Showing posts with label kuliner bandung. Show all posts

Tidak Hanya Kaya dengan Tempat Wisata, Berikut 6 Wisata Kuliner yang Wajib Kalian Cicipi di Bandung

Bandung memang terkenal sebagai kota alternatif lain untuk warga Jakarta berlibur, tidak heran kalau hotel di Bandung sudah fully booked ketika ada libur panjang ataupun libur hari kejepit. Tapi selain dipenuhi dengan tempat wisata yang beragam, Bandung juga terkenal dengan sajian kuliner yang bermacam-macam dan tentunya lezat. Nah, untuk kalian yang ingin berlibur ke Bandung dan ingin berwisata kuliner, berikut daftar kuliner yang harus dicicipi.

Photo credit : anekatempatwisata.com

PASKAL FOOD MARKET

Berada di area Pasir Kaliki dekat dengan stasiun Bandung, Paskal Food Market memiliki lebih dari 100 penjual makanan yang beragam, mulai dari makanan Khas Bandung hingga makanan internasional seperti Jepang dan Korea. Memiliki konsep pasar ruang terbuka, kalian akan dimanjakan dengan suasana udara yang sejuk serta hangatnya sajian makanan yang sudah dibeli. Tidak perlu menyiapkan uang yang banyak, cukup dengan uang Rp 10.000 punn kalian sudah bisa menikmati beberapa makanan yang lezat di Paskal Food Market. Pasar ini biasa menjadi tempat berkumpulnya anak muda menghabiskan malam sambil bercengkrama dengan sahabat atau kalian juga bisa menikmati suasana kolam keberuntungan lenkap dengan lampu dan obor sehingga membuat suasana jajan kalian terasa romantis.


CIE RASA LOOM, BUAH BATU

Berada tidak jauh dari hotel Marala, atau tepatnya di Jalan Terusan Buah Batu, rumah makan Cie Rasa Loom merupakan wisata kuliner dengan menu andalan Mie Aceh terfavorit di Bandung. Meskipun bukan makanan khas Bandung, restoran mie aceh ini menyajikan sajian mi sangat lezat dan buka selama 24 jam. Ketika kalian berkunjung ke resto ini, kalian akan melihat ruangan resto yang didominasi dengan warna merah dan juga memiliki 2 lantai dengan lampu-lampu kuning yang sedikit klasik. Dinamakan 'Cie Rasa Loom' bukanlah sekedar nama tanpa arti, melainkan memiliki arti "Coba Rasakan Lagi" dengan harapan para pelanggan yang sudah datang akan datang dan datang lagi.


ROEMAH NENEK RESTO CAFE

Roemah Nenek Resto Café merupakan salah satu tempat wisata kuliner Bandung yang cukup populer. Restoran ini menyajikan berbagai jenis masakan seperti chicken tarragon, nasi lidah jamur, pizza bakar, pasta, dan juga makanan khas Indonesia. Selain karena makanannya yang lezat, suasana resto ini pun sangat nyaman dengan nuansa rumah klasik dan juga udara yang sejuk khas Kota Parahyangan. Restoran ini berada di Jalan Taman Cibeunying Selatan nomor 47, Bandung.

Photo credit : klikhotel.com


RAJA RASA

Berkunjung ke Bandung rasanya tidak lengkap jika tidak menyicipi masakan sajian khas Bandung ataupun Sunda, ya? Nah, untuk itulah kalian bisa mengunjungi restoran Raja Rasa. Resto yang dekat dengan V Hotel & Residence atau berada di Jalan Setra Ria, Bandung yang merupakan sebuah restoran dengan menu andalan seafood dan juga masakan Sunda. Restoran yang memiliki suasana tenang dan asri ini buka setiap harinya pada pukul 10 pagi hingga 10 malam. Raja Rasa juga memiliki menu andalan seperti kangkung hotplate, udang saos keraton, cumi goreng, krapu saus kecap, sup kepiting, kerang hijau pedas, sop iga, dan masih banyak lagi.


PINO PIZZA

Masih satu lokasi dengan restoran Cie Rasa Loom, Pino Pizza merupakan tempat wisata kuliner Bandung yang juga tidak kalah populer dan wajib kalian kunjungi. Berlokasi di jalan Buah Batu, tempat ini menjual pizza, salad, dan pasa dengan harga yang bersaing dengan restoran pizza ternama. Pizza yang ditawarkan di sini pun tidak dijual terlalu mahal dengan kisaran harga mulai dari Rp45.000 saja. Tidak hanya sekedar pizza biasa, di Pino Piza ini kalian juga akan menemukan kreasi pizza unik yakni Pizza manis yang ber-topping buah-buahan dan beragam topping lainnya.


YOGHURT CISANGKUY

Khusus untuk menu makanan penutup atau makan cantik, kalian bisa mengunjungi Yoghurt Cisangkuy. Tempat ini sangatlah nyaman dan cocok sekali untuk kalian yang ingin nongkrong bersama teman-teman. Yoghurt yang dijual di sini merupakan yoghurt asli buatan sendiri dan tanpa adanya bahan pengawet, sehingga kalian bisa kumpul bersama teman sambil menyantap menu yang sehat-sehat. Harga yang dijual pun terjangkau yakni mulai dari Rp9.500 saja.

Nah, demikianlah beberapa rekomendasi tempat kuliner Bandung yang bisa kalian cicipi ketika berlibur ke Kota Kembang tersebut. Masih merasa kurang? Cek sajian lezat lain di sini ya.

Agar kegiatan berlibur kalian terasa lebih menyenangkan dan tenang, kalian bisa memesan hotel di Bandung melalui aplikasi Traveloka dengan pelayanan customer service 24 jam setiap hari. Yuk berlibur!

Cari Uang Sambil Jalan Kaki, Si Cuanki Serayu yang Lezat

Saya tidak akan membahas profesi - profesi yang menggunakan metode jalan kaki untuk cari uang loh ya. Bukan pula membahas bagaimana design gerobak yang ergonomis untuk bapak-bapak yang berdagang dengan jalan kaki. Dan sangat bukan sekali membahas abang tukang jualan apa yang paling ganteng. Muahahaa. Lha terus bahas apa?

Alkisah, tempo hari saya makan Cuanki Serayu. Nah, pas sudah menghadap seporsi penuh Cuanki, saya tanya ke Mas-Mas Pramuniaga, "Mas, ini kan bakso ya, ini goreng, yang ini apa?" Saya menunjuk satu benda yang jelas terbuat dari campuran tepung terigu dan aci (tepung kanji, tepung tapioka atau tepung sagu). "Yang itu Siomay, Teh." Kata masnya sambil tersenyum manis. "Lha trus yang disebut Cuanki yang mana, Mas?" tanya saya bingung. "Ya sepaket ini yang dinamakan Cuanki, Teh." Saya melongo. Si Mas Pramuniaga gak tanggung jawab dengan ke-melongo-an saya, dia ngeloyor pergi gitu aja. Ish.

Capture by Leblung

Sesampai di rumah (baca : kamar kosan ukuran 4 x 4 m yang [enggak] rapinya luarbiasa. hhe), saya langsung mengerahkan keahlian saya. Yapp. Tidak lain dan tidak bukan adalah "Gugling". Hhe. Keyword yang digunakan kali ini adalah "Asal Usul Cuanki" dan "Sejarah Cuanki". Tidak ada yang menjelaskan detail darimana Cuanki berasal, siapa penemu Cuanki, dan informasi dasar lainnya. Yang saya temukan adalah :

CUANKI = Cari Uang sambil jalAN kaKI

Hhi. Beneran begitu. Jadi Cuanki adalah sebutan untuk kegiatan mencari segenggam berlian (uang) yang dilakukan dengan cara jalan kaki. Kalo gitu banyak dong varian produknya. Tukang Cangcimen (Kacang Kuaci Permen), Tukang Tahu Sumedang, Tukang Odading (Roti Goreng isi gula merah), Tukang Batagor, Tukang Siomay, Tukang Sate keliling, Tukang Bakpao keliling, dan banyak lagi. Ya kaaan? Tapi di daerah Bandung dan sekitarnya, yang disebut Cuanki itu ya Tukang Jualan Bakso yang gerobaknya dipikul dan jualannya sambil jalan kaki keliling kompleks gitu. Kalo di Malang, tepatnya di daerah saya, ini disebutnya Tukang Bakso Pikul. ^.^

The Real Cuanki, source : www.kulinernikmat.com
Yang khas dari Cuanki ini, kuahnya bening, gak berlemak kayak bakso-bakso yang dijual di warung atau gerobak yang menetap di tempat (ini sudah sedikit saya ulas di tulisan ini). Dan isiannya lebih bervariasi karena ada siomay dan gorengnya, kalo bakso Bandung atau bakso Purwakarta biasanya cuma ada bakso (pentol daging) dan mie kuning atau mie putih. 

