Tips Road Trip Seru Tanpa Was-Was

Liburan akhir tahun sudah mulai mengedip manja lewat warna-warna merah pada kalender meja. Libur Natal tahun ini jatuh pada hari Rabu dan Kamis, dengan menambah cuti di hari Jum’at, para pekerja qeras bagai kuda poni sepertiku sudah bisa pergi liburan seru selama 5 hari. Yeaaay ! 

Sudahkah kamu merencanakan libur akhir tahunmu ?

Jika belum, road trip bisa menjadi salah satu pilihan loh ! Road trip atau yang secara harfiah berarti perjalanan darat ini merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan dengan menempuh perjalanan jauh untuk menuju ke suatu destinasi dengan menggunakan kendaraan pribadi, baik menggunakan motor atau mobil. Salah satu road trip yang pernah saya lakukan adalah menjelajah Kota Bandung bersama 3 orang kawan baik. 

Gunung Tangkuban Perahu, Floating Market, Observatorium Bosscha, dan Hamparan Kebun Teh di area Bandung Barat adalah destinasi utama kami. Yah meski jaraknya terbilang pendek dibandingkan dengan road trip saya lainnya, perjalanan ini tetap seru untuk dikenang atau bahkan diulang lagi. Mengapa begitu ?

Story Time

Road trip Bandung itu, kami lakukan dengan menggunakan 2 buah motor. Hal ini kami lakukan agar bisa cekikikan dan bercerita banyak hal selama perjalanan. Saya ingat betul bahwa topik utama selama perjalanan adalah kegelisahan muda-mudi berusia 20-an, apalagi kalau bukan tentang jodoh dan kerjaan kantor. Perjalanan selama beberapa jam itu, terasa pendek sekali. Ah, perjalanan yang riuh itu, saya rindu.

Culinary Time

Road trip berarti kulineran sepanjang perjalanan. Mengingat perjalanan ini menggunakan kendaraan pribadi, maka kita bisa berhenti sesuai keinginan kita. Misal saat perjalanan tiba-tiba bertemu dengan Mamang Cuanki, bisa banget langsung berhenti dan menyerbu si Mamang Cuanki untuk sekedar beristirahat sembari menghangatkan perut dan tenggorokan.

Hidden Gems 

Dengan fleksibilitas waktu dan rute saat road trip bukan hal yang mustahil bagi kita untuk menemukan tempat tersembunyi atau biasa disebut hidden gems nan cantik dan mempesona. Seperti spot foto dengan pemandangan hamparan kebun teh di kanan kiri jalan yang indah, view point pantai dari jalanan yang ada di perbukitan, dan lain-lain.

Dan masih banyak lagi hal-hal menarik yang bisa kamu jadikan alasan untuk mencoba menjelajahi negeri dengan road trip. Eits, tapi ada dua hal penting yang wajib banget dipersiapkan sebelum melakukan road trip ya !

Cek Performa Mesin !

Demi kelancaran perjalanan, kamu wajib bin kudu melakukan pengecekan performa mesin kendaraan. Dilansir dari www.planetban.com, terdapat beberapa bagian yang harus dipastikan dalam performa baik sebelum melakukan perjalanan jauh, di antaranya adalah :


Catat Informasi Bengkel 24 Jam Terdekat !

Pengecekan performa mesin adalah langkah preventif untuk mencegah atau meminimalisir adanya gangguan atau kerusakan mesin saat melakukan perjalanan jauh, tapi kita tetap harus mewaspadai adanya kemungkinan kerusakan di tengah perjalanan. Meski probabilitasnya telah diturunkan dengan melakukan pengecekan performa mesin dan melakukan servis kendaraan secara rutin, namun kita tidak boleh gegabah. Oleh karena itu, sebelum melakukan perjalanan jauh, pastikan kamu sudah mencari tahu dan mencatat dengan jelas bengkel 24 jam terdekat. Ini adalah beberapa bengkel 24 jam yang bisa kamu temui di area Jabodetabek :

Bengkel Jo Motor
0813-1551-5187 
Jl. Guru Mughni No.17, Kuningan, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12940

Feeling Motor 
0877-3538-1428 
Jl. H. Amsir. 13 6, Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13620.

Zebua Motor
0812-9297-9070 
Jl. Pahlawan No.195, RT.03/RW.14, Bondongan, Bogor Selatan, Bogor, Jawa Barat 16131.

Dan banyak lainnya. Kamu bisa cek daftar bengkel 24 jam terdekat di sini ya !

So, tunggu apalagi sih ? Yuk segera rencanakan road trip akhir tahun seru bersama orang tersayang !


Jatuh Hati pada eSIM Telkomsel

Awal tahun 2023 adalah titik dimana terjadi transformasi besar-besaran di Perusahaan tempat saya bekerja secara rutin, pukul 07.30 – 16.00 WIB dan dari hari Senin hingga hari Jum’at. Transformasi ini menjadikan ruang lingkup area bekerja kami 4 kali lipat lebih luas, lebih jauh, dan lebih terpencil. Hhe. Sounds funny, but that’s the fact. Transformasi itulah pula yang mengakibatkan saya harus pergi dinas selama beberapa hari ke kantor cabang yang berada nun jauh di Sumatera Utara. Tepatnya di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada awal September 2024 yang lalu. Wuhuuu.

Seperti biasa, saya sudah langsung menyusun itinerary selama di sana. Makanan khas, tempat wisata, oleh-oleh, transportasi, penginapan, dan lain-lain. Saya yakin benar dengan pilihan saya untuk mendarat di Bandara Dr. Ferdinand Lumban Tobing yang berjarak sekitar 20 menit dari kantor cabang. Hingga akhirnya seorang kawan dari kantor cabang menghubungi saya, “Ibu, nanti mendarat di Silangit saja, setelah itu perjalanan darat selama 3 jam ke kantor. Kalau lewat Bandara Dr. Ferdinand Lumban Tobing hanya ada pesawat ATR, Bu. Sekali penerbangan pula dalam sehari. Tidak kami rekomendasikan.” Oh wow. Di Sumatera Utara, 3 jam perjalanan darat tentu berbeda dengan di Jawa Timur. Saya harus menyiapkan amunisi lebih lengkap. 

Dudulnya, H-2 keberangkatan, saya baru sadar bahwa sudah 2 minggu ini sinyal ponsel saya error. Benar-benar error sampai saya harus ratusan kali mematikan-menghidupkan mode airplane atau mode cellular untuk memancing si ponsel menangkap sinyal. Rawrrr.

“Kalau beli eSIM itu bisa langsung dipakai ndak ?” tanya saya kepada Pak Suami
“Mm, ndak tau ya. Mungkin perlu waktu,” jawabnya ragu
“Walaaah. Ndak mungkin beli lak-an. Senin subuh dah harus ke bandara lho.”
“Ya cari tau aja dulu, kali sekarang udah makin canggih ndak harus nunggu berhari-hari.”
“Baiklah. Mm, karena ini aku ke daerah terpencil, mau coba beli yang beda operator aja-lah. Beli Telkomsel yak. Ini di web tulisannya Telkomsel telah memasang lebih dari 233.000 unit Base Transceiver Station (BTS) di seluruh penjuru negeri, menjadikan 95% populasi negeri sudah terjangkau layanan 4G Telkomsel. Wedeww. Banyak yak.”
“Wohh. Banyak juga. Yaudah coba beli.”
“Eh eSIM itu maksudnya elektronik SIM kan ya ?”
“Bukan. eSIM itu embedded SIM. Jadi SIM-nya langsung tertanam di ponsel kita. Ndak semua ponsel sudah dilengkapi dengan teknologi itu. Jadi kalau SIM biasa, harus ada fisiknya kan untuk dimasukkin ke slot SIM. Kalau eSIM cukup dengan scan QR atau masukin kode tertentu, nomornya sudah bisa dipakai. Kebetulan iphone kita sudah ada noh teknologi itu. Jadi kamu bisa pakai 2 nomor di waktu yang sama. 1 dari SIM Card fisik yang sekarang kamu pakai, plus eSIM yang akan kamu beli. Gasss.”
“Siap, laksanakan,” jawabku cepat sembari mengangkat tangan, tanda hormat. Hhi. 



eSIM Telkomsel memiliki 4 produk, yaitu eSIM Prabayar, eSIM Halo, eSIM RoaMAX, dan eSIM Tourist. Sebagai pecinta prabayar, tentu saya memilih eSIM Prabayar. Berikut adalah langkah-langkah pembelian eSIM yang saya lakukan :

Tidak sampai 15 menit, eSIM Telkomsel siap saya gunakan. Uhwooow ! 

Secara garis besar, saya hanya perlu melakukan 3 langkah : pilih produk, bayar, aktivasi dan registrasi. Buat saya yang mager dan kepepet waktu, ini tentu sangat mudah dilakukan. Selain itu yang sangat amat penting adalah MURAH ! Untuk Paket Lite 40GB, saya hanya mengeluarkan biaya RP 85.000. Dengan rincian Rp 10.000 sebagai biaya pembelian eSIM dan Rp 75.000 sebagai biaya pembelian paket 40GB. Gila sihhh ! Jiwa cuan saya menggelinjang-gelinjang gembira. Aaak. Sungguh tidak menyangka beli eSIM Telkomsel akan sebegini Mudah, Murah, dan Cepaaat !

Bagaimana dengan Kualitas Sinyal ?

2 hari di Surabaya, sinyal bertengger di 4 bar penuh. Yaiya, di ibukota Provinsi pan. Tidak heran dan tidak mustahil adanya.

7 hari di Sumatera Utara, sinyal tetap baguuus. 

Saat perjalanan dari Bandara Silangit menuju Kecamatan Pandan, rekan-rekan mulai mengeluhkan sinyal byarpet-nya. Saya tetap santuy scrolling IG dan WhatsApp-an sepanjang perjalanan. Ya meski harus menahan mual karena melewati sejuta kelokan yang tidak berhenti selama 2 jam awal perjalanan. Percayalah, kelokannya dasyat. Hahaha.

Yang paling berkesan adalah ketika di hari ke-4 kami di sana, saya harus mengikuti Meeting Online via Zoom dari kamar hotel, bukan lagi di kantor cabang. Sebagai informasi, kami bermalam di hotel paling bagus di Kecamatan Pandan. Hotel Pia Pandan. Terletak tepat di pinggir pantai, bangunannya nampak gagah dari kejauhan. Namun siapa sangka hotel ini ternyata adalah hotel tua dengan banyak ornamen kayu solid berwarna coklat tua serta patung-patung di bagian dalam maupun luar hotel. 

Dan seperti dugaan kami, wifