Showing posts with label DIY. Show all posts

DIY Eco Green Angpao for Ied Fitr

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menceritakan panjang kali lebar mengenai tempat yang rekomen untuk berlebaran. Tempat itu tepat digunakan saat rumah Mbah tak lagi cukup untuk menampung seluruh anggota keluarga. Nah, selain tempat, ada hal lain yang perlu kamu persiapkan loh. Apa itu?


Angpao. Yass. Buat kamu yang sudah berpenghasilan sendiri seperti saya, menyediakan angpao bagi sanak keluarga yang masih duduk di bangku sekolah tidak dapat dipungkiri lagi. Bukan bersifat wajib sih, tapi melihat mata berbinar para kerabat cilik pasti bikin hati leleh juga. Tatapan mata mereka tuh kayak bilang, "Tante, mau beli es krim niiih. Bagi angpao-nya atuhlah." Jadi, siapin angpao tuh perlu ya. Even mereka nggak bilang dan nggak minta.

Nah, 2 tahun lalu, saya bikin bungkus angpao (aduh bahasanya) dari kertas. Bertema binatang gitu. Saya juga tulis kok step by step cara pembuatannya, di sini. Alhamdulillah sekali, angpau itu sukses bikin saya dikejar-kejar dua gadis kecil pasca sholat Ied. Jadi ceritanya, mereka sudah mengintip angpao itu di kamar saya saat malam takbiran. Hahaha. Dasar bocah kan ya, habis sholat Ied saya dikinthili kemana-mana. "Ayo, itu lho.." bilang gitu terus sampai saya ingat ada angpao yang belum dibagikan.

Tahun ini, saya tak lagi membuat angpao dengan konsep sekali pakai. Saya maunya bikin yang berkali-kali pakai. Yah biar ramah lingkungan gitu-lah. Setelah gugling berjenis-jenis angpao, mulai dari yang berbentuk astor, berbentuk buah, berbentuk manusia, berbentuk dompet mini, berbentuk karung santa, dan lainnya. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat versi sederhana : bentuk ice cream.

 
Pemilihan bentuk pun dilakukan dengan mempertimbangkan bahan dan alat yang saya miliki. Ya, sedikit berhemat gitu-lah ya maksudnya. Hhi. Bahan dan alat yang saya gunakan, antara lain :
1. Kain flanel atau felt beraneka warna
2. Benang jahit
3. Jarum
4. Gunting
5. Lem tembak (boleh diganti lem kain lainnya)
6. Kertas dan bolpoin untuk membuat pola


Cara bikinnya gampang banget kok. Pertama, buat pola badan ice cream, lelehan krim, dan stick ice cream. Saya membuat pola badan ice cream dengan ukuran 7 x 11 cm. Itu diukur dengan asumsi bahwa uang yang dimasukkan dilipat menjadi 4 bagian. Untuk lelehan krim, tak ada patokan resmi, it's up to you. Digambar aja sesuai imajinasi kalo coklat di ice cream leleh tuh kek mana. Hhe. Untuk stick ice cream, yang lupa saya foto, saya menggunakan ukuran 1,1 x 3 cm.

Setelah itu, potong flanel sesuai dengan pola yang sudah dibuat. Jumlah potongan itu adalah : 2 badan ice cream, 1 lelehan krim, 1 stick ice cream, dan sepaket topping sesuka hati. Yaps. Toppingnya sesuka hati banget mau bentuknya kek gimana dan jumlahnya berapa.


Next step is hand sewing. Yippy. Masukkan stick ice cream di antara badan ice cream terlebih dahulu. Ini dilakukan agar kamu tidak lupa menjahit stick ice cream-nya. Setelah itu, jahit keliling badan ice cream dengan teknik tusuk feston. Jangan lupa untuk menyisakan sedikit lubang di bagian atas untuk tempat memasukkan uang ya..

Oh ya, step ketiga bisa diganti dengan merekatkan menggunakan lem (menge-lem) jika kamu tak punya cukup waktu atau cukup kesabaran untuk menjahit. Hhe. It's okay kok. I did it too for some angpao.

Daaan, sampailah pada step terakhir : put the topping on. Yuhu. Silakan merekatkan topping ice cream di atas badan ice cream. And it's done. Ini hasil bebikinan saya, versi sabar jahit dan versi gak sabar jahit. Which one do you like?



It's so easy to make yaaa.. So, tunggu apalagi? Yuk bebikinan. Angpao ini bisa digunakan berkali-kali oleh pemiliknya nanti. Lucu dan ramah lingkungan.

Note : kamu bisa tambahkan velcro (kretekan) kalo mau di bagian bukaan angpao. Biar si duit gak jatuh. Karena saya gak punya velcro, jadi ya begitu aja. Hhe..

Dan itu, saya gagal paham kenapa fotonya jadi jungkir balik pas diupload. Maapkan..


Let's Make Pikachu!

Yeay! Akhirnya dapet juga seat workshop craft setelah berkali-kali gagal apply. Bahkan pernah nih udah sengaja nginep di kos temen di daerah Tangerang (it's about 2 to 3 hours from my place), ehh jam 11 malem baru dapet email kalo seat-nya penuh. Nangis darah dong yaaa, dan makin ngenes karena sama si Mas Pacar diketawain. Ishh.

Nah.nah, karena tiket sudah di tangan, dengan semangat 45 dan kebahagiaan yang memuncak, saya menyiapkan wardrobe untuk digunakan pada keesokan harinya. Celana jeans, t-shirt hitam, cardigan kuning, kerudung kuning, kalung harimau, dan sandal warna beige siap digunakan.

Tapi kemudian jam 21.30 baru inget kalo gada tas yang siap digunakan. Tas coklat, talinya copot. Tas item, kekecilan kalo mo bawa payung segala (kan hujan lagi suka turun tanpa permisi dulu beberapa hari ini). Tas peach, lagi kotor. Tas putih? Ahh. Dya terlalu polos. Kayak begini nih.


Mm. Setelah memutar otak beberapa menit, saya kepikiran untuk melilitkan scarf di tas itu. Macam tas-tas hits gitu deh. Tapi kok gak asik ya? Hmm, dibikinin bunga gede? Ah udah pernah pake model gitu. Oh ya. Pikachuuu. Kuning-kuning imut gitu kan ya? Jadi bisa matching sama outfit saya. Langsung gedebukan cari bahan yang dibutuhkan, yaitu :


Yuk mari langsung membuat si Poketto Monsutta Type Listrik, berikut step-stepnya :

1. Membuat pola kepala, telinga, dan blushing pada pipi Pikachu.


2. Gunting pola yang sudah dibuat. Untuk pola kepala, buang 1/4 bagian dari lingkaran (buang daerah yang diarsir)


3. Gunting kain flanel warna kuning sebanyak 1 buah untuk bagian kepala dan 4 buah untuk telinga. 
Kan Pikachu telinganya 2? ya. Agar telinga Pikachu dapat berdiri, maka masing-masing telinga terdiri dari 2 bagian yang di-lem.
4. Gunting kain flanel warna merah untuk blushing pada pipi sebanyak 2 buah. 
5. Untuk membuat kepala, rekatkan sisi A dan B hingga membentuk kerucut.


6. Jahit sekeliling lingkaran atau sisi C dengan menggunakan tusuk jelujur. Jangan matikan jahitan.


7. Tarik benang hingga sisi C mengerucut dan membentuk kantong.


8. Isi kantong itu menggunakan dakron hingga padat. 


9. Matikan jahitan.
10. Gunting lingkaran dengan ukuran yang disesuaikan dengan lubang kantong untuk tutup bagian bawah.
11. Rekatkan lingkaran tersebut ke bagian bawah kepala menggunakan lem.


12. Rekatkan kedua telinga pada sisi atas kepala menggunakan lem.
13. Untuk menambahkan aksen hitam pada telinga Pikachu, gunakan spidol warna coklat.
14. Gambar mata dan mulut Pikachu menggunakan spidol warna hitam.
15. Rekatkan lingkaran merah (blushing pipi) menggunakan lem.


 16. Jahit ring pada bagian belakang kepala Pikachu untuk gantungan ke rantai kalung.


17. Pasang ring pada rantai kalung. Pikachu siap diajak jalan-jalaaan.





Nah. Untuk bagian coklat di telinga, kamu bisa gunakan flanel berwarna coklat tua, tapi berhubung saya tidak punya, spidol coklat pun jadi. hhe.. Begitu juga dengan mata dan mulut, bisa kamu buat dengan menggunakan jahitan atau stikel tempel.

Mudah bukaaan? Yuk mari bikin.

Never stop crafting, everyone!

Barbie Mau Sholat Nih, Kita Bikinin Mukena Yuk!

Lebaran sudah berlalu, tapi semangat Ramadan masih menggebu toh? Oh ya, ingat-ingat Ramadan jadi ingat shalat Tarawih. Momen belajar sholat yang tepat untuk para Krucils tuh. Kenapa? Saat Tarawih, semangat untuk sholat di musholla maupun masjid meningkat seketika tanpa perlu dikomando. Mulai dari yang muda hingga kakek nenek, semua berlomba-lomba untuk mendapat pahala berlipat yang Allah tawarkan setahun sekali itu. Momen ini bisa Ibu, Bunda, Mama, Mami, Biyung, Bundo, Mamak, atau Mak gunakan untuk mengenalkan si kecil mengenai sholat lohh.

sumber : www.mukenaanaklucu.com
Meski saat Tarawih si kecil mungkin akan lebih sering sibuk berlarian dengan rekan sebayanya, namun setidaknya sudah meninggalkan bekas tentang aktivitas sholat di benak anak-anak. Yapp. Mengenalkan itu adalah fase awal yang perlu dilakukan oleh setiap orang tua agar anaknya tumbuh sebagai anak yang sholih dan sholihah lho. Karena proses belajar itu diawali dengan kenal, mengetahui, atau menyimak.

Tapi kan Ramadan sudah berlalu, sudah gak bisa ajakin ke masjid atau musholla lagi, dan lebih-lebih seringkali musholla dan masjid jadi mendadak sepi. Gimana dong? Tenang, Bunda. Kata pepatah, ke Roma saja ada seribu jalan, apalagi mengajak kepada kebaikan, yakin deh Allah akan menyiapkan berjuta bahkan bermilyar jalan untuk mewujudkannya. ^.^

Salah satu cara mengenalkan anak pada sholat adalah dengan bercerita. Mengapa? Dalam aktivitas bercerita, si anak yang berperan sebagai komunikan atau penerima informasi menggunakan kemampuan indra pendengaran dan penglihatannya untuk menyimak. Dimana kegiatan menyimak ini merupakan fase awal dalam pembelajaran bahasa bagi manusia (anak-anak). Paul T. Rankin dalam Haryadi dan Zamzani (1996 : 17) mengatakan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, 42% dari seluruh kegiatan berbahasa didominasi oleh kegiatan menyimak. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kegiatan menyimak ini memiliki peran yang krusial dalam kehidupan sehari-hari.

sumber : www.rarasparafitra.files.wordpress.com
Nah, untuk membuat kegiatan menyimak ini menjadi semakin menarik dan si kecil dapat menerima informasi dengan optimal, Bunda dapat menggunakan media bercerita seperti boneka jari, boneka tangan, wayang, ataupun Barbie. Hal ini bukan tanpa dasar, sesuai dengan penelitian berjudul "Pengaruh Penggunaan Media Boneka Tangan terhadap Kemampuan Menyimak Dongeng Siswa Kelas II SD Negeri Kotagede 3 Yogyakarta" yang dilakukan oleh Titik Istiqomah, penggunaan media berpengaruh signifikan terhadap daya tangkap atau kemampuan menyimak anak-anak.

www.blognyadorothy.blogspot.com
Dari berbagai media bercerita yang bisa digunakan, kali ini saya memilih Barbie. Mengapa oh mengapa? Barbie, boneka legendaris ini tak pernah jauh dari kehidupan anak-anak khususnya anak perempuan. Sehingga perhatian pertama dari sang anak agar cerita didengarkan tidak terlalu sulit didapatkan. Selain itu, Barbie biasanya juga menjadi teman setia kemanapun si gadis kecil pergi, sehingga membiasakan si Barbie sholat juga berarti membiasakan si gadis cilik untuk sholat.