Nah, ceritanya kemarin Sabtu saya mampir ke sebuah warung Cuanki di Jalan Serayu yang katanya paling hits se-Bandung Raya. "Cuanki Serayu". Ya meski yang punya melanggar prinsip nama Cuanki itu sendiri ya, tapi gapapa-lah. Berbekal rekomendasi seorang teman yang berlidah Jawa tapi lama tinggal di Bandung (Bumils Titik namanya, Titik loh ya. Bukan Koma), saya memberanikan diri untuk ke warung sederhana ini. Konon kata sang pramuniaga, warung Cuanki ini memiliki 2 cabang yaitu di Jalan Mangga dan Jalan Babakan Timur. Sedangkan yang saya datangi ini adalah warung asli yang sudah berdiri sejak tahun 1997. Lama ya..

Capture by Leblung
Sesampainya di warung Cuanki ini, antrian orang yang memesan sudah mengular. Ada 2 banjar antrian. Setelah celingak-celinguk karena ketidak tauan saya, akhirnya saya menemukan tulisan "Khusus Dibungkus", di gerobak yang berada di sebelah kanan. Yap. 2 antrian itu adalah antrian makan di tempat dan antrian dibungkus atau dibawa pulang. Karena saya mau makan di situ, beralihlah saya ke antrian sebelah kiri. Sekitar 5 atau 10 menit kemudian, barulah saya sampai di depan Mas-Mas yang bagian terima dan melayani order.
 
Capture by Leblung
Proses pemesanan bisa dibilang cepat karena ada 2 orang yang melayani, satu orang bertugas menerima order dan memberi kuah, satu orang yang lain bertugas meracik. Selain itu, saat satu orang yang lain masih menerima order, mas-mas satunya meracik porsi normal, jadi kalau tidak ada permintaan khusus, penerima order tinggal kasih kuah. Kayak saya kemarin tuh, "1 porsi, Mas." Tinggal menciduk kuah, guyurkan, kasih deh ke saya. Hhe.

Untuk minuman, bisa ambil berbagai minuman botol di lemari es yang tersedia, atau pesan aneka jus buah. Urusan bayar? Nanti aja setelah perut kenyang. ^.^ Nah, tempat duduk yang disediakan sederhana sekali. Mirip dengan tempat duduk di warung bakso pinggir jalan. Ada 4 area untuk menikmati Cuanki ini, di bagian dalam warung, di bagian teras depan warung, di teras samping warung, dan di pinggir jalan raya.

Bagian Dalam Warung
Teras Depan Warung
Teras Samping Warung
Pinggir Jalan
 Bagaimana rasanya?

Semangkuk Cuanki ini berisi 2 buah bakso ukuran sedang, 1 siomay, 1 tahu putih, dan  1 goreng yang dipotong-potong. Gorengnya terbilang unik. Kalo pada umumnya, goreng itu adalah kulit pangsit isi tepung campur wortel dan daging, dan dibentuk seperti bunga mekar. Yang ini dibiarkan segi empat begitu, dan diolesi isian, lalu digoreng. Saat akan disajikan barulah si goreng dipotong-potong.

Kuahnya bening, mirip bakso Malang. Dan enak. Takarannya pas. Gurih, seger, dan sedap. Saya termasuk orang yang jarang makan bakso dengan gaya putihan alias tanpa kecap, saos, dan sambal. Tapi entah kali ini, karena kuahnya putihan saja sudah sedap, jadilah saya memutuskan untuk makan ala putihan hingga setengah porsi habis terlahap. Setengah berikutnya baru saya tambahkan kecap, saos, dan sambal secukupnya.

Seporsi Cuanki diharga Rp 15.000. Cukup murah untuk makan di kawasan Bandung. Tapi porsi ini tidak cukup membuat saya kenyang. Jadi mungkin lain kali saya kan pesan 1,5 porsi atau mencomot sebagian jatah suami saya. Hhe. Di sini tidak hanya menyediakan Cuanki, tapi juga Batagor khas kota Bandung. Hanya saja kali itu melihat porsinya yang sepiring penuh, saya mengurungkan niat untuk memesan batagor. Takut tidak habis, mungkin lain kali saya akan mencobanya. 

Daftar menu dan harga Cuanki Serayu dapat dilihat di gambar berikut ini.


So, overall, saya setuju dengan kata orang kebanyakan, "Cuanki Serayu Enak!"