Showing posts with label wisata purwakarta. Show all posts

Leblung Jalan-Jalan, Episode Mendaki Gunung Parang

Langit biru yang di hiasi awan putih membentang di atap bumi pertiwi ini. Hari ini saya beserta kawan-kawan akan pergi ke Gunung Parang - Tegal Waru, Kab. Purwakarta. Disini kami ingin menyulut adrenalin dengan mendaki gunung tersebut, sebuah gunung batu andesit tertinggi di kawasan Asia Tenggara ini.



Berbekal nyali dan saling percaya saya bulatkan tekad untuk mencoba tantangan ini dengan kawan-kawan yang saya kenal ketika melaksanakan PRAKERIN di PT.PJB (Pembangkitan Jawa Bali) UP CIRATA. Bergegas kami pergi menuju checkpoint pertama di perempatan Citeko untuk berkumpul dan memastikan semua tim sudah siap dengan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendaki Gunung Parang.

Perjalanan Dimulai

Selama perjalanan menuju lokasi checkpoint selanjutnya kami berbincang-bincang saling bercerita tentang pengalaman masing-masing. Dengan menjalin silaturahmi (nambah teman) bakal bertambah juga pengetahuan kita. Mengenai rute perjalanan untuk menuju Gunung Parang sama seperti rute untuk menuju BADEGA GUNUNG PARANG, yang telah dibahas di artikel sebelumnya. Hanya saja jarak tempuh ke Gunung Parang lebih jauh dibandingkan jika ke Badega Gunung Parang.

Setelah beberapa jam di perjalanan, kamipun sampai pada checkpoint selanjutnya yang merupakan titik awal pendakian Gunung Parang adalah di Kantor Desa Pasanggrahan Kec. Tegal Waru - Purwakarta. Disini sudah disediakan fasilitas umum seperti lahan parkir dan toilet / kamar mandi. Kami diwajibkan membayar tiket masuk sebesar Rp. 10.000 per kepala. Motor sudah pada tempatnya, kebutuhan yang perlu dibawa lengkap, kami langsung berkumpul untuk musyawarah kecil dan berdoa bersama untuk mengawali kegiatan agar dilancarkan tidak ada halangan atau tidak sampai terjadi hal yang tidak kami inginkan. Pihak panitia setempat tidak lupa memberikan arahan bagi para pendaki.

Let The Journey BEGIN!

Pendakian dimulai, langkah pertama diawali dengan membaca Basmallah. Pemandangan sekitar di awal perjalanan dihiasi dengan perkebunan milik warga yang hijau, dan dilanjut dengan medan yang mulai menantang yaitu memanjat bebatuan dan hutan yang masih rimbun. Oh ya sebagai informasi tambahan, bahwa hutan di Gunung Parang merupakan salah satu Hutan Hujan di Indonesia. Jalur pendakian disini sudah cukup mudah karena sudah banyak petunjuk arah mencapai puncak pendakian Gunung Parang, jadi jangan takut nyasar yah, ditambah lagi sekarang udah banyak alat bantu seperti tali, bambu dan semacamnya yang akan membantu kita lebih mudah melewati medan terjal. Sangat berbeda dibandingkan fasilitas yang ada ketika pertama kali ke Gunung Parang beberapa tahun silam. Tidak ada petunjuk arah dan tidak alat bantu apapun, hutannya pun masih sangat lebat. Berbeda dengan kondisi hutan saat ini, mungkin ini efek dari si jago merah yang telah melalap sebagian hutan Gunung Parang.

Buat kalian khususnya warga Purwakarta dan sekitarnya yang belum pernah ke Gunung Parang, cepetan kesini ajak kawan kalian untuk menikmati indahnya alam Indonesia di Purwakarta yang istimewa ini. Jujur saja, ketika saya melakukan pendakian pertama disini, rasanya kaki ini sudah tidak kuat untuk melangkah lebih jauh, soalnya berat banget, maklum pengalaman pertama kali mendaki dan tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya. Tapi bagi yang sudah pernah mendaki, rasanya akan lebih mudah.


Ketika kami berada di ketinggian yang hampir mendekati puncak, kabut mulai turun yang sempat membuat kami sedikit resah namun beberapa saat kemudian Alhamdulillah, perlahan-lahan kabut yang tadi menyelimuti kami mulai pergi. Sekedar tips ringan bagi kalian ketika mendaki kemudian kabut turun, ada baiknya untuk mematikan ponsel atau alihkan ponsel ke mode penerbangan dan yang paling penting adalah dengan tetap tenang, jangan panik. Setelah kaki kami melangkah sangat jauh dari biasanya, akhirnya kami sampai di puncak pertama. Di puncak pertama Gunung Parang ini terdapat petilasan "Ki Jonggrang Kalipitung". Siapakah beliau? bisa kalian cek disini.



Setelah kami selesai melepas lelah di puncak pertama, perjalanan kami lanjutkan menuju puncak kedua yang juga merupakan titik puncak tertinggi Gunung Parang, dengan ketinggian mencapai 983 Mdpl. Rute yang kami lewati tidak terlalu jauh, namun rute tersebut sangatlah menantang adrenalin. Capek, haus, senang, bangga, takjub dan haru semuanya bercampur dan bertransformasi menjadi rasa syukur pada Sang Pencipta. Sejauh mata memandang hanya rasa kagum dan rasa syukur yang terucap dari bibir ini. Landscape Waduk Jatiluhur serta pemandangan bukit nan indah menjadikan panorama puncak Gunung Parang terlihat sangat istimewa di mata saya. Sempat kami abadikan momen-momen ketika di puncak Gunung Parang melalui foto.




