Cari Uang Sambil Jalan Kaki, Si Cuanki Serayu yang Lezat

14:28:00 It's Leblung 0 Comments

Saya tidak akan membahas profesi - profesi yang menggunakan metode jalan kaki untuk cari uang loh ya. Bukan pula membahas bagaimana design gerobak yang ergonomis untuk bapak-bapak yang berdagang dengan jalan kaki. Dan sangat bukan sekali membahas abang tukang jualan apa yang paling ganteng. Muahahaa. Lha terus bahas apa?

Alkisah, tempo hari saya makan Cuanki Serayu. Nah, pas sudah menghadap seporsi penuh Cuanki, saya tanya ke Mas-Mas Pramuniaga, "Mas, ini kan bakso ya, ini goreng, yang ini apa?" Saya menunjuk satu benda yang jelas terbuat dari campuran tepung terigu dan aci (tepung kanji, tepung tapioka atau tepung sagu). "Yang itu Siomay, Teh." Kata masnya sambil tersenyum manis. "Lha trus yang disebut Cuanki yang mana, Mas?" tanya saya bingung. "Ya sepaket ini yang dinamakan Cuanki, Teh." Saya melongo. Si Mas Pramuniaga gak tanggung jawab dengan ke-melongo-an saya, dia ngeloyor pergi gitu aja. Ish.

Capture by Leblung

Sesampai di rumah (baca : kamar kosan ukuran 4 x 4 m yang [enggak] rapinya luarbiasa. hhe), saya langsung mengerahkan keahlian saya. Yapp. Tidak lain dan tidak bukan adalah "Gugling". Hhe. Keyword yang digunakan kali ini adalah "Asal Usul Cuanki" dan "Sejarah Cuanki". Tidak ada yang menjelaskan detail darimana Cuanki berasal, siapa penemu Cuanki, dan informasi dasar lainnya. Yang saya temukan adalah :

CUANKI = Cari Uang sambil jalAN kaKI

Hhi. Beneran begitu. Jadi Cuanki adalah sebutan untuk kegiatan mencari segenggam berlian (uang) yang dilakukan dengan cara jalan kaki. Kalo gitu banyak dong varian produknya. Tukang Cangcimen (Kacang Kuaci Permen), Tukang Tahu Sumedang, Tukang Odading (Roti Goreng isi gula merah), Tukang Batagor, Tukang Siomay, Tukang Sate keliling, Tukang Bakpao keliling, dan banyak lagi. Ya kaaan? Tapi di daerah Bandung dan sekitarnya, yang disebut Cuanki itu ya Tukang Jualan Bakso yang gerobaknya dipikul dan jualannya sambil jalan kaki keliling kompleks gitu. Kalo di Malang, tepatnya di daerah saya, ini disebutnya Tukang Bakso Pikul. ^.^

The Real Cuanki, source : www.kulinernikmat.com
Yang khas dari Cuanki ini, kuahnya bening, gak berlemak kayak bakso-bakso yang dijual di warung atau gerobak yang menetap di tempat (ini sudah sedikit saya ulas di tulisan ini). Dan isiannya lebih bervariasi karena ada siomay dan gorengnya, kalo bakso Bandung atau bakso Purwakarta biasanya cuma ada bakso (pentol daging) dan mie kuning atau mie putih. 

Nah, ceritanya kemarin Sabtu saya mampir ke sebuah warung Cuanki di Jalan Serayu yang katanya paling hits se-Bandung Raya. "Cuanki Serayu". Ya meski yang punya melanggar prinsip nama Cuanki itu sendiri ya, tapi gapapa-lah. Berbekal rekomendasi seorang teman yang berlidah Jawa tapi lama tinggal di Bandung (Bumils Titik namanya, Titik loh ya. Bukan Koma), saya memberanikan diri untuk ke warung sederhana ini. Konon kata sang pramuniaga, warung Cuanki ini memiliki 2 cabang yaitu di Jalan Mangga dan Jalan Babakan Timur. Sedangkan yang saya datangi ini adalah warung asli yang sudah berdiri sejak tahun 1997. Lama ya..

Capture by Leblung
Sesampainya di warung Cuanki ini, antrian orang yang memesan sudah mengular. Ada 2 banjar antrian. Setelah celingak-celinguk karena ketidak tauan saya, akhirnya saya menemukan tulisan "Khusus Dibungkus", di gerobak yang berada di sebelah kanan. Yap. 2 antrian itu adalah antrian makan di tempat dan antrian dibungkus atau dibawa pulang. Karena saya mau makan di situ, beralihlah saya ke antrian sebelah kiri. Sekitar 5 atau 10 menit kemudian, barulah saya sampai di depan Mas-Mas yang bagian terima dan melayani order.
 
Capture by Leblung
Proses pemesanan bisa dibilang cepat karena ada 2 orang yang melayani, satu orang bertugas menerima order dan memberi kuah, satu orang yang lain bertugas meracik. Selain itu, saat satu orang yang lain masih menerima order, mas-mas satunya meracik porsi normal, jadi kalau tidak ada permintaan khusus, penerima order tinggal kasih kuah. Kayak saya kemarin tuh, "1 porsi, Mas." Tinggal menciduk kuah, guyurkan, kasih deh ke saya. Hhe.

Untuk minuman, bisa ambil berbagai minuman botol di lemari es yang tersedia, atau pesan aneka jus buah. Urusan bayar? Nanti aja setelah perut kenyang. ^.^ Nah, tempat duduk yang disediakan sederhana sekali. Mirip dengan tempat duduk di warung bakso pinggir jalan. Ada 4 area untuk menikmati Cuanki ini, di bagian dalam warung, di bagian teras depan warung, di teras samping warung, dan di pinggir jalan raya.

Bagian Dalam Warung
Teras Depan Warung
Teras Samping Warung
Pinggir Jalan
 Bagaimana rasanya?

Semangkuk Cuanki ini berisi 2 buah bakso ukuran sedang, 1 siomay, 1 tahu putih, dan  1 goreng yang dipotong-potong. Gorengnya terbilang unik. Kalo pada umumnya, goreng itu adalah kulit pangsit isi tepung campur wortel dan daging, dan dibentuk seperti bunga mekar. Yang ini dibiarkan segi empat begitu, dan diolesi isian, lalu digoreng. Saat akan disajikan barulah si goreng dipotong-potong.

Kuahnya bening, mirip bakso Malang. Dan enak. Takarannya pas. Gurih, seger, dan sedap. Saya termasuk orang yang jarang makan bakso dengan gaya putihan alias tanpa kecap, saos, dan sambal. Tapi entah kali ini, karena kuahnya putihan saja sudah sedap, jadilah saya memutuskan untuk makan ala putihan hingga setengah porsi habis terlahap. Setengah berikutnya baru saya tambahkan kecap, saos, dan sambal secukupnya.

Seporsi Cuanki diharga Rp 15.000. Cukup murah untuk makan di kawasan Bandung. Tapi porsi ini tidak cukup membuat saya kenyang. Jadi mungkin lain kali saya kan pesan 1,5 porsi atau mencomot sebagian jatah suami saya. Hhe. Di sini tidak hanya menyediakan Cuanki, tapi juga Batagor khas kota Bandung. Hanya saja kali itu melihat porsinya yang sepiring penuh, saya mengurungkan niat untuk memesan batagor. Takut tidak habis, mungkin lain kali saya akan mencobanya. 

Daftar menu dan harga Cuanki Serayu dapat dilihat di gambar berikut ini.


So, overall, saya setuju dengan kata orang kebanyakan, "Cuanki Serayu Enak!"
  

0 komentar:

Manisan Mangga, Si Nano - Nano yang Asik di Lidah

11:22:00 It's Leblung 3 Comments

Barangkali bisa dibilang hampir semua orang mengenal buah mangga. Buah yang hanya ada saat musim-musim tertentu ini diperkirakan berasal dari tanah India. Buah ini pertama kali ditemukan oleh Alexander Agung di Lembah Indus, India pada tahun ke-4 sebelum masehi. Nama mangga sendiri berasal dari bahasa Tamil, yaitu Mankay atau Man-Gas. 

Buah yang memiliki nama latin Mangifera indica L. ini menyebar hingga ke Indonesia melalui para pedagang India yang berkelana hingga Semenanjung Malaysia. Pada tahun 1665, mangga pertama kali di tanam di kepulauan Maluku. Buah ini memiliki beraneka ragam jenis mulai dari mangga madu, mangga manalagi, mangga gadung, mangga cengkir, mangga arum manis, dan masih banyak lagi. 

Mangga biasa dikonsumsi langsung dengan cara dikupas terlebih dahulu atau dibelah dan diiris menyerupai sisir. Namun, adapula yang mengolahnya menjadi berbagai jenis makanan seperti asinan mangga, sambal mangga muda (sambal pencit), atau bahkan manisan mangga. Nah, beberapa hari ini entah kenapa kelenjar ludah saya langsung berproduksi saat melihat jajaran mangga muda di toko buah mini dekat kosan. Hhe.

Kuah manisan mangga bikinan ibu, langsung membayang dengan jelas. Kegiatan sepulang kantor waktu itu pun langsung berganti dengan pencarian manisan mangga. Banyak yang menawarkan manisan mangga muda dalam kemasan botol kaca. Range harga yang ditawarkan adalah Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per 200 gram. Cukup terjangkau di kantong. Tapi sayang seribu sayang, ongkir ke Purwakrta dari tempat penjual bisa mencapai Rp 13.000. Jadi total dengan harga manisan terendah saja Rp 28.000. Itu sudah dapet mangga 1,5 kg. Huwaaah.

Setelah menimbang, gugling, dan telpon ibu nanya resep, jadilah saya memutuskan untuk bikin sendiri si Nano-Nano ini. Bahan-bahan yang saya butuhkan antara lain :

Bahan :
- 1,5 kg mangga muda
- 8 biji cabai merah atau cabai keriting
- 3 biji cabai rawit (atau sesuai selera)
- 12 sendok makan gula pasir
- 0,5 sendok teh garam
- 750 ml air


Cara membuat :
- Kupas buah mangga muda
- Cuci bersih buah mangga, cabai merah atau cabai keriting, dan cabai rawit
- Potong buah mangga muda secara menyerong atau memanjang (sesuai selera) dengan tebal 3 - 5 mm.
- Potong tipis cabai merah atau cabai keriting dan cabai rawit

- Masak air hingga mendidih
- Masukkan cabai merah atau cabai keriting dan cabai rawit yang elah dipotong-potong
- Masukkan gula dan garam

 
- Tunggu hingga mendidih kembali
- Matikan, diamkan hingga air cabai menjadi dingin sempurna
- Masukkan potongan mangga muda


- Tunggu beberapa jam agar bumbu meresap
- Manisan mangga siap dimakaaan. Yeay!

Mudah bukan? ada beberap tips nih untuk membuat manisan mangga :
- Untuk menghasilkan manisan mangga yang renyah, setelah dipotong-potong, mangga direndam dalam air kapur selama sehari penuh. (Tips ini tidak saya lakukan karena air kapur tidak tersedia di kosan dan bingung belinya dimana. hhe) Setelah itu baru dicuci bersih dan lanjutkan langkah berikutnya.
- Untuk menghasilkan manisan mangga yang renyah, pilih mangga yang bener-bener muda, punya saya sudah di akhir masa mengkal, sudah mulai berwarna kuning. Masih renyah sih, tapi kurang maksimal renyahnya.
- Sebelum dihidangkan, masukkan ke dalam lemari es. Disajikan dingin akan terasa lebih nikmat.

Selamat mencobaaa!

3 komentar:

Status Hubungan Mangga Muda dan Kehamilan

09:11:00 It's Leblung 0 Comments

“Manisan mangga enak kali ya gini ini..”
“Hamil lu ya? Mas Bos, ada yang hamiiiil..”

Pasti bukan hanya saya yang pernah mengalami judgement itu hanya karena nyeletuk pingin manisan mangga muda. Hhi. Ya kan? Ya dooong? Apalagi kaum hawa yang tergolong newlywed atau pengantin baru (lagi-lagi seperti saya). Ngerumpiin mangga muda udah pasti langsung disangka lagi ngidam. Hha. 


Emang ada hubungannya ya mangga muda sama kehamilan? Trus kenapa kok mayoritas ibu hamil emang kepingin makan mangga muda? Kenapa nggak mangga mateng aja? Kenapa nggak kepingin anggur aja? Kenapa nggak apel, stroberi, melon, atau semangka aja? Ada apa sih antara mangga muda dan kehamilan?

Pada masa awal kehamilan, janin memproduksi hormon chorionic gonadotropin (HCG). Hormon ini mencegah corpus luteum*mengalami perpecahan. Corpus luteum ini selanjutnya akan memproduksi hormone progesterone yang berfungsi untuk membentuk lapisan dinding rahim agar kuat menyangga plasenta. Peningkatan jumlah hormone progesterone di awal kehamilan inilah yang mengakibatkan kerja usus menjadi lambat dan dinding lambung mengendur.


Efek dari proses pencernaan yang melambat adalah meningkatnya asam lambung. Oleh karena itu, pada masa awal kehamilan, sang ibu seringkali merasa mual dan ingin muntah. Nah, mangga muda yang meskipun memiliki rasa asam, ternyata dapat menurunkan asam lambung. Jadi ketika ada ibu hamil setelah makan mangga muda merasa bahagia dan tubuhnya terasa lebih nyaman, itu bukan sulap apalagi sihir ya. 


Lha trus, kok bisa secara otomatis ingin mangga muda di awal kehamilan? 

source : www.centroone.com

Seorang teman lama yang menekuni bidang biologi pernah menceritakan bahwa ngidam dipengaruhi oleh sugesti di alam bawah sadar kita. Seringkali kita berpikir kalo hamil tuh pasti ngidam, pingin yang aneh-aneh, yang jarang ada, dan pasti suami nurutin. Maka jadilah sugesti itu menjadikan kita minta ini itu dan salah satunya pingin mangga muda karena sudah kepercayaan umum bahwa jika hamil pasti menginginkan mangga muda.  

^.^ 

Nah, membiacarakan mangga muda, coba tengok resep manisan mangga di sini. Manis, asem, pedes, nano-nano yang membahagiakan.

0 komentar:

GO-MED Layanan Baru Go-Jek

23:43:00 Rendra Kurniawan 0 Comments

Hey! Leblung - AKhirnya Go-Jek memperluas layanannya lagi, kini telah hadir di aplikasi Go-Jek kita sebuah layanan baru yaitu GO-MED. Go-Med (Go Medis) hadir untuk memenuhi kebutuhan medis. Gagasan dan pengembangan mengenai layanan ini sudah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu, dan akhirnya kini telah resmi dirilis.


Layanan GO-MED ini merupakan bentuk kerja sama GO-JEK Indonesia dengan Apotik Antar (PT Mensa Medika Investama) yang sebelumnya sudah lebih dulu bergerak dalam layanan pemesanan obat, sebagai solusi layanan yang praktis dan terintegrasi, memberikan fasilitas pada pengguna GO-JEK untuk mendapatkan obat-obatan (Over The Counter dan dengan resep), vitamin, suplemen, dan kebutuhan medis lainnya yang terjamin keasliannya dengan Cepat, Aman dan Nyaman.

Prinsip dari Apotik Antar adalah mempertemukan apotik yang sudah ada dengan pasien atau pencari obat atau sejenisnya melalui aplikasi pemesanan obat yang diberi nama Apotik Antar, dikembangkan oleh M-Health. GO-MED terinspirasi dari Apotik Antar tersebut, kemudian mencoba memadupadankan dengan layanan yang sudah dimilikinya untuk memberikan pelayanan maksimal pada pengguna GO-JEK.

Area yang dijangkau GO-MED?

Melalui GO-MED, kita bisa membeli dan juga menebus obat yang tertera di resep dengan mudah dari kurang lebih 1500 apotek yang terdaftar di dalam Apotik Antar, tanpa biaya pengiriman tambahan (inilah nilai tambahnya). GO-MED saat ini sudah hadir di 10 kota di Indonesia diantaranya; Jabodetabek, Bandung, Bali, Makassar, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Medan, Palembang dan Balikpapan.

Bagaimana Cara Pakai GO-MED?

Cara memesan atau menebus resep melalui GO-MED cukup mudah saya rasa, langkah umumnya adalah sebagai berikut :
  1. Buka aplikasi GO-JEK yang ada di Smartphone kalian.
  2. Pilih GO-MED pada aplikasi GO-JEK.
  3. Kemudian tentukan obat, atau unggah resep dokter terkait untuk menebus obat yang dibutuhkan.
  4. Konfirmasi ulang pesanan kalian sebelum lanjut ke proses sebelumnya, masukkan alamat pengiriman, dan pastikan semua data sudah benar.
  5. GO-JEK driver siap mengambil obat sesuai resep kalian dan mengantarkan langsung ke alamat pengiriman.
  6. Selesai.



Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi website resmi GO-MED. Semoga bisa bermanfaat bagi Negeri.

0 komentar:

Bakso Purwakarta yang Seenak Bakso Malang

02:21:00 It's Leblung 1 Comments

Entah mengapa, sebagian besar dari kita ketika mendengar kata bakso langsung memunculkan standar bahwa bakso itu dari malang, bakso yang enak itu ya bakso malang. Saya sendiri sebagai kera ngalam (arek malang = anak malang), sedikit heran dengan standar itu. Tapi ya mesti memang harus saya akui bahwa bakso malang memamng memiliki rasa juara. Bakso malang identik dengan isian yang beragam, mulai dari bakso atau pentol, siomay rebus, siomay goreng, mie putih dan mie kuning yang digulung menjadi bulat, tahu putih, tahu goreng, lontong, hingga tambahan varian lain seperti daging paru, kikil, sumsum, dan lainnya. Jangan lupa tambahan daun bawang dan bawang gorengnya. Kuahnya cenderung bening, tapi sedap di lidah.
 
Nah, semenjak menginjakkan kaki di tanah pasundan ini, saya belum menemukan bakso dengan kriteria itu. minimal yang rasanya hampir mirip dengan bakso malang. Langkanya orang jual bakso di Purwakarta? No. Big no no, brother and sista. Di sini bejibun tukang baksonya. Bahkan hampir ada di tiap sudut kota. Tapi rasanya cenderung hanya gurih dengan kuah yang sangat berminyak. Lebih mirip bakso solo sih. Penyajiannya pun berbeda. Biasanya semangkuk bakso akan terdiri dari bakso atau pentol, mie kuning dan mie putih yang menjuntai bebas (tidak digulung seperti bakso malang), taoge dan sayur sawi.
 
Dan lagi yang menjadi catatan untuk bakso purwakarta adalah sebagian besar pedagang akan menambahkan minimal seujung sendok teh vetsin di tiap mangkuk bakso. Ini benar-benar bikin mata saya membelalak. Bagaimana tidak, ukuran vetsin itu biasa digunakan untuk sepanci besar kuah sayur oleh ibu saya, yang berarti terdiri dari bermangkuk-mangkuk kuah, yah minimal 10 mangkuk-lah. Tapi ini ditambahkan di 1 mangkuk saya. Di awal, langsung panik gitu karena merasa terlalu banyak makan vetsin. Tapi lambat laun, mulai biasa dengan tata cara beli bakso di sini, yaitu : pertama adalah bilang berapa porsi yang kamu pesan, kedua adalah bilang tanpa tambahan vetsin. dan ketiga, mengawasi tangan si penjual, kali aja khilaf dan memasukkan vetsin ke mangkuk pesanan saya. Hhe.
 
Nah, jadilah lidah saya yang bakso malang banget, yang cinta banget sama kuah bening, segar, dan berlemak minim seringkali merasa galau jika sedang ngidam (baca : kepengen) bakso. Apalagi di musim hujan yang dingin begini. Santapan paling tepat adalah semangkuk bakso panas dan pedas plus secangkir teh hangat. Tapi gak adaaa bakso yang sesuai dengan lidah bakso malang saya. Kalaupun ada, itu karena si bakso ini lebih enak dari teman-temannya sesama bakso Purwakarta. hhe..
 
Namun, sore ini otak saya sedang jahil. Melihat anak ibu kos makan bakso, otak langsung mengirim sinyal kepengen ke lidah saya. Hmm. Bakso mana ya? Pengen yang mirip-mirip bakso malang euy. Setelah beberapa menit mengitari kota yang memang tidak terlalu besar ini, saya teringat salah satu warung bakso yang berada tepat di pertigaan jalan Ahmad Yani. sekitar 10 meter dari patung Ahmad Yani, diapit oleh gedung STIE Wikara dan Alfamart. Namanya Bakso "More Than Just a Taste". Nama yang sedikit lebih cenderung bisa dibilang sebagai motto yah? hhe.. Ini nih penampakan si warung bakso.

10 meter dari Patung Ahmad Yani
Diapit oleh Gedung STIE Wikara dan Alfamart
Ini pertama kalinya saya kesana. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena teman saya yang mulai lahir hingga menikah tinggal di Purwakarta tidak merekomendasikan warung bakso tersebut alias karena dia belum pernah coba dan jarang mendengar rekan-rekannya yang lain membicarakan bakso ini. Dengan berbekal nekat dan siap mental jika rasanya tak sesuai, saya melipir ke warung ini. Kesan pertama saya, "Bersiiiiih banget tempat ini." Untuk ukuran warung di pinggir jalan utama yang ramai seperti ini, warung ini kebersihannya juara. Saya duduk dan mencolek meja, bersih, tanpa debu. Saya melihat ke arah lantai, bersih meski hanya berlantaikan semen yang dihaluskan. Widih. Kesan pertama langsung bikin saya jatuh hati.



Meja Racik Bakso yang Bersih
Meja Racik Siomay yang Bersih
Pohon ini Membuat Rindang dan Tempat menjadi Sejuk
Bagian Teras Warung
Bagian Dalam Warung
1 menit, 2 menit, sang penjual tak kunjung menunjukkan batang hidungnya. Saya memilih untuk pergi ke ruang makan bagian dalam. Yap. Warung ini terdiri dari 2 pilihan tempat, di teras rumah yang rindang atau di dalam rumah. Benar saja, sang ibu sedang meracik minuman di dalam. TAnpa babibu, saya memesan 1 porsi bakso dan segelas es teh manis. Yang ini bakso iga nih. Belum pernah saya temui yang serupa di Purwakarta. Begini bentuk pesanan saya. 
 
Terdiri atas 3 bakso atau pentol, mie kuning lebar yang jarang digunakan untuk bakso, iga sapi, dan sejumput sayur sawi yang diiris kecil. Plus tambahan daun bawang dan bawang goreng ya. Di meja sudah disediakan bumbu pelengkap seperti saos, sambal, kecap, garam, dan cuka. Kuahnya bening, tanpa banyak lemak menggantung dimana-mana. Saya sudah bahagia melihatnya dan berharap banyak kali ini sesuai dengan lidah bakso malang saya. 
Mie Kuning Lebar
Si Iga Sapi
Suapan pertama saya coba tanpa menggunakan bumbu pelengkap. Hmm. Ya. Ini segar, tidak terlalu gurih, tapi sedap di lidah. Cocok dengan lidah saya. Hampir seenak bakso malang. Ini recommended! Saya tersenyum bahagia. Tapi karena saya yang pecinta manis dan sedikit pedas, saya memutuskan untuk menambahakan kecap dan sambal. Yumm-yummm. Nikmat. Baksonya bertekstur lembut. Tapi sayang terlampau sedikit. Daging iganya empuk sehingga tak perlu perjuangan keras untuk mengunyah dan memotongnya.
 
Hingga suapan terakhir, saya belum ingin berhenti, tapi apalah daya hanya tersisa kuah dan potongan batang sayur sawi yang sengaja tidak saya makan. Saya melirik ke rombong hijau tempat Bu Sumarni meracik bakso. di sebelah kiri adalah siomay Bandung. Yap, menu utama dari warung ini adalah bakso iga dan siomay bandung. Akhirnya tanpa malu saya mendekati sang penjual yang tidak lain dan tidak bukan adalah tangan kanan sang pemilik kedai yang berdomisili di Bandung. Saya meminta satu tambahan siomay di mangkuk saya. Hhe.
Siomay Tambahan. Hhe
Siomaynya wangi, lembut, tidak begitu kenyal tapi aroma ikannya sangat terasa saat dikunyah. Wow. Enak. Sejurus kemudian datang mojang Purwakarta, karena dia sendirian dan saya sendirian, dia memilih mohon ijin untuk duduk di meja saya. Dan ternyata dia pecinta siomay. Tepat sekali. Saat ditanya pendapatnya, "Ini tidak terlalu spesial sih. Tapi wangi ikannya kerasa banget. Dan padahal saya gak suka lho sama aroma ikan. Tapi yang ini enak." Hhe..
1 Porsi Siomay
Kata Bu Sumarni, semua bahan baku untuk bakso dan siomay plus yoghurt diambil dari Bandung. Si Ibu pemilik warung berdomisili di Bandung dan memiliki 2 warung siomay di Bandung. Katanya sih warung yang di Bandung itu sudah puluhan tahun berdiri. Dan karena melihat pangsa pasar yang bagus, si ibu pemilik warung siomay, memutuskan untuk membuka satu warung lagi di Purwakarta pada tahun 2013 dan mempercayakan pengelolaannya pada Bu Sumarni dan suami. ^.^
 
Oh ya, untuk urusan harga memang bisa dibilang lumayan mahal. di warung bakso yang lain, satu mangkok dibanderol 10.000 - 13.000. Yang ini 17.000 per porsi. Mungkin karena ada iganya yahh. Tapi untuk rasa dan tempat yang bersih plus cozy macam ini, harga itu setimpal-lah.
 
So, kalau kamu mau bakso purwakarta yang mendekati standar bakso malang, langsung aja melipir ke pertigaan jalan Ahmad Yani ya! Taste it and you'll fall in love with it!

1 komentar:

Kenapa Alamanda Shantika Santoso hengkang dari Go-Jek?

23:04:00 Rendra Kurniawan 0 Comments

Ada berita cukup mengejutkan datang dari salah satu startup lokal Go-Jek yang belum lama ini menyandang status sebagai "unicorn-startup". Startup yang berkecimpung di ranah transportasi umum di Indonesia tersebut telah resmi ditinggalkan oleh Vice President of Technology Product Go-Jek, Alamanda Shantika Santoso. Srikandi satu ini adalah yang bertanggung jawab penuh terhadap segala produk teknologi yang ada di Go-Jek.

Alamanda Shantika Santoso
Sumber : www.maxmanroe.com

Kenapa Alamanda Keluar Dari Go-Jek?

Namun secara resmi per tanggal 1 Oktober 2016 tidak lagi menjabat sebagai VP di Go-Jek yang telah dijalaninya kurang lebih 4 bulan terhitung sejak Mei 2016 hingga September 2016, karena ingin menekuni Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Ketika disinggung alasan sebenarnya ia mengundurkan diri, Alamanda menuturkan bahwa memang sudah menjadi habit-nya untuk terus berakselerasi. Ia ingin terus berkembang dan berakselerasi, salah satunya dengan meninggalkan Go-Jek kemudian ingin membagi ilmunya tersebut kepada 1000 calon Nadiem Makarim selanjutnya.

"Bisa dibilang, semua ini karena Go-Jek itu sendiri. Mimpi-mimpi yang telah berhasil saya wujudkan saat ini semuanya berkat Go-Jek," ujar Ala (sapaan akrab Alamanda), sebagaimana dikutip dari e27, Jumat (7/10/2016).

"Gojek sudah seperti role model di Indonesia. Sejak Gojek lahir, banyak teman-teman yang melek bahwa tanpa harus jadi menteri atau PNS, kita sudah bisa membangun negeri ini lebih maju", paparnya.

Di program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital tersebut, ia ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan dari sudut pandang seseorang yang pernah membangun startup. "Misalnya, saya akan berbagi bagaimana seseorang membangun sebuah tim engineer." Indonesia saat ini sudah memiliki banyak anak muda berbakat yang siap membangun mensukseskan program ini. Namun, kebanyakan diantara mereka masih membutuhkan bimbingan supaya bisa mengeksekusinya.

Ingin Menjadi Menteri Pendidikan

"Kemarin saya bilang ke teman-teman di Gojek, suatu saat saya pasti keluar, karena mimpi saya tuh masih panjang. Mimpi saya itu jadi Menteri Pendidikan," tuturnya pada Tim Selular.ID.

Sumber : oktagon.co.id
Kesuksesannya menggarap Go-Jek rupanya tak membuat Ala berkeinginan untuk menggarap startup baru sendiri. Ia malah ingin fokus pada dunia pendidikan. Menurutnya edukasi adalah pondasi, tapi sayang di Indonesia masih dirasa kurang akan hal tersebut, terutama lebih banyak mementingkan teori dibandingkan praktek.

Karena itu ia ingin turut serta mempersiapkan anak-anak bangsa untuk lebih siap lagi nyemplung ke dunia kerja. Wanita yang memiliki hobi membaca itu pun ingin meneruskan pendidikan ke jenjang doktoral di Stanford University.

"Ngambil PhD, balik ke Indonesia saya benar-benar fokus ke edukasi. Jadi dosen, guru besar dan Menteri Pendidikan," ujarnya kepada Tim Detik Net sembari mengamini.

Saat berkuliah kembali, Ala berencana ingin mengambil jurusan brain atau neuro science. Pasalnya, ia mengaku tertarik dalam bidang perilaku manusia.

"Kita bikin produk untuk mengubah perilaku manusia. Baik edukasi maupun bikin produk punya hubungan dengan otak manusia," jelasnya.

Namun demikian, Ala belum tahu kapan pastinya rencana tersebut dapat terwujud. Ia berharap tidak dalam waktu lama. Saat ini ia tengah fokus meningkatkan kemampuan engineer yang ada di Go-Jek dan membuat perusahaan layanan ojek online itu stabil.

Seperti yang sudah disebutkan di awal, Ala ibarat 'emak' dari para engineer Go-Jek. Menjadi 'ibu' dari para programer Go-Jek membuat wanita ini punya tugas tambahan. Yakni menjadi tempat keluh kesah anak-anaknya di bagian teknologi Go-Jek.

"Seorang leader itu sama persis seperti Ibu. Benar-benar harus tahu satu per satu anaknya lagi kenapa," pungkasnya.

0 komentar:

LOGO, Bagian Kecil yang (Jangan) Dilupakan!

00:33:00 It's Leblung 0 Comments

Logo berasal dari bahasa Yunani, yaitu logos yang berarti kata, pikiran, pembicaraan, dan akal budi. Dalam buku "Mendesain Logo" karya Surianto Rustan, pada awalnya kata logo lebih dulu dikenal dengan sebutan logotype. Istilah tersebut mulai dikenal antara tahun 1810 hingga 1840 dimana logotype ini diartikan sebagai entitas yang didesain secara khusus menggunakan teknik lettering atau memakai jenis huruf tertentu. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada awal kemunculannya logotype ini hanya terdiri atas tulisan saja. Namun seiring dengan berjalannya waktu, logotype ini berkembang menjadi semakin unik dengan penambahan unsur gambar atau simbol-simbol tertentu. Hal ini dilakukan agar masing-masing logotype yang dibuat menjadi unik, berbeda satu dengan yang lain, dapat dijadikan identitas kepemilikan, dan pada akhirnya dapat menghindarkan produk tersebut dari peniruan atau pembajakan.


Pada tahun 1937, istilah logo mulai dikenal luas. Pada dasarnya logo yang dikenal ini adalah logotype yang mengalami perubahan dan perkembangan dengan penambahan gambar atau simbol. Logo ini juga tidak lagi terpaku harus mengandung tulisan tertentu, logo boleh hanya menggunakan gambar saja, tulisan saja, atau perpaduan keduanya. Logo yang hanya menggunakan gambar atau simbol, biasa dikenal dengan sebutan logogram.

Dalam memulai bisnis, logo merupakan bagian kecil jika dibandingkan perhitungan harga pokok produksi, metode produksi, lay out manufacture atau pabrik, pengaturan sumber daya manusia, metode marketing, dan part-part lain yang harus dipikirkan saat memulai suatu bisnis. Namun, perlu digaris bawahi bahwa sebuah logo saat ini tidak hanya sebagai pembeda dari produk lain atau bukti kepemilikan. Logo dewasa ini dianggap sebuah representasi dari sebuah perusahaan. Jika dianalogikan, seumpama sebuah perusahaan adalah manusia, maka logo adalah wajahnya. Ia menggambarkan bagaimana tubuhnya secara keseluruhan. Wajah yang segar bugar menunjukkan tubuh yang sehat dan kuat dan begitu pula sebaliknya. Maka tugas logo adalah mengkomunikasikan suatu perusahaan secara visual terhadap konsumennya. Dimana nantinya logo ini juga berpengaruh pada proses branding.

Agar logo yang dibuat dapat menvisualisasikan citra sebuah perusahaan dengan tepat, maka dalam proses desain perlu memperhatikan hal - hal berikut ini :

1. Pertimbangkan warna yang digunakan

Perlu diketahui bahwa pemilihan warna dalam sebuah logo tidak hanya agar logo tersebut enak dipandang mata. Namun ternyata warna juga memuat arti psikologis tertentu. Seperti warna merah yang menyimbolkan agresivitas, keberanian, gairah, kekuatan dan vitalitas. Warna merah akan lebih tampak menonjol dibandingkan warna lain pada pengaplikasian pekerjaan desain. Oleh karena itu warna merah disebut sebagai warna paling ekstrim dan emosional.

source : http://idesainesia.com/psikologi-warna-dalam-desain

2. Pertimbangkan huruf yang digunakan
Orang cenderung mengingat hal-hal yang unik dan berbeda. Seperti pernyataan yang umum kita dengar, "Seorang guru hanya akan mengingat 2 orang muridnya. Murid terpandai dan ternakal." Hal tersebut tidak lain dan tidak bukan karena keduanya memiliki pembeda dari murid-murid yang lain. Begitu juga dengan pemilihan huruf pada logo. Sangat tidak disarankan untuk menggunakan huruf-huruf datar yang biasa digunakan untuk menulis makalah, proposal, atau laporan. Misal menggunakan huruf tipe Times New Roman, bukan salah pembacanya jika berpikiran bahwa perusahaan tersebut bergerak di bidang pendidikan, audit, atau bidang lain yang berkutat dengan pelaporan.

Namun, perlu diingat pula jangan atas nama unik, kamu menggunakan huruf yang rumit dan berakhir sulit dibaca. Jadi, unik itu disunnahkan tapi tetap perhatikan readibility-nya ya.

3. Pertimbangkan proporsi dan simetri
Seperti ketika menggambar, melukis, atau membuat karya yang lain, proporsi dan simetri harus dipertimbangkan. Bukan berarti dilarang untuk melakukan hal ekstrim karena ingin menunjukkan sisi abstrak atau sisi out of the box lainnya. Namun, saat ada satu sisi yang ekstrim, ada baiknya kamu membuat sisi lain nampak sebagai penyeimbang. Hal ini agar logo yang didesain tetap mudah dibaca dan citra yang divisualisasikan mudah untuk ditangkap.
source : http://blog.sribu.com
 4. Pertimbangkan ukuran desain
Saat membuat desain, perhatikan ukuran canvas yang kamu gunakan, berapa resolusi yang digunakan, dan apakah jika dicetak dalam ukuran besar atau kecil, logo tersebut tetap dapat dibaca dengan jelas?


5. Jangan jadi copycat
Poin terakhir yang harus diperhatikan adalah jangan menjadi copycat atau plagiat atau mencontek logo perusahaan lain. Sering kali kita terpaku pada desain yang sedang booming. Padahal tiap desain memiliki masanya sendiri. Oleh karena itu tetaplah percaya diri dengan hasil pemikiranmu dan be original!

Itu tadi beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain logo. Semoga dapat bermanfaat.

Selamat mendesain!


0 komentar:

Power Rangers 2017, Sekuel atau Reboot?

23:47:00 Rendra Kurniawan 1 Comments

Go Go Power Rangers!!!
Masih ingatkah kalian dengan potongan kalimat diatas? Pastinya dong, siapa yang tidak kenal dengan film Power Rangers yang sempat populer di kalangan remaja saat itu. Terutama bagi mereka yang pernah mencicipi rasanya hidup di era 90-an, aku yakin pernah bermimpi menjadi salah satu superhero tersebut. Entah bermimpi jadi Power Ranger Merah, Kuning, Biru, Hitam atau yang lainnya.

Belakangan ini topik tentang Power Rangers kembali hangat karena adanya film Power Rangers yang akan segera rilis, tepatnya pada Maret 2017 mendatang. Sudah banyak trailer mengenai film ini yang tersebar di YouTube atau media streaming lainnya, sekilas dilihat dari trailer yang ada rasanya film ini patut untuk kita masukkan dalam daftar tunggu film yang wajib kita tonton.

Power Rangers 2017
Mengutip dari Variety, disebutkan bahwa tidak ada perubahan latar belakang terhadap film ini dengan serial aslinya dulu yaitu Power Rangers Mighty Morphin.

Power Rangers Mighty Morphin
Power Rangers 2017 The Movie atau disebut juga dengan Saban's Power Rangers, masih mengisahkan tentang beberapa remaja yang terpilih dan mendapatkan kekuatan super berasal dari batu khusus dari luar Planet Bumi untuk bersatu dan mempunyai misi sebagai pelindung Bumi dari serangan makhluk asing yang bertujuan menghancurkan Bumi.

Sekuel atau Reboot?

Banyak yang mempertanyakan apakah film Power Rangers 2017 ini merupakan sekuel dari serial sebelumnya ataukah versi reboot? Menurut beberapa sumber terpercaya menyebutkan bahwa Power Rangers 2017 ini adalah versi reboot bukanlah sekuel dari serial Power Rangers sebelumnya.

Daftar Pemeran Power Rangers (2017 Movie)

Lionsgate dan Saban Brands sebelumnya telah melakukan casting untuk memilih orang-orang yang akan memerankan lima karakter di Power Rangers 2017. Dan telah terpilih termasuk pemeran utama lima karakter di Power Rangers 2017 ini dari mulai Power Ranger Merah hingga Power Ranger Hitam. Pihak pembuat film ini telah mengumumkan melalui akun Instagram resminya (@powerrangersmovie) tentang siapa saja yang terpilih sebagai pemeran tokoh utama di Power Rangers 2017.

Pemeran Power Ranger Merah di Power Rangers 2017

Pemeran Power Ranger Pink / Merah Muda di Power Rangers 2017

Pemeran Power Ranger Kuning di Power Rangers 2017

Pemeran Power Ranger Hitam di Power Rangers 2017

Pemeran Power Ranger Biru di Power Rangers 2017

Pemeran Rita Repulsa di Power Rangers 2017

Pemeran Zordon di Power Rangers 2017

Jika kalian ingin tahu lebih banyak tentang perkembangan / info terbaru dari Power Rangers 2017, bisa follow akun Instagram resminya atau telusuri di website resminya.

Gimana menurut kalian, sudah tidak sabar ingin nostalgia? Semoga saja film Power Rangers 2017 ini bisa memuaskan kita semua (sesuai ekspektasi), dan bisa menjadi hiburan tersendiri bagi kita dan juga bagi anak-anak kita (bagi yang sudah punya anak).

Trailer Power Rangers (2017 Movie)

1 komentar:

Pokemon GO - gotta SEE 'em all

01:32:00 Rendra Kurniawan 0 Comments

Merasa ada yang aneh ga dengan judul artikel ini?
Pokemon - gotta catch 'em all atau Pokemon - gotta see 'em all?
Fans Pokemon atau yang suka main game Pokemon termasuk Pokemon GO harusnya langsung sadar bahwa ada yang aneh dengan slogan di judul artikel ini. Biar kalian lebih yakin liat logo Pokemon dibawah ini.


Udah sadar kah bahwa ada yang aneh?? Yap, yang awalnya "gotta catch 'em all" diplesetkan menjadi "gotta see 'em all". Mengapa tiba-tiba Hey! Leblung membahas tentang ini?

Baru-baru ini Niantic telah memperbarui sistem pada game besutan mereka yaitu Pokemon GO seperti fitur Go Buddy, Sighting, Gym Training dan New Medals yang sudah dibahas sebelumnya, tidak ketinggalan adalah tentang kapan Pokedex kita akan menyimpan data Pokemon yang pernah kita lihat.

Dari awal Pokemon GO dirilis, salah satu fitur standar Pokedex Pokemon GO (caught and seen) sudah ada dan fungsinya adalah menginformasikan kepada kita berapa banyak jumlah Pokemon di Pokemon GO yang sudah pernah kita lihat dan berapa banyak yang sudah berhasil kita tangkap. Pada saat kita bertemu dengan Pokemon baru di Pokemon GO kemudian berhasil kita tangkap, maka jumlah Pokemon caught dan Pokemon seen akan bertambah. Namun jika Pokemon tersebut tidak berhasil kita tangkap (flee), jumlah yang bertambah hanya pada Pokemon seen di Pokedex. Kemudian di Pokedex akan bergambar abu-abu tepat di slot Pokemon yang tidak berhasil kita tangkap tadi.


Rasanya emang menyebalkan ketika kita hanya berhasil menambah daftar abu-abu di Pokedex Pokemon GO.


Mengutip dari akun Twitter resmi Niantic, diinformasikan bahwa Niantic telah memberikan sedikit perubahan tentang sistematik caught and seen tersebut, di Pokemon GO saat ini jika kita pernah melihat atau melawan Pokemon baru (belum terdaftar di Pokedex) di Gym, secara otomatis Pokemon tersebut akan tersimpan sebagai Pokemon seen di daftar Pokedex kita. Makin banyak deh daftar abu-abu Pokedex.

Tapi menurutku itu masuk akal, karena sudah seharusnya semua Pokemon yang pernah kita lihat terdaftar juga di Pokedex kita. Namun rasa kesal ketika melihat daftar abu-abu makin bertambah, tetap tidak ketinggalan.

Jadi sudah cocok belum kalo slogannya diplesetkan dari Pokemon gotta catch 'em all menjadi Pokemon gotta see 'em all, silahkan berkomentar.

0 komentar: