IWIC 10 #ChangeTheWorld

IWIC 10 (Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest ke-10) - Indosat Ooredoo secara konsisten menghadirkan Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) sejak tahun 2006. Ini merupakan sebuah kompetisi aplikasi mobile pertama di Indonesia, bertujuan merangsang minat generasi muda di dunia digital untuk terus berkreasi menciptakan produk digital yang bisa bermanfaat bagi banyak kalangan. Selain itu melalui ajang ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan talenta digital Indonesia di tengah tingginya trend penggunaan aplikasi online saat ini.

Pada penyelenggaraan di tahun ke-10 ini, IWIC Go Global berusaha untuk mensejajarkan talenta digital Indonesia dengan pemain internasional melalui kompetisi penciptaan ide dan aplikasi bertemakan #ChangeTheWorld. Tema ini digunakan seiring dengan banyaknya aplikasi mobile yang diciptakan untuk memudahkan hidup masyarakat banyak. Info selengkapnya tentang IWIC baca disini.

IWIC 10 #ChangeTheWorld

Community Gathering - SUWEC & Sosialisasi IWIC 10 Indosat Ooredo

Dan dalam waktu dekat ini akan diadakan kopdar atau community gathering dengan tujuan utamanya yaitu Sosialisasi IWIC 10. Acara ini akan diadakan di Surabaya - Jawa Timur pada beberapa hari mendatang, gratis bagi siapa saja yang mau gabung dan ikutan dalam acara ini. Disana kita bisa saling bertukar pikiran dan ide, membahas hal-hal keren dan masih banyak lagi. Gak rugi juga ikutan karena akan hadir beberapa Speaker ternama untuk membagi pengalaman dan ilmunya pada para tamu di acara ini.

Speaker / Pembicara

1. Indosat Ooredo
2. Aryo Nugroho, Co-Founder Catfiz Messenger
3. Novistiar Rustandi, Founder HarukaEdu
4. Zaenal Arifin, Pemenang IWIC 9

Rundown Acara

- 15.30 - 16.00 Registrasi Ulang Peserta
- 16.00 - 16.15 Sambutan Dari Pengurus Suwec
- 16.00 - 17.20 Sesi Paparan 4 Pembicara dan Diskusi
- 17.20 - 18.30 Buka Bersama dan Sholat Maghrib
- 18.30 - 19.00 Sosialisai IWIC 10
- 19.00 - 19.25 Sesi Diskusi Tentang IWIC 10 dan Suwec
- 19.25 - 19.30 Sesi Penutup

Kapan?

Kamis 16 Juni 2016 mulai pukul 15:30 sampai 19:30 WIB.

Dimana Acaranya?

Ria Indonesian Restaurant
Jalan Kombes Pol. M. Duryat No. 7, Surabaya, Jawa Timur 60262.

DAFTAR SEKARANG

Contact Person :
Imam Muttaqin S (0856 2971 955)
Taufshwara Diasriandaru (0856 3333 434)

Wanna Feel Weekend on Weekdays? Visit The Sunday Cakeshop

Rabu, hari paling nanggung sedunia akhirat. Nah lho? Ya. Rabu adalah hari kerja ketiga dimana load kerja sedang menumpuk, berkas berteriak-teriak minta segera dibereskan, telpon tak berhenti berdering tanda Pak Bos bersiap memberi amanah baru, tapi energi sudah tinggal separuh. Butuh re-energize agar otak kembali cemerlang, otot kembali bugar, dan senyum kembali merekah. Tapi apalah daya Rabu juga menjadi hari minus tiga liburan alias H-3 weekend.

The Sunday Cakeshop
Sumber : IG @thesundaycakeshop


Mood-Booster

Jadi, ingin hari Rabu-mu kembali ceria? Lakukan hobimu atau kunjungi tempat yang memancarkan aura positif dan energi meluber, jadi kamu bisa menghisap sebagian energi dari tempat itu. Kamu emang bukan drakula sih, tapi coba deh. Berkunjung ke tempat yang nyaman, aman, tentram, damai, tapi ceria itu bisa jadi mood-booster yang bagus. 

Nah, kali ini saya memilih sebuah kafe sebagai moodbooster hari Rabu yang bikin galau. Saya bukan anak gahul yang suka nongkrong sih, tapi saya anak yang gak bisa nahan lihat makanan. Jadilah saya memutuskan untuk memanjakan perut saya di Rabu yang riweuh ini (seharian mantengin duit negara mumet juga, euy!).

