Showing posts with label desain. Show all posts

Tips Memilih Cat Tembok Interior untuk Lebaran

Pemilihan warna cat tembok untuk interior rumah bisa berpengaruh terhadap suasana hati, hingga kondisi kesehatan kita. Maka dari itu dalam memilih cat interior kita harus cermat agar mampu memberikan sentuhan warna yang tepat pada tembok rumah, bisa membuat kita merasa nyaman dalam beraktivitas maupun beristirahat bersama keluarga di rumah. Berikut ini tips sederhana dalam pemilihan cat tembok interior yang sehat dan tetap berkualitas, sehingga kebutuhan diatas bisa terpenuhi.

Designed by Freepik

Pilih Cat Tembok Interior yang Sehat

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam memilih produk cat tembok interior adalah adanya merkuri maupun zat timbal yang terkandung dalam komponen dasar pembuat cat. World Health Organization (WHO) atau badan kesehatan dunia menyebutkan bahwa kadar merkuri cat berkontribusi besar pada peningkatan penyakit gangguan pernapasan, kerusakan pembuluh darah, penurunan kecerdasan otak anak, kanker, alzheimer, gangguan saraf, hingga penyakit jantung.

Untuk mengetahui baik atau buruk kandungan kimia di dalam suatu produk cat bisa diketahui dengan mengukur kadar Volatile Organic Compound (VOC) atau kandungan senyawa organiknya. Senyawa ini berbentuk gas yang dipancarkan dari bahan cair maupun padat. Penggunaan VOC yang melebihi ambang batas akan mengubah cat tembok menjadi zat perusak kesehatan.

Tingginya kadar VOC dari sebuah produk cat bisa kita ketahui dari bau menyengat yang tercium saat tembok baru selesai dicat. Bau tersebut tidak mudah hilang meski lapisan catnya sendiri sudah mengering. Konsentrasi VOC di dalam ruangan bahkan bisa meningkat dua hingga lima kali lipat dibandingkan di luar ruangan. Maka dari itu sebaiknya hindari menggunakan produk cat yang mengandung merkuri.

Pilih Cat Tembok Interior yang Berkualitas

Saat ini hampir semua produk cat memiliki warna yang beragam, tetapi tidak semua produk cat mampu mempertahankan keindahan warnanya dalam jangka waktu lama. Artinya, hal ini tergantung pada kualitas dari masing-masing produk cat tembok interior tersebut.

Jika cat tembok yang kita pilih tidak gampang pudar warnanya, pasti membuat kita merasa lebih nyaman berada dalam rumah dan merasa lebih segar karena indah dipandang dengan cat yang warnanya tahan lama. Beberapa produk cat dengan kualitas rendah biasanya mudah mengelupas dan pudar. Ketika disapukan ke tembok, cat juga susah melekat dan menutupi lapisan warna sebelumnya. Akibatnya kita harus berulang kali melakukan pengecatan. Pada akhirnya kita juga yang rugi karena butuh lebih banyak cat untuk mendapatkan hasil sesuai harapan, artinya lebih banyak uang yang perlu kita keluarkan.

Tinggi atau rendahnya kualitas suatu produk cat interior ditentukan oleh bahan resin yang digunakan sebagai komponen dasar campuran pembuat produk cat tersebut. Produk cat dengan kualitas bahan resin terbaik menghasilkan daya sebar dan daya tutup bagus dan merata. Cat tembok dengan bahan resin yang baik mampu melekat dengan sempurna pada dinding sehingga bisa membuat warna selalu tampak baru, tidak mudah pudar dan mengelupas, serta tahan lama. Penggunaan bahan resin dengan kualitas terbaik juga bisa menjadikan cat sebagai pelindung terbaik untuk tembok rumah. Sehingga jamur dan lumut tak mudah tumbuh serta mengotori dinding rumah Anda.

Pahami Cara Pemakaian Cat

Membaca aturan pemakaian cat yang tercantum pada kaleng kemasan atau brosur produk cat seringkali dianggap sepele. Padahal, hal ini bisa membantu Anda mendapatkan hasil pengecatan yang sempurna. Dengan apa kita sebaiknya melakukan pengenceran cat, seberapa banyak diperlukan, berapa lama jangka waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengecetan di lapisan berikutnya, dan lain sebagainya.

Designed by Freepik

Setiap produk cat memiliki karakter dan cara pemakaian yang berbeda, untuk mendapatkan hasil yang maksimal ketika melakukan pengecetan tembok interior rumah, sangat disarankan untuk membaca buku petunjuk produk cat tersebut atau informasi yang tertera pada kaleng cat.

LOGO, Bagian Kecil yang (Jangan) Dilupakan!

Logo berasal dari bahasa Yunani, yaitu logos yang berarti kata, pikiran, pembicaraan, dan akal budi. Dalam buku "Mendesain Logo" karya Surianto Rustan, pada awalnya kata logo lebih dulu dikenal dengan sebutan logotype. Istilah tersebut mulai dikenal antara tahun 1810 hingga 1840 dimana logotype ini diartikan sebagai entitas yang didesain secara khusus menggunakan teknik lettering atau memakai jenis huruf tertentu. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada awal kemunculannya logotype ini hanya terdiri atas tulisan saja. Namun seiring dengan berjalannya waktu, logotype ini berkembang menjadi semakin unik dengan penambahan unsur gambar atau simbol-simbol tertentu. Hal ini dilakukan agar masing-masing logotype yang dibuat menjadi unik, berbeda satu dengan yang lain, dapat dijadikan identitas kepemilikan, dan pada akhirnya dapat menghindarkan produk tersebut dari peniruan atau pembajakan.


Pada tahun 1937, istilah logo mulai dikenal luas. Pada dasarnya logo yang dikenal ini adalah logotype yang mengalami perubahan dan perkembangan dengan penambahan gambar atau simbol. Logo ini juga tidak lagi terpaku harus mengandung tulisan tertentu, logo boleh hanya menggunakan gambar saja, tulisan saja, atau perpaduan keduanya. Logo yang hanya menggunakan gambar atau simbol, biasa dikenal dengan sebutan logogram.

Dalam memulai bisnis, logo merupakan bagian kecil jika dibandingkan perhitungan harga pokok produksi, metode produksi, lay out manufacture atau pabrik, pengaturan sumber daya manusia, metode marketing, dan part-part lain yang harus dipikirkan saat memulai suatu bisnis. Namun, perlu digaris bawahi bahwa sebuah logo saat ini tidak hanya sebagai pembeda dari produk lain atau bukti kepemilikan. Logo dewasa ini dianggap sebuah representasi dari sebuah perusahaan. Jika dianalogikan, seumpama sebuah perusahaan adalah manusia, maka logo adalah wajahnya. Ia menggambarkan bagaimana tubuhnya secara keseluruhan. Wajah yang segar bugar menunjukkan tubuh yang sehat dan kuat dan begitu pula sebaliknya. Maka tugas logo adalah mengkomunikasikan suatu perusahaan secara visual terhadap konsumennya. Dimana nantinya logo ini juga berpengaruh pada proses branding.

Agar logo yang dibuat dapat menvisualisasikan citra sebuah perusahaan dengan tepat, maka dalam proses desain perlu memperhatikan hal - hal berikut ini :

1. Pertimbangkan warna yang digunakan

Perlu diketahui bahwa pemilihan warna dalam sebuah logo tidak hanya agar logo tersebut enak dipandang mata. Namun ternyata warna juga memuat arti psikologis tertentu. Seperti warna merah yang menyimbolkan agresivitas, keberanian, gairah, kekuatan dan vitalitas. Warna merah akan lebih tampak menonjol dibandingkan warna lain pada pengaplikasian pekerjaan desain. Oleh karena itu warna merah disebut sebagai warna paling ekstrim dan emosional.

source : http://idesainesia.com/psikologi-warna-dalam-desain

2. Pertimbangkan huruf yang digunakan
Orang cenderung mengingat hal-hal yang unik dan berbeda. Seperti pernyataan yang umum kita dengar, "Seorang guru hanya akan mengingat 2 orang muridnya. Murid terpandai dan ternakal." Hal tersebut tidak lain dan tidak bukan karena keduanya memiliki pembeda dari murid-murid yang lain. Begitu juga dengan pemilihan huruf pada logo. Sangat tidak disarankan untuk menggunakan huruf-huruf datar yang biasa digunakan untuk menulis makalah, proposal, atau laporan. Misal menggunakan huruf tipe Times New Roman, bukan salah pembacanya jika berpikiran bahwa perusahaan tersebut bergerak di bidang pendidikan, audit, atau bidang lain yang berkutat dengan pelaporan.

Namun, perlu diingat pula jangan atas nama unik, kamu menggunakan huruf yang rumit dan berakhir sulit dibaca. Jadi, unik itu disunnahkan tapi tetap perhatikan readibility-nya ya.

3. Pertimbangkan proporsi dan simetri
Seperti ketika menggambar, melukis, atau membuat karya yang lain, proporsi dan simetri harus dipertimbangkan. Bukan berarti dilarang untuk melakukan hal ekstrim karena ingin menunjukkan sisi abstrak atau sisi out of the box lainnya. Namun, saat ada satu sisi yang ekstrim, ada baiknya kamu membuat sisi lain nampak sebagai penyeimbang. Hal ini agar logo yang didesain tetap mudah dibaca dan citra yang divisualisasikan mudah untuk ditangkap.
source : http://blog.sribu.com
 4. Pertimbangkan ukuran desain
Saat membuat desain, perhatikan ukuran canvas yang kamu gunakan, berapa resolusi yang digunakan, dan apakah jika dicetak dalam ukuran besar atau kecil, logo tersebut tetap dapat dibaca dengan jelas?


5. Jangan jadi copycat
Poin terakhir yang harus diperhatikan adalah jangan menjadi copycat atau plagiat atau mencontek logo perusahaan lain. Sering kali kita terpaku pada desain yang sedang booming. Padahal tiap desain memiliki masanya sendiri. Oleh karena itu tetaplah percaya diri dengan hasil pemikiranmu dan be original!

Itu tadi beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain logo. Semoga dapat bermanfaat.

Selamat mendesain!