KPI vs “Feminisme”

Pada tanggal 23 Februari 2016 yang lalu, KPI atau Komisi Penyiaran Indonesia secara resmi mengeluarkan surat edaran mengenai larangan bagi seluruh Direktur Utama Lembaga Penyiaran untuk menayangkan siaran yang mengandung unsur “feminisme”. “Feminisme” di sini diartikan sebagai perilaku pria yang menyerupai wanita. Surat edaran yang bernomor 203/K/KPI/02/16 tersebut meminta kepada Direktur Utama Lembaga Penyiaran untuk tidak menampilkan host (pembawa acara), talent, maupun pengisi acara lainnya (baik pemeran utama atau pemeran pendukung) dengan tampilan sebagai berikut:
  1. Gaya berpakaian kewanitaan
  2. Riasan (make-up) kewanitaan
  3. Bahasa tubuh kewanitaan, termasuk namun tidak terbatas pada gaya berjalan, gaya duduk, gerakan tangan maupun perilaku lainnya
  4. Gaya bicara kewanitaan 
  5. Menampilkan pembenaran atau promosi seorang pria untuk berperilaku kewanitaan
  6. Menampilkan sapaan terhadap pria dengan sebutan yang seharusnya diperuntukkan bagi wanita
  7. Menampilkan istilah dan ungkapan khas yang sering dipergunakan kalangan pria kewanitaan
Komisioner KPI, Agatha Lily, seperti yang dilansir oleh www.tinoberita.blogspot.com, mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk melindungi penonton usia anak-anak dan remaja agar tidak mencontoh perilaku-perilaku “feminisme” tersebut. Bukan Indonesia namanya jika suatu larangan tidak dibarengi dengan pro kontra yang cukup panas, alot, memeras otak, dan menguras tenaga. Hhe. Berbagai kalangan baik anggota DPR, artis, maupun pendukung dan pelaku LGBT angkat suara untuk menyatakan opininya. Ya. Sebuah babak drama baru dimulai, “KPI vs Feminisme.”



Pada dasarnya feminisme pada seorang pria dapat diakibatkan oleh 3 faktor, yaitu:

1.    Biogenik
Feminisme akibat faktor biologis. Pada tubuh pria yang memiliki feminisme berlebih tersebut, hormon kewanitaan tumbuh dan diproduksi lebih banyak. Hal tersebut dikarenakan faktor genetik. Dampak yang ditimbulkan akibat pertumbuhan hormon-hormon kewanitaan secara berkelanjutan adalah perasaan bahwa pria tersebut merupakan seseorang yang tidak dapat dikatakan pria seutuhnya (tulen), namun juga tidak dapat disebut sebagai seorang wanita. Oleh karena itu, seorang pria dengan kondisi seperti ini cenderung binggung untuk menentukan identitas atau jati diri sebenarnya. Selanjutnya, faktor lingkungan dan kondisi psikologis akan sangat berdampak pada penentuan jati diri pria tersebut.

2.    Psikogenik
Feminisme berlebih pada seorang pria juga dapat dikaitkan dengan pengalaman psikologis pada saat masa kanak-kanak. Misalkan pengalaman tidak menyenangkan dari ayah, saudara laki-laki atau situasi lain yang menimbulkan pemikiran bahwa menjadi wanita itu lebih baik dan lebih menyenangkan. Hal ini nantinya dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan kepribadian si anak. Sehingga dimungkinkan ia akan menumbuhkan sisi feminimismenya.

3.    Sosiogenik
Feminisme juga dapat diakibatkan oleh pengaruh lingkungannya. Lingkungan yang mendukungnya untuk menjadi wanita dapat mengakibatkan seseorang berubah menjadi pria dengan feminisme berlebih. Seperti yang dilansir pada www.wesleysinagabonar.wordpress.com berdasarkan wawancara langsung dengan kaum feminisme di Jawa Tengah, 2 dari 4 waria yang diwawancara memiliki sisi feminisme akibat lingkungannya.


Feminisme tipe sosiogenik inilah yang disasar oleh KPI untuk ditekan pertumbuhannya. Mengapa? Saat siaran televisi yang menyiarkan seorang pria dengan sisi feminisme berlebih, diberi peran khusus, diberi dukungan (sorak sorai penonton, dan tawa riuh) besar akan dapat menimbulkan satu pemikiran kurang benar di otak anak-anak dan remaja. “Feminisme memiliki nilai lebih.” Selanjutnya hal ini akan mendorong anak-anak laki-laki yang pada dasarnya tumbuh dan berkembang baik secara fisik maupun psikologis sebagai laki-laki seutuhnya, untuk berubah menjadi laki-laki dengan feminisme berlebih. Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mendapatkan perhatian atau penghargaan dari orang-orang di sekitarnya.

Anggapan-anggapan sepele seperti, “Ah. Kan akting semata untuk menjadi pria feminin.” Wait. Kebiasaan-kebiasaan kecil untuk menunjukkan sisi feminin memang terasa biasa dan bisa jadi hanya sebagai lelucon belaka untuk menarik perhatian. Namun, ketika hal tersebut terus menerus dilakukan, stigma atau pemikiran “Orang-orang lebih suka saya seperti ini (pria tapi feminin)” akan muncul dengan mudah.
Hal tersebut didukung oleh teori Hirarki Kebutuhan yang dicetuskan oleh Abraham Maslow. Menurutnya, manusia memiliki 5 kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, yaitu:

1.    Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan paling dasar dari seorang manusia adalah kebutuhan fisiologis yang berpengaruh untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. Contoh kebutuhan fisiologis adalah makan, minum, tidur, oksigen, dan seks.

2.    Kebutuhan akan Rasa Aman
Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, selnajutnya seorang manusia memerlukan rasa aman untuk bertahan hidup. Rasa aman yang dimaksudkan adalah rasa aman untuk melakukan kehidupan fisiknya secara normal tanpa takut akibat perang, ancaman dari pihak luar, penyakit, kecemasan, dan lain-lain.

3.    Kebutuhan akan Kasih Sayang
Kebutuhan rasa kasih sayang pada dasarnya adalah kebutuhan akan rasa aman dari segi psikologis. Kebutuhan ini meliputi dorongan untuk bersahabat, keinginan memiliki pasangan yang saling mengasihi, dan kebutuhan untuk dekat pada keluarga. Kebutuhan ini menyangkut hubungan dengan orang lain dimana terdapat proses memberi dan menerima secara seimbang.

4.    Kebutuhan akan Penghargaan
Setelah kebutuhan dicintai dan dimiliki tercukupi, manusia akan bebas untuk mengejar kebutuhan akan penghargaan. Maslow menemukan bahwa setiap orang yang memiliki dua kategori mengenai kebutuhan penghargaan, yaitu kebutuhan yang lebih rendah dan lebih tinggi. Kebutuhan yang rendah adalah kebutuhan untuk menghormati orang lain, kebutuhan akan status, ketenaran, kemuliaan, pengakuan, perhatian, reputasi, apresiasi, martabat, bahkan dominasi. Kebutuhan yang tinggi adalah kebutuhan akan harga diri termasuk perasaan, keyakinan, kompetensi, prestasi, penguasaan, kemandirian dan kebebasan. Sekali manusia dapat memenuhi kebutuhan untuk dihargai, mereka sudah siap untuk memasuki gerbang aktualisasi diri, kebutuhan tertinggi yang ditemukan Maslow.

5.    Kebutuhan Aktualisasi Diri
Kebutuhan ini tidak melibatkan keseimbangan namun melibatkan keinginan yang terus menerus tumbuh untuk memenuhi potensi diri.

Nah. Saat pemikiran bahwa ia akan lebih disukai dan dihargai saat bersikap feminin muncul, ia akan terus menerus melakukan, berlaku dan bersikap layaknya wanita seutuhnya. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan akan penghargaan seperti yang diutarakan oleh Maslow. Akhir dari fase tersebut adalah rasa nyaman yang timbul seperti ketika ia menjadi diri sendiri seutuhnya. Saat rasa ini timbul, maka ucapan selamat tinggal pada kepribadian prianya ada di pelupuk mata.

Oleh karena itu, bukan menjadi sebuah hal yang perlu ditentang dengan nada tinggi dan otot besi. KPI hanya sedang berusaha menyelamatkan anak-anak dan remaja dari tragedi “berubah karena orang lain.” Karena mereka, para penonton usia dini tersebut bukan hanya dari kalangan yang hidup dengan penuh cinta dari kedua orang tua, dari saudara, dan dari teman-teman di sekitarnya. Mereka yang kebutuhan akan rasa sayang, rasa cinta dan dimiliki tidak terpenuhi dengan baik, akan cenderung mudah untuk berubah ketika ada kehebohan atau penghargaan berlebih dari orang-orang sekitar dengan melakukan sesuatu (dalam hal ini berlaku feminin).

Jadi, dapat saya katakan bahwa KPI tidak sedang menentang anda yang berlaku feminin, tidak sedang membatasi ruang gerak para seniman. Ia hanya menyelamatkan generasi kita, menjadikannya generasi “Be Yourself” atau “Be 100% You”.

Mari berpikir positif, mari menjadi diri sendiri!

Pilih Bra yang Tepat Untukmu, Girls!

Fashion merupakan hal yang penting bagi seorang wanita. Ya. Peduli fashion bukan berarti harus mengikuti trend terkini atau mengikuti gaya berbusana selebritis yang sedang berada di puncak karir lho. Peduli fashion diartikan sebagai menggunakan pakaian yang nyaman, membuat percaya diri, sesuai dengan suasana atau acara yang dihadiri (gak mungkin dong pake piyama ke pengajian?), membuatmu merasa menjadi diri sendiri, dan bebas bergerak kesana-kemari.

Untuk memaksimalkan penampilan itu, pakaian dalam tentu menjadi hal yang perlu diberi perhatian khusus. Ya. Perhatikan bra yang kamu gunakan. Pakaian dalam yang berfungsi menutupi dan menopang payudara itu mampu membuat style kamu menjadi berantakan jika tidak dipilih dengan tepat. Bra yang un-fit bisa membatasi gerakmu, girls. Seperti sesak napas karena terlalu ketat, malu bergerak karena si ‘aset’ melonjak kemana-mana akibat bra terlalu longgar, atau yang lebih fatal lagi bra membuat bagian dadamu terlihat aneh dan tidak bulat sempurna. 

Mm, bagaimana mengidentifikasi bra yang kurang tepat?

1.    Berdirilah di depan cermin sehingga kamu bisa melihat jelas bentuk payudaramu
2.    Apakah terdapat bagian payudara yang menyembul keluar dari bawah atau bagian tengah bra?
3.    Apakah terdapat rongga di antara bagian tengah payudara dan bagian tengah bra?
4.    Apakah terdapat bekas kawat pada bagian bawah payudara?
5.    Apakah terdapat bekas tali bra pada bahumu?
6.    Apakah kaitan tali di belakang bra tertarik ke atas?
7.   Apakah payudaramu nampak terlalu ke bawah, terlalu ke atas, atau letaknya menyamping ke kiri kanan tubuhmu?

Jika semua pertanyaan itu kamu jawab dengan “IYA”, remove your bra now! Kamu salah memilih ukuran bra dan itu bisa membahayakan kesehatanmu, girls. (baca http://www.leblung.com/2016/03/awas-salah-bra-petaka.html)

Lalu, bagaimana memilih bra yang tepat?
1.    Pilih ukuran yang pas
Wacoal.id berbaik hati memberikan cara mengukur payudara yang tepat, girls!

a.      Pertama, ukur lingkar dada kamu pada titik tertinggi payudara (top bust), misalkan 85 cm.
b.   Kedua, ukur lingkar dada kamu pada titik terendah payudara yang berada tepat di bawah lingkar payudara (under bust), misalkan 75 cm.
c.       Hitung selisih antara top bust  dan under bust
85 cm – 75 cm = 10 cm
Maka cup bra yang tepat untukmu adalah cup A.
d.      Ukuran under bust ini menunjukkan panjang tali yang kamu perlukan.
75 cm berarti size 34 untuk ukuran bra pada umumnya, atau pada bra modern seperti merk Young Heart, Wacoal, dll, akan langsung kamu jumpai ukuran A75.
2.    Pilih sesuai dengan bentuk payudaramu
Seperti yang dilansir oleh www.liputan6.com, terdapat 7 jenis payudara. Berikut tipe payudara wanita dilihat dari bentuk dan payudara yang sesuai:
a.       Serong ke kanan
Jika bentuk payudara tertarik ke arah luar tubuh Anda dan meninggalkan beberapa ruang di bagian pusar langsung dari dada Anda, sebuah bra T-shirt akan tepat untuk Anda gunakan untuk memberikan bentuk yang sempurna pada payudara Anda.
b.      Terpisah jatuh ke sisi bawah
Bentuk payudara ini jatuh ke arah sisi tubuh. Untuk itu pilih sebuah bra dengan gaya terjun serupa sehingga dapat membantu menarik payudara agar tampak lebih indah.
c.       Seperti lonceng bola
Jika payudara kamu sedikit lebih tipis di atas sebelum pembulatan ke bawah, jenis bra terbaik adalah tipe penuh cakupan yang memeluk payudara kamu. Kaum hawa dengan jenis payudara ini membutuhkan dukungan ekstra baik untuk mengangkat dan menarik payudara.
d.      Seperti globe
Jenis payudara ini sangat bulat dan sama-sama penuh di bagian atas dan bawah. Pilihlah bra yang tipis, bergaris dan mencakup seluruh bagian payudara kamu. Bra dengan tipe itu akan membuatmu nampak sempurna.
e.      Berukuran mini
Sebagian perempuan memiliki payudara yang kecil namun panjang. Bra dengan jenis turun ke bawah akan sangat sesuai untuk jenis payudara seperti ini. Payudara akan tertarik dan membentuk ukuran mini, selain itu pilihlah bra dengan bantalan sehingga akan terlihat lebih penuh.
f.      Terpisah asimetris
Tidak semua perempuan memiliki ukuran yang simetris antara kedua payudaranya. Jika perbedaan ukuran tersebut mengganggu, gunakanlah bra dengan ekstra bantalan yang mudah dilepas dan dipasang sehingga memungkinkan kamu untuk memasang di sisi payudara yang lebih kecil dan melepaskan bantalan pada bagian payudara yang lebih besarnya.

g.     Berbentuk normal
Jika kamu memiliki bentuk payudara normal dengan bentuk sedikit menjorok di bagian bawah, kamu bisa menggunakan jenis bra apa saja. Lucky for you, girls!
3.    Last but not least, pilih bahan yang nyaman dan menyerap keringat
Pemilihan bahan bra juga sangat penting. Pilih yang menggunakan bahan nyaman dengan daya serap baik sehingga saat kamu berkeringat, ia dapat menyerap dengan baik dan tidak menimbulkan iritasi. Jika kamu menggunakan bra dengan penopang kawat pada bagian bawah, pastikan kawat tidak menonjol keluar karena dapat melukai ‘asetmu’.
4.    Ganti bra kamu tiap 6 bulan sekali!
Karena dalam 6 bulan, bentuk bra tidak lagi bagus sehingga fungsi atau performa kinerja untuk menopang payudara telah berkurang. So, jangan lupa beli yang baru tiap 6 bulan yaa..

Itu dia 4 tips untuk memilih bra yang tepat, girls! Selain itu, ada trik lain yang perlu kamu ketahui, “Cara memakai dan merawat bra dengan tepat.” Tunggu di postingan berikutnya yaa..

Dua (2) Wajah Manusia

Sore itu, titik hujan masih turun dengan iramanya yang indah. Tempo adante (sedang) yang dipilih sang malaikat penurun hujan membentuk satu pertunjukan yang menyejukkan mata bagi kami yang tengah sibuk dengan imajinasi masing-masing.

Nampak dengan jelas, jendela kafe ini menjadi berembun karenanya. Beberapa pengunjung memilih menulis sesuatu di atasnya. Entah apa yang mereka tulis, mungkin nama orang terkasihnya, impiannya, gambar sticky man, atau mungkin hanya kata-kata tak bermakna. Minus 3,5 membuat saya kesulitan membaca torehan imaji mereka. Satu, dua, hingga lima belas menit berlalu tanpa ada kata yang meluncur dari bibir saya. Imajinasi masih menari-nari. Sesekali melompat atau berlari cepat.

Sungguh sore yang menentramkan jiwa. Hingga akhirnya, "Buleeeeel! Lama ya? Tadi mau berangkat Buk Sum minta angkatin jemuran dulu. Habis gitu masih marahin si bungsu karena kemaren ketauan bolos sekolah buat maen PS (PlayStation). Heran dah tuh bocah. Gue hukum dya pake hafalan surat yasin", suaranya menggelegar ke seluruh sudut kafe. Beberapa memandang sinis, beberapa yang lain hanya menampakkan wajah terkejut. Saya menariknya untuk duduk. Meredam semangat yang berkobar-kobar itu.

Dian Fitria Agus namanya. Laki-laki dengan tubuh tinggi besar, kadang dihiasi kumis dan jambang yang tumbuh tidak rapi (katanya biar macho, padahal big no-no), geraknya sedikit gemulai, tapi siapa sangka dya adalah karateka pemegang sabuk hitam, atlet karate tingkat nasional yang suka tiba-tiba jadi sholehah saat jadwal pertandingan mulai mendekat.

Dan sore dilanjutkan dengan perbincangan panjang mengenai es di kutub utara yang mulai mencair, gaya busana Ariana Grande vs Taylor Swift, keputusan KPI yang melarang banci tampil di tv, kasus Saipul Jamil alias abang SJ hingga curhat percintaan ala anak muda masa kini. Ya, bersamanya, pembicaraan tak pernah menemukan jeda. Selalu ada tawa, tangis, atau cercaan yang disalurkan.

Sekali-dua kali dya akan melawak dengan gaya khasnya, sindiran yang dibikin konyol, sesekali mencercaku (berkali-kali sih), menghina baju renda-renda warna merah hasil mencontoh model di salah satu majalah kenamaan (please forget about this thing! Berasa dosa seumur hidup dahh), di lain waktu ia akan memunculkan nasihat-nasihat bijak dan pemikiran supernya saat saya mulai hampir menangis memikirkan segala hal dari sudut seorang pesimistis, tapi di lain waktu, ada masa dimana saya ganti mencercanya, menceramahi dengan nada sok tau padahal ilmu pas-pasan. Ya. Itu kami. Persahabatan beruang grizzly dengan koala si tukang tidur.

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا
طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Kita, adalah dua orang yang berharap menjadi penjual minyak wangi bagi satu dan lainnya. Memberi manfaat meski seringkali membicarakan hal-hal yang tidak berarti. ^.^ Maka kali ini saya mengenalkan sebuah rencana sederhana untuk menambah semangat menulis, mengasah otak yang mulai tumpul karena ribuan angka di sheet Ms. Excel, menyalurkan kecerewetan yang selama ini terhalang suara mesin penggiling tembakau.

Ya. Sore ini, 27 Maret 2016, kami menelurkan : “Dua (2) Wajah Manusia”

Bukan tentang menjadi munafik. Bukan tentang kemunafikan orang lain. Bukan pula membahas dalil-dalil agama tentang penolakan terhadap kemunafikan.

Ini tentang mencerca satu topik bersama. Dengan sudut pandangnya dan dengan sudut pandang saya.  Just wait and see ya.. plus cerca kami dengan pemikiranmu. Dunia ini perlu cercaan untuk menjadi baik bersama.

Mari menulis, berkarya, mencerca, dan menjadi penjual minyak wangi bagi orang lain! https://genthonkthink.wordpress.com vs http://www.leblung.com/

Promo Diskon iPhone 5S Hanya 4,4 Juta

Kedatangan iPhone SE memang cukup mengguncang dunia perhelatan Apple Addict (para pengguna Apple) khusunya pengguna iPhone. Begitu banyaknya peminat akan iPhone berukuran 4inch masih lebih banyak dibandingkan ukuran iPhone pada versi 6 dan diatasnya, maka dari itu Apple memutuskan untuk merilis iPhone SE.

Dengan ini maka harga iPhone generasi sebelumnya pasti turun, dan hari ini setelah walk-around, saya mendapatkan informasi tentang Promo Diskon iPhone 5S hanya seharga Rp 4.499.000. Berbeda pada harga sebelumnya yaitu Rp 400.000 diatas harga promo saat ini.


Promo ini hanya berlaku sampai tanggal 27 Maret 2016, di semua outlet Infinite. Dan perlu kalian ketahui bahwa promo diskon ini hanya berlaku jika kalian membayar dengan uang CASH atau melalui DEBIT BNI atau BCA.

Yang berminat membeli, silahkan mumpung waktu masih ada, hehe.

Tantangan dalam Merintis Startup

Pastinya kalian semua uda pada tahu apa itu Startup / Bisnis Startup kan? Terutama kawula muda kini yang dinamis dan melek teknologi.
Namun bagi yang belum paham apa itu bisnis startup, saya coba kutipkan dari sebuah artikel dari Tech-in-Asia berikut ini :

Kata startup sendiri adalah serapan dari bahasa inggris yang menunjukan sebuah bisnis yang baru dirintis. Menurut sumber informasi dari Wikipedia.org, startup adalah sebuah perusahaan rintisan, umumnya disebut startup (atau ejaan lain yaitu start-up), merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi.

Dewasa ini tidak sedikit peminat dalam dunia startup tersebut, bahkan tidak sedikit yang berani meninggalkan zona-nyaman mereka untuk merintis sebuah bisnis startup mereka sendiri dimana disana mereka bisa bekerja sesuai hobi dan passion-nya. Dan banyak juga kisah sukses dengan startup mereka contoh paling mudah dan paling booming saat ini adalah Go-Jek dan Grab.

Hal seperti ini tentu perlu disambut positif, karena pada dasarnya ide dari sebuah bisnis startup adalah sebagai sebuah solusi dari permasalahan yang dijumpai di masyarakat. Dan dengan semakin banyak bisnis startup yang berkembang semakin terbuka lebar pula lapangan pekerjaan.

Akan tetapi untuk membangun sebuah bisnis startup tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Di bawah ini ane akan share sedikit tips untuk agan dalam membangun bisnis startup.

1. Temukan Permasalahan
Cari permasalahan yang umum terjadi secara berulang, kemudian pikirkan solusinya seperti apa, tidak perlu harus langsung menunjukkan hasil yang signifikan, berproses itu diperlukan maka lakukan secara bertahap untuk menyelesaikan dan menemukan solusi terbaik dari permasalahan tersebut.

2. Validasi
Setelah ketemu permasalahannya yang kalian perlu lakukan selanjutnya adalah validasi. Pastikan bahwa hal itu permasalahan umum. Banyak orang yang menganggap kalau hal tersebut jadi masalah. Jadi saat agan luncurkan produknya nanti akan diterima sama orang-orang sebagai solusi. Seringkali kita gagal melakukan validasi, kita kira itu jadi masalah buat semua orang ternyata cuma kita sendiri yang merasa hal tersebut adalah sebuah masalah.

3. Buat Perencanaan 
Pada tahap ini agan dituntut mampu menuangkan gagasan agan ke dalam sebuah Business Plan. Seringkali model lean canvas digunakan dalam pembuatan perencanaan bisnis startup.

4. Cari Investor 
Dalam memulai bisnis startup tidak harus keluar uang dari kantong kita. Saat kalian punya ide bisnis yang cemerlang ada sangat banyak di luar sana investor yang tidak ragu untuk mengucurkan dananya untuk berinvestasi di bisnis startup kalian.

5. Komitmen dan Percaya 
Gimana kalian bisa minta orang lain percaya dengan ide yang kalian punya, kalau diri sendiri ga percaya bahwa ide tersebut akan membuahkan hasil.
Mulai dengan bentuk tim yang solid dan terus dikembangkan bersama. Karena faktanya 7 dari 10 startup gugur dan gagal, ini bukan bermaksud untuk menakuti, justru jadikan sebagai memotivasi untuk berani mencoba.

Berani dan percaya, siap ya!? Kalo kita nyoba peluangnya 50:50, tapi kalau sama sekali belum pernah mencoba, maka peluangnya menjadi 100%!! 100% GAGAL!! Harus berani mencoba dan jangan berhenti belajar. Belajar dari ahlinya, belajar dari mentor, belajar dari orang-orang yang udah lebih dahulu sukses membangun usaha startup.

Maka dari itu, bagi kalian yang ingin menimba ilmu tentang startup, kalian bisa gabung dalam komunitas Young On Top (YOT), apa itu? silahkan kalian cek lanhgsung di website resmi www.youngontop.com/startupconnext.


Jangan lupa catat dan usahakan gabung dalam acara ini :
Hari, Tanggal : Kamis 31 Maret 2016
Pukul : 18.00 - 21.00 WIB
Alamat : Wisma Bisnis Indonesia, Lantai 8. Jalan KH. Mas Mansur No. 12A, Tanah Abang, Jakarta 10220.