The Sunday Cafe

Yapp, setelah menimbang, mengingat, dan mengukur, akhirnya saya memutuskan untuk mendaratkan motor bebek saya ke sebuah kafe baru di Jalan Sudirman, Purwakarta. Kafe ini terbilang strategis karena dekat dengan pusat perbelanjaan Kabupaten Purwakarta, hanya 1,5 km dari Tempat Wisata Air Mancur Sri Baduga Purwakarta (Air Mancur Tertinggi Se Asia Tenggara) dan terletak tepat di tepi perempatan jalan raya utama. 

Air Mancur Sri Baduga Purwakarta

Dari Dalam Kafe

Kafe yang baru berdiri sekitar 4 bulan yang lalu ini mengusung konsep unfinished-building untuk desain interior mereka. Bisa dibilang konsep ini sudah terlalu umum digunakan untuk sebuah kafe. Tapi pemakaian lampu-lampu berwarna kuning tetap saja mampu membuat suasana nyaman tercipta sempurna.


Erin, owner kafe ini mengatakan bahwa ia sengaja mempercayakan desain kafe ini pada seorang teman yang ahli di dunia desain interior. Salah satu gagasan unik yang dicetuskan oleh sang teman adalah meja dari oven. Ya, benar-benar oven berkaki dan bertudung. Oven yang dikumpulkan dengan sedikit susah payah itu disulap menjadi tubuh meja berwarna hijau dengan tudung putih. Jika dilihat sekilas, kamu pasti juga tidak menyangka itu terbuat dari oven.
Meja dari Oven
Tapi sewaktu duduk dan tidak sengaja menabrakkan kaki ke meja, barulah sadar kalau meja itu sedikit antik dan bisa dipastikan tidak dapat ditemukan di kafe manapun. Selain itu, sang desainer juga merancang kursi-kursi kecil berbentuk unik mirip 2 limas segienam yang disatukan. Untuk menu, kafe ini memilih mengikut trend dengan menggunakan dinding berbahan triplek papan tulis berwarna hitam dengan tulisan kapur warna-warni.

The Sunday Cakeshop Purwakarta

Oh ya, kafe yang menyediakan 11 table ini memilih nama "The Sunday". Konon katanya karena si owner pecinta hari Minggu (saya jugaaaaa). Hari dimana semua anggota keluarga dapat berkumpul dan berbagi kebahagiaan setelah berhari-hari sibuk dengan rutinitas masing-masing. Nah, keceriaan di hari minggu itulah yang ingin diciptakan oleh kafe ini. Jadi harapannya, kamu yang suntuk dan mulai kekurangan energi, bisa kembali bersemangat setelah mengunjungi kafe ini. Nama yang sederhana namun mewakili visi mulia di dalamnya. Aihh. 

Makanan dan Minuman

Lalu, apa aja sih yang ditawarkan kafe ini untuk memanjakan perut kita? Kafe ini sebenarnya berbasis cakeshop sehingga kubur dalam-dalam keinginan kamu untuk makan main course di sini ya. Kafe ini hanya menyediakan 3 jenis makanan diantaranya adalah Cheesecake, Basic Cake, dan Spaghetti.

Sumber : IG @thesundaycakeshop

Fokus kafe ini adalah Cheesecake, jadi bukan hal yang mengherankan kalo varian rasa cheesecake di sini banyak :
  • Blueberry (Best Seller)
  • Strawberry
  • Durian
  • Avocado
  • Banana
  • Oreo
  • Greentea
  • Oreo Greentea
  • Nutella
  • Double Chocolate
  • Taro, dan Tiramisu
Sedangkan untuk varian dari Basic Cake yang ditawarkan adalah Red Velvet, Chocolate Fudge, Pandanous Cheese, Orignal Tiramisu, dan Frozen Blue. Untuk menghilangkan dahaga kita, disediakan beberapa varian Teh, Olahan Kopi, dan Mojito.

