Little Coco - Gili Trawangan, Tetap Bisa Tidur Tjantik Meski Kantong Pas-Pasan

22:37:00 It's Leblung 2 Comments

Pulau Lombok adalah salah satu destinasi impian saya. Ia ditulis dengan huruf bold, underline berwarna merah, serta tanda petik mungil berwarna kuning pada travelling wishlist kepunyaan saya. Keindahan pantainya yang menawan, ekosistem bawah laut yang aduhai, serta budaya yang tetap terjaga lestari adalah sederet alasan kenapa pulau ini begitu ingin saya kunjungi. Aaargh, mau kesana!

Bertahun lamanya saya mengendapkan keinginan di sudut hati paling dalam, bertahun lamanya pula saya hanya bisa terkagum-kagum melihat banyak orang menceritakan kisahnya mengeksplor Indonesia Timur. Tapi ternyata Tuhan memang Maha Baik. Bulan Februari 2017 lalu, angka di buku catatan kas geng kantor menunjukkan bahwa ia siap digunakan untuk mengeksplor Lombok. Tidak tanggung-tanggung, dana yang dikumpulkan seiprit demi seiprit* cukup untuk menghabiskan waktu di sana selama 3 hari 2 malam. Saya bahagia tak terkira.

Dengan semangat yang meletup-letup, hampir tiap hari saya googling tentang Lombok. Membaca dari satu cerita ke cerita yang lain. Mengulik informasi tentang Lombok dari satu website ke website yang lain. Menelusuri satu itinerary ke itinerary yang lain. Prinsip saya waktu itu : manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengeksplor sebanyak mungkin destinasi wisata.

Setelah seminggu berlalu, jadilah Itinerary Exploring Lombok ala Leblung. Saat disampaikan ke geng kantor, saya langsung diserbu pernyataan ;

"Hotelnya yang hits dong, Lai"
"Hotelnya yang instagrammable gitu Lai biar keren"
"Hotelnya yang ada kolam renangnya dong, Lai"
"......."

Mmh. Saya yang berpikir sedari awal bahwa penginapan yang disewa cukup yang bintang satu atau bahkan tidak berbintang karena seharian penuh akan main di luar, jadi bingung. Ini melanggar prinsip awal saya. Hhe. Rasanya sayang kalau harus membayar lebih mahal hanya untuk tidur sebentar. Apalagi kalau harus mencari yang berkolam renang, ini sungguh alasan paling konyol. Kan kita berada di dekat pantai, bisa keuleus berenang di situ? View dan sensasinya lebih keren malahan. Kenapa harus minta kolam renang ya? Rawr.

Tapi yaaa namanya group travelling, gak boleh hanya mengakomodir keinginan saya. Alhasil, itinerary saya tarik kembali. Googling, Traveloka-ing, Agoda-ing, Pegi-Pegi-ing, dan ing-ing yang lain kembali saya lakukan. Demi hotel yang instagrammable dan berkolam renang tapi tetap ramah di kantong. Hhe. Sehari dua hari, akhirnya nongol-lah gambar penginapan mungil bergaya eco green di layar hape saya : Little Coco Gili Trawangan Hotel & Villas. Bagaimana hotel ini?

Hotel mini yang berada di Jalan Bulu Babi, Gili Trawangan ini menyediakan 2 pilihan tempat untuk bermalam :

1. Bungalow
Bungalow yang ditawarkan oleh Little Coco ini bernuansa eco green. Dindingnya terbuat dari kayu sehingga terkesan natural dan ramah lingkungan. Bungalow berukuran 12 meter persegi ini juga dilengkapi dengan tempat tidur ukuran double. Jadi cukup besar untuk digunakan oleh satu orang, namun tidak berdempet-dempetan jika digunakan oleh dua orang. Untuk kamu yang masih single, bisa banget sharing room dengan travelling partner kamu. 


Bungalow ini juga dilengkapi dengan televisi dan air conditioner (AC). Bagi yang kelelahan dan kepanasan setelah keliling-keliling Gili Trawangan, bisa mendinginkan diri sejenak di kamar sembari menikmati hiburan dari TV kabel. Oh ya, tiap-tiap bungalow juga dilengkapi dengan kamar mandi. Jadi kamu bisa bergrujukan ria** menggunakan shower untuk menghilangkan pasir-pasir pantai yang hobi menyelinap ke dalam saku. Perlengkapan mandi? Tenang, demi kenyamanan bergrujukan ria, pihak hotel sudah menyediakan perlengkapan mandi dengan kualitas apik untuk kamu.

Kamar Mandi Sederhana nan Nyaman
Daaan, yang paling keren adalah kamu bisa langsung nyebur ke kolam renang saat keluar dari bungalow. Yes. Kolam renang tepat berada di depan bungalow. Ini yang bikin teman-teman saya kegirangan setengah mati dan heboh macam anak TK dikasih permen. Bukan hanya karena mereka bisa memenuhi hasrat berenang di kolam renang, tapi karena perpaduan antara kolam renang dan bungalow sangat apik. Kata kids jaman now mah, Instagrammable beuuud.

Suasana Bungalow di Malam Hari
Wajah-Wajah Para Pemburu Kolam Renang Hotel
Bagaimana dengan sarapan pagi? Tak usah repot mencari layanan go-food atau warteg terdekat karena Little Coco menyajikan sarapan untuk kamu. Waktu itu sih Mas-Mas penjaga hotel menanyai menu sarapan kami saat sore hari, jadilah pagi pukul 06.00 WIB sarapan sudah tersedia di meja makan. Pilihan menunya bisa pancake, waffle, roti, omelette, atau mie dengan teh hangat atau orange juice sebagai pendamping. 

Tempat Sarapan Penghuni Bungalow
Oh ya, penginapan ini juga dilengkapi dengan sandbag-sandbag kece yang bisa kamu gunakan sebagai properti foto maupun digunakan sebagaimana mestinya, untuk duduk, di tepi kolam renang. Makin kece dengan minum segelas welcoming drink bernama orange juice. Tsahhh. Lengkap sudah kenikmatan bermalam di bungalow ini.

Mm, but sorry to say. Kalian perlu effort lebih untuk menginap di sini karena hanya tersedia 6 bungalow. Hanya 6. Bikin gemes karena harus berlomba-lomba dengan turis lokal maupun internasional. Ya. Sewaktu kami kesana, kamar lain ditempati oleh para bule. Hhu.

2. Villa
Nah, di samping bungalow ada semacam tempat rahasia. Hhi. Menjadi seperti rahasia karena dibatasi oleh dinding yang cukup tinggi. Dan di balik dinding itulah terdapat villa semi private. Kok semi? Iya, villa ini terdiri atas 2 kamar yang letaknya bersebelahan dan disewakan per kamar. Jadi kalau pas sewa, di sebelah ada tamu yang lain dan tidak dikenali ya semacam share villa. Tapi beruntung waktu kami (saya dan suami) menginap, kamar sebelah tidak berpenghuni. Jadilah seperti tinggal di villa mini berdua saja. Hewhew.

Saat memasuki pintu halaman villa yang terbuat dari kayu, kita disuguhi pemandangan hijau dari tanaman-tanaman yang berada di sisi kanan dan kiri jalan. View selanjutnya adalah kolam renang yang berukuran hampir sama dengan kolam renang di depan bungalow di sisi kiri. Atau dengan kata lain tepat di depan kamar villa. 


Bagaimana dengan kamarnya? Tjantik. Bagian depan kamar dibangun menggunakan full kaca dan dilengkapi dengan tirai besar sebagai penutup. Jadilah bisa menikmati suasana luar dari dalam kamar tanpa penghalang. Begitu masuk, tempat tidur sudah dihias dengan bangau dari handuk berwarna merah dengan taburan beberapa bunga. So sweet. Saya dan suami kompak bilang, "Ini sih nuansa honeymoon banget."

Kamar tidur berukuran 25 meter persegi tersebut dilengkapi dengan meja rias dan televisi berukuran 32 inch. Jadi kalau sang istri masih sibuk menaburkan bedak pada wajah, suami bisa nonton tv kabel sembari tidur-tiduran di kasur. What a beautiful life. Tidak hanya itu, untuk menghadapi teriknya matahari di Lombok, pemilik villa sudah menyediakan air conditioner (AC) di tiap kamar villa ini. Sebenarnya tidak terlalu perlu karena bangunan villa ini cukup tinggi sehingga sirkulasi udara di dalam kamar sudah cukup bagus.


Tidak hanya itu, masing-masing kamar villa ini dilengkapi kamar mandi yang cukup besar. Bahkan di dalamnya terdapat 2 buah shower, di kamar mandi bagian dalam dan di luar. Mm, jadi kamar mandinya dipisahkan oleh pintu kaca. Shower bagian luar bisa kamu nikmati sembari memandang langit lepas. Ini bikin mandi lebih seru. Untuk perlengkapan mandi, pemilik villa menyediakan perlengkapan tersebut dengan kualitas dan kuantitas yang lebih banyak dibanding yang disediakan untuk kamar tipe bungalow. ^.^

Kamar Mandi Kece dengan 2 Shower
Dan untuk kamu yang suka rempong saat travelling karena baju yang dibawa banyak (macam saya), kamu tidak perlu khawatir kamarmu nampak berantakan karena tas backpack ada di sudut-sudut kamar. Ada lemari besar yang disiapkan untuk kamu. So kamar tetap nampak rapi dan enak di pandang.

Sarapannya Lil? Tepat di sebelah kolam terdapat ruang makan mini dengan 4 kursi. Jadi berbeda dengan para penghuni bungalow, sarapan kami dikirimkan ke meja makan tersebut tepat pukul 06.00 WIB. Untuk menu, kami diperbolehkan memilih 2 menu tambahan. Saya memilih pancake dan buah segar. Sedangkan Mas Suami memilih mie rebus plus roti. Untuk pendamping, disediakan lengkap  air mineral, orange juice, dan teh hangat. Cukup untuk membuat kami kekenyangan di pagi hari.

View dari Meja Makan
Mm, harus saya akui bahwa menginap di kamar yang berhadapan langsung dengan kolam renang, apalagi dengan dinding kaca sepert villa ini rasanya menakjubkan. Bikin saya betah di area villa, entah untuk sekedar ngobrol santai sembari duduk di sandbag, belajar renang di kolam depan kamar berdua bersama suami, atau tidur-tiduran tjantik di tempat tidur. Eight thumbs up for this villa (2 jempol tangan saya, 2 jempol kaki saya, 2 jempol tangan Mas Suami, dan 2 jempol kaki Mas Suami). Hhi.

Dan sama seperti effort untuk mendapatkan bungalow, mendapatkan villa ini juga tidak mudah. Cuma 2 kamar meeen. 

Trus bagaimana dengan harga Lil? Harga sewa bungalow per malam adalah sekitar 400-500 ribu per malam, tergantung musim saat kita pergi kesana, high season atau low season. Kalau kamu share kamar seperti yang teman-teman saya lakukan, biayanya hanya sekitar 200-250 ribu rupiah. Cukup murah untuk suasana, view, dan fasilitas selengkap ini di daerah Gili Trawangan. 

Untuk sewa kamar villa dibanderol 880 ribu per malam. Bagi saya sih worth it dengan kenyamanan yang kami rasakan. Oh ya, hotel ini terletak sekitar 300-400 m dari bibir pantai. Jadi sangat mudah dijangkau. Kamu juga bisa sewa sepeda dengan harga 40.000 per hari di hotel ini untuk keliling-keliling Gili Trawangan menikmati senja atau sekedar ingin tau suasana di sini.

Baru Foto Pas Mau Check Out
I do recommend this hotel and villas. Sudah 5 orang teman saya mengikuti rekomendasi itu dan bercerita dengan hati berbunga-bunga saat pulang travelling. Semoga kamu juga bisa menikmati hotel ini ya suatu saat nanti. Ini bukan endorsement apalagi produk review. I just wanna share one of many reason why my trip to Lombok Island was memorable and so amazing. ^.^

Oh ya, ini adalah penginapan yang kami gunakan pada malam kedua di Lombok. Malam pertama? Villa super kece menjadi tempat bernaung kami. Dimana? Sebagus apa? Tunggu posting berikutnya yaa..

PS : gengs, kapan jalan-jalan lagi?


* seiprit demi seiprit : sedikit demi sedikit
** bergrujukan ria : mandi dengan air yang mengalir dari atas seperti air terjun
*** source foto :
tripsavvy.com, booking.com, traveloka.com, littlecocogili.com, dokumentasi pribadi

You Might Also Like

2 comments:

  1. "bahkan tidak berbintang karena seharian penuh akan main di luar," ini gue banget lel, kalo bisa malah tidur di terminal/stasiun yang free wkkwkw

    ReplyDelete
  2. Tos dulu, Mi'. Maen sampe elek-lah pengennya ya..
    udah pernah di stasiun atau terminal Indonesia Mi'? Aman gitu?

    ReplyDelete