Showing posts with label tips. Show all posts

Little Coco - Gili Trawangan, Tetap Bisa Tidur Tjantik Meski Kantong Pas-Pasan

Pulau Lombok adalah salah satu destinasi impian saya. Ia ditulis dengan huruf bold, underline berwarna merah, serta tanda petik mungil berwarna kuning pada travelling wishlist kepunyaan saya. Keindahan pantainya yang menawan, ekosistem bawah laut yang aduhai, serta budaya yang tetap terjaga lestari adalah sederet alasan kenapa pulau ini begitu ingin saya kunjungi. Aaargh, mau kesana!

Bertahun lamanya saya mengendapkan keinginan di sudut hati paling dalam, bertahun lamanya pula saya hanya bisa terkagum-kagum melihat banyak orang menceritakan kisahnya mengeksplor Indonesia Timur. Tapi ternyata Tuhan memang Maha Baik. Bulan Februari 2017 lalu, angka di buku catatan kas geng kantor menunjukkan bahwa ia siap digunakan untuk mengeksplor Lombok. Tidak tanggung-tanggung, dana yang dikumpulkan seiprit demi seiprit* cukup untuk menghabiskan waktu di sana selama 3 hari 2 malam. Saya bahagia tak terkira.

Dengan semangat yang meletup-letup, hampir tiap hari saya googling tentang Lombok. Membaca dari satu cerita ke cerita yang lain. Mengulik informasi tentang Lombok dari satu website ke website yang lain. Menelusuri satu itinerary ke itinerary yang lain. Prinsip saya waktu itu : manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengeksplor sebanyak mungkin destinasi wisata.

Setelah seminggu berlalu, jadilah Itinerary Exploring Lombok ala Leblung. Saat disampaikan ke geng kantor, saya langsung diserbu pernyataan ;

"Hotelnya yang hits dong, Lai"
"Hotelnya yang instagrammable gitu Lai biar keren"
"Hotelnya yang ada kolam renangnya dong, Lai"
"......."

Mmh. Saya yang berpikir sedari awal bahwa penginapan yang disewa cukup yang bintang satu atau bahkan tidak berbintang karena seharian penuh akan main di luar, jadi bingung. Ini melanggar prinsip awal saya. Hhe. Rasanya sayang kalau harus membayar lebih mahal hanya untuk tidur sebentar. Apalagi kalau harus mencari yang berkolam renang, ini sungguh alasan paling konyol. Kan kita berada di dekat pantai, bisa keuleus berenang di situ? View dan sensasinya lebih keren malahan. Kenapa harus minta kolam renang ya? Rawr.

Tapi yaaa namanya group travelling, gak boleh hanya mengakomodir keinginan saya. Alhasil, itinerary saya tarik kembali. Googling, Traveloka-ing, Agoda-ing, Pegi-Pegi-ing, dan ing-ing yang lain kembali saya lakukan. Demi hotel yang instagrammable dan berkolam renang tapi tetap ramah di kantong. Hhe. Sehari dua hari, akhirnya nongol-lah gambar penginapan mungil bergaya eco green di layar hape saya : Little Coco Gili Trawangan Hotel & Villas. Bagaimana hotel ini?

Hotel mini yang berada di Jalan Bulu Babi, Gili Trawangan ini menyediakan 2 pilihan tempat untuk bermalam :

1. Bungalow
Bungalow yang ditawarkan oleh Little Coco ini bernuansa eco green. Dindingnya terbuat dari kayu sehingga terkesan natural dan ramah lingkungan. Bungalow berukuran 12 meter persegi ini juga dilengkapi dengan tempat tidur ukuran double. Jadi cukup besar untuk digunakan oleh satu orang, namun tidak berdempet-dempetan jika digunakan oleh dua orang. Untuk kamu yang masih single, bisa banget sharing room dengan travelling partner kamu. 


Bungalow ini juga dilengkapi dengan televisi dan air conditioner (AC). Bagi yang kelelahan dan kepanasan setelah keliling-keliling Gili Trawangan, bisa mendinginkan diri sejenak di kamar sembari menikmati hiburan dari TV kabel. Oh ya, tiap-tiap bungalow juga dilengkapi dengan kamar mandi. Jadi kamu bisa bergrujukan ria** menggunakan shower untuk menghilangkan pasir-pasir pantai yang hobi menyelinap ke dalam saku. Perlengkapan mandi? Tenang, demi kenyamanan bergrujukan ria, pihak hotel sudah menyediakan perlengkapan mandi dengan kualitas apik untuk kamu.

Kamar Mandi Sederhana nan Nyaman
Daaan, yang paling keren adalah kamu bisa langsung nyebur ke kolam renang saat keluar dari bungalow. Yes. Kolam renang tepat berada di depan bungalow. Ini yang bikin teman-teman saya kegirangan setengah mati dan heboh macam anak TK dikasih permen. Bukan hanya karena mereka bisa memenuhi hasrat berenang di kolam renang, tapi karena perpaduan antara kolam renang dan bungalow sangat apik. Kata kids jaman now mah, Instagrammable beuuud.

Suasana Bungalow di Malam Hari
Wajah-Wajah Para Pemburu Kolam Renang Hotel
Bagaimana dengan sarapan pagi? Tak usah repot mencari layanan go-food atau warteg terdekat karena Little Coco menyajikan sarapan untuk kamu. Waktu itu sih Mas-Mas penjaga hotel menanyai menu sarapan kami saat sore hari, jadilah pagi pukul 06.00 WIB sarapan sudah tersedia di meja makan. Pilihan menunya bisa pancake, waffle, roti, omelette, atau mie dengan teh hangat atau orange juice sebagai pendamping. 

Tempat Sarapan Penghuni Bungalow
Oh ya, penginapan ini juga dilengkapi dengan sandbag-sandbag kece yang bisa kamu gunakan sebagai properti foto maupun digunakan sebagaimana mestinya, untuk duduk, di tepi kolam renang. Makin kece dengan minum segelas welcoming drink bernama orange juice. Tsahhh. Lengkap sudah kenikmatan bermalam di bungalow ini.

Mm, but sorry to say. Kalian perlu effort lebih untuk menginap di sini karena hanya tersedia 6 bungalow. Hanya 6. Bikin gemes karena harus berlomba-lomba dengan turis lokal maupun internasional. Ya. Sewaktu kami kesana, kamar lain ditempati oleh para bule. Hhu.

2. Villa
Nah, di samping bungalow ada semacam tempat rahasia. Hhi. Menjadi seperti rahasia karena dibatasi oleh dinding yang cukup tinggi. Dan di balik dinding itulah terdapat villa semi private. Kok semi? Iya, villa ini terdiri atas 2 kamar yang letaknya bersebelahan dan disewakan per kamar. Jadi kalau pas sewa, di sebelah ada tamu yang lain dan tidak dikenali ya semacam share villa. Tapi beruntung waktu kami (saya dan suami) menginap, kamar sebelah tidak berpenghuni. Jadilah seperti tinggal di villa mini berdua saja. Hewhew.

Saat memasuki pintu halaman villa yang terbuat dari kayu, kita disuguhi pemandangan hijau dari tanaman-tanaman yang berada di sisi kanan dan kiri jalan. View selanjutnya adalah kolam renang yang berukuran hampir sama dengan kolam renang di depan bungalow di sisi kiri. Atau dengan kata lain tepat di depan kamar villa. 


Bagaimana dengan kamarnya? Tjantik. Bagian depan kamar dibangun menggunakan full kaca dan dilengkapi dengan tirai besar sebagai penutup. Jadilah bisa menikmati suasana luar dari dalam kamar tanpa penghalang. Begitu masuk, tempat tidur sudah dihias dengan bangau dari handuk berwarna merah dengan taburan beberapa bunga. So sweet. Saya dan suami kompak bilang, "Ini sih nuansa honeymoon banget."

Kamar tidur berukuran 25 meter persegi tersebut dilengkapi dengan meja rias dan televisi berukuran 32 inch. Jadi kalau sang istri masih sibuk menaburkan bedak pada wajah, suami bisa nonton tv kabel sembari tidur-tiduran di kasur. What a beautiful life. Tidak hanya itu, untuk menghadapi teriknya matahari di Lombok, pemilik villa sudah menyediakan air conditioner (AC) di tiap kamar villa ini. Sebenarnya tidak terlalu perlu karena bangunan villa ini cukup tinggi sehingga sirkulasi udara di dalam kamar sudah cukup bagus.


