibu biasa menyuruh anaknya belajar dengan cara dibentak dan dicubit bila membangkang. Hal itu tidak dapat dibenarkan.

Maka tugas kita adalah mengontrol pengalaman masa lalu yang kita alami. Ambil pola pengasuhan yang baik, dan buang apa yang buruk. Kuncinya adalah dengan saling menghargai dan mengingatkan antara satu anggota keluarga dengan yang lain. Membentuk hubungan keluarga yang harmonis bukan hanya tugas satu orang bukan?

Keunikan Temperamen

Setiap anggota keluarga dilahirkan dengan temperamen yang berbeda. Misal saya dilahirkan menjadi pribadi yang melankolis dan sensitif, sedangkan kakak saya dilahirkan menjadi pribadi yang easy going dan memandang banyak hal dengan lebih sederhana. Ini sama seperti halnya saya dilahirkan memiliki hidung mungil, sedangkan kakak saya dilahirkan dengan hidung seperti jambu air bangkok, gede. Padahal kita dilahirkan dari rahim yang sama toh?

Temperamen ini dapat mempengaruhi bagaimana seseorang bersikap dan bereaksi dengan lingkungan di sekitarnya. Sudah sepatutnya kita menghargai perbedaan ini. Karena poinnya untuk membangun hubungan keluarga yang baik adalah bagaimana kita bisa bereaksi atau berperilaku sesuai dengan yang lawan kita butuhkan.

Jadi, meskipun salah satu anggota keluarga memiliki temperamen yang cenderung negatif, cobalah untuk melihat hal tersebut dari sisi positif. Misal saya mudah menangis, kakak saya bisa saja mencap saya sebagai seseorang yang cengeng, cemen, dan lebay. Tapi ia bisa membaca temperamen itu menjadi temperamen positif, misal saya seorang yang terlalu peka. Dengan temperamen mudah menangis ini, kakak saya bisa mengatur bagaimana harus berinteraksi dengan saya, misal tidak menggunakan kata-kata kasar (meski bercanda), tidak menggunakan nada tinggi, dan lain-lain.

Hubungan Sosial atau Pergaulan dan Dunia Luar

Kita tidak dapat mengontrol pola asuh yang diterapkan di keluarga teman-teman kita. Pun kita juga tidak dapat mengontrol perkembangan teknologi yang ada. Mau tidak mau, sadar atau tidak sadar, hubungan sosial dan dunia luar ini berpengaruh di dalam hubungan antara anggota keluarga.

Contohnya, di era modern ini, siapa sih yang tidak menggunakan handphone? semua orang bahkan anak sekolah dasarpun sudah familiar dengan benda tersebut. Saat kita menetapkan waktu quality time di rumah, misal setelah maghrib ditetapkan untuk waktu bercengkrama bersama keluarga, sedangkan di keluarga teman kita tidak demikian. Bukan hal yang aneh jika teman kita itu menghubungi kita melalui telpon atau whatsapp, telegram, dan sejenisnya. Bisa jadi ritme pengasuhan yang sudah disepakati ini akan berubah jika kita membiarkan ritme keluarga yang lain masuk tanpa permisi.
source : www.keluargakita.com
Hal-hal semacam ini tidak dapat dibendung dan diblock permanen, kitalah yang harus mengupayakan untuk konsisten dengan pola pengasuhan yang telah disepakati bersama. Apa yang didapat dari luar, dapat menjadi pelajaran. Namun, tidak harus diterapkan di keluarga kita. Sama dengan pola pengasuhan di masa lalu, ambil yang baik, dan buang apa yang buruk.

Perubahan Zaman

Setiap anggota keluarga wajib menerima perubahan zaman. Meskipun secara filosofi tetap sama, perubahan zaman menyebabkan tidak sedikit hal yang nyata berubah. Salah satu di antaranya adalah teknologi. Perkembangan teknologi memiliki berbagai sisi, selain memudahkan interaksi dalam hubungan, namun juga hadir dengan berbbagai resiko apabila kita tidak belajar mengendalikan dengan baik. Lihat video berikut ini



Dalam membangun hubungan keluarga yang baik, tentu dibutuhkan pengelolaan emosi. Namun, apa sih emosi itu?

Emosi adalah sebuah perasaan yang kita alami ketika menghadapi sesuatu. Dan ini adalah hal yang wajar, tidak terpisahkan dari diri kita, dan pengalaman di dalam keluarga. Dikatakan wajar adalah karena pada saat yang sama kita berlaku sebagai banyak peran. Misalkan saya, di waktu yang bersamaan, saya tidak hanya menjadi istri, namun juga menjadi anak, kakak, adik, menantu, karyawan, dan teman. Sehingga menjadi wajar apabila saya terkadang mencampur adukkan emosi yang saya rasakan.