Down To Earth

Kami hela napas dan istirahat sejenak sembari menikmati bekal yang sudah kami bawa untuk mengisi kembali tenaga yang terkuras dan kekosongan perut. Perlu diingat, dimanapun kita berada kebersihan harus selalu kita jaga, jangan membuang sampah seenaknya mari sama-sama jaga lingkungan. Kemudian kami putuskan untuk turun gunung, hehe. Medan yang terjal dan tinggi, kanan kiri terdapat jurang membuat kaki ini gemeter, saking ngerinya kalo melihat kebawah. Mengingat kondisi yang sangat ekstrim, ketika turun harus lebih berhati-hati dan tetap waspada, perlu ingat nyawa kita lebih berharga daripada hanya sekedar gaya. Selama perjalanan turun banyak loh yang jadi korban kepeleset, emang medannya yang licin, maklum saja semalaman habis diguyur hujan. Cukup lama kaki ini melangkah, sampai akhirnya kami sampai di kaki Gunung Parang dan kami mulai memasuki area perkebunan milik warga sekitar yang menandakan bahwa petualangan turun gunung ini akan segera berakhir. Sungguh perjalanan yang melelahkan, namun sangat mengesankan.

Dari pendakian inilah saya mulai hobi naik turun gunung, kenapa? Ya, karena dari setiap pendakian banyaklah pelajaran yang dapat kita petik. Dan jika kalian ingin tahu rasanya mendaki, jawabannya hanya satu, yaitu mendakilah. Karena saya sendiri gak bisa ungkapin perasaan itu dengan kata-kata. Terus ingat yah kawan "Bukanlah gunung yang kita taklukan, melainkan diri kita sendiri".


Sebuah kehormatan bagi saya, karena dapat mengenal kalian (kawan-kawan pendakian saya tadi), berkat kalian pula saya mulai menyukai kegiatan naik turun gunung ini. Terimakasih banyak pokonya yang sebesar besarnya, untuk kalian para sahabat pendakian pertama saya. Terimakasih wahai "Para Penantang Impian".

Penulis
Dede Piqri Haikal
IG : @dph.id

AGROFORESTRY CIRATA

Sebelum saya bahas artikel ini, pasti kalian bertanya-tanya ya, Apa sih AGROFORESTRY CIRATA itu? Terus dimana sih AGROFORESTRY CIRATA itu? Kalian pasti penasaran ya??

Nah langsung saja kita kasih tau nih jawabannnya biar kalian gak makin penasaran, mohon disimak dengan baik dan seksama ya biar kekinian dan mainkan imajinasi kalian semaksimal mungkin agar mampu membayangkan betapa indahnya tempat ini.




AGROFORESTRY CIRATA

Adalah tempat penanaman berbagai jenis dan ragam buah-buahan. Mulai dibangun pada tahun 2010 di atas lahan seluas 6 Hektar, di wilayah Desa Ciroyom Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat. Hingga tahun 2014, telah tertanam 41 jenis pohon buah dan sudah di tanam pula sebanyak kurang lebih 2.097 pohon jenis unggulan seperti Durian Montong dan Durian Merah, Rambutan Rapiah, Nangka Mini, Ngangkadak (Nangka-Cempedak), Lengkeng Pingpong dan Kristal, aneka macam Mangga (Aromanis, Cengkir, Gedong dan Manalagi) Serat dan beragam jenis buah-buahan unggulan lainnya.



Emang, Ada Apa Aja Sih?

Dikelilingi oleh tanaman kopi robusta serta di lengkapi dengan gazebo dan jogging track, AGROFORESTRY CIRATA akan menjadi tempat yang menarik perhatian semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lansia. Lokasinya yang berada di daerah perbukitan akan memberikan suguhan keindahan pemandangan perairan Waduk Cirata serta jika kita beruntung kita dapat melihat puncak Gunung Gede Pangrango yang sangat indah.

Keberadaan taman buah (AGROFORESTRY CIRATA) yang letaknya bersebelahan dengan kantor PT. PJB (Pembangkitan Jawa Bali) BPWC (Badan Pengelola Waduk Cirata) ini diharapkan dalam beberapa tahun kedepan sudah dapat dimanfaatkan sebagai tempat penelitian, pendidikan serta menjadi tempat wisata andalan bagi masyarakat sekitar maupun domestik.

Nah, dirilisnya AGROFORESTRY CIRATA ini merupakan salah satu wujud pengelolaan lahan dan lingkungan yang optimal dan berkelanjutan. Semoga dengan kehadiran AGROFORESTRY CIRATA dapat bermanfaat bagi penelitian, pendidikan serta menjadi tempat wisata bagi masyarakat sekitar maupun wisatawan domestik. Nah, gimana sob udah gak penasaran lagi kan, udah pada tau kan AGROFORESTRY CIRATA itu apa?