Tidak hanya itu, masing-masing kamar villa ini dilengkapi kamar mandi yang cukup besar. Bahkan di dalamnya terdapat 2 buah shower, di kamar mandi bagian dalam dan di luar. Mm, jadi kamar mandinya dipisahkan oleh pintu kaca. Shower bagian luar bisa kamu nikmati sembari memandang langit lepas. Ini bikin mandi lebih seru. Untuk perlengkapan mandi, pemilik villa menyediakan perlengkapan tersebut dengan kualitas dan kuantitas yang lebih banyak dibanding yang disediakan untuk kamar tipe bungalow. ^.^

Kamar Mandi Kece dengan 2 Shower
Dan untuk kamu yang suka rempong saat travelling karena baju yang dibawa banyak (macam saya), kamu tidak perlu khawatir kamarmu nampak berantakan karena tas backpack ada di sudut-sudut kamar. Ada lemari besar yang disiapkan untuk kamu. So kamar tetap nampak rapi dan enak di pandang.

Sarapannya Lil? Tepat di sebelah kolam terdapat ruang makan mini dengan 4 kursi. Jadi berbeda dengan para penghuni bungalow, sarapan kami dikirimkan ke meja makan tersebut tepat pukul 06.00 WIB. Untuk menu, kami diperbolehkan memilih 2 menu tambahan. Saya memilih pancake dan buah segar. Sedangkan Mas Suami memilih mie rebus plus roti. Untuk pendamping, disediakan lengkap  air mineral, orange juice, dan teh hangat. Cukup untuk membuat kami kekenyangan di pagi hari.

View dari Meja Makan
Mm, harus saya akui bahwa menginap di kamar yang berhadapan langsung dengan kolam renang, apalagi dengan dinding kaca sepert villa ini rasanya menakjubkan. Bikin saya betah di area villa, entah untuk sekedar ngobrol santai sembari duduk di sandbag, belajar renang di kolam depan kamar berdua bersama suami, atau tidur-tiduran tjantik di tempat tidur. Eight thumbs up for this villa (2 jempol tangan saya, 2 jempol kaki saya, 2 jempol tangan Mas Suami, dan 2 jempol kaki Mas Suami). Hhi.

Dan sama seperti effort untuk mendapatkan bungalow, mendapatkan villa ini juga tidak mudah. Cuma 2 kamar meeen. 

Trus bagaimana dengan harga Lil? Harga sewa bungalow per malam adalah sekitar 400-500 ribu per malam, tergantung musim saat kita pergi kesana, high season atau low season. Kalau kamu share kamar seperti yang teman-teman saya lakukan, biayanya hanya sekitar 200-250 ribu rupiah. Cukup murah untuk suasana, view, dan fasilitas selengkap ini di daerah Gili Trawangan. 

Untuk sewa kamar villa dibanderol 880 ribu per malam. Bagi saya sih worth it dengan kenyamanan yang kami rasakan. Oh ya, hotel ini terletak sekitar 300-400 m dari bibir pantai. Jadi sangat mudah dijangkau. Kamu juga bisa sewa sepeda dengan harga 40.000 per hari di hotel ini untuk keliling-keliling Gili Trawangan menikmati senja atau sekedar ingin tau suasana di sini.

Baru Foto Pas Mau Check Out
I do recommend this hotel and villas. Sudah 5 orang teman saya mengikuti rekomendasi itu dan bercerita dengan hati berbunga-bunga saat pulang travelling. Semoga kamu juga bisa menikmati hotel ini ya suatu saat nanti. Ini bukan endorsement apalagi produk review. I just wanna share one of many reason why my trip to Lombok Island was memorable and so amazing. ^.^

Oh ya, ini adalah penginapan yang kami gunakan pada malam kedua di Lombok. Malam pertama? Villa super kece menjadi tempat bernaung kami. Dimana? Sebagus apa? Tunggu posting berikutnya yaa..

PS : gengs, kapan jalan-jalan lagi?


* seiprit demi seiprit : sedikit demi sedikit
** bergrujukan ria : mandi dengan air yang mengalir dari atas seperti air terjun
*** source foto :
tripsavvy.com, booking.com, traveloka.com, littlecocogili.com, dokumentasi pribadi

Doodling for Healing, Belajar dari Akun Instagram

Sepanjang hari ini, saya berkutat dengan kain. Mengcopy pola, menggunting, menjahit, dan mewarna. Saya selalu suka bermain-main dengan kain. Membuat beraneka macam boneka baik dari kain katun maupun kain flanel, atau sekedar membuat pouch dengan ornamen berupa lukisan dari cat acrylic. Ah ya. Selain bermain dengan kain, saya juga suka menggambar. Atau mungkin lebih layak disebut corat-coret? Doodling?

Semenjak duduk di bangku sekolah dasar, saya sudah suka mencorat-coret di waktu senggang. Bahkan selalu membawa satu buku khusus untuk doodling di sekolah. Gambar yang saya bikin pun tergolong sederhana, para putri raja dengan gaun mewah bertabur bunga. Yahh meski tak bisa dikatakan bagus, tapi saya tetap semangat membuatnya. Hahaha..

Saat memasuki tingkat 7 (kelas 1 SMP), saya beruntung. Dua orang teman yang duduk tepat di belakang saya adalah komikus handal. Dari mereka saya belajar bagaimana menggambar tokoh yang lebih ekspresif. Saya ingat sekali pelajaran pertama dari mereka : menggambar ulang tokoh komik WITCH. Ada yang tau komik itu? Ini nih :

source : www.teleman.pl
Pelajaran menggambar dari mereka berdua menjadi lebih penting dari mata pelajaran lainnya kala itu. Sampai-sampai saya ditegur oleh guru Bahasa Arab karena asyik menggambar saat beliau serius mengajar (Hhi. Maaf ya Pak Atoq). 

Nah, kegemaran ini terus berlanjut hingga sekarang. Lebih tepatnya menjadi kebiasaan buat saya. Jika sedang terlalu bahagia, terlalu sedih, atau bahkan terlalu datar, saya akan secara otomatis mencorat-coret kertas kosong di sekitar saya. Entah hanya menggambar kepala orang, atau gambar abstrak lainnya. 

Bagi saya, doodling menjadi sebuah kegiatan yang menyembuhkan, healing. Sama seperti menulis buku diary atau curhat cantik bagi sebagian orang. Meski lebih sering gambar itu tidak mewakili apa yang saya rasakan (ya, saya sangat amatir jadilah sulit menggambarkan perasaan ke dalam selembar kertas), tapi ada kepuasan atau kelegaan tersendiri. Seperti menyalurkan energi yang berlebih pada selembar kertas kosong tersebut. So i can say that I do doodling for healing. ^.^
Doodle By Leblung
Dan kecintaan pada doodling ini membuat saya menjadi candu untuk selalu memperhatikan karya dari artist-artist keren. Salah satunya adalah melalui Instagram. Ini beberapa akun yang saya follow dan rutin saya pelototi hampir setiap hari. Mungkin bisa pula kamu jadikan referensi untuk belajar atau sekedar memanjakan mata saat otak mulai penat akibat macet dan rutinitas harian yang tak kunjung selesai.

@byputy
Puty adalah seorang ibu muda, blogger, dan ilustrator. Tokoh yang dibuat oleh Puty seringkali adalah ibu muda chubby yang menggemaskan. Entah kenapa saat pertama menemukan karyanya saya langsung jatuh hati. Mungkin karena tokohnya terasa 'gue banget', ginuk-ginuk gitu. Hahaha. Ilustrasi-ilustrasi yang dibuat oleh Puty pun tidak jauh dari kehidupan yang dijalani oleh ibu-ibu muda atau calon ibu di usia 20 - 30-an. Seperti harapan ibu muda agar anak balita-nya tidak tumbuh terlalu cepat, ribetnya urutan penggunaan skincare Korea, atau ribetnya mamak-mamak yang pengen anaknya no gadget tapi ia sendiri heboh posting foto anak sepanjang hari, dan berbagai cerita lainnya. Pemilihan cerita dan tokoh yang imut ini bikin saya hobi nungguin postingan Puty saban hari. Hhi. Luv her drawing-lah pokoknya.


@majasbok
Majasbok adalah salah seorang ilustrator dari Stockholm, Swedia. Sama dengan Puty, ilustrasi karya Majasbok ini sederhana tapi imut. Kalau Puty mengambil ibu-ibu chubby sebagai tokoh andalan, Maja memilih hewan sebagai tokoh utamanya. Mm, hewan apa ya itu? Tupai? Entahlah, tapi hewannya chubby dan ginuk-ginuk juga. Jadi imut dilihat dan bikin gemas pengen peluk-peluk, *eh. Maja konsisten dengan ciri khas monokrom atau hitam putihnya. Ia juga sudah membuat beberapa buku ilustrasi yang melayani worldwide shipping. Jadi kalau kamu jatuh hati dengan karya Maja dan ingin mengoleksinya, silakan langsung saja mengunjungi website Maja di www.majasbokshop.com.


@naelaali
Berbeda dengan 2 ilustrator sebelumnya, karya Naela Ali lebih ke arah retro dan nyata. Ia mengambarkan manusia dengan utuh dan memiiki ekspresi yang kuat. Naela Ali lebih cenderung suka bermain-main dengan cat air. Sehingga gambarnya lebih berwarna meski pilihannya berkutat pada warna-warna pastel. Meski ia tak membubuhkan cerita-cerita lucu seperti Puty, Naela Ali cukup membuat mata adem dengan karyanya. Sama dengan Maja, ia juga telah menerbitkan beberapa buku seperti Stories for Rainy Days dan Things & Thoughts I Drew When I Was Bored.


@dita.ayu.indah
Nah, yang satu ini adalah ilustrator yang lebih fokus pada manga muslim. Saya tertarik pada karyanya yang sederhana namun bermakna. Jadilah belajar agama gak melulu lewat buku tebal tanpa ilustrasi yang kadang bikin bete. Untuk membuat karya-karya unik ini, Dita menggunakan aplikasi smartphone berjudul Medibang. Saya belom pernah cek sih. Tapi dengan aplikasi ini, si Dita bisa tuh tiba-tiba naruh tokoh gadis berjilbab andalannya di foto nyata. Semacam nemplokin ilustrasi kita di foto gitu. Imut dan gemas. Two thumbs up for Dita.


Nah, itu 4 ilustrator yang menginspirasi saya untuk terus belajar doodling dengan baik dan benar. Kata Naela Ali sih, ia butuh 6 tahun belajar menggambar dengan rutin. Ia bisa, saya pun (harusnya) bisa. ^.^

Kalau ilustrator favoritmu siapa?

DIY Daily Planner Board, Cara Baru Melawan Lupa

Planner yang hobi lupa : saya.

Saya adalah tipikal orang yang lebih suka melakukan sesuatu setelah melakukan perencanaan yang matang. Contoh sederhananya adalah saat travelling. Suami saya, lebih suka pergi dengan spontan, asal tau destinasi utamanya kemana. Sedangkan saya lebih suka membuat perencanaan detail sebelum berangkat, saya akan mengecek transportasi mana yang paling efisien, makanan apa yang nanti patut dicoba, pilihan destinasi mana saja yang paling menguntungkan (biaya sama tapi memberikan pengalaman lebih banyak dan beragam), berapa baju yang dibutuhkan, resiko apa yang mungkin saya hadapi, dan lain-lain.

Tapi salahnya adalah saya suka lupa perencanaan itu. Suka tiba-tiba amnesia mau ngapain dan kenapa baju ini dibawa. Sama persis dengan bagaimana saya menghadapi hari-hari saya. Saat malam hari, saya sudah membayangkan, besok sepulang kerja saya mau mampir ke toko buah membeli mangga. Dari situ jalan ke kosan sembari beli makan untuk makan malam. Setelah sampai di kosan saya mau bikin akun instagram, membuat leaflet, dan membuat konsep giveaway.

Tapi eh tapi, yang terjadi adalah saya lupa plan itu, pulang kerja cuma beli makan dan malah cuci baju, lalu berakhir kecapekan dan baru inget plan lainnya saat akan tidur. Hyaisssh. Ada nggak sih yang dudul seperti saya? Hahaha..

Hal ini terjadi berkali-kali. Sampe kadang-kadang saya sebel dengan diri saya sendiri. Target yang sudah digadang-gadang tercapai dalam jangka waktu tertentu, malah meleset jauh. Fiuhh. Lalu, apa sih yang saya lakukan ?

Beli Buku Daily Planner
 
Ya. Setelah sebel berkepanjangan, akhirnya saya memutuskan untuk membeli buku Daily Planner. Buku ini terdiri atas beberapa bagian. Paling depan tentu bagian untuk memuat identitas si pemilik buku. Bagian kedua diisi dengan tabel Yearly Plan yang imut-imut, ada 5 kolom project untuk tiap bulan. Jadi Yearly Plan ini bisa digunakan untuk menuliskan Main Activities untuk mewujudkan masing-masing project yang kita ingin jalankan.


Di bagian ketiga, creator buku imut bercover warna tosca ini memberikan tabel Monthly Plan. Header tabel diisi dengan nama hari, jadi kita bisa menuliskan poin-poin yang akan dilakukan dari hari ke hari selama satu bulan untuk mencapai target bulanan yang sudah di tulis pada tabel Yearly Plan. Jadi misal saya menuliskan target bulan Januari adalah mempunyai blog dengan posting minimal 45 buah, maka saya bisa jabarkan di hari Senin minggu pertama, saya menulis tentang cara membuat itinerary liburan. Hari Selasa minggu pertama menulis tentang tips mencari tiket murah. Hari Rabu minggu pertama, saya harus menulis tentang cara memastikan makanan halal saat travelling ke luar negeri, dan seterusnya.

Sedangkan bagian keempat disajikan dengan space yang lebih luas. Satu hari diberi space setengah halaman penuh. Jadi bebas mau nulis apa di situ. Sebenarnya sih ini kaki tangan bagian ketiga. Tapi ya boleh-boleh aja kalo kamu gak mlulu menjabarkan ide atau target yang sudah kamu tulis di tabel Monthly Plan. Sah-sah aja kok kalo diselingi curhat, galau-galau, perasaan gembira, atau sekedar cerita bagaimana harimu di kantor atau kampus tadi. Nah, kalo saya sih memanfaatkan bagian ini untuk curhat. Lahh. Hhaha. Just kidding.

Saya memanfaatkan bagian keempat itu untuk menjabarkan aktivitas yang harus saya lakukan selama sehari penuh, mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Iya, part ini penting banget untuk menghadapi penyakit lupa saya yang kadang akut itu.  Tapi yaa, kadang diselingi curhat atau emoticon-emoticon imut gitu sih. Hhi..

Apakah buku berdesign cute dengan pewarnaan ala-ala water colour painting ini berakhir di bagian keempat? Oh No. Masih ada bonus tambahan berupa halaman kosong tanpa tabel, dan bahkan tanpa garis. Halaman kosong ini hanya diisi ornamen-ornamen imut yang jujur bikin saya mantep beli saat milih-milih Daily Planner di sebuah toko online bernama Shopee (hemat ongkir euy, lumayan). Mm, saya belum pakai sih. Tapi bisa untuk sekedar bikin sketch atau brainstroming mengenai project yang sedang kita lakukan.

Keren yaaa Daily Planner-ku. Suka ngetz deh.

Ternyata eh ternyata, masalah tidak berhenti di situ. Saat sedang malas mengunjungi kotak kardus penyimpanan buku, penyakit lupa kambuh. Ya iyalah. Orang gak dibaca ini bukunya. Jadilah saya memutar otak ulang. Gimana caranya buku itu tetap terbaca saat saya malas. Make a DIY Daily Planner Board. Gimana itu?

Ya. Saya memilih untuk menulis ulang target harian saya ke Daily Planner Board bikinan sendiri. Jadi tujuannya agar saya tak perlu bolak-balik buka kotak kardus buku tiap hari, cukup melihatnya di papan besar yang saya tempel di dinding kamar. Tapi untuk planning dan historical document, saya tetap perlu menggunakan buku Daily Planner.

Biasanya, Daily Planner Board memang dibuat menggunakan papan dari triplek, mulai dari papan berwarna hitam seperti papan tulis jaman SD, papan berwarna putih seperti jaman SMP, atau papan berwarna coklat macam milik para crafter kece. Eits, tapi yang terbaru menggunakan grid warna putih, hitam atau emas. But i have no that kind of board or grid. I just have some kind of paper, board marker, and colour pencil.

source : lanaredstudio.com, thecrockpotchronicles.wordpress.com,melanielissackinteriors.com, decoist.com
Just do it. We can create something with this material. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat Daily Planner Board ala-ala leblung. Bahan yang saya gunakan antara lain : kertas karton berwarna putih, kertas crepe berwarna pink, kertas jasmin berwarna soft pink, spidol, pensil warna, penggaris, pensil, penghapus, gunting, lem kertas, dan double tape busa.

Pertama, saya membuat design terlebih dahulu. Maklum masih belajar, suka amburadul kalo gak ada prototype*-nya. Yah meski mamak saya tercinta selalu bilang, "Itu seninya, Nak. Kan yang bagus itu gak selalu harus simetris." Tapi apalah daya jiwa seni separuh aja, jiwa teknik separuh aja. Hhi. Jadilah yuk ah, bikin dulu prototypenya di buku 'segala ada' buku untuk cerita dunia akhirat, buku corat-coret yang saya bawa kemana-mana). 


Setelah selesai, barulah saya bikin di kertas karton. Garis-garis. Gunting. Warna-warna. Karena saya sedang menggemari warna pink, jadilah saya pilih bernuansa pink. Bebungaan seperti hati saya yang selalu berbunga-bunga, eaaa. Hhi. Dan tararaaaa.... inilah hasilnya :


Sederhana sih, tapi entah kenapa saya suka lihatnya. Nah, itu salah satu keuntungan bebikinan sesuatu sendiri. Kalau dibandingkan dengan Daily Planner Board yang bisa dibeli di beberapa toko online atau offline, ini memang nampak terlalu sederhana. Tapi bebikinan sendiri atau DIY (Do It Yourself) selalu menciptakan kepuasan dan kebanggaan berbeda bagi pembuatnya. Alhasil makin semangat deh pakainya. Ya nggak, ya nggak?

Nah, Kolom sebelah kiri akan saya gunakan untuk menulis target harian lengkap (mulai bangun sampai tidur lagi). Ditulis pake huruf ukuran minion yaa. Kalo gede-gede bisa penuh dinding kamar saya sama Daily Planner Board. Hhe. Sedangkan kolom sebelah kanan saya gunakan untuk evaluasi mingguan, target apa yang tercapai, target yang meleset, dan kendala apa yang dihadapi.


Daily Planner Board ini sengaja banget di taruh di sebelah kiri tempat tidur, part yang sering saya tengok karena ada colokan listriknya. Jadi tiap bangun dan mau tidur bisa langsung baca Daily Planner Board pinky ini. Oh iya, Daily Planner board ini bisa banget dipakai oleh para mamah muda yang sedang mempersiapkan MPASI loh, bisa tuh diisi menu-menu yang mau dimasak, sebelah kanan digunakan untuk bikin catatan makanan apa yang si keci suka dan tidak suka.

Kalau mau Daily Planner Boardnya bisa kepake lebih lama dan nggak cuma sebulan seperti milik saya, kolomnya bisa diisi dengan kertas post it segambreng di tiap kolomnya. Jadi tinggal diambil bagian teratas kalau ganti tanggal. It's that simple. So, Let's make it guys, karena lupa harus dilawan. ^.^

*Prototype dengan skala lebih kecil




Kelas Berbagi Cerita Rangkul : Hubungan Reflektif - Manajemen Emosi Diri

Kelas parenting ini menjadi menarik buat saya karena 2 hal. Pertama, kelas ini diadakan oleh komunitas yang didirikan oleh Ibu Najeela Shihab. Dan kedua, materi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan saya, yaitu pengelolaan emosi. Jika di antara para pembaca artikel ini masih ada yang mengernyitkan dahi karena tidak paham kenapa saya yang masih berstatus calon ibu sudah ikut kelas parenting, apa motivasi saya ikut, atau bahkan bingung apa itu Kelas Berbagi Cerita Rangkul, silahkan jump to my previous article, klik di sini. Saya menceritakan jawaban dari keheranan-keheranan itu di situ yaa..
source : www.keluargakita.com
Apa yang mempengaruhi hubungan dalam keluarga ?

Pada dasarnya, kita semua menginginkan hubungan keluarga yang baik, harmonis, menyenangkan, saling mendukung, dan penuh dengan kebahagiaan. Tapi, sadarkah kita bahwa terdapat hal-hal yang secara tidak sengaja atau tidak terkontrol dapat mempengaruhi hubungan dalam keluarga? Ya, bagaimana kita bersikap dan membentuk hubungan dengan anggota keluarga yang lain, entah dengan suami, istri, anak, kakak, adik, sepupu, nenek, kakek, tante, paman, bibi, atau anggota keluarga yang lain pada dasarnya dipengaruhi oleh 4 hal utama. Yaitu :

Pola Pengasuhan di Masa Lalu

Pola pengasuhan yang kita terima di masa lalu, memiliki tempat tersendiri di dalam otak kita. Pengalaman ini tidak dapat dihindari dan diubah. Secara tidak sadar, apa yang kita alami dalam pengasuhan di masa lalu menjadi standar untuk melakukan pengasuhan di masa kini. Contoh kecil dan sederhana adalah ketika suami saya menyuruh adik bungsunya untuk membersihkan rumah. Saya yang sedari kecil diberikan waktu penuh untuk bermain dan belajar tanpa kewajiban untuk membersihkan rumah, sontak menolak perintah itu. "Biarin dong, kan dia baru juga nonton TV."

Ekspresi yang saya keluarkan adalah wujud dari pola pengasuhan yang saya alami. Itu tidak terkontrol, respon otomatis ketika menghadapi suatu kondisi yang juga pernah saya alami. Namun, pola pengasuhan tidak selamanya benar dan dapat diterapkan. Misal, seorang ibu biasa menyuruh anaknya belajar dengan cara dibentak dan dicubit bila membangkang. Hal itu tidak dapat dibenarkan.

Maka tugas kita adalah mengontrol pengalaman masa lalu yang kita alami. Ambil pola pengasuhan yang baik, dan buang apa yang buruk. Kuncinya adalah dengan saling menghargai dan mengingatkan antara satu anggota keluarga dengan yang lain. Membentuk hubungan keluarga yang harmonis bukan hanya tugas satu orang bukan?

Keunikan Temperamen

Setiap anggota keluarga dilahirkan dengan temperamen yang berbeda. Misal saya dilahirkan menjadi pribadi yang melankolis dan sensitif, sedangkan kakak saya dilahirkan menjadi pribadi yang easy going dan memandang banyak hal dengan lebih sederhana. Ini sama seperti halnya saya dilahirkan memiliki hidung mungil, sedangkan kakak saya dilahirkan dengan hidung seperti jambu air bangkok, gede. Padahal kita dilahirkan dari rahim yang sama toh?

Temperamen ini dapat mempengaruhi bagaimana seseorang bersikap dan bereaksi dengan lingkungan di sekitarnya. Sudah sepatutnya kita menghargai perbedaan ini. Karena poinnya untuk membangun hubungan keluarga yang baik adalah bagaimana kita bisa bereaksi atau berperilaku sesuai dengan yang lawan kita butuhkan.

Jadi, meskipun salah satu anggota keluarga memiliki temperamen yang cenderung negatif, cobalah untuk melihat hal tersebut dari sisi positif. Misal saya mudah menangis, kakak saya bisa saja mencap saya sebagai seseorang yang cengeng, cemen, dan lebay. Tapi ia bisa membaca temperamen itu menjadi temperamen positif, misal saya seorang yang terlalu peka. Dengan temperamen mudah menangis ini, kakak saya bisa mengatur bagaimana harus berinteraksi dengan saya, misal tidak menggunakan kata-kata kasar (meski bercanda), tidak menggunakan nada tinggi, dan lain-lain.

Hubungan Sosial atau Pergaulan dan Dunia Luar

Kita tidak dapat mengontrol pola asuh yang diterapkan di keluarga teman-teman kita. Pun kita juga tidak dapat mengontrol perkembangan teknologi yang ada. Mau tidak mau, sadar atau tidak sadar, hubungan sosial dan dunia luar ini berpengaruh di dalam hubungan antara anggota keluarga.

Contohnya, di era modern ini, siapa sih yang tidak menggunakan handphone? semua orang bahkan anak sekolah dasarpun sudah familiar dengan benda tersebut. Saat kita menetapkan waktu quality time di rumah, misal setelah maghrib ditetapkan untuk waktu bercengkrama bersama keluarga, sedangkan di keluarga teman kita tidak demikian. Bukan hal yang aneh jika teman kita itu menghubungi kita melalui telpon atau whatsapp, telegram, dan sejenisnya. Bisa jadi ritme pengasuhan yang sudah disepakati ini akan berubah jika kita membiarkan ritme keluarga yang lain masuk tanpa permisi.
source : www.keluargakita.com
Hal-hal semacam ini tidak dapat dibendung dan diblock permanen, kitalah yang harus mengupayakan untuk konsisten dengan pola pengasuhan yang telah disepakati bersama. Apa yang didapat dari luar, dapat menjadi pelajaran. Namun, tidak harus diterapkan di keluarga kita. Sama dengan pola pengasuhan di masa lalu, ambil yang baik, dan buang apa yang buruk.

Perubahan Zaman

Setiap anggota keluarga wajib menerima perubahan zaman. Meskipun secara filosofi tetap sama, perubahan zaman menyebabkan tidak sedikit hal yang nyata berubah. Salah satu di antaranya adalah teknologi. Perkembangan teknologi memiliki berbagai sisi, selain memudahkan interaksi dalam hubungan, namun juga hadir dengan berbbagai resiko apabila kita tidak belajar mengendalikan dengan baik. Lihat video berikut ini



Dalam membangun hubungan keluarga yang baik, tentu dibutuhkan pengelolaan emosi. Namun, apa sih emosi itu?

Emosi adalah sebuah perasaan yang kita alami ketika menghadapi sesuatu. Dan ini adalah hal yang wajar, tidak terpisahkan dari diri kita, dan pengalaman di dalam keluarga. Dikatakan wajar adalah karena pada saat yang sama kita berlaku sebagai banyak peran. Misalkan saya, di waktu yang bersamaan, saya tidak hanya menjadi istri, namun juga menjadi anak, kakak, adik, menantu, karyawan, dan teman. Sehingga menjadi wajar apabila saya terkadang mencampur adukkan emosi yang saya rasakan.

Misalkan saya pulang ke rumah dengan perasaan jenuh karena pekerjaan yang menumpuk saat di kantor, ketika adik tidak sengaja menumpahkan parfum kesayangan saya, saya akan bereaksi dengan marah berlebihan. Padahal emosi saya seharusnya bukan karena parfum tumpah, namun karena pekerjaan yang menumpuk. Emosi semacam inilah yang perlu untuk dicermati agar tidak salah sasaran.
source : www.momlifetoday.com
Satu trik yang dibagikan oleh Teh Ari, relawan Rangkul, untuk menahan agar emosi negatif tidak tersalurkan dengan salah adalah menggunakan kata khusus. Kata khusus ini digunakan sebagai tanda agar anggota keluarga yang lain, anak-anak dan suaminya menghindar saat ia terserang emosi negatif dan bukan karena mereka. Kata khusus yang ia gunakan adalah Tibet.

Jadi misal Teh Ari sedang marah dengan kliennya dan saat itu tiba-tiba sang anak menghampiri, ia akan bilang "Tibet". Itu tandanya si anak harus pergi menghindar hingga sang ibu mereda emosinya dan siap untuk membantu sang anak. So, dengan itu anak terhindar dari amukan si ibu yang sebenarnya disebabkan oleh hal lain. Simple tapi efektif menurut saya. Bisalah saya tiru nanti. Hhe.

Tidak hanya itu, masalah yang seringkali muncul dalam pengelolaan emosi adalah pembacaan emosi yang salah. Sehingga seringkali kita salah dalam berekspresi. Contohnya, saat anak tidak sengaja menumpahkan saos ke kemeja putih milik teman ibunya, sang ibu yang panik akan bereaksi dengan marah, "Adik, gitu aja kok gak bisa sih? ini jadi kotor semua kan baju Tante Ivana." Ekspresi ini bisa jadi pengalaman yang salah bagi sang anak. Ia yang kematangan emosi dan pola berpikirnya belum sempurna akan beranggapan bahwa menumpahkan saus adalah salah dan berarti dimarahi. Padahal, sang ibulah yang salah berekspresi. Seharusnya, ia cukup meminta maaf kepada temannya atas ketidak sengajaan itu.

Pengekspresian emosi yang salah ini apabila tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan lingkaran emosi negatif yang tidak baik untuk anak, keluarga, maupun diri sendiri. Dan, tidak menutup kemungkinan hal yang sama akan berulang di kemudian hari. So, hal pertama yang menjadi PR kita semua adalah bagaimana membaca emosi kita sendiri agar ekspresi yang dimunculkan tepat sasaran.

Dalam kelas parenting ini, diperkenalkan 4 macam emosi yang hobi disalah artikan atau tertukar. Yaitu : marah, tidak enakan, merasa bersalah, dan ingin dipuji atau mendapat pengakuan.
source : www.keluargakita.com
Sebenernya banyak contoh dan sharing mengenai pengelolaan emosi ini, tapi saya rasa akan lebih afdhol jika ikut kelasnya secara langsung. Gak bakal rugi, yang ada malah nagih untuk ikutan kelas-kelas berikutnya. 

Yuk belajar mengasuh!





TIPS - Hal Penting Dalam Membeli Rumah Secara Tunai, CASH Tanpa KPR

Disini saya ingin berbagi pengalaman dan harapannya supaya Anda lebih siap kalau ingin membeli rumah bekas atau rumah baru secara tunai (tanpa KPR). Semoga tips-tips dan catatan ini bisa bermanfaat bagi kalian khususnya yang sedang berniat membeli atau mencari rumah impian, perlu diketahui bahwa semua yang tertera disini adalah murni dari pengalaman saya pribadi ketika membeli rumah di Surabaya.

SABAR & USAHAKAN TETAP TENANG

Harga rumah saat ini makin lama makin naik, bahkan di Surabaya dan sekitarnya boleh dibilang "tidak masuk akal". Bahkan ada seorang kawan saya (domisili daerah Jakarta) yang pernah bilang kurang lebih seperti ini, "dengan harga segini di Jakarta bisa dapat yang lebih bagus, dengan pertimbangan lokasi yang hampir sama".

Menemukan rumah yang cocok atau yang menurut kita "pas", susahnya minta ampun (saya pribadi butuh waktu kurang lebih 3 bulan, saya punya kawan bahkan hampir sampai 1 tahun). Ketemu rumah bagus, lokasi kurang cocok, ingin lokasi dekat tempat kerja tapi harga rumah di lokasi tersebut sudah tidak terjangkau (bahasan kali ini khusus untuk beli rumah tanpa KPR), atau ketemu rumah yang cocok dan lokasi cocok tapi lingkungannya yang tidak nyaman, dan masih banyak lagi kemungkinan lain yang menyebabkan kita belum juga dapat rumah sesuai harapan.

Rasa ingin segera dapat dan punya rumah impian yang begitu besar, kadang membuat kita tidak berpikir dua kali dalam mengambil keputusan, bahkan bisa sampai tanpa berpikir jernih. Ditambah lagi rasa capek dan mungkin menyerah karena susah menemukan yang cocok.

Kita ingat bahwa bukan hanya kita yang sedang mencari-cari rumah, baik itu untuk tempat tinggal langsung atau hanya sekedar investasi jangka panjang dan mungkin kebutuhan lainnya.

Dari beberapa faktor tersebut pastinya membuat gelisah, susah tidur dan susah makan karena nafsu makan yang rusak karena pikiran-pikiran liar yang lalu lalang. Jika kalian sedikit banyak mengalami itu, usahakan untuk TETAPLAH TENANG, BERDOA dan BERPIKIR POSITIF. Saya paham kondisi yang Anda alami, tapi percayalah bahwa Anda harus berusaha dengan sangat maksimal untuk sabar, tetap tenang dan berpikir positif.

PASTIKAN DOKUMEN LEGAL LENGKAP + BERSIH

Setelah Anda berhasil menemukan yang paling cocok dan ingin membelinya, poin penting selanjutnya adalah Anda HARUS benar-benar melakukan cek ricek terhadap dokumen legal yang ada, diantaranya adalah :

  1. SHM (Sertifikat Hak Milik) Asli.
  2. IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) Asli.
  3. SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) Asli.
Kalian harus pastikan bahwa semua dokumen diatas ada, dan penjual rumah mampu atau bersedia menunjukkan dokumen yang asli, bukan sekedar foto-copy. Jika penjual belum bisa menunjukan berkas yang asli, coba diskusikan lebih lanjut upayakan sebisa mungkin kalian benar-benar melihat dokumen yang asli.

Jika posisi rumah tersebut masih KPR, usahakan datang ke Bank yang dipakai KPR bersama dengan penjual untuk cek langsung berkas-berkasnya yang ada di Bank, apakah benar SHM asli dan IMB asli ada di Bank. Jangan langsung percaya jika penjual berkata, "Tidak perlu khawatir mas/mbak, ini posisi sudah KPR pastinya aman karena pihak Bank tidak mungkin bersedia KPR jika dokumen yang saya serahkan tidak asli".

Percayalah, karena saya pribadi sudah tertipu dengan omongan seperti itu. Secara teori memang pihak Bank tidak akan memproses KPR jika dokumen asli tidak ada. TAPI, Anda harus ingat bahwa kita hidup di Indonesia dimana banyak hal yang seharusnya tidak mungkin menjadi mungkin karena SUAP, Nepotisme atau sejenisnya.

Jika posisi rumah yang akan Anda beli tadi tidak dalam proses pelunasan KPR, dengan kata lain memang semua dokumen asli sudah dipegang langsung oleh pihak penjual. Pastikan bahwa semua dokumen tadi adalah atas nama pihak penjual itu sendiri. Karena jika masih atas nama orang lain, mungkin saudara dekat atau lainnya pasti Anda akan sangat kerepotan dan bisa jadi rumah tersebut statusnya SENGKETA. Entah sengketa karena itu adalah rumah warisan, yang mana harus dapat persetujuan banyaj pihak, atau sengketa lainnya.

Kemudian, mengenai SPPT atau pajak rumah tersebut sudah pecah (jika rumah tersebut awalnya dari 1 kavling). Jika masih belum pecah, upayakan agar penjual bersedia memecah dahulu atau mungkin Anda yang melakukan pemecahan SPPT tapi dengan syarat dan ketentuan yang disepakati bersama.


TANYA TETANGGA SEKITAR

Langkah selanjutnya, Anda wajib menggali informasi lebih lanjut terkait rumah dan juga penjual rumah tersebut dari tetangga sekitar. Misalkan bisa tanyakan beberapa hal berikut :

  1. Status rumah tersebut bagaimana?
  2. Keseharian penjual rumah tersebut bagaimana?
  3. Bagaimana hubungan penjual dengan warga sekitar?
  4. Dan lain-lain.
Intinya adalah usahakan kenali pihak penjual sendiri dengan hati-hati, jangan sampai Anda menemui penjual dengan karakter sama seperti sales yang tidak bertanggungjawab setelah berhasil menjual barang. Sebaik-baiknya (mungkin terlihat sabar, terlihat tekun alim dan sholat tepat waktu atau lainnya) sikap penjual di awal kenalan dengan Anda, TIDAK AKAN menjamin sikap tersebut akan awet sampai proses balik nama sertifikat atas nama Anda selesai. 

Saya bukan meminta Anda untuk berprasangka buruk, tapi waspadalah daripada bernasib seperti saya (di awal baik banget, setelah pelunasan susahnya minta ampun untuk dihubungi / diajak ketemu bahkan untuk tanda tangan Akta Jual Beli di depan Notaris).

HATI-HATI DENGAN TAWARAN PENJUAL

"Kalau mas/mbak sibuk, saya bantu untuk uruskan ke Notaris saja sekalian supaya cepat."
"Supaya cepat, saya bantu untuk bayarkan pajak-pajaknya saja mas/mbak."
"Supaya cepat dan tidak merepotkan mas/mbak, percayakan saja sama saya."
"Pakai notaris saya saja mas, enak cepat dan bisa diatur."
Dan masih banyak lagi bujuk rayu penjual yang keluar untuk meyakinkan pembeli rumah dengan dalih supaya proses pengurusan balik nama selesai dengan cepat.

Pertama, yang harus Anda tahu bahwa proses balik nama atau proses jual beli itu semuanya hampir samam tidak ada yang bisa membuat proses tersebut lebih cepat. Yang ada malah membuat proses tersebut makin lambat.

Kedua, serumit atau serepot apapun proses yang ada saya sarankan untuk mengurusnya sendiri. Supaya Anda juga tahu proses sebenarnya seperti apa, sekaligus menambah pengalaman dan pengetahuan untuk Anda. Dan bisa jadi lebih hemat juga dari segi biaya yang Anda keluarkan.

Ketiga, saya sarankan agar Anda mencari atau memilih Notaris pilihan Anda sendiri, lebih baik hindari Notaris yang ditawarkan oleh pihak penjual. Hal ini menghindari adanya kerjasama atau komunikasi yang berjalan paralel sehingga bisa menimbulkan fitnah atau bahkan pertengkaran.

HATI-HATI DALAM TRANSAKSI

Hal yang paling penting adalah ketika mulai melakukan transaksi, baik itu serah terima tanda jadi atau lainnya. Upayakan semaksimal mungkin ketika Anda melakukan transaksi dengan penjual untuk melakukan pembelian atau pelunasan terhadap rumah yang Anda incar, lakukanlah di hadapan Notaris, supaya jauh lebih aman.

Namun jika dengan sangat terpaksa tidak bisa dilakukan di hadapan Notaris, minimal lakukan transaksi dengan metode transfer lalu minta bukti semacam kwitansi lengkap dengan materai. Dan tidak lupa, rekamlah proses transaksi tersebut.

Tidak hanya ketika proses transaksi, sebaiknya Anda punya rekaman terkait semua komunikasi / diskusi / kesepatakan yang Anda lakukan dengan pihak penjual.


KESIMPULAN

Mungkin itu yang bisa saya bagikan, semoga urusan Anda lancar hingga selesai, tidak ada hambatan atau halangan yang bisa memberatkan. Intinya hal penting dan wajib yang harus Anda perhatikan dalam membeli rumah secara tunai / cash / tanpa KPR adalah :

  1. Pastikan dokumen legal yang asli ada dan lengkap, seperti SHM, IMB dan SPPT.
  2. Pastikan status rumah tidak dalam sengketa.
  3. Lihat kondisi fisik rumah.
  4. Kenali penjual dan lingkungan sekitar.
  5. Tanyakan apa saja fasilitas yang akan Anda terima.
  6. NEGO harga.
  7. Jangan tergiur tawaran dari pihak penjual.
  8. Lakukan transaksi di hadapan Notaris.
  9. Minta foto-copy KTP, NPWP, KK, Buku Nikah (jika sudah menikah) kepada penjual.
  10. Usahakan untuk sabar dan selalu tenang.

Sabtu Tanpa Tuan yang Ditunggu, Yuk-lah Luluran Dulu!

source : www.7cups.com
Sabtu telah tiba
Sabtu telah tiba
Hatiku gembiraaa...


Yeay! Finally, it’s Saturday!

Hayo ngaku deh siapa yang girang maksimal karena ini hari Sabtu? Saya termasuk kok. Jadi jujur saja, saya adalah salah satu orang yang selalu menunggu datangnya hari Sabtu tiap minggunya. Kenapa? Karena saya nggak harus mandi pagi dengan buru-buru karena takut ketinggalan bus jemputan kantor. Karena saya gak harus juga mandi terlalu pagi. Karena saya gak harus juga melakukan pekerjaan rutin yang kadang membosankan. Karena saya gak harus juga duduk seharian di depan PC segede gaban. Dan karena di hari Sabtu juga saya biasanya bisa bertemu dengan my favorite man ever, Suami saya, maklumlah ya pejuang LDM (Long Distance Marriage).

Jadilah menurut saya hari Sabtu itu adalah play day, hangout day, crafting day, and dating day. Yapp, Hari Sabtu adalah hari dimana saya bisa main Candy Crush, Tetris, atau Onet sesuka hati. Hari Sabtu adalah juga hari dimana saya bisa pergi ke kota sebelah hanya untuk ketemu teman lama, mencoba tempat makan baru, menjelajah tempat wisata baru, atau sekedar beli alat perang alias kosmetik, atau ikut workshop mini. Hari Sabtu adalah juga hari dimana saya bisa berkreasi di dalam kamar kos dengan tenang sepanjang hari, tanpa harus takut tidur terlalu larut malam dan besok terlambat pergi ke kantor. Dan lagi yang lebih penting lagi, hari Sabtu adalah juga hari dimana saya bisa menghabiskan quality time bersama si Mas Suami atau anggota keluarga yang lainnya. Ini karena saya biasanya dikunjungi Mas Suami atau mengunjungi Mas Suami dan keluarga di hari Sabtu. For me, Saturday is an important day-lah. ^.^
source : www.simplemost.com
Tapi, ada kalanya juga hari Sabtu berarti sleep day. Biasanya ini berlangsung saat Mas Suami sedang tidak berkunjung dan saya tidak sedang pulang mengunjunginya dan keluarga. Plus saat kondisi badan saya sedang menurun akibat perjalanan dinas luar yang melelahkan atau side job (online selling and blogging) yang bikin saya begadang berhari-hari.

Saat sleep day, bisa loh saya seharian nyungsep di kasur, entah beneran tidur atau sekedar tiduran sambil scrolling instagram dan youtube. Hhe. Such an unproductive day yaa. But, it’s really happened to me. Kamu gak pernah?

Daaan gejala itu sudah mulai nampak ke permukaan. Badan saya sudah mulai pegal-pegal dan mood mulai menurun. Tapi, saya pengen deh memanjakan diri. Jadi meski badan pegel-pegel tetap bisa melewati hari Sabtu dengan gembira. Dan kebetulan sekali ada body scrub yang belum saya coba. So, I decide to scrubing binti luluran di hari Sabtu yang kelabu itu.
source : www.talentedladiesclub.com
Body scrub yang akan saya coba adalah Vineyard Peach Body Scrub milik brand The Body Shop. Bentuk kemasannya standar seperti varian body scrub milik The Body Shop yang lain, tapi saya suka warna peach jadilah kemasan ini nampak cantik dan menggoda buat saya. Hhi. 
source : www.thebodyshop.com.my

Begitu dibuka, aroma segar buah peach langsung menyambut. Tapi yang konyol adalah saya malah ingat teh rasa peach yang biasa saya beli saat ngemall di jaman kuliah. Hhi. Merusak suasana banget yang nostalgia saya. Wangi seger pokoknya. Ini juga yang bikin saya nekat beli (nitip temen) meski pada awalnya berencana beli body mist-nya aja. FYI, varian Vineyard Peach ini adalah varian yang limited edition. Jadi kalau kalian berencana beli dan pas di toko ada, sebaiknya gak pake mikir dua kali deh, karena besok belum tentu ada. Ini pengalaman pribadi banget, bela-belain nitip body mist ke temen, telpon ke beberapa store The Body Shop baik di Bandung maupun di Surabaya, dan hasilnya nihil. Hhu.

Lalu bagaimana teksturnya? Sama seperti varian body scrub The Body Shop yang lain, Vineyard Peach ini juga dilengkapi dengan butiran scrub yang berfungsi untuk proses exfoliating atau pengelupasan sel kulit mati kita. Tapi tekstur Vineyard Peach ini super creamy. Berbeda dengan varian Fuji Green Tea yang berbentuk gel dengan butiran scrub, Vineyard Peach ini berbentuk seperti krim lembut atau es krim yang meleleh. Lembuuut. Dibandingkan dengan body scrub merk lain yang saya punyai (Shinzui, Purbasari, Pradasari, dan Dove), Vineyard Peach ini menang telak.
source : www.zapaction.blogspot.com

Saat akan saya oleskan ke kulit, saya sempat berfikir bahwa bau wangi ini tidak akan tahan lama seperti yang terjadi pada varian Fuji Green Tea. Dan karena lembut banget, tentu akan lebih mudah larut dalam air. Setelah saya oleskan, saya biarkan dulu selama sekitar 10 menit. Ditunggu sembari sikat gigi, cuci kerudung, dan nyanyi-nyanyi gak jelas.
source : www.corallista.com

Setelah itu dbilas hingga bersih. Dan ternyata eh ternyata, wanginya masih nempel di kulit. Lebih wangi dari berbagai body scrub yang saya miliki lainnya. Jadi hipotesa bahwa tekstur lembut mengurangi tingkat kewangian di kulit setelah scrubing salah. Bahkan setelah saya mandi dan balik lagi lewat kamar mandi, wanginya berasa bangeeet. Sempet nelangsa karena bau kamar mandi lebih peachy dari tubuh saya. Wkwkwk.

Tidak hanya itu, saat mandi keesokan harinya, wangi peach ini masih tersisa. Ya meski tidak seberat saat selesai mandi. Tapi bisa saya katakan kalau wangi body scrub ini tahan lama. Mm, 4.5 of 5-lah kalau dikasih rating. Sedangkan untuk efektifitas dan efisiensi proses exfoliating, saya rasa sama saja dengan varian Fuji Green Tea dan body scrub merk lain yang saya miliki.

So, dengan aroma wangi segar menggoda menentramkan sepanjang hari plus kulit jadi mulus tanpa harus gosok-gosok pakai batu mah, saya merekomendasikan sekali produk ini. Tapi, harganya lumayan sih. Rp 299.000 untuk kemasan 250 ml. Mungkin saya akan beli saat habis bonusan dan dihemat untuk momen-momen special saja. Hhhi..

Oh ya, tips khusus untuk scrubing adalah mandilah normal dulu, pakai sabun mandi dan bilas hingga bersih. Setelah itu keringkan dengan handuk, baru oleskan body scrub secara merata. Jangan lupa sembari dipijit-pijit yaa. Biar badan wangi, pegal pun hilang.

Nah, setelah merasa wangi dan segar, saya biasanya memutuskan untuk menggunakan baju rumahan yang cantik dan rapi. Buat saya, baju dan tampilan itu mempengaruhi mood saya di hari itu. So, saya siap untuk nonton film, baca novel, atau crafting kece di hari Sabtu yang tidak lagi kelabu itu. I’m ready to have a great day!

source : www.childproofparenting.com



Cara Memutihkan Kulit Secara Alami Dengan Buah Jeruk

Jika kalian memiliki masalah kulit hitam, kurang indah dan ingin memutihkan kulit dengan cara alami maka kalian tepat berada disini. Melalui artikel ini Hey! Leblung ingin berbagi tips metode pemutih kulit secara alami tanpa menggunakan kosmetik dengan berbahan kimia.

Salah satu bahan alami yang dapat bekerja untuk mencerahkan kulit secara efektif adalah Buah Jeruk. Dalam kandungan buah jeruk banyak mengandung Vitamin C, A dan asam alami yang dapat membantu memperbaiki pigmentasi melanin, anti penuaan dan pemulihan kolagen untuk membuat kulit tampak putih alami. Berikut adalah tiga formula pemutihan kulit dari jeruk yang sangat efektif. Mari cari tahu dan bagaimana cara menerapkannya.

Pemutih Kulit dengan Jeruk dan Minyak Zaitun

Buah jeruk dan minyak zaitun merupakan kombinasi yang tepat untuk wanita yang berkulit kering karena kedua bahan ini bisa melembutkan dan melebabkan kulit. Karena minyak zaitun dapat memberikan kelembapan yang baik, dan juga merangsang sintesis kolagen dan elastin, digabungkan dengan buah jeruk yang mampu membantu untuk mencerahkan kulit.

Bahan - bahan :
½ Jeruk
2 Sendok makan minyak zaitun

Cara melakukannya : 
Peras air jeruk ke dalam cangkir bersih, lalu tambahkan minyak zaitun dan aduk rata. Bersihkan wajah dengan air bersih, lalu gunakan campuran ini dalam 20 menit. Sebaiknya kalian menggabungkan dengan pijatan lembut agar nutrisi bisa diserap dengan cepat ke kulit dan meraih hasil terbaik. Terakhir saat masker kering Anda bisa mencucinya dengan air hangat. Oleskan masker ini selama tiga kali dalam satu minggu.

Pemutihan Kulit dengan Susu dan Jeruk

Kombinasi pemutih ini memiliki asam laktat, sebuah zat yang mampu membantu mencerahkan kulit, pengelupasan kulit dan membersihkan kulit secara efektif, bersama dengan kandungan Vitamin A, D, B6, B12 sehingga dapat membuat kulit menjadi lebih sehat. Masker susu dan jeruk segar dapat memperbaiki warna kulit dengan cepat, melindungi kulit dari efek negatif lingkungan dan membuat kulit tetap segar.

Bahan - bahan :
½ Jeruk
2 Sendok makan susu segar tanpa gula

Cara melakukannya : 
Campur jus jeruk dengan susu segar dan aduk rata. Bilas wajah lalu gunakan campuran yang telah dibuat dengan kapas, oleskan ke kulit. Diamkan selama 15 sampai 20 menit, lalu cuci muka dengan air hangat. Oleskan perawatan masker ini di rumah selama 2-3 kali seminggu, dan Anda akan merasakan kulit Anda lebih lembut dan cerah setiap hari.

Pemutih Kulit dengan Jeruk dan Yogurt

Yogurt mengandung vitamin, mineral dan terutama asam laktat tinggi, dan antibakteri, sehingga sangat baik untuk kulit. Karena itu, Anda bisa memadukan dengan jeruk untuk memutihkan kulit . Selain itu, masker wajah jeruk dan yogurt cocok untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif.

Bahan - bahan :
½ Jeruk
2 Sendok makan yoghurt

Cara melakukannya : 
Sama seperti dua prosedur pemutihan kulit sebelumnya, pertama tambahkan jus jeruk dan yogurt lalu dicampur. Setelah membersihkan kulit dengan pembersih, oleskan kapas ke larutan dan terapkan pada kulit, lalu diamkan selama 20 menit. Setelah itu bilas sampai bersih. Gunakan secara teratur setiap 2-3 kali dalam satu munggu pada malam hari sebelum tidur. Setelah pemakaian rutin maka kulit Anda pasti perlahan putih dan tidak ada jerawat yang muncul.

Cara Membuat Masker Pelembab Untuk Kulit Kering

Dengan beberapa metode pelembab untuk kulit kering berikut akan membantu Anda dalam membantu perlindungan kulit dengan efektif dan aman. Kulit kering, pecah-pecah, keriput merupakan kondisi umum yang sering dijumpai oleh sebagian besar perempuan di musim dingin.

Di musim dingin, kulit Anda kehilangan elastisitas alami, dan tanda-tanda penuaan pada kulit. Karena itu, Anda harus memperhatikan perawatan dan perlindungan kulit Anda dengan benar sehingga kulit selalu indah dan lembab. Dengan beberapa perawatan masker pelembab berikut untuk kulit kering ini, akan membantu Anda melindungi kulit Anda dengan lebih baik.

Cara Mengatasi Masalah Kulit kering

MASKER PELEMBAB DARI APLUKAT DAN MINYAK ZAITUN
Bahan - bahan :
+ 4 sendok makan daging Alpukat
+ 3 sendok makan minyak zaitun

Cara Membuat :
Campur kedua bahan alami tersebut dan oleskan secara merata ke wajah selama 15 menit. Kemudian bilas dengan air hangat, dan bilas lagi dengan air dingin. Krim ini akan memberi Anda vitamin, mineral, antioksidan dan kelembaban yang dibutuhkan sepanjang musim dingin.

MASKER PELEMBAB DARI BIR DAN MADU
Bahan - bahan :
+ 2 sendok makan bir
+ 2 sdt minyak zaitun
+ 2 sendok teh madu

Cara Membuat :
Campur semua bahannya, rebus dan biarkan mendidih. Bila sudah tercampur rata, maka Anda angkat dan dinginkan, setelah dingin, kemudian oleskan ke wajah sampai 15 menit lalu bilas dengan air dingin.

MASKER PELEMBAB DARI TELUR DAN MADU
Bahan - bahan :
+ 1 kuning telur
+ 2 sendok teh madu

Cara Membuat :
Campur bahannya, oleskan ke wajah dan tunggu selama 15 menit. Dengan masker pelembab kulit kering ini akan membantu kulit kering lebih lembab dan sehat.

Itulah tadi beberapa tips perawatan kecantikan tentang cara membuat masker pelembab untuk kulit kering yang bisa kalian coba dirumah. Sebelumnya Hey! Leblung juga telah memberikan tips tentang bagaimana memanfaatkan buah-buah alami sebagai masker kulit Anda supaya lembab dan terawat di artikel ini.

Cara Melembabkan Kulit dengan Masker Buah

Cara Melembabkan Kulit - Di musim kemarau begini, kulit perlu lebih diperhatikan, cukup memberi kelembaban pada kulit dengan mengoleskan pelembab dan banyak minum air putih secukupnya tentunya merupakan rutinitas perawatan kulit terbaik.

Tidak peduli seberapa malas Anda, Anda tidak akan tahan terhadap rasa gatal, bahkan rasa sakit yang terbakar dan pengelupasan yang ditakuti akibat kulit kering. Jadi kenapa tidak kita coba melembabkan kulit secara mendalam dengan masker pelembab dari buahnya, Anda hanya perlu melakukannya 1-2 kali dalam 1 minggu bukan sehari-hari, kulit Anda dengan cepat menjadi lembut dan halus.

Cara Melembabkan Kulit dengan Masker Buah

Berikut ini beberapa buah yang mudah didapatkan sebagai bahan masker untuk kulit Anda.

Buah Labu

Labu mengandung banyak nutrisi bermanfaat untuk kulit, mengandung enzim yang berfungsi sebagai asam alfa hidroksi untuk mengangkat sel kulit mati dan kulit kering. Karena itu, labu juga dianggap sebagai buah yang memiliki kemampuan untuk melembabkan dengan baik dengan baik, dan membuat kulit menjadi segar dan bercahaya.
Bahan yang dibutuhkan :
  • Sepotong labu
  • Setengah sendok teh madu
  • 1 sendok besar yogurt
  • 1 sendok teh minyak zaitun

Cara melakukannya :
Campur semua bahan untuk membuat pasta halus, lalu oleskan sikat lembut ke campuran dengan lembut. Cara ini akan membantu Anda membuat masker pelembab yang bermanfaat untuk pengelupasan masker wajah. Diamkan masker ini selama sekitar 10 menit dan bilas dengan air suam-suam kuku.

Buah Alpukat

Alpukat mengandung banyak vitamin E, menjadikannya buah pertama yang dipikirkan orang saat membuat masker pelembab untuk kulit kering.

Cara melakukannya :
Dengan kulit normal atau kering
Campurkan setengah alpukat matang, lalu tuangkan 2 sendok makan yogurt dan 1 sendok teh madu, aduk sampai campurannya kental. Selain itu, jika kulit Anda terlalu kering, tambahkan beberapa tetes minyak zaitun untuk membuat masker lebih efektif. Yogurt di masker akan membantu kulit Anda memutihkan dengan cepat.

Dengan kulit berminyak dan berjerawat
Untuk mengurangi jumlah minyak yang dibawa alpukat, tingkatkan jumlah yogurt untuk masker. Siapkan setengah potong alpukat yang telah dibuat menjadi bubur, 1 sendok teh madu, dan yogurt dan aduk rata campurannya. Sebagai alternatif, Anda bisa mengganti madu dan yogurt dengan putih telur dan satu sendok jus lemon. Cara ini akan membawa efek yang baik untuk kulit berminyak dan jerawat.

Buah Pisang

Dengan kandungan vitamin A, pisang juga menjadi bahan pelembab alami untuk kulit kering. Selain itu, masker pisang juga memiliki kemampuan mengembalikan kulit kusam, kurang segar. Masker pisang buatan sendiri juga sangat sederhana, Anda hanya menggiling pisang matang dan menerapkan langsung ke kulit (Anda bisa menambahkan 2 sendok teh madu jika Anda mau), diamkan sekitar 15-20 menit, lalu bilas dengan air hangat. Segera, Anda akan melihat efek lembut dan halus yang dibawa pisang ke kulit Anda.

Jika Anda ingin menggosok kulit mati dan melembabkan dengan pisang, tambahkan 1 sendok makan gula pasir ke pisang yang telah dihaluskan, lalu oleskan dengan lembut tangan Anda untuk mengoleskan campuran ke kulit, cukup pijat antara 10-15 menit, kemudian bilas dengan air suam-suam kuku. Selain itu, tambahkan 2 sendok makan jus lemon untuk kulit berminyak dan jerawat!

Dengan beberapa jenis masker pelembab di atas diharapkan dapat membantu melembabkan kulit Anda pada hari-hari saat musim dingin, sehingga dapat membuat kulit Anda selalu dalam kondisi segar.

Tips Memilih Cat Tembok Interior untuk Lebaran

Pemilihan warna cat tembok untuk interior rumah bisa berpengaruh terhadap suasana hati, hingga kondisi kesehatan kita. Maka dari itu dalam memilih cat interior kita harus cermat agar mampu memberikan sentuhan warna yang tepat pada tembok rumah, bisa membuat kita merasa nyaman dalam beraktivitas maupun beristirahat bersama keluarga di rumah. Berikut ini tips sederhana dalam pemilihan cat tembok interior yang sehat dan tetap berkualitas, sehingga kebutuhan diatas bisa terpenuhi.

Designed by Freepik

Pilih Cat Tembok Interior yang Sehat

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam memilih produk cat tembok interior adalah adanya merkuri maupun zat timbal yang terkandung dalam komponen dasar pembuat cat. World Health Organization (WHO) atau badan kesehatan dunia menyebutkan bahwa kadar merkuri cat berkontribusi besar pada peningkatan penyakit gangguan pernapasan, kerusakan pembuluh darah, penurunan kecerdasan otak anak, kanker, alzheimer, gangguan saraf, hingga penyakit jantung.

Untuk mengetahui baik atau buruk kandungan kimia di dalam suatu produk cat bisa diketahui dengan mengukur kadar Volatile Organic Compound (VOC) atau kandungan senyawa organiknya. Senyawa ini berbentuk gas yang dipancarkan dari bahan cair maupun padat. Penggunaan VOC yang melebihi ambang batas akan mengubah cat tembok menjadi zat perusak kesehatan.

Tingginya kadar VOC dari sebuah produk cat bisa kita ketahui dari bau menyengat yang tercium saat tembok baru selesai dicat. Bau tersebut tidak mudah hilang meski lapisan catnya sendiri sudah mengering. Konsentrasi VOC di dalam ruangan bahkan bisa meningkat dua hingga lima kali lipat dibandingkan di luar ruangan. Maka dari itu sebaiknya hindari menggunakan produk cat yang mengandung merkuri.

Pilih Cat Tembok Interior yang Berkualitas

Saat ini hampir semua produk cat memiliki warna yang beragam, tetapi tidak semua produk cat mampu mempertahankan keindahan warnanya dalam jangka waktu lama. Artinya, hal ini tergantung pada kualitas dari masing-masing produk cat tembok interior tersebut.

Jika cat tembok yang kita pilih tidak gampang pudar warnanya, pasti membuat kita merasa lebih nyaman berada dalam rumah dan merasa lebih segar karena indah dipandang dengan cat yang warnanya tahan lama. Beberapa produk cat dengan kualitas rendah biasanya mudah mengelupas dan pudar. Ketika disapukan ke tembok, cat juga susah melekat dan menutupi lapisan warna sebelumnya. Akibatnya kita harus berulang kali melakukan pengecatan. Pada akhirnya kita juga yang rugi karena butuh lebih banyak cat untuk mendapatkan hasil sesuai harapan, artinya lebih banyak uang yang perlu kita keluarkan.

Tinggi atau rendahnya kualitas suatu produk cat interior ditentukan oleh bahan resin yang digunakan sebagai komponen dasar campuran pembuat produk cat tersebut. Produk cat dengan kualitas bahan resin terbaik menghasilkan daya sebar dan daya tutup bagus dan merata. Cat tembok dengan bahan resin yang baik mampu melekat dengan sempurna pada dinding sehingga bisa membuat warna selalu tampak baru, tidak mudah pudar dan mengelupas, serta tahan lama. Penggunaan bahan resin dengan kualitas terbaik juga bisa menjadikan cat sebagai pelindung terbaik untuk tembok rumah. Sehingga jamur dan lumut tak mudah tumbuh serta mengotori dinding rumah Anda.

Pahami Cara Pemakaian Cat

Membaca aturan pemakaian cat yang tercantum pada kaleng kemasan atau brosur produk cat seringkali dianggap sepele. Padahal, hal ini bisa membantu Anda mendapatkan hasil pengecatan yang sempurna. Dengan apa kita sebaiknya melakukan pengenceran cat, seberapa banyak diperlukan, berapa lama jangka waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengecetan di lapisan berikutnya, dan lain sebagainya.

Designed by Freepik

Setiap produk cat memiliki karakter dan cara pemakaian yang berbeda, untuk mendapatkan hasil yang maksimal ketika melakukan pengecetan tembok interior rumah, sangat disarankan untuk membaca buku petunjuk produk cat tersebut atau informasi yang tertera pada kaleng cat.