Misalkan saya pulang ke rumah dengan perasaan jenuh karena pekerjaan yang menumpuk saat di kantor, ketika adik tidak sengaja menumpahkan parfum kesayangan saya, saya akan bereaksi dengan marah berlebihan. Padahal emosi saya seharusnya bukan karena parfum tumpah, namun karena pekerjaan yang menumpuk. Emosi semacam inilah yang perlu untuk dicermati agar tidak salah sasaran.
source : www.momlifetoday.com
Satu trik yang dibagikan oleh Teh Ari, relawan Rangkul, untuk menahan agar emosi negatif tidak tersalurkan dengan salah adalah menggunakan kata khusus. Kata khusus ini digunakan sebagai tanda agar anggota keluarga yang lain, anak-anak dan suaminya menghindar saat ia terserang emosi negatif dan bukan karena mereka. Kata khusus yang ia gunakan adalah Tibet.

Jadi misal Teh Ari sedang marah dengan kliennya dan saat itu tiba-tiba sang anak menghampiri, ia akan bilang "Tibet". Itu tandanya si anak harus pergi menghindar hingga sang ibu mereda emosinya dan siap untuk membantu sang anak. So, dengan itu anak terhindar dari amukan si ibu yang sebenarnya disebabkan oleh hal lain. Simple tapi efektif menurut saya. Bisalah saya tiru nanti. Hhe.

Tidak hanya itu, masalah yang seringkali muncul dalam pengelolaan emosi adalah pembacaan emosi yang salah. Sehingga seringkali kita salah dalam berekspresi. Contohnya, saat anak tidak sengaja menumpahkan saos ke kemeja putih milik teman ibunya, sang ibu yang panik akan bereaksi dengan marah, "Adik, gitu aja kok gak bisa sih? ini jadi kotor semua kan baju Tante Ivana." Ekspresi ini bisa jadi pengalaman yang salah bagi sang anak. Ia yang kematangan emosi dan pola berpikirnya belum sempurna akan beranggapan bahwa menumpahkan saus adalah salah dan berarti dimarahi. Padahal, sang ibulah yang salah berekspresi. Seharusnya, ia cukup meminta maaf kepada temannya atas ketidak sengajaan itu.

Pengekspresian emosi yang salah ini apabila tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan lingkaran emosi negatif yang tidak baik untuk anak, keluarga, maupun diri sendiri. Dan, tidak menutup kemungkinan hal yang sama akan berulang di kemudian hari. So, hal pertama yang menjadi PR kita semua adalah bagaimana membaca emosi kita sendiri agar ekspresi yang dimunculkan tepat sasaran.

Dalam kelas parenting ini, diperkenalkan 4 macam emosi yang hobi disalah artikan atau tertukar. Yaitu : marah, tidak enakan, merasa bersalah, dan ingin dipuji atau mendapat pengakuan.
source : www.keluargakita.com
Sebenernya banyak contoh dan sharing mengenai pengelolaan emosi ini, tapi saya rasa akan lebih afdhol jika ikut kelasnya secara langsung. Gak bakal rugi, yang ada malah nagih untuk ikutan kelas-kelas berikutnya. 

Yuk belajar mengasuh!





TIPS - Hal Penting Dalam Membeli Rumah Secara Tunai, CASH Tanpa KPR

Disini saya ingin berbagi pengalaman dan harapannya supaya Anda lebih siap kalau ingin membeli rumah bekas atau rumah baru secara tunai (tanpa KPR). Semoga tips-tips dan catatan ini bisa bermanfaat bagi kalian khususnya yang sedang berniat membeli atau mencari rumah impian, perlu diketahui bahwa semua yang tertera disini adalah murni dari pengalaman saya pribadi ketika membeli rumah di Surabaya.

SABAR & USAHAKAN TETAP TENANG

Harga rumah saat ini makin lama makin naik, bahkan di Surabaya dan sekitarnya boleh dibilang "tidak masuk akal". Bahkan ada seorang kawan saya (domisili daerah Jakarta) yang pernah bilang kurang lebih seperti ini, "dengan harga segini di Jakarta bisa dapat yang lebih bagus, dengan pertimbangan lokasi yang hampir sama".

Menemukan rumah yang cocok atau yang menurut kita "pas", susahnya minta ampun (saya pribadi butuh waktu kurang lebih 3 bulan, saya punya kawan bahkan hampir sampai 1 tahun). Ketemu rumah bagus, lokasi kurang cocok, ingin lokasi dekat tempat kerja tapi harga rumah di lokasi tersebut sudah tidak terjangkau (bahasan kali ini khusus untuk beli rumah tanpa KPR), atau ketemu rumah yang cocok dan lokasi cocok tapi lingkungannya yang tidak nyaman, dan masih banyak lagi kemungkinan lain yang menyebabkan kita belum juga dapat rumah sesuai harapan.