Bagi kalian yang mau kesini harap bersabar ya, karena tempat ini belum di buka untuk umum, jadi jika kalian ingin masuk ke tempat ini harus meminta izin terlebih dahulu kepada pihak yang bertugas. Sekedar tambahan saja, di AGROFORESTRY CIRATA terdapat banyak spot-spot keren untuk mengambil foto, bagi yang suka fotografi AGROFORESTRY CIRATA bisa masuk dalam daftar destinasi kalian jika berkunjung ke Cirata, gak bakalan nyesel kalo dateng kesini dan yg pastinya jangan lupa tuh bawa kamera terbaik nya, jangan sampe hasil nya gak maksimal ya sob.


Disini juga banyak terdapat Gazeebo untuk beristirahat selepas mengelilingi tempat ini, sebab AGROFORESTRY CIRATA itu luas banget sampai 6 hektar luasnya. Selain itu tersedia juga Jogging Track, Care Center (sebuah bangunan yang mempunyai desain menarik, kalo fungsinya saya belum tahu tuh buat apa). Nah, di AGROFORESTRY CIRATA ini kita dapat menikmati pemandangan pemandangan yang hijau hijau dan kita dapat nikmatin indahnya waduk cirata dari ketinggian.



Cukup sampai disini saja pembahasan AGROFORESTRY CIRATA, sampai bertemu di artikel-artikel selanjutnya. Thank You For Stay Tune.

Penulis & Fotografer
Dede Piqri Haikal
IG : @dph.id

Model
Aii

Leblung Jalan-Jalan, Episode Badega Gunung Parang

Pagi itu Sabtu 28 Mei 2016, langit biru membentang dan bergelantungan di atas kepala saya, tiba-tiba ponselku berbunyi, eh ternyata ada pesan singkat dari salah seorang teman saya dan terjadi diskusi singkat antara saya (D) dan teman saya tadi (T).

T : "De (nama panggilan saya), hari ini kita mendaki ke gunung parang yu"
D : "Oh, iya ayo teh (panggilan ke teman saya soalnya umurnya lebih gede dari saya)"
T : "Iyah ntar jam 09.00 kumpul di perempatan margalaksana, yang ikut cuma adik saya sama Ayu Yulianda"
D : "Oh iya siap, saya dari sini bawa Ai (sodara saya) ya"
T : "Oh iya gpp"

Kebetulan pagi itu tidak ada acara, ya sudah saya caww saja bareng hobby saya itu, itung-itung refreshing haha, lalu saya bareng sodara saya langsung saja bersiap siap. Tak lama kemudian kami pun berkumpul di perempatan margalaksana, lalu langsung saja otw pergi ke lokasi, tapi inget yah sebelum berangkat kalian sebaiknya izin/pamitan terlebih dahulu sama ortu kalian supaya diberi kelancaran di jalannya hhe.

Yuk Berangkat

Perjalanan pun kami mulai, kurang lebih pukul 10.00 WIB kami berangkat, dalam perjalanan tepatnya di daerah Citeko, ban motor yang saya tumpangi bocor. Aduh untungnya bengkel gak jauh jauh amat dari lokasi kejadian, nasib baik masih berpihak kepada kami hehe, nah buat kalian yang mau trip/travelling kaya gini, jangan lupa di cek terlebih dahulu kendaraannya, jangan sampe hal seperti saya menimpa kalian.

Yu ah lanjut lagi perjalananya soalnya masih lumayan jauh loh tempatnya, mumpung ban nya udah beres di benerin haha. Di perempatan Citeko kami belok kiri (arah nya saya dari Cipeundeu - Cirata, kalo yg arah dari Purwakarta lurus aja), berikutnya tinggal ngikutin petunjuk arah aja koq, tak lama kemudian kami disugguhkan dengan kondisi jalan yang agak menghawatirkan, jalannya penuh pasir, berkelok dan banyak truk pengangkut batu yg hilir-mudik, tetap hati-hati buat kalian yg mau coba kesini.

Tak lama kemudian kami pun sudah dapat menikmati jalanan yang mulus dan di kiri kanan nya terdapat hamparan sawah yg hijau, panorama Waduk Jatiluhur serta pemandangan tebing-tebing bebatuan andesit yang menjulang tinggi. Jalan nanjak-mudun dan pungkal-pengkol (berkelok) pun sudah kami lewati, dan akhirnya kami pun sampa di lokasi "WISATA ALAM BADEGA GUNUNG PARANG" disana terdapat spanduk bertuliskan WISATA ALAM BADEGA GUNUNG PARANG koq, jadi kalian gak bakalan kebingungan tenang aja broh, alhamdullilah udah nyampe juga.

Sampai di Lokasi Wisata

Kurang lebih satu setengah jam perjalanan kami tempuh untuk sampai tujuan. Setelah itu, kami menitipkan motor di salah satu rumah warga, untuk harga tiket parkir cukup terjangkau, yaitu Rp. 5.000,- / motor. Langsung saja broh kita meluncur ke badega, gak jauh koq jarak dari tempat parkir ke badega, jadi santai aja.

Here We Are
Nah di BADEGA GUNUNG PARANG ini banyak spot yang keren untuk kalian berfoto-foto, apalagi buat yang hobby dunia fotografi pokonya gak bakalan nyesel deh kalo dateng kesini, dan jangan salah di sini juga banyak loh turis asing, tuh yg dari luar negeri aja dateng ke tempat ini, kenapa kalian yg asli indonesia gak dateng hhe.

