Showing posts with label blogging. Show all posts

Twitter Kemala Salah Satu Layanan Publik Berbasis IT

Salah satu media sosial terbesar yaitu Twitter, baru-baru saja meluncurkan sebuah inovasi guna membantu Pemerintah Indonesia meningkatkan layanan publiknya dengan berinteraksi langsung dengan warganya.

Twitter Kemala adalah layanan yang dirilis oleh Twitter untuk tujuan diatas tadi, didesain berupa dashboard atau layaknya papan informasi yang menampung berbagai opini masyarakat terkait pemerintah setempat. Nama "Kemala" merupakan singkatan dari Kelola Melantas Layanan.


Yang menjadi pilot project dari layanan baru ini adalah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di wilayah Asia Tenggara Twitter Kemala pertama kali dirilis di Indonesia dan memilih Jawa Tengah sebagai trigger-nya. Jadi bagi kalian warga Jawa Tengah, silahkan manfaatkan semaksimal mungkin layanan ini dan sebarkan informasi ini ke rekan atau saudara-saudara kalian disana. Tujuan dikembangkannya layanan ini sangat positif, maka dari itu mari kita bantu untuk mensukseskan demi Indonesia yang lebih baik.

Caranya cukup mudah kita hanya perlu mem-posting tweet seperti biasanya, hanya perlu menambahkan hashtag khusus yaitu #KemalaJateng (khusus untuk wilayah Jawa Tengah) di akhir tweet kita. Secara otomatis pesan kita akan sampai kepada pihak Kemala Jawa Tengah. Semuanya akan dimonitor dan dikontrol oleh seorang Admin yang sudah dipilih oleh pemerintah setempat, dan semua pihak pemerintah terkait tentunya.


Kurang lebih sudah masuk 500 ribu tweet yang telah diterima oleh Kemala Jawa Tengah. Menurut Priscila, Communicator Manager Tweeter Indonesia, kata "jalan" menjadi topik utama yang paling banyak dibahas oleh masyarakat Jawa Tengah melalui Twitter Kemala.

Berikut ini adalah cara kerja Twitter Kemala :
  1. Tweet pertanyaan, usulan, keluhan dengan menggunakan tagar #KemalaJateng. Tidak perlu menyebutkan akun Twitter instansi terkait.
  2. Tweet tersebut akan didelegasikan oleh tim Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada institusi yang bersangkutan.
  3. Institusi terkait akan merespon tweet warga tersebut melalui Twitter . Ini adalah wujud nyata praktik e-governance yang cepat dan transparan.
Karena kita tidak perlu membubuhkan akun instansi terkait untuk menyampaikan aspirasi, dengan begitu kita tidak perlu repot untuk terlebih dulu mencari akun resmi pemerintah terkait jika ingin melapor atau menyampaikan opini. Bukankah itu jauh lebih mudah?

Manfaat dan Keuntungan Menulis di Blog

Pernahkah kalian punya pertanyaan "Emang apa sih manfaatnya nulis blog?", atau "Haruskah aku memulai untuk menulis blog?" atau mungkin pertanyaan sejenisnya..?

Untuk memulai sesuatu hal baru memang tidak mudah, apalagi nantinya hal tersebut harus masuk di kehidupan kita dan menjadi sebagai salah satu rutinitas yang harus dijalani. Contohnya saja seperti membuat dan menulis blog. Lebih parahnya lagi mungkin akan terpikir bahwa menulis blog hanya membuang-buang waktu saja.


Nah, jika kalian pernah pertanyaan-pertanyaan seperti diatas atau masih ada keraguan untuk memulai menulis blog, semoga beberapa penjelasan dibawah ini bisa menjadi pemicu semangat kalian untuk "Start Writing Blog Now!".

#1. Manfaat pertama ialah dengan ini akan memaksamu untuk menulis dan menjadikan hal tersebut sebagai kebiasaan baru. Jika sudah menjadi kebiasaan atau rutinitas kita, tanpa kita sadari hal ini telah meningkatkan produktifitas kita.

#2. Dengan menulis blog dapat memberikan kita banyak pengetahuan dengan cara pandang yang beragam dari setiap hal yang akan dibahas melalui tulisan tersebut.

#3. Dapat membantu kita lebih dekat dengan pembaca, terkait dengan apa yang kita tulis / bahas akan membantu kita semakin dekat dengan orang lain terutama pembaca tulisan kita. Di sisi lain terkadang kita juga bisa mendapatkan pengetahuan baru melalui interaksi kita dengan pembaca blog melalui komentar-komentar mereka.