Rasa ingin segera dapat dan punya rumah impian yang begitu besar, kadang membuat kita tidak berpikir dua kali dalam mengambil keputusan, bahkan bisa sampai tanpa berpikir jernih. Ditambah lagi rasa capek dan mungkin menyerah karena susah menemukan yang cocok.

Kita ingat bahwa bukan hanya kita yang sedang mencari-cari rumah, baik itu untuk tempat tinggal langsung atau hanya sekedar investasi jangka panjang dan mungkin kebutuhan lainnya.

Dari beberapa faktor tersebut pastinya membuat gelisah, susah tidur dan susah makan karena nafsu makan yang rusak karena pikiran-pikiran liar yang lalu lalang. Jika kalian sedikit banyak mengalami itu, usahakan untuk TETAPLAH TENANG, BERDOA dan BERPIKIR POSITIF. Saya paham kondisi yang Anda alami, tapi percayalah bahwa Anda harus berusaha dengan sangat maksimal untuk sabar, tetap tenang dan berpikir positif.

PASTIKAN DOKUMEN LEGAL LENGKAP + BERSIH

Setelah Anda berhasil menemukan yang paling cocok dan ingin membelinya, poin penting selanjutnya adalah Anda HARUS benar-benar melakukan cek ricek terhadap dokumen legal yang ada, diantaranya adalah :

  1. SHM (Sertifikat Hak Milik) Asli.
  2. IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) Asli.
  3. SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) Asli.
Kalian harus pastikan bahwa semua dokumen diatas ada, dan penjual rumah mampu atau bersedia menunjukkan dokumen yang asli, bukan sekedar foto-copy. Jika penjual belum bisa menunjukan berkas yang asli, coba diskusikan lebih lanjut upayakan sebisa mungkin kalian benar-benar melihat dokumen yang asli.

Jika posisi rumah tersebut masih KPR, usahakan datang ke Bank yang dipakai KPR bersama dengan penjual untuk cek langsung berkas-berkasnya yang ada di Bank, apakah benar SHM asli dan IMB asli ada di Bank. Jangan langsung percaya jika penjual berkata, "Tidak perlu khawatir mas/mbak, ini posisi sudah KPR pastinya aman karena pihak Bank tidak mungkin bersedia KPR jika dokumen yang saya serahkan tidak asli".

Percayalah, karena saya pribadi sudah tertipu dengan omongan seperti itu. Secara teori memang pihak Bank tidak akan memproses KPR jika dokumen asli tidak ada. TAPI, Anda harus ingat bahwa kita hidup di Indonesia dimana banyak hal yang seharusnya tidak mungkin menjadi mungkin karena SUAP, Nepotisme atau sejenisnya.

Jika posisi rumah yang akan Anda beli tadi tidak dalam proses pelunasan KPR, dengan kata lain memang semua dokumen asli sudah dipegang langsung oleh pihak penjual. Pastikan bahwa semua dokumen tadi adalah atas nama pihak penjual itu sendiri. Karena jika masih atas nama orang lain, mungkin saudara dekat atau lainnya pasti Anda akan sangat kerepotan dan bisa jadi rumah tersebut statusnya SENGKETA. Entah sengketa karena itu adalah rumah warisan, yang mana harus dapat persetujuan banyaj pihak, atau sengketa lainnya.

Kemudian, mengenai SPPT atau pajak rumah tersebut sudah pecah (jika rumah tersebut awalnya dari 1 kavling). Jika masih belum pecah, upayakan agar penjual bersedia memecah dahulu atau mungkin Anda yang melakukan pemecahan SPPT tapi dengan syarat dan ketentuan yang disepakati bersama.


TANYA TETANGGA SEKITAR

Langkah selanjutnya, Anda wajib menggali informasi lebih lanjut terkait rumah dan juga penjual rumah tersebut dari tetangga sekitar. Misalkan bisa tanyakan beberapa hal berikut :

  1. Status rumah tersebut bagaimana?
  2. Keseharian penjual rumah tersebut bagaimana?
  3. Bagaimana hubungan penjual dengan warga sekitar?
  4. Dan lain-lain.
Intinya adalah usahakan kenali pihak penjual sendiri dengan hati-hati, jangan sampai Anda menemui penjual dengan karakter sama seperti sales yang tidak bertanggungjawab setelah berhasil menjual barang. Sebaik-baiknya (mungkin terlihat sabar, terlihat tekun alim dan sholat tepat waktu atau lainnya) sikap penjual di awal kenalan dengan Anda, TIDAK AKAN menjamin sikap tersebut akan awet sampai proses balik nama sertifikat atas nama Anda selesai. 

Saya bukan meminta Anda untuk berprasangka buruk, tapi waspadalah daripada bernasib seperti saya (di awal baik banget, setelah pelunasan susahnya minta ampun untuk dihubungi / diajak ketemu bahkan untuk tanda tangan Akta Jual Beli di depan Notaris).