Nah di sini juga kalian bisa menikmati atau melakukan kegiatan pemacu adrenalin seperti Climbing, dan Panjat Tebing via Ferrata (tangga besi), selain itu di sini juga tersedia penginapan. Nah untuk fasilitasnya, di sini tersedia juga mushola, toilet, tempat istirahat dan sebagainya.

Kami berlima di sini hanya berjalan-jalan dan berfoto-foto sambil menikmati pemandangan saja, jadi kami hanya membayar tiket Rp. 5.000,-/orang, setelah menyelesaikan administrasi langsung pergi menuju sasaran yaitu tebing Gunung Paranag.

Perjalanan awal dari Saung Badega sangatlah indah, karena di kiri-kanan nya terdapat saung-saung khas Sunda. Di sana kalian bisa berfoto-foto sepuasnya dan di sana juga terdapat banyak bunga-bunga cantik, setelah melewati tempat yang indah barusan saatnya memasuki hutan rimbun khas pegunungan dan didalam sana tak kalah menarik, karena terdapat jembatan yang terbuat dari batang-batang pohon, jadi kesannya alami-alami gimana gitu, hehe.

Rasa letih dan haus pun melanda kami, untungnya persediaan air cukup. Tips buat kalian yang mau kesini jangan lupa bawa air minum, pokonya jangan sampe kalian dehidrasi, inget di atas gak ada Alfa, Indomaret atau sejenisnya. Setelah beberapa menit kami menyusuri hutan, akhirnya kami sampai di kaki tebing Gunung Parang, rasa letih kami pun terobati dengan lukisan tuhan yang amat sangat indah dan tentunya akan membuat kita terus menerus mengucap syukur.

Sambil beristirahat santai di bangku yang terbuat dari bambu, kami pun tak henti-hentinya mengucap syukur atas apa yg kami lihat di depan mata kepala kami sendiri. Panorama yang menakjubkan dengan udara yang segar di dada, sangat disayangkan jika tidak diabadikan. Yang pasti gak bakalan nyesel deh kalo kalian main ke tempat ini.


Dan tak jauh dari tempat ini ada lagi loh tempat yg lebih keren, yatiu tebing parang, surganya bagi para pemanjat tebing. Jika kalian mau ke tebing ini tolong berhati-hati, karena cukup extreme dan jika kalian tidak memakai alat untuk manjat atau tidak punya izin manjat dari badega jangan coba-coba naik ke atas soalnya sangat berbahaya. Jadi, kita harus patuhi peraturan oke, biar gak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Nah ini saya
Hii!
Nah ketika kami berada di tebing kami puas-puasin untuk berfoto, kapan lagi coba kesini, kan sayang kalo gak di puas-puasin. Setelah berfoto ria dan nikmatin pemandangan, kami pun bergegas turun, soalnya kami belum pada shalat Dzuhur. Eitss... tapi sebelum kami turun kami cek dulu perlengkapan takut ada yg ketinggalan dan yg pastinya kita gak boleh ninggalin sampah sedikitpun.

Nah, sesampainya kami di Saung badega, kami pun langsung saja mengambil air wudhu, tenang ya sob di sini fasilitasnya udah lumayan lengkap, dan pastinya nyaman nan bersih. Setelah selesai menunaikan ibadah shalat Dzuhur, kami pun langsung bergegas menuju parkiran untuk mengambil sepeda motor dan bergegas pulang, karena awan hitam sudah menggantung di atas kepala.


Ada Lagi Yang Menarik

Tapi tunggu dulu perjalanan kami gak cuma sampai disana loh. Setelah sampai di Citeko kami mampir terlebih dahulu di Warung Seblak COC. Nah bagi kalian yg hobby atau suka sama yg pedes-pedes, tempat ini wajib kalian kunjungi, terus untuk info atau detailnya soal tempat ini ntar di bahas di artikel selanjutnya ya sobb, so you have to stay tuned. Sebelum saya pamit, akan saya bahas dulu sekilas tentang Gunung Parang dan Badega Gunung Parang.

GUNUNG PARANG
Gunung Parang adalah salah satu objek wisata alam yang menyediakan sarana untuk rock-climbing dan menjelajah hutan sampai puncak Gunung Parang. Berjarak kurang lebih 28 kilometer dari Kota Purwakarta dan berada pada ketinggian 983 MDPL.

BADEGA GUNUNG PARANG
Badega Gunung Parang terletak di Kampung Cihuni Plered, dengan panorama alam yang masih asli dan merupakan tujuan wisata alam seperti untuk panjat tebing, trekking dan obyek berfoto karena pemandangan Gunung Parang sebagai gunung batu andesit terbesar di Indonesia yang cukup menawan.

Eps. Gunung Parang - Selesai
Nah, tertarik gak?? Buat kalian para pecinta olahraga extreme dan trip atau travelling wajib deh dateng kesini hhe, yuk merapat dan mari kita memanjakan mata di Badega Gunung Parang, Purwakarta.

Penulis
Dede Piqri Haikal
IG : @dph.id

Wanna Feel Weekend on Weekdays? Visit The Sunday Cakeshop

Rabu, hari paling nanggung sedunia akhirat. Nah lho? Ya. Rabu adalah hari kerja ketiga dimana load kerja sedang menumpuk, berkas berteriak-teriak minta segera dibereskan, telpon tak berhenti berdering tanda Pak Bos bersiap memberi amanah baru, tapi energi sudah tinggal separuh. Butuh re-energize agar otak kembali cemerlang, otot kembali bugar, dan senyum kembali merekah. Tapi apalah daya Rabu juga menjadi hari minus tiga liburan alias H-3 weekend.