Nah, untuk kunjungan perdana, saya memilih Frozen Blue, pilihan yang salah karena bukan cake andalan kafe ini. Maklumlah, saya baru tau apa yang menjadi andalan sesaat setelah saya melakukan pemesanan dan bertemu sang owner. Hhe. Ini nih tampilan pilihan saya :


Bagaimana rasanya? Wait, bagi saya yang tidak terlalu suka jika cake terlalu creamy, Frozen Blue ini pas. Creamy tapi nggak bikin eneg. Dan lagi bertekstur lembut meski ia tergolong cake yang padat. Mm, dari nilai 10, saya bisa bilang cake yang diramu khusus di Bandung ini bernilai 8. Cukup untuk membuat saya balik lagi ke kafe ini. ^.^

Dan satu lagi yang bakal bikin kamu nggak nyesel ke kafe ini adalah WIFI yang super kenceeeeeng, gaes! Mihihi. Maklum anak kostan, wifi kenceng selalu bikin meleleh dan pengen berlama-lama. Yapp. dari rencana awal pulang tidak terlalu larut, disuguhi wifi kenceng, cake enak, dan minuman Peach Mojito, saya langsung lupa waktu.


Nah, mengenai harga kalian ga usah khawatir mahal, harga produknya relatif terjangkau bagi kawula muda kok. Jadi kalo harimu suntuk atau pingin hang-out tapi bingung nyari tempat nongkrong yang cozy, asik dan nyaman, The Sunday Cafe bisa kalian perhitungkan untuk jadi sasaran tongkrongan kalian.

Have Fun!

Mercon Bumbung Dulu dan Sekarang

Ramadhan telah tiba!!! Kerinduan kita akan bulan ini akan segala keistimewaannya terobati sudah. Riuh Ramadhan kembali terdengar, tontonan Kembang Api, suara Petasan dan "Mercon Bumbung" menjadi salah satu ciri khas dan tradisi di Bulan Ramadhan selain ramainya rombongan warga dan anak-anak kecil dengan semangat menjadi "Alarm Sahur".

Dilihat dari sejarah tentang petasan atau mercon, ini sebenarnya adalah tradisi dari Tiongkok. Di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa ada sejenis petasan berupa Mercon Bumbung yang mana saat ini sudah jarang terlihat dan didengar suara gemelegarnya, walaupun bukan berarti mercon bumbung tidak mempunyai bahaya bagi yang memainkannya.

Mercon Bumbung terbuat dari batang bambu, meriam bambu atau "mercon bumbung" biasa dimainkan oleh banyak kalangan dari anak-anak sampai yang dewasa untuk mengisi waktu luang menjelang saat berbuka puasa, dan biasanya berlanjut lagi setelah Sholat Tarawih. Cara memainkan Mercon Bumbung ini serta cara kerjanya sama seperti meriam asli. Yang membedakannya hanya pada bahan baku dan bahan bakar yang dipakai untuk menghasilkan tembakan atau ledakan mercon. Meriam asli menggunakan bubuk mesiu dan bahan peledak sejenis, sedangkan mercon bumbung memakai minyak tanah.

Permainan Mercon Bumbung

Dari gambar diatas bisa dilihat perbedaan mencolok antara jenis Mercon Bumbung yang dimainkan. Memang benar ada beberapa macam Mercon Bumbung, menurut pengalaman saya sendiri dari kecil hingga sekarang sudah menemui dan mencoba tiga jenis / macam Mercon Bumbung yang diantaranya adalah :
  1. Mercon Bumbung Bambu
  2. Mercon Bumbung Botol Air Mineral 1500 ml
  3. Mercon Bumbung Kaleng / Pipa Paralon
Disini saya akan coba bahas satu persatu dari ketiga jenis mercon bumbung tersebut.


Mercon Bumbung BAMBU
Jenis mercon bumbung bambu ini bisa dibilang adalah pelopor, awal mula atau mercon bumbung yang pertama kali ada. Terbuat dari batang bambu berukuran cukup besar yang menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar untuk memainkannya. Cara membuatnya cukup mudah, kita hanya perlu menyiapkan beberapa hal diantaranya seperti :
  1. Batang Bambu
    Sebisa mungkin cari yang tidak terlalu tua sehingga masih kuat dan tebal.
  2. Minyak Tanah
  3. Batang Kayu
    Ini sebagai penyulut mercon, gunanya hampir sama seperti penyulut meriam.
  4. Tenaga Kita :)
    Dengan tenaga dan kondisi tubuh yang prima, akan sangat membantu kita untuk meniup bambu agar bersih dari asap ledakan yang ditimbulkan ketika memainkan mercon bumbung bambu.
Cara memainkannya juga sangatlah mudah :
  1. Masukkan minyak tanah secukupnya ke dalam bambu melalui lubang kecil di bagian penyulut.
  2. Goyang-goyang bambu dan diamkan sejenak.
  3. Sulut batang kayu dengan api.
  4. Siap lakukan tembakan mercon.
  5. Bersihkan asap ledakan mercon yang ada di dalam bambu dengan meniup dari lubang kecil tadi.
Ketika memainkan mercon bumbung bambu kita harus berhati-hati ketika melakukan langkah kelima, karena disini kadang terjadi hal yang cukup berbahaya yaitu terbakarnya alis mata atau bulu mata kita.