Agar lebih mendalami peran, ada baiknya si Barbie menggunakan kostum sholat alias mukena. Beli dimana mukenanya? Gak pernah lihat di toko deh. Tenang, Bunda. Yuk kita bikin. Mudah kok. Berikut alat dan bahan yang dibutuhkan :


1. Kain motif atau kain polos (agar lebih menarik, gunakan 2 warna atau motif berbeda untuk atasan dan bawahan mukena)
2. Benang
3. Jarum pentul
4. Jarum Jahit
5. Kertas untuk membuat pola
6. Bolpoin atau pensil untuk membuat pola
7. Penggaris untuk membuat pola
8. Benang karet atau karet gelang
9. Peniti
10. Gunting

Dan berikut adalah cara membuatnya :
1. Buat pola mukena bagian atas dan bagian bawah pada kertas yang telah disiapkan dengan ukuran pada gambar di bawah ini. Pada bagian atas mukena, tambahan 1 cm adalah untuk menjahit.

2. Gunting kain katun motif mengikuti pola mukena bagian atas. Sebagai catatan, kita memerlukan 2x bagian atas, namun untuk mengurangi kegiatan menyambung, saat memotong, lipat kain menjadi 2, pada lekukan kain, letakkan pola dengan garis berwarna biru. Sehingga hasilnya adalah sebagai berikut :

3.   Selanjutnya balik kain dan lipat hingga kain menyerupai bentuk gambar pola. Selanjutnya, jahit kain untuk melekatkan kedua bagian pada sisi A hingga menyisakan 5 cm di bagian atas kain yang menyambung.

4. Balik kain sisa 5 cm yang belum di jahit, dan jahit sekelilingnya (bukan menyambung 2 bagian).

5. Bagian Atas mukena selesai. Kenakan bagian ini pada barbie dengan melipat sisi kanan dan kiri di bagian pipi seperti menggunakan kerudung. Apabila berkenan, Bunda juga dapat memasang tali pada sisi kanan dan kiri mukena.

6. Gunting kain katun polos sesuai dengan pola yang telah di buat. Pola ini sama dengan bagian atas, perlu 2 bagian. Namun untuk mengurangi kegiatan menyambung, lipat kain di bagian I saat memotong.

7. Lipat bagian II sebesar 1 cm dan jahit jelujur. Bagian ini digunakan untuk memasukkan karet pada bagian pinggang.

8. Lalu lipat menjadi 2 hingga kain berbentuk seperti gambar pola. Jahit kembali untuk melekatkan bagian I sehingga membentuk rok. namun sisakan sedikit lubang untuk memasukkan karet gelang.

9. Masukkan karet gelang ke bagian karet pinggang dengan bantuan peniti.

10. Tali simpul kedua ujung karet. 
11. Jahit bagian yang terbuka sedikit sehingga karet tidak terlihat.
12. Bagian bawah mukena siap digunakan.
Mudah bukaaaan? ini nih hasilnya (abaikan background dan tangan itu yaa..)

Barbie siap digunakan untuk bercerita. Selamat mencoba, Bunda! 
Don't you ever stop crafting yaa!

A Simple Flower Pin Cushion Tutorial

"Jarum pentulku kemana ya? Perasaan kemarin udah ditaruh atas meja sini deh."
"Loh. Kok jarumnya tinggal segini ya. Baru beli lagi minggu lalu kok."
"Wah. Ribet banget nih bolak-balik ambil jarum pentul."