The Sunday Cakeshop
Sumber : IG @thesundaycakeshop


Mood-Booster

Jadi, ingin hari Rabu-mu kembali ceria? Lakukan hobimu atau kunjungi tempat yang memancarkan aura positif dan energi meluber, jadi kamu bisa menghisap sebagian energi dari tempat itu. Kamu emang bukan drakula sih, tapi coba deh. Berkunjung ke tempat yang nyaman, aman, tentram, damai, tapi ceria itu bisa jadi mood-booster yang bagus. 

Nah, kali ini saya memilih sebuah kafe sebagai moodbooster hari Rabu yang bikin galau. Saya bukan anak gahul yang suka nongkrong sih, tapi saya anak yang gak bisa nahan lihat makanan. Jadilah saya memutuskan untuk memanjakan perut saya di Rabu yang riweuh ini (seharian mantengin duit negara mumet juga, euy!).

The Sunday Cafe

Yapp, setelah menimbang, mengingat, dan mengukur, akhirnya saya memutuskan untuk mendaratkan motor bebek saya ke sebuah kafe baru di Jalan Sudirman, Purwakarta. Kafe ini terbilang strategis karena dekat dengan pusat perbelanjaan Kabupaten Purwakarta, hanya 1,5 km dari Tempat Wisata Air Mancur Sri Baduga Purwakarta (Air Mancur Tertinggi Se Asia Tenggara) dan terletak tepat di tepi perempatan jalan raya utama. 

Air Mancur Sri Baduga Purwakarta

Dari Dalam Kafe

Kafe yang baru berdiri sekitar 4 bulan yang lalu ini mengusung konsep unfinished-building untuk desain interior mereka. Bisa dibilang konsep ini sudah terlalu umum digunakan untuk sebuah kafe. Tapi pemakaian lampu-lampu berwarna kuning tetap saja mampu membuat suasana nyaman tercipta sempurna.


Erin, owner kafe ini mengatakan bahwa ia sengaja mempercayakan desain kafe ini pada seorang teman yang ahli di dunia desain interior. Salah satu gagasan unik yang dicetuskan oleh sang teman adalah meja dari oven. Ya, benar-benar oven berkaki dan bertudung. Oven yang dikumpulkan dengan sedikit susah payah itu disulap menjadi tubuh meja berwarna hijau dengan tudung putih. Jika dilihat sekilas, kamu pasti juga tidak menyangka itu terbuat dari oven.
Meja dari Oven
Tapi sewaktu duduk dan tidak sengaja menabrakkan kaki ke meja, barulah sadar kalau meja itu sedikit antik dan bisa dipastikan tidak dapat ditemukan di kafe manapun. Selain itu, sang desainer juga merancang kursi-kursi kecil berbentuk unik mirip 2 limas segienam yang disatukan. Untuk menu, kafe ini memilih mengikut trend dengan menggunakan dinding berbahan triplek papan tulis berwarna hitam dengan tulisan kapur warna-warni.

The Sunday Cakeshop Purwakarta

Oh ya, kafe yang menyediakan 11 table ini memilih nama "The Sunday". Konon katanya karena si owner pecinta hari Minggu (saya jugaaaaa). Hari dimana semua anggota keluarga dapat berkumpul dan berbagi kebahagiaan setelah berhari-hari sibuk dengan rutinitas masing-masing. Nah, keceriaan di hari minggu itulah yang ingin diciptakan oleh kafe ini. Jadi harapannya, kamu yang suntuk dan mulai kekurangan energi, bisa kembali bersemangat setelah mengunjungi kafe ini. Nama yang sederhana namun mewakili visi mulia di dalamnya. Aihh. 

Makanan dan Minuman

Lalu, apa aja sih yang ditawarkan kafe ini untuk memanjakan perut kita? Kafe ini sebenarnya berbasis cakeshop sehingga kubur dalam-dalam keinginan kamu untuk makan main course di sini ya. Kafe ini hanya menyediakan 3 jenis makanan diantaranya adalah Cheesecake, Basic Cake, dan Spaghetti.

Sumber : IG @thesundaycakeshop

Fokus kafe ini adalah Cheesecake, jadi bukan hal yang mengherankan kalo varian rasa cheesecake di sini banyak :
  • Blueberry (Best Seller)
  • Strawberry
  • Durian
  • Avocado
  • Banana
  • Oreo
  • Greentea
  • Oreo Greentea
  • Nutella
  • Double Chocolate
  • Taro, dan Tiramisu
Sedangkan untuk varian dari Basic Cake yang ditawarkan adalah Red Velvet, Chocolate Fudge, Pandanous Cheese, Orignal Tiramisu, dan Frozen Blue. Untuk menghilangkan dahaga kita, disediakan beberapa varian Teh, Olahan Kopi, dan Mojito.

Nah, untuk kunjungan perdana, saya memilih Frozen Blue, pilihan yang salah karena bukan cake andalan kafe ini. Maklumlah, saya baru tau apa yang menjadi andalan sesaat setelah saya melakukan pemesanan dan bertemu sang owner. Hhe. Ini nih tampilan pilihan saya :


Bagaimana rasanya? Wait, bagi saya yang tidak terlalu suka jika cake terlalu creamy, Frozen Blue ini pas. Creamy tapi nggak bikin eneg. Dan lagi bertekstur lembut meski ia tergolong cake yang padat. Mm, dari nilai 10, saya bisa bilang cake yang diramu khusus di Bandung ini bernilai 8. Cukup untuk membuat saya balik lagi ke kafe ini. ^.^

Dan satu lagi yang bakal bikin kamu nggak nyesel ke kafe ini adalah WIFI yang super kenceeeeeng, gaes! Mihihi. Maklum anak kostan, wifi kenceng selalu bikin meleleh dan pengen berlama-lama. Yapp. dari rencana awal pulang tidak terlalu larut, disuguhi wifi kenceng, cake enak, dan minuman Peach Mojito, saya langsung lupa waktu.


Nah, mengenai harga kalian ga usah khawatir mahal, harga produknya relatif terjangkau bagi kawula muda kok. Jadi kalo harimu suntuk atau pingin hang-out tapi bingung nyari tempat nongkrong yang cozy, asik dan nyaman, The Sunday Cafe bisa kalian perhitungkan untuk jadi sasaran tongkrongan kalian.

Have Fun!

Stasiun Kopi, Tempat Nongkrong Asik yang Super Homey

"Laiii. Jadi nggak?"
Senja tengah menggantung manja saat pesan singkat seorang kawan muncul di layar ponselku. Sebuah tagihan janji untuk berkencan mesra. Menjadi mesra karena kita tak bertemu cukup lama, tak bertukar sapa sejak lama, karena sibuk dengan persiapan pernikahan masing-masing. Ya. Malisa namanya, kawan tidur saat sama-sama berstatus sebagai karyawan ojt di tempat kami kini bekerja. Pernikahan kami terpaut 1 bulan. Itu yang membuat kami seperti terlontar jauh ke dunia yang berbeda. ^.^ maka petang ini adalah waktu yang pas untuk bercengkrama, menceritakan keriweuhan persiapan pernikahan, kehebohan pengucapan janji pernikahan, dan berbagai adaptasi yang perlu dilakukan setelah menikah.

Hari ini, langit nampak bersahabat. Cerah, hangat, dan tenang (gak ada suara gluduk-gluduk dah). Maka tanpa babibu, saya membalas pesannya, "Okayy. Habis sholat maghrib ya.." sejurus kemudian saya mempersiapkan diri, mandi, sholat, dan kabur mengendarai si merah menuju kosnya.

Destinasi pertama kami adalah "Sop Kaki dan Babat Khas Jakarta". Makanan gurih dan berlemak favorit kami berdua (kamu bisa liat reviewnya di sini artikel sebelumnya). 

"Lai, ada yang mau kuceritain. Tapi di tempat berikutnya aja yaa.."
"Okay. Nongkrong di kafe apa ya? Kata si Asong (rekan kami yang lain), ada 2 kafe baru. Mau cobain?"
"Hayuk."

Kami yang tinggal di kota kecil ini memang rada kesulitan menemukan tempat nongkrong yang asik. Jadilah lebih sering nongkrong di kedai nasi kucing, kedai sop kaki kambing, atau memutuskan kabur ke kota sebelah (Bandung) saat weekend. Si merah kembali saya pacu untuk membelah jalanan. Kafe yang berdiri sejak awal tahun 2016 ini terletak sekitar 50 hingga 100 meter dari Stasiun Purwakarta. Mungkin karena itu pula dinamai "Stasiun Kopi." Jika kita berjalan ke arah Stasiun Purwakarta, kafe ini berada sebelum stasiun, terletak di sebelah kiri jalan, dan sekilas tak nampak seperti kafe. Bangunan utamanya seperti rumah gaya lama, vintage, pencahayaan sedikit redup dengan cahaya kuning dari lampu berbagai bentuk yang digantung mengikuti aturan tertentu. Homey dan langsung mengeluarkan aura nyaman saat pertama kali memasukinya.


Oh, perlu saya gambarkan dari depan ya. Di bagian depan hanya ada plang dengan dasar hitam sehingga jika tak jeli, kemungkinan besar kamu akan kebablas (kelewat). Halaman depan yang difungsikan juga sebagai parkir terbilang cukup luas. Di sudut kanan bangunan ini, kamu bisa langsung melihat sang barista dengan berbagai senjata andalannya. Di sisi samping kanan bangunan di sediakan beberapa table, background dedaunan yang cocok untuk narsis juga dipasang di sebelah kanan bangunan ini, nampaknya juga sebagai pemisah atau penutup kamar mandi yang terletak di sebelah kanan.

Penampakan Stasiun Kopi dari Depan. Halaman Luas dengan Bangunan Besar
Sudut Kanan adalah Markas Besar si Barista
Jika terus jalan ke belakang, akan ada 1 saung lesehan yang cozy, cocok untuk kamu para mahasiswa atau mahasiswi yang sedang berdiskusi seru membahas kenapa prof a harus merokok dulu sebelum mengajar gambar teknik (hhi, itu dosen saya sih. Dewa gambar kami menyebutnya), atau membahas rumus kalkulus yang njelimet (rumit) dan bikin galau semalaman kalau besoknya ujian. Hhi. Di sebelah lesehan yang "one and only" itu ada mushola kecil lengkap dengan beberapa mukena, sajadah, dan tempat wudhu yang bersih. Two thumbs up untuk penyediaan tempat ibadah ini.
 
Samping Kanan Bangunan dengan Ornamen-Ornamen Hijaunya. Cocok Tuh Buat Background Selfie. Hhi.
One and Only Lesehan, Cocok untuk Berkonsolidasi Mengerjakan Tugas atau Project-Project Seru

Tempat Sholat yang Bersih dan Nyaman, Jadi Tak Perlu Khawatir Buru-Buru Pulang Saat Adzan Berkumandang
 

Saya bergerak maju ke sisi kiri bangunan, masih di sediakan beberapa tempat duduk. Nuansa yang dihadirkan beda dengan sisi kanan bangunan yang cenderung mengusung tema "green is a must in everywhere". Tempat duduk di sisi ini terbuat dari bangku-bangku kayu, masih tetap dengan bunga dan rumput dimana-mana sih. Tapi beda tampilan dan aura. Di ujung depan juga masih ada tempat duduk dengan (lagi-lagi) nuansa yang berbeda. So, hanya dengan mengitari sisi luar bangunan, si pemilik kafe sudah menyuguhi pengunjungnya dengan 4 nuansa yang berbeda.



Beralih ke dalam bangunan, suasana yang lebih hangat dan homey terasa. Dari layout ruang satu dan yang lain, bangunan ini nampak seperti rumah yang disulap menjadi kafe. Di sudut ruang paling depan disediakan meja panjang yang menghadap tembok membentuk huruf L dengan berbagai ornamen yang dipajang di meja maupun dinding. Keberadaan 3 jendela di sekitar tempat duduk itu membuat ruangan nampak lebih luas dan lega.


Sedangkan ruangan-ruangan yang lain di isi dengan kursi rotan yang dilengkapi dengan bantal duduk. Pilihan warna sarung bantal jatuh pada warna-warna cerah seperti orange, hijau muda, dan merah. Menimbulkan efek ceria di tengah suasana rumah yang hangat. Dan satu lagi yang saya suka dari kafe yang dimotori oleh 3 orang ini, pengharum ruangan yang digunakan. Kenapa eh kenapa? Mereka memilih meletakkan biji kopi mentah di mangkok-mangkok kecil. Suka. Wangi kopi natural. Sedikit asam tapi wanginya tetap menggugah di hidung. Hemm.



Biji Kopi Mentah sebagai Pengharum Ruangan
Puas mengitari seisi bangunan, kami memilih segera memesan beberapa kudapan untuk teman hidup, eh teman ngobrol maksudnya. Menu didominasi oleh berbagai olahan minuman berbahan dasar kopi dan teh. Sedangkan untuk snack dan main course, kafe ini tak menyediakan banyak pilihan. Karena kami memang hobi makan, maka dengan semangat '45 kami memesan beberapa snack. French Fries (22K), Brownies with Ice Cream (39K), dan Fried Banana and Cheese (20K). Sebagai pelengkap saya memilh Affogato Coffee Jelly (22K), Ice Cream yang dicampur sari kopi murni, begitu keterangan yang saya baca di buku menu. Sedangkan icha memilih segelas Ice Lemon Tea (29K).


Tak lama kemudian satu persatu pesanan kami datang. Wiiiik. Snack yang kami pesan ternyata porsi gedaaaai. Kami yang terbilang sudah cukup kenyang pun menelan ludah, merasa perut kami mungkin tak akan muat. Hahaha. Oke. Let's try. Affogato Coffee Jelly yang saya pesan berpenampilan sederhana dengan daun mint di atasnya. Begitu dicicip, pahit kopi dan asamnya yang khas terasa. Tapi menjadi makin nikmat ketika diblend dengan ice cream vanilla lembut yang berada di atasnya. Okay, 8 dari 10 untuk Affogato Coffee Jelly ini.

Sendok saya beralih ke brownies dengan potongan giant pilihan Malisa. Entah kenapa si koki memilih meletakkan ice cream terpisah dari browniesnya. Pilihan ini cukup tak lazim karena kebanyakan koki memilih meletakkan ice cream langsung  di atas browniesnya. Sebagai garnish atau hiasan, ditambahkan lelehan coklat di bagian bawah brownies. Tekstur browniesnya 'cukup' lembut namun rasa coklatnya kurang nendang. Brownies yang harusnya lahir dengan rasa coklat yang pekat, padat, namun tetap lembut di lidah tidak berhasil disajikan dengan sempurna. Sehingga jika saya boleh bilang, ini terasa seperti bolu coklat biasa yang sedikit lebih padat. Jadilah saya memberi 6,5 dari 10 untuk Brownies with Ice Cream ini.

Bagaimana dengan French Fries-nya? Sukaaaaa. Potongan besar-besar. Lembek dong? NO. Potongan besar yang biasa dicap lembek dan tidak crunchy berhasil dipatahkan oleh French Fries kafe yang menyediakan 41 table ini. Ya. Potongan kentang gorengnya besar, crunchy di luar namun tetap lembut di dalam. Saya kasih 9 dari 10 untuk snack ini. A must try menu kalau kamu mampir ke kafe ini.

Fried Banana and Cheese juga dihadirkan dalam piring besar, 5 buah pisang ukuran sedang dijejer rapi dengan siraman coklat dan taburan keju. Saya suka pemilihan pisangnya, tidak lembek tapi manis. Cukup enak sih. Cuma lebih nikmat jika taburan keju di perbanyak. hhe.. Mm, 7,5 dari 10-lah. Tidak mengecewakan tapi juga tidak spesial. Yang jelas sih bisa bikin kamu kekenyangan.

Mengenai harga, untuk kafe di kota kecil macam purwakarta mungkin sekilas terlihat lumayan mahal. Tapi kalau dibandingkan porsi yang disajikan, harga itu bisa dibilang murah meriah. Browniesnya boleh dibilang 2,5 kali ukuran brownies normal. hhe..

So, untuk tempat senyaman ini, bersih, dan menyediakan tempat ibadah yang oke, dengan pelayanan super ramah, saya kasih Bintang 3. Mari merapat dan memanjakan lidah di sini. Buat kamu pecinta kopi, jangan pikir dua kali untuk mampir dah!

Nah. Itu si Malisa, Pengantin Baru yang Langsung Ditinggal Dinas Luar Kota sama si Abangnya.
Yuk Mampiiir!

Air Mancur (Situ Buleud) Pelangi di Purwakarta

Untuk pertama kalinya Taman Air Mancur Sri Baduga (Situ Buleud) Purwakarta, dibuka untuk umum setelah peresmian tahap dua awal bulan Januari 2016 lalu. Tiap malam minggu tempat ini dipadati oleh penduduk setempat bahkan wisatawan atau perantau dan kawan-kawannya.
Di pertunjukan ini disajikan atraksi air mancur yang 'menari' selaras alunan musik yang diputar, dan yang membuatnya semakin memukau penonton adalah warna-warni yang terbias indah oleh cipratan dan semburan air mancur tersebut.

Maka dari itu jika kalian berkunjung ke Purwakarta, jangan lupa untuk mencoba melihat pertunjukan ini, berikut ulasan serta dokumentasi (foto + video) saya mengenai pertunjukan air mancur tersebut yang pasti bisa membantu kalian untuk mempersiapkan segala hal sebelum menyesal (LOL).

JADWAL PERTUNJUKAN AIR MANCUR SITU BULEUD
Perlu kalian ketahui bahwa pertunjukan ini tidak setiap malam ada dan hanya ketika musim hujan, hanya diadakan pada :
Hari  :  Sabtu (Malam Minggu)
Pukul  :  19.00 WIB hingga selesai
Lokasi  :  Situ Buleud Purwakarta

SPOT TERBAIK
Susah payah, antri dan kehujanan demi melihat pertunjukan yang istimewa ini, tentunya kalian ingin mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan bukan?
Maka dapatkan area atau spot terbaik untuk melihat pertunjukan ini. Dari pengalaman kemarin setelah melihat pertunjukan ini, spot atau tempat menonton pertunjukan terbaik adalah dari sisi barat Situ Buleud. Dimana itu sisi barat? Gampangnya, temukan titik dimana kalian bisa saling berhadapan dengan patung yang ada di tengah Situ Buleud.

Spot ini pastinya sangat susah didapatkan, karena banyak orang yang ingin mengakuisisi spot tersebut, maka dari itu kalian harus berangkat lebih awal kalo bisa dari sore udah nongkrong disana (LOL).

PERSIAPAN
Purwakarta (Kota) merupakan salah satu daerah yang pasokan airnya lebih sedikit dibandingkan daerah lain ketika musim kemarau, karena itu pertunjukan ini diadakan biasanya ketika musim hujan. Nah, karena itu juga ada beberapa hal penting yang perlu kalian siapkan jika ingin menonton pertunjukan ini :
  1. Bawa temanmu atau orang lain yang bisa menemanimu lihat pertunjukan ini, karena sendirian nggak asik.
  2. Bawa payung atau jaket kain parasut.
  3. Tongsis, alat satu ini bisa membantu kalian jika ingin mengabadikan momen ini tanpa susah-susah pegang HP sedangkan kalian juga ingin menonton pertunjukan ini secara langsung dengan mata kalian sendiri bukan?
  4. Pastikan sebelum masuk area Situ Buleud untuk menonton pertunjukan ini, perut sudah dalam keadaan tidak lapar.
  5. Charge HP atau senjata yang akan kalian gunakan untuk mengabadikan momen ini sampai penuh.

DOKUMENTASI
Berikut ini beberapa foto yang saya ambil ketika pertunjukan air mancur di Situ Buleud Purwakarta berlangsung.
Ai Mancur Purwakarta
Tampak Depan (SPOT TERBAIK) - Pertunjukan Air Mancur (Situ Buleud) Purwakarta

Air Mancur Situ Buleud

Air Mancur Purwakarta
Tampak Samping - Pertunjukan Air Mancur (Situ Buleud) Purwakarta


Air Mancur Purwakarta
Antrian Pintu Keluar - Pertunjukan Air Mancur (Situ Buleud) Purwakarta

Kurang puas karena cuma liat dari foto aja? Tenang, video-nya juga ada kok, mau lihat videonya? Tetap setia kunjungi leblung.com, nanti ada update nya :D