Mercon Bumbung BOTOL AIR MINERAL
Jenis mercon bumbung yang kedua adalah dibuat dengan botol aqua atau air mineral lainnya yang berukuran 1500 ml, desain bentuknya hampir sama dengan jenis mercon bumbung bambu diatas, yang mana mempunyai lubang kecil di bagian pangkal botol sebagai lubang penyulut.
Sumber Gambar : sepuluh8smada.blogspot.co.id
Bahan bakar yang dipakai bukan minyak tanah, melainkan "karbit". Tidak tahu tentang karbit? Bisa kalian googling sendiri. Cara memainkannya hampir sama dengan mercon bumbung bambu, hanya saja pada langkah pertama diganti dengan memasukkan air dan karbit dengan kondisi semua lubang di botol tertutup.

Lubang depan botol tutup pakai penutup botol bawaannya saja, dan untuk lubang kecil di pangkan botol bisa ditutup dengan kain. Setelah itu goyang-goyang, kemudian buka lubang kecil yang tertutup kain, dan bisa langsung tembakkan merconnya.


Mercon Bumbung KALENG dan PIPA PARALON
Jenis mercon bumbung terakhir yang terbuat dari gabungan beberapa bahan diantaranya adalah pematik korek api elektrik, potongan atas botol air mineral, susunan kaleng dan pipa paralon. Jenis mercon yang satu ini cukup modern dan lebih mudah dari sisi memainkannya.

Yang dibutuhkan untuk membuat mercon bumbung pipa paralon dan kaleng ini adalah :
  1. Pematik korek api elektrik
  2. Kaleng susu bekas 3 - 4 buah
  3. Pipa paralon sekitar 30 - 50 cm
  4. Botol air mineral
  5. Lakban yang cukup kuat + Double Tip (Selotip)
  6. Botol bekas semprotan untuk tempat menyimpan Spirtus
  7. Spirtus sebagai bahan bakar
Kurang lebih gambar desain mercon bumbung spirtus adalah seperti gambar di bawah ini.

Semua bahan disusun kemudian dipersatukan memakai lakban + selotip (double tip) atau mungkin bisa ditambahkan lainnya agar tidak ada rongga udara dan yang pasti susunan ini kuat dan kokoh. Karen ini akan dipakai untuk membuat ledakan yang dahsyat. Untuk cara memainkannya sangat mudah, bahkan jauh lebih mudah dibandingkan dua jenis mercon bumbung sebelumnya.
  1. Buka tutup botol air mineral yang sudah dipasang pematik.
  2. Semprotkan beberapa kali (minimal 5 kali) spirtus.
  3. Tutup kembali botol air mineral.
  4. Diamkan beberapa detik, kemudian mercon siap ditembakkan / dinyalakan dengan menekan pematik yang ada pada tutup botol.
  5. Bersihkan asap yang ada di dalam rongga tabung mercon. 
Berikut ini beberapa dokumentasi dari anak-anak desa gembongan yang sedang asyik memainkan mercon bumbung spirtus ini.






"Ingat, tetap HARUS HATI-HATI ketik bermain mercon"

Jagir Festival 2016 Menyambut Ramadhan

Jagir Festival 2016, Promosi Pariwisata Nusantara - Merupakan sebuah perpaduan seni pertunjukan menggabungkan antara tradisi dan modern yang menyajikan atraksi budaya untuk bersama-sama memeriahkan sambutan bagi bulan yang penuh rahmat Bulan Ramadhan dengan berbagai wisata religi-nya.

Jagir Festival (Jayagiri Festival) juga dijadikan sebagai salah satu ajang promosi wisata budaya dan pembuka peluang promosi bagi usaha perdagangan perikanan dan jasa di khususnya wilayah Ciamis Utara.


Berpusat di Lapangan Jayagiri, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis festival ini digelar, Jagir Festival diselenggarakan selama 3 hari berturut-turut pada tanggal 3 - 5 Juni 2016. Aneka hasil seni rakyat, budaya religi dan pertunjukan lain akan ditampilkan dalam acara ini, seperti :
  • Helaran (seni masyarakat Jayagiri)
  • Sirnarasa Panjalu 
  • Pertunjukan Marawis 
  • Pertunjukan Silat 
  • Tari Jaipong 
  • Wayang Ajen
    Serupa dengan Wayang Golek namun pada pertunjukannya memanfaatkan kolaborasi berbagai media seni yang saling melengkapi.
  • Pegajian Akbar 
  • Tawashul 
  • Dzikir Bersama 
  • Manaqib Qubro
  • Lain-lain


Peserta pertunjukan dalam festival ini merupakan para seniman, santri, dan masyarakat di sekitar Jayagiri, Panumbangan, dan Panjalu, Kabupaten Ciamis. Jagir Festival merupakan acara rutin tahunan yang sudah lama diadakan, dari tahun ke tahun selalu menarik minat wisatawan domestik (dari dalam dan luar Kabupaten Ciamis) dan bahkan wisatawan asing.

Kepo dengan Jagir Festival? Yuk traveling ke Ciamis, karena selain dapat menyaksikan Jagir Festival, saat berada di Ciamis rasanya tidak lengkap jika melewatkan destinasi wisata alam mengagumkan yang ada di sana.

Dua destinasi wisata di wilayah Ciamis yang sudah sangat populer di kalangan wisatawan, yaitu Green Canyon dan Sungai Citumang. Dan bagi kalian pecinta budaya / sejarah bisa juga berkunjung ke Situ Lengkong Panjalu sebuah situs sejarah sisa dari Kerajaan Panjalu.

Pantai di Banggai Kepulauan, Pesona Wisata di Timur Indonesia

Pesona wisata Banggai Kepulauan yang dianugerahi beragam kekayaan alam melimpah ruah nan menawan dan memanjakan mata serta hati kita, sehingga dengan sangat mudah membuat kita seketika mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.




Uniknya satwa mengundang pecinta fauna, kebudayaan dan beberapa peninggalan bersejarah menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Bentang alam nan luas berupa garis pantai nampak semakin elok oleh pasir putihnya, pepohonan yang tumbuh dan berjajar rapi memberikan suasana segar, panorama bawah lautnya yang memikat, gunung dan bukit melengkapi indahnya panorama di Banggai Kepulauan mampu memacu decak kagum bagi siapa saja yang berkunjung.


Pantai Bakalan
Bakalan sebenarnya merupakan satu pulau bagian dan sebuah desa, suatu wilayah yang berada diwilayah kabupaten Banggai Kepulauan Kecamatan Tinangkung, Provinsi Sulawesi Tengah.

Pantai Bakalan masih sangat jarang terjamah, sehingga masih terlihat sangat alami dan bersih, semakin nampak indah karena sepanjang garis pantai ditutupi oleh pasirnya yang putih, banyak wisatawan yang mengaku jika Pantai Bakalan jauh lebih indah dibandingkan Pantai di Bali Selatan.

Untuk sampai di Pulau Bakalan kita harus menelusuri perjalanan yang cukup jauh dari kota Luwuk, diperlukan naik kapal besar untuk sampai di Pulau Pelling yang berada di Salakan memakan waktu kurang lebih 6 jam. Lalu perjalanan diteruskan dengan menggunakan "Katinting" (sebuah kapal kecil seprti perahu), sekitar satu jam lebih.

Sumber foto : bakalanraya.blogspot.com




Pantai Teduang
Pantai Teduang ini memiliki arus laut yang tenang bagai danau karena berada didalam area teluk. Air lautnya sangat bening dan jernih, dan ada satu hal sangat menarik disini adalah kreativitas pengelola Pantai Teduang dimana di atas pasir yang berada dibawah air di pantai tersebut disusun bebatuan yang membentuk beberapa simbol seperti yang bisa dilihat pada gambar disamping ini. Ada yang berbentuk seperti bunga dan ada yang berbentuk seperti gambar simbol cinta.

Disini juga bisa bermain kano sambil menikmati indahnya suasana lengkap dengan pemandangan bawah air yang menyegarkan juga mengagumkan, sungguh indah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa ini.

Pantai ini terletak tidak begitu jauh dari Salakan, dan merupakan destinasi wisata unggulan di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Saya sendiri berharap suatu saat berkesempatan untuk berkunjung ke kedua pantai ini, terutama ke Pantai Teduang.

Sumber foro : supertama.com & pixoto.com