HATI-HATI DENGAN TAWARAN PENJUAL

"Kalau mas/mbak sibuk, saya bantu untuk uruskan ke Notaris saja sekalian supaya cepat."
"Supaya cepat, saya bantu untuk bayarkan pajak-pajaknya saja mas/mbak."
"Supaya cepat dan tidak merepotkan mas/mbak, percayakan saja sama saya."
"Pakai notaris saya saja mas, enak cepat dan bisa diatur."
Dan masih banyak lagi bujuk rayu penjual yang keluar untuk meyakinkan pembeli rumah dengan dalih supaya proses pengurusan balik nama selesai dengan cepat.

Pertama, yang harus Anda tahu bahwa proses balik nama atau proses jual beli itu semuanya hampir samam tidak ada yang bisa membuat proses tersebut lebih cepat. Yang ada malah membuat proses tersebut makin lambat.

Kedua, serumit atau serepot apapun proses yang ada saya sarankan untuk mengurusnya sendiri. Supaya Anda juga tahu proses sebenarnya seperti apa, sekaligus menambah pengalaman dan pengetahuan untuk Anda. Dan bisa jadi lebih hemat juga dari segi biaya yang Anda keluarkan.

Ketiga, saya sarankan agar Anda mencari atau memilih Notaris pilihan Anda sendiri, lebih baik hindari Notaris yang ditawarkan oleh pihak penjual. Hal ini menghindari adanya kerjasama atau komunikasi yang berjalan paralel sehingga bisa menimbulkan fitnah atau bahkan pertengkaran.

HATI-HATI DALAM TRANSAKSI

Hal yang paling penting adalah ketika mulai melakukan transaksi, baik itu serah terima tanda jadi atau lainnya. Upayakan semaksimal mungkin ketika Anda melakukan transaksi dengan penjual untuk melakukan pembelian atau pelunasan terhadap rumah yang Anda incar, lakukanlah di hadapan Notaris, supaya jauh lebih aman.

Namun jika dengan sangat terpaksa tidak bisa dilakukan di hadapan Notaris, minimal lakukan transaksi dengan metode transfer lalu minta bukti semacam kwitansi lengkap dengan materai. Dan tidak lupa, rekamlah proses transaksi tersebut.

Tidak hanya ketika proses transaksi, sebaiknya Anda punya rekaman terkait semua komunikasi / diskusi / kesepatakan yang Anda lakukan dengan pihak penjual.


KESIMPULAN

Mungkin itu yang bisa saya bagikan, semoga urusan Anda lancar hingga selesai, tidak ada hambatan atau halangan yang bisa memberatkan. Intinya hal penting dan wajib yang harus Anda perhatikan dalam membeli rumah secara tunai / cash / tanpa KPR adalah :

  1. Pastikan dokumen legal yang asli ada dan lengkap, seperti SHM, IMB dan SPPT.
  2. Pastikan status rumah tidak dalam sengketa.
  3. Lihat kondisi fisik rumah.
  4. Kenali penjual dan lingkungan sekitar.
  5. Tanyakan apa saja fasilitas yang akan Anda terima.
  6. NEGO harga.
  7. Jangan tergiur tawaran dari pihak penjual.
  8. Lakukan transaksi di hadapan Notaris.
  9. Minta foto-copy KTP, NPWP, KK, Buku Nikah (jika sudah menikah) kepada penjual.
  10. Usahakan untuk sabar dan selalu tenang.

Sabtu Tanpa Tuan yang Ditunggu, Yuk-lah Luluran Dulu!

source : www.7cups.com
Sabtu telah tiba
Sabtu telah tiba
Hatiku gembiraaa...


Yeay! Finally, it’s Saturday!

Hayo ngaku deh siapa yang girang maksimal karena ini hari Sabtu? Saya termasuk kok. Jadi jujur saja, saya adalah salah satu orang yang selalu menunggu datangnya hari Sabtu tiap minggunya. Kenapa? Karena saya nggak harus mandi pagi dengan buru-buru karena takut ketinggalan bus jemputan kantor. Karena saya gak harus juga mandi terlalu pagi. Karena saya gak harus juga melakukan pekerjaan rutin yang kadang membosankan. Karena saya gak harus juga duduk seharian di depan PC segede gaban. Dan karena di hari Sabtu juga saya biasanya bisa bertemu dengan my favorite man ever, Suami saya, maklumlah ya pejuang LDM (Long Distance Marriage).

Jadilah menurut saya hari Sabtu itu adalah play day, hangout day, crafting day, and dating day. Yapp, Hari Sabtu adalah hari dimana saya bisa main Candy Crush, Tetris, atau Onet sesuka hati. Hari Sabtu adalah juga hari dimana saya bisa pergi ke kota sebelah hanya untuk ketemu teman lama, mencoba tempat makan baru, menjelajah tempat wisata baru, atau sekedar beli alat perang alias kosmetik, atau ikut workshop mini. Hari Sabtu adalah juga hari dimana saya bisa berkreasi di dalam kamar kos dengan tenang sepanjang hari, tanpa harus takut tidur terlalu larut malam dan besok terlambat pergi ke kantor. Dan lagi yang lebih penting lagi, hari Sabtu adalah juga hari dimana saya bisa menghabiskan quality time bersama si Mas Suami atau anggota keluarga yang lainnya. Ini karena saya biasanya dikunjungi Mas Suami atau mengunjungi Mas Suami dan keluarga di hari Sabtu. For me, Saturday is an important day-lah. ^.^
source : www.simplemost.com
Tapi, ada kalanya juga hari Sabtu berarti sleep day. Biasanya ini berlangsung saat Mas Suami sedang tidak berkunjung dan saya tidak sedang pulang mengunjunginya dan keluarga. Plus saat kondisi badan saya sedang menurun akibat perjalanan dinas luar yang melelahkan atau side job (online selling and blogging) yang bikin saya begadang berhari-hari.

Saat sleep day, bisa loh saya seharian nyungsep di kasur, entah beneran tidur atau sekedar tiduran sambil scrolling instagram dan youtube. Hhe. Such an unproductive day yaa. But, it’s really happened to me. Kamu gak pernah?

Daaan gejala itu sudah mulai nampak ke permukaan. Badan saya sudah mulai pegal-pegal dan mood mulai menurun. Tapi, saya pengen deh memanjakan diri. Jadi meski badan pegel-pegel tetap bisa melewati hari Sabtu dengan gembira. Dan kebetulan sekali ada body scrub yang belum saya coba. So, I decide to scrubing binti luluran di hari Sabtu yang kelabu itu.
source : www.talentedladiesclub.com
Body scrub yang akan saya coba adalah Vineyard Peach Body Scrub milik brand The Body Shop. Bentuk kemasannya standar seperti varian body scrub milik The Body Shop yang lain, tapi saya suka warna peach jadilah kemasan ini nampak cantik dan menggoda buat saya. Hhi. 
source : www.thebodyshop.com.my

Begitu dibuka, aroma segar buah peach langsung menyambut. Tapi yang konyol adalah saya malah ingat teh rasa peach yang biasa saya beli saat ngemall di jaman kuliah. Hhi. Merusak suasana banget yang nostalgia saya. Wangi seger pokoknya. Ini juga yang bikin saya nekat beli (nitip temen) meski pada awalnya berencana beli body mist-nya aja. FYI, varian Vineyard Peach ini adalah varian yang limited edition. Jadi kalau kalian berencana beli dan pas di toko ada, sebaiknya gak pake mikir dua kali deh, karena besok belum tentu ada. Ini pengalaman pribadi banget, bela-belain nitip body mist ke temen, telpon ke beberapa store The Body Shop baik di Bandung maupun di Surabaya, dan hasilnya nihil. Hhu.

Lalu bagaimana teksturnya? Sama seperti varian body scrub The Body Shop yang lain, Vineyard Peach ini juga dilengkapi dengan butiran scrub yang berfungsi untuk proses exfoliating atau pengelupasan sel kulit mati kita. Tapi tekstur Vineyard Peach ini super creamy. Berbeda dengan varian Fuji Green Tea yang berbentuk gel dengan butiran scrub, Vineyard Peach ini berbentuk seperti krim lembut atau es krim yang meleleh. Lembuuut. Dibandingkan dengan body scrub merk lain yang saya punyai (Shinzui, Purbasari, Pradasari, dan Dove), Vineyard Peach ini menang telak.
source : www.zapaction.blogspot.com

Saat akan saya oleskan ke kulit, saya sempat berfikir bahwa bau wangi ini tidak akan tahan lama seperti yang terjadi pada varian Fuji Green Tea. Dan karena lembut banget, tentu akan lebih mudah larut dalam air. Setelah saya oleskan, saya biarkan dulu selama sekitar 10 menit. Ditunggu sembari sikat gigi, cuci kerudung, dan nyanyi-nyanyi gak jelas.
source : www.corallista.com

Setelah itu dbilas hingga bersih. Dan ternyata eh ternyata, wanginya masih nempel di kulit. Lebih wangi dari berbagai body scrub yang saya miliki lainnya. Jadi hipotesa bahwa tekstur lembut mengurangi tingkat kewangian di kulit setelah scrubing salah. Bahkan setelah saya mandi dan balik lagi lewat kamar mandi, wanginya berasa bangeeet. Sempet nelangsa karena bau kamar mandi lebih peachy dari tubuh saya. Wkwkwk.

Tidak hanya itu, saat mandi keesokan harinya, wangi peach ini masih tersisa. Ya meski tidak seberat saat selesai mandi. Tapi bisa saya katakan kalau wangi body scrub ini tahan lama. Mm, 4.5 of 5-lah kalau dikasih rating. Sedangkan untuk efektifitas dan efisiensi proses exfoliating, saya rasa sama saja dengan varian Fuji Green Tea dan body scrub merk lain yang saya miliki.

So, dengan aroma wangi segar menggoda menentramkan sepanjang hari plus kulit jadi mulus tanpa harus gosok-gosok pakai batu mah, saya merekomendasikan sekali produk ini. Tapi, harganya lumayan sih. Rp 299.000 untuk kemasan 250 ml. Mungkin saya akan beli saat habis bonusan dan dihemat untuk momen-momen special saja. Hhhi..

Oh ya, tips khusus untuk scrubing adalah mandilah normal dulu, pakai sabun mandi dan bilas hingga bersih. Setelah itu keringkan dengan handuk, baru oleskan body scrub secara merata. Jangan lupa sembari dipijit-pijit yaa. Biar badan wangi, pegal pun hilang.

Nah, setelah merasa wangi dan segar, saya biasanya memutuskan untuk menggunakan baju rumahan yang cantik dan rapi. Buat saya, baju dan tampilan itu mempengaruhi mood saya di hari itu. So, saya siap untuk nonton film, baca novel, atau crafting kece di hari Sabtu yang tidak lagi kelabu itu. I’m ready to have a great day!

source : www.childproofparenting.com



E-Parking, Cashier Baru di Tepi Jalanan Surabaya

Beberapa hari yang lalu, secara kebetulan saya menengok instagram story seorang kawan lama, teman seperjuangan di OSIS kala SMA dulu. Ia yang kini memilih menjadi bagian dari Dinas Perhubungan (Dishub) kota Surabaya sedang menceritakan tentang fasilitas baru di kota Surabaya. E-Parking namanya. Apa itu ?

E-Parking adalah fasilitas pembayaran parkir melalui mesin parkir meter. Mesin ini berpenampakan mirip dengan mesin ATM, jadi pengguna diwajibkan untuk mengisikan nomor plat kendaraan ke mesin tersebut, tapping kartu e-money untuk proses pembayaran, lalu struk pembayaran parkir akan tercetak secara otomatis. Sebenarnya cukup mudah bagi yang sudah terbiasa menggunakan mesin ATM atau mesin pembelian berbagai voucher di modern market seperti Indomaret, Alfamart, dan sejenisnya.

Tapi bagaimana dengan orang yang awam dengan mesin semacam ini? tak perlu khawatir, itulah salah satu tugas utama para Tukang Parkir di daerah layanan E-Parking, membantu para pengendara untuk menggunakan E-Parking. Selain itu, Dishub Surabaya juga melakukan sosialisasi melalui berbagai media seperti instagram dan youtube. Ini cukup memudahkan bagi orang awam untuk mengetahui lebih detail mengenai E-Parking.

Dimana E-Parking ini diberlakukan? Saat ini E-PArking baru diterapkan di area Balai Kota Surabaya dengan memanfaatkan 10 buah mesin parkir meter. Rencananya pada awal tahun 2018, layanan E-Parking akan diperluas ke beberapa daerah lainnya. Just wait and see yaa..

source : enciety.co

Dimana kita dapat membuat kartu e-money? Dinas Perhubungan Kota Surabaya telah bekerja sama dengan 5 bank besar, yaitu Bank Jatim, Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BCA. Jadi kita bisa membuat ataupun isi ulang e-money di gerai bank-bank tersebut.

Apakah tujuan pemberlakuan E-Parking ini? Layanan yang telah disosialisasikan sejak Maret 2017 dan menjadi wajib sejak 4 September 2017 yang lalu ini berfungsi untuk mengatur pendapatan daerah dengan lebih baik. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa parkir adalah lahan pendapatan yang cukup besar. Dan mengingat tempat parkir yang biasa dijaga oleh para Tukang Parkir adalah fasilitas umum, maka sudah selayaknya pendapatan dari area tersebut menjadi sumber pendapatan daerah. Nantinya, pendapatan daerah ini akan dikelola oleh pemerintah untuk dikembalikan lagi ke masyarakat entah dalam bentuk fasilitas umum atau pelayanan lainnya.

source : Dinas Perhubungan Kota Surabaya
Tidak hanya itu, E-Parking ini juga berfungsi untuk mengontrol tarif parkir. Saya yakin sebagian besar dari kita pernah mendapati tarif parkir yang terlampau mahal. Dengan fasilitas E-Parking, tarif akan flat meski musim hujan berubah ke musim kemarau, meski di daerah itu ada konser atau karnaval hari kemerdekaan, dan hal-hal lain yang seringkali dijadikan alasan untuk menaikkan tarif parkir secara sepihak.

