Showing posts with label application. Show all posts

SwiftKey dibeli Microsoft

Setelah Wunderlist, kini SwiftKey sebuah perusahaan startup yang memproduksi sebuah perangkat lunak keyboard yang sudah banyak dipakai pengguna iOS dan Android baik smatphone maupun tablet, telah diakuisisi atau dibeli oleh Microsoft.

SwiftKey Piranti Lunak Keyboard
SwiftKey - Android

Berdasarkan laporan yang didapat dari "The Financial Times", Microsoft membeli SwiftKey sekitar US $250 Juta, namun angka tersebut masih perkiraan karena Microsoft sendiri belum mau berkomentar.

Peranti lunak keyboard buatan SwiftKey ini memang punya reputasi yang baik di kalangan pengguna smartphone, khususnya pengguna smartphone Android. SwiftKey memliki teknologi AI (Artificial Intelligence / Kecerdasan Buatan) yang mampu meprediksi kata berikutnya yang diinginkan oleh pengguna berdasarkan data inputan pengguna sebelumnya.

Kecanggihan yang dimiliki SwiftKey tampaknya sejalan dengan kecerdasan buatan yang sedang dikerjakan Microsoft untuk smartphone mereka. Kemampuan SwiftKey juga bisa dimanfaatkan secara maksimal di berbagai produk Microsoft seperti Outlook, Office dan lainnya.

(CNN - edited by leblung.com)

WhatsApp Gratis, Lalu Darimana Lagi Sumber Pendapatan WhatsApp?

Setelah adanya keputusan dari WhatsApp mengenai peniadaan semua biaya tahunan kepada penggunanya, dalam benak kita pasti timbul pertanyaan-pertanyaan seperti berikut :
  • Lalu bagaimana WhatsApp bisa mendapatkan keuntungan?
  • Darimana lagi pendapatan WhatsApp?
  • Dan lain sebagainya.

Pada umumnya, sebuah aplikasi mobile atau layanan online menggunakan iklan sebagai salah satu pemasukan atau pendapatan bagi developer / pengembang aplikasi atau layanan tersebut. Namun sejak awal mula berdiri, WhatsApp sudah bertekad dan berjanji kepada pengguna aplikasi chatting yang populer ini bahwa tidak akan menampilkan iklan di layanan yang WhatsApp berikan. Hingga pada akhirnya WhatsApp diakuisisi oleh Facebook, komitmen tersebut terus dibuktikan oleh WhatsApp.

Seperti yang dilansir dalam CNN Indonesia, bahwa WhatsApp tidak ingin membuat penggunanya merasa kurang nyaman dengan adanya iklan ataupun spam di dalam layanannya, agar bisa tetap bertahan dan terus memberikan layanannya dengan optimal, WhatsApp memilih untuk bekerjasama dengan beberapa perusahaan yang ingin tetap terhubung dengan pelanggan mereka melalui akun resmi / official di WhatsApp dari perusahaan tersebut. Maka dari itu WhatsApp akan membuka layanan akun premium bagi pengguna baik individual maupun secara korporasi yang ingin mempunyai.

"Kami akan menguji tools yang membuat hal ini bisa diimplementasikan di WhatsApp, jadi tidak perlu memberikan Anda iklan atau spam", ujar CEO WhatsApp, Jan Koum.

Semua biaya tahunan akan dihapuskan mengingat masih sedikit pengguna WhatsApp yang memiliki kartu kredit atau debit yang bisa dipakai untuk membayar layanan yang diberikan oleh WhatsApp.