#4. Dengan menulis blog, memungkinkan untuk kita menuliskan segala hal tentang yang kita suka dan inginkan. Tanpa adanya batasan tertentu, kita bebas berekspresi dan berkreativitas di dalamnya. Dengan mencurahkan apa yang kita sukai melalui tulisan di blog, akan semakin membantu meningkatkan produktifitas dan semangat kreatifitas kita.

#5. Manfaat penting lainnya adalah dengan kita rajin dan semangat menulis di blog, kita mampu mendapatkan penghasilan tambahan dari itu semua. Bagaimana bisa? Salah satunya, dengan begitu kita mampu meningkatkan kualitas SEO (Search Engine Optimization) atas blog atau website kita yang lain yang merupakan website utama kita untuk mendapatkan penghasilan tambahan / lebih. Contoh kita punya sebuah Online-Shop, dengan menulis blog bisa kita manfaatkan sebagai sarana promosi yang efektif ketika pembaca blog kita sudah bejibun.

Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa kita ambil dengan menulis di blog, jadi menurutmu apa manfaat yang kalian dapat dengan menulis di blog?

Semangat Nulis Blog Padam, Bakar Lagi Aja!

Bagi kebanyakan penulis, baik itu penulis blog atau penulis lainnya saya yakin pasti pernah sampai di suatu waktu dimana mereka bingung, susah dapat ide untuk menulis. Atau punya ide untuk menulis tapi semangatnya yang kabur entah kemana, dan ada juga yang kesulitan dapat waktu untuk menyelesaikan tulisannya yang masih dalam status draft menjadi published.


Sayapun pernah ada di masa-masa seperti itu, merasa sama sekali ga berguna atau males banget untuk menyelesaikan tugas-tugas yang tiada pernah ada habisnya. Ketika sudah dalam masa seperti itu, tidak masalah nikmati saja dulu, anggap waktu tersebut sebagai waktu untuk istirahat jasmani dan rohani kita. Tapi jangan lama-lama kalau bisa ya :D

Sudah waktunya bakar kembali semangat yang sudah redup, sudah waktunya bangun dan keluarkan semua potensi yang kita punya. Sudah waktunya produktif! Tentukan jadwal dan deadline untuk tugas yang perlu diselesaikan, dan just do it. Coba beberapa tips dibawah ini untuk membantu membangkitkan kembali semangat produktif kita.

Atur waktu untuk menulis. Kita bisa manfaatkan aplikasi Penjadwal atau sejenisnya yang sudah banyak tersebar di Internet yang bisa kita pasang di Smartphone, Laptop atau lainnya yang mampu membantu kita mengingat dan mengatur jadwal untuk menyelesaikan tugas-tugas. Silahkan atur dan bagi waktu sebaik mungkin menurut karakter kita masing-masing.

Bekerja konsisten di suatu waktu secara rutin. Mood sangat berperan bagi kelangsungan hidupnya semangat kita, saya yakin tidak bisa mood kita bisa bertahan seharian penuh untuk mengerjakan suatu hal. Maka dari itu mari kita cari waktu yang tepat bagi kita untuk mengerjakan tugas-tugas yang kita punya. Anggap saja untuk memulai hari paling semangat ketika jam 9 pagi, maka kita harus konsisten tepat di jam tersebut sebisa mungkin mulai lakukan sesuai jadwal yang sudah disusun.

Abaikan selingan atau hal lain yang menghambat. Ide memang datangnya tidak bisa kita atur waktunya, namun jangan sampai ide-ide tersebut justru mengacaukan jadwal sehingga tugas atau tanggungjawab tidak kunjung selesai. Catat saja dulu untuk dipikir selenjutnya, lebih baik kita lanjutkan dulu yang sudah kita mulai.

Sebuah catatan sangatlah penting. Terkait pada poin sebelumnya, catatan akan sangat membantu kita nantinya. Ketika menulis atau menyalurkan ide butuh fokus, sebisa mungkin jangan biarkan fokus kita terpecah.

Kamu juga perlu bahagia. Disaat tugas atau tanggungjawab dirasa sudah berada pada titik aman, mari berbahagia. Kita perlu istirahat, perlu liburan untuk menghibur batin dan raga kita. Secara tidak terduga biasanya kita akan menemukan ide-ide gila lainnya selama liburan tadi, atau bahkan dengan begitu kita punya bahan untuk menulis lagi.

Kurang lebih tips membakar semangat menulis artikel blog yang bisa Hey! Leblung bagikan itu dulu, semoga saja bisa bermanfaat dan bisa tetap semangat untuk menulis, semangat untuk cari ide dan lain lagi.

Dua (2) Wajah Manusia

Sore itu, titik hujan masih turun dengan iramanya yang indah. Tempo adante (sedang) yang dipilih sang malaikat penurun hujan membentuk satu pertunjukan yang menyejukkan mata bagi kami yang tengah sibuk dengan imajinasi masing-masing.

Nampak dengan jelas, jendela kafe ini menjadi berembun karenanya. Beberapa pengunjung memilih menulis sesuatu di atasnya. Entah apa yang mereka tulis, mungkin nama orang terkasihnya, impiannya, gambar sticky man, atau mungkin hanya kata-kata tak bermakna. Minus 3,5 membuat saya kesulitan membaca torehan imaji mereka. Satu, dua, hingga lima belas menit berlalu tanpa ada kata yang meluncur dari bibir saya. Imajinasi masih menari-nari. Sesekali melompat atau berlari cepat.

Sungguh sore yang menentramkan jiwa. Hingga akhirnya, "Buleeeeel! Lama ya? Tadi mau berangkat Buk Sum minta angkatin jemuran dulu. Habis gitu masih marahin si bungsu karena kemaren ketauan bolos sekolah buat maen PS (PlayStation). Heran dah tuh bocah. Gue hukum dya pake hafalan surat yasin", suaranya menggelegar ke seluruh sudut kafe. Beberapa memandang sinis, beberapa yang lain hanya menampakkan wajah terkejut. Saya menariknya untuk duduk. Meredam semangat yang berkobar-kobar itu.

Dian Fitria Agus namanya. Laki-laki dengan tubuh tinggi besar, kadang dihiasi kumis dan jambang yang tumbuh tidak rapi (katanya biar macho, padahal big no-no), geraknya sedikit gemulai, tapi siapa sangka dya adalah karateka pemegang sabuk hitam, atlet karate tingkat nasional yang suka tiba-tiba jadi sholehah saat jadwal pertandingan mulai mendekat.

Dan sore dilanjutkan dengan perbincangan panjang mengenai es di kutub utara yang mulai mencair, gaya busana Ariana Grande vs Taylor Swift, keputusan KPI yang melarang banci tampil di tv, kasus Saipul Jamil alias abang SJ hingga curhat percintaan ala anak muda masa kini. Ya, bersamanya, pembicaraan tak pernah menemukan jeda. Selalu ada tawa, tangis, atau cercaan yang disalurkan.

Sekali-dua kali dya akan melawak dengan gaya khasnya, sindiran yang dibikin konyol, sesekali mencercaku (berkali-kali sih), menghina baju renda-renda warna merah hasil mencontoh model di salah satu majalah kenamaan (please forget about this thing! Berasa dosa seumur hidup dahh), di lain waktu ia akan memunculkan nasihat-nasihat bijak dan pemikiran supernya saat saya mulai hampir menangis memikirkan segala hal dari sudut seorang pesimistis, tapi di lain waktu, ada masa dimana saya ganti mencercanya, menceramahi dengan nada sok tau padahal ilmu pas-pasan. Ya. Itu kami. Persahabatan beruang grizzly dengan koala si tukang tidur.

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا
طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Kita, adalah dua orang yang berharap menjadi penjual minyak wangi bagi satu dan lainnya. Memberi manfaat meski seringkali membicarakan hal-hal yang tidak berarti. ^.^ Maka kali ini saya mengenalkan sebuah rencana sederhana untuk menambah semangat menulis, mengasah otak yang mulai tumpul karena ribuan angka di sheet Ms. Excel, menyalurkan kecerewetan yang selama ini terhalang suara mesin penggiling tembakau.

Ya. Sore ini, 27 Maret 2016, kami menelurkan : “Dua (2) Wajah Manusia”

Bukan tentang menjadi munafik. Bukan tentang kemunafikan orang lain. Bukan pula membahas dalil-dalil agama tentang penolakan terhadap kemunafikan.

Ini tentang mencerca satu topik bersama. Dengan sudut pandangnya dan dengan sudut pandang saya.  Just wait and see ya.. plus cerca kami dengan pemikiranmu. Dunia ini perlu cercaan untuk menjadi baik bersama.

Mari menulis, berkarya, mencerca, dan menjadi penjual minyak wangi bagi orang lain! https://genthonkthink.wordpress.com vs http://www.leblung.com/