Nah. Adakah di antara kalian yang pernah mengalami hal yang sama? Jarum pentul suka ilang, jumlahnya berkurang drastis, dan musti bolak-balik karena jarumnya dimana, bercerminnya dimana. Keberadaan jarum pentul emang penting banget, gaes.

Apalagi sejak hijab modifikasi menjadi trend. Mulai hijab ala-ala Dian Pelangi sampe ala Dewi Sandra, semua lengkap disertai tutorialnya baik dalam bentuk gambar maupun video. Dan semua hijab yang gaya dan cantik itu memerlukan jarum pentul. Lalu, gimana mengatasi kegalauan yang ditimbulkan oleh si jarum pentul? Nih-nihh. Ada tempat jarum yang bikinnya gampang, simpel, murmer, dan pastinya cepet, gaes. Gak butuh mesin jahit kok, so buat kamu yang anak kos macam saya, gak perlu mengurungkan niat gegara gak punya mesin jahit kok.




Bahan dan alat yang kamu butuhkan :
  1. Kain Flanel
    Untuk membuat kelopak bunga
  2. Kain Katun Motif
    Untuk membuat inti bunga (aduuuh, apa sih namanya? pokoknya bagian tengah bunga deh.)
  3. Dakron atau Kapas
    Untuk isi pin cushion. Kalo gada dakron, kamu bisa menggunakan kapas. Dan beli yang murmer aja karena perlu isi yang berongga-rongga biar mudah ditusuk-tusuk. 
  4. Benang Jahit beserta Jarum Jahitnya
    Untuk jahit pastinya
  5. Gunting
  6. Kertas
    Untuk menggunting pola atau pattern dan menggunting kain.
  7. Spidol atau Bolpoin
    Untuk membuat pola pada kertas dan kain.
  8. Lem UHU atau lem serbaguna lainnya
  9. Tali karet
    Untuk membuat gelang jadi pin cushion ini bisa kamu bawa kemana-mana.
  10. Benda apapun yang berbentuk lingkaran
    Untuk membuat pola bagian inti bunga. Saya menggunakan tutup toples makanan yang berdiameter 13 cm. kamu bisa pakai jangka sih, tapi karena saya anak kos dan gak punya, jadilah memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar. hhe.

 Mari kita mulai! 

1. Membuat pola kelopak bunga dengan ukuran 4,5 x 3,5 cm.

2. Membuat pola lingkaran untuk penutup bagian bawah pin cushion dengan diameter 3,5 cm.

3. Memotong kedua pola tersebut.

4. Memotong flanel menggunakan pola kelopak yang telah kamu buat, lanjutkan sampai 7 lembar.

5. Memotong flanel menggunakan pola bagian bawah pin cushion. Cukup bikin 1 aja.

6. Membuat pola inti bunga berbentuk lingkaran pada kain katun motif. Bikin 1 aja kok.

 7. Memotong kain katun motif yang telah dibuat pola sebelumnya.

8. Memotong tali karet sepanjang 14 cm atau sesuaikan dengan lingkar pergelangan tanganmu.
9. Saatnya menjahit. Jahit kain katun motif kamu dengan tusuk jelujur di sekeliling lingkaran.

10. Setelah selesai menjahit, tarik benang jahit kamu tanpa melepas jarumnya. Nah. Akan kamu temui semacam kantong gitu.

11. Isi kantong kain katun motif kamu dengan dakron sampai membentuk lingkaran sempurna. Jangan terlalu padat ya. Nanti malah susah untuk nusukin jarum pentulnya.

12. Selanjutnya, matikan atau selesaikan jahitan.
13. Tempelkan kelopak bunga yang sudah kamu gunting ke bagian bawah inti bunga satu per satu menggunakan lem uhu.

14. Jahit tali karet pada kedua ujung kelopak bunga yang sudah ditempelkan.


15. Tempelkan bagian bawah pin cushion yang berbentuk lingkaran.

WELL DONE
Tararaaaaa. This is it. Your simple but cutie flower pin cushion ready to use. ^.^


Mudah bukan? Selamat mencoba dan semoga berguna yaa.