Pengontrolan tarif parkir itu juga sejalan dengan peraturan pemerintah terkait Parkir Zona yang baru diterapkan mulai Maret 2017. Jadi, daerah di Surabaya telah dibagi menjadi area Parkir Zona dan Parkir Non Zona. Terdapat 10 Parkir Zona, yaitu daerah Jembatan Merah, Tugu Pahlawan, Tunjungan, Blauran, Embong Malang, Pasar Atom, Taman Bungkul, Balai Kota Surabaya, Kertajaya, dan Keputran. Pada area Parkir Zona tarif parkir untuk kendaraan roda dua adalah Rp 2.000,- sedangkan untuk kendaraan roda empat, tarif parkirnya Rp 5.000,-. Untuk area Parkir Non Zona, tarif parkir untuk kendaraan roda dua adalah Rp 1.000,- dan untuk kendaraan roda empat, tarif parkirnya adalah Rp 3.000,-.

Tidak hanya untuk mengontrol tarif, pemberlakuan Parkir Zona ini diharapkan dapat mengalihkan kepadatan ke area Parkir Non Zona yang notabene bukan kawasan lalu lintas padat. Sehingga potensi kemacetan akibat parkir yang membludak dapat teratasi.

So, saya pribadi sangat mendukung adanya E-Parking ini dan berharap dapat pula segera diterapkan di beberapa daerah lain di Surabaya ataupun di kota-kota lainnya. Mari berubah menjadi lebih baik! Kalau masih penasaran dengan E-Parking, tonton video berikut ini :



Oh ya, sebagai bonus saya akan menampilkan meme-meme yang mewakili kegundahan saya tentang dunia per-parkir-an selama ini.

1. Sering banget gak jadi belanja tapi sudah harus bayar parkir. Rasanya pengen banget bilang ke Tukang Parkir kayak meme di bawah ini.

2. Selain gak jadi belanja, pernah juga tuh udah parkir eh toko yang dituju ternyata tutup. Gak dapet bahan yang dibutuhin, malah buntung harus bayar parkir. Kata Afgan sih, "Terlalu sadis caramu..." Hhi.
3. Nah, kalo diperhatikan, Tukang Parkir tuh sebelas dua belas (11-12) sama pesulap. Pas awal parkir gak ada, begitu mau pergi tiba-tiba udah ada di belakang kita. Ajibbb bener dah jurusnya.

4. Yang bikin lebih sebel lagi, mereka suka dateng minta uang tapi langsung ngeloyor pergi tanpa bantuin. "Woiii, Pak. Tukang Palak apa Tukang Parkir?"

5. Trus matematika ala Tukang Parkir formulanya beda banget dari apa yang kita pelajari di sekolah. Begini nih.

6. Yang satu ini belom ada meme-nya karena pengalaman pribadi. Jadi satu waktu saya dengan riang gembira pergi ke sebuah modern market yang cukup besar. Di dinding depan bagian atas modern market itu ada spanduk besar "PARKIR GRATIS". Dan jujur, itu juga jadi salah satu alasan kenapa saya memilih belanja di modern market yang ini dibanding yang lebih dekat dengan kosan tapi bayar Rp 2.000 perak. Hhe. Singkat cerita setelah berbelanja saya langsung ambil motor dan pergi. Eh, ada mas-mas yang tiba-tiba jalan mendekat. Saya yang merasa gak ada urusan dan gak kenal dengan mas-mas itu tetap ngeloyor pergi. "Lain kali bayar parkir ya, Mbak," teriaknya. Saya spontan berhenti. Dengan gaya cool, saya menunjuk spanduk "PARKIR GRATIS" yang dipasang di ketinggian lebih kurang 3 meter. "Itu ada tulisannya PARKIR GRATIS." Saya tersenyum lalu pergi dengan hati gembira. Hhi. Itu ceritaku, bagaimana ceritamu?

Hhi, masih banyak meme-meme seru tentang unek-unek dunia per-parkir-an. Tapi saya cukupkan sekian yaa. Ntar ketawanya gak berhenti lagi sampai subuh. ^.^

TOOTW : Travelling Outfit Of The Weekend

It's about LDR fighters world. Xoxo.
source : www.troublemarriage.com
I've been through this status (as an LDR fighter) for almost 3 years. I'm not only have a long distance relationship with my husband, but also with my parents, and my only one brother. Sometimes it becomes difficult when homesickness began to emerge. It feels like so empty inside the heart, tired, and wanna jump to the bed all day long (we can remove any feeling by sleeping, right?).

But, Thanks God, i have to go home more often than before recently. Yuhuuu. Not only for my personal business but also for business trip. So, how do i reach my home? It's 706 km away (from Purwakarta, West Java to Surabaya, East Java). There are 4 (four) way to be home ;

1. Board The Plane in Soekarno - Hatta Airport, Tangerang - Banten

Board the plane is always be most comfortable public transportation. But it become the most expensive for me. Hha. It Cost Rp 450.000 - Rp 700.000  (34 USD - 53 USD). Pardon me for become too honest. And to reach Soekarno - Hatta Airport i have to take a bus (Damri - State Corporation Bus) from Purwakarta to Tangerang. It's not difficult to get this bus, it available every hour and i just need to walk about 100 m from my boarding house to take the bus. Bus ticket is about Rp 65.000 (4,92 USD). But, the weakness of this choice is because it takes at least 2.5 hours. And it could becoming so loooong journey if there is toll roads repair. How long? 5 to 7.5 hours. Just like a recent months.  After take that long journey, i can fly to Surabaya for 1.5 hour.

2. Board The Plane in  Husein Sastranegara Airport, Bandung - West Java

Just like the first choice, it would be a comfortable journey. But, flight ticket is more expensive than flight ticket from Soekarno - Hatta Airport. It cost Rp 540.000 - Rp 2.500.000 (40.9 USD - 189.4 USD). And the schedule is limited. How to get this airport? First, take a big car - public transportation, it cost Rp 30.000 (2.27 USD) and it takes 2 - 3 hours. Second, i need to take a smaller car (we called it angkot), it cost Rp 5.000 (0.38 USD) and it takes 20 minute.  And then i can fly to Surabaya for 1.5 hour.

3. Ride Bus From Cikopo - CIkampek

Another way to reach Surabaya is ride a public bus. I can't ride it from my boarding house. I have to ride public car (angkot) to Cikopo. It's about 30 - 60 minute and costs Rp 10.000 (0.76 USD). After that, i could ride the public bus, but i have to stay inside the bus for ± 15 hours. Such a long journey, right? And it could be more longer if there is accident, roads repair, etc. Yapp, i could be 24 hours inside the bus. Wooow. Bus ticket is Rp 280.000 - Rp 300.000 (21.1 USD - 22.7 USD). 

4. Take The Train in Purwakarta Station, Purwakarta - West Java

This is the choice that has the shortest way to get the main transportation. Take the train. I just need to ride public car (angkot) for 10 minute and cost only Rp 5.000 (0.38 USD). Then i can get the train which is cost Rp 150.000 - Rp 465.000 (11.4 USD - 35.2 USD). But, almost same with the bus, i have to made my self calm and enjoy sitting for 10.5 hours. It's only have one departure schedule, at 11 pm. It doesn't matter cause i'm off from work at 4 pm. And the strength of this choice against public bus is you can walk around the train if you are getting bored.

Look at this picture to make the comparison easier. ^.^

Travel Transport Comparison from Purwakarta to Surabaya

So, from that comparison, I choose the cheapest and easiest to get : Take The Train. Hhi.

But, I have a new problem. It's a big problem for me cause it could make me stay awake all night long in train. What's that? I can't endure the cold. The air conditioner (AC) is my only one enemy in train. Hhu. The cold feels like stab my bones constantly. 

Am i remain silent facing this problem? Of course not. I have my magical TOOTW (Travelling Outfit of The Weekend). Actually i can wear it whenever i want but i usually wear it on the weekend. I'm going home on the weekend. ^.^

First, don't laugh at me. Some friends already told me that i look like a girl who want to go north pole. I just try to be honest and kindly share my best travelling outfit ever. It's so damn comfortable to fight against train air conditioner. I can lay comfortably when the other is cold and start to panic. Xoxo.

What's clothes I wear ?
1. My Father's Oversized Jacket
I'm not kidding, it's his jacket. He bought it about 11 (eleven) years ago when he went to Hajj because there were winter in Saudi Arabia. This jacket is so thick, i don't what kind of fabric it's used but there is dacron inside this jacket.
But, the only one problem is the size. My father has a big fat body and belly. It's about 1.5 times the size of my jacket. If i have baby, she or he can hide inside the jacket with me. Hahaha. Because of this problem too, some people look at me with a laser eyes (scary eyes). Maybe I look weird (or it's weird?).
2. The Double of Sweatpants and Jeans
I don't just wear 1 (one) pant, but 2 (two) at the same time. I wear jeans pant inside and sweatpants outside. I must be fair on my feet too.
3. A Pair of Flat Shoes
I choose flat shoes so I can easily remove it when I want to lift my feet up on a chair.
4. A Pair of Thick Socks
5. An Easy to Wear Veil

Not only clothes, i always take some chocolate, candy, tea, mineral water, notebook and some pencil, handphone, charger, earphone, and of course tissue (i can't live without tissue).

So, that's my tips. Maybe can be useful for you. And as a bonus, i give you this quote.

This quote has no effect on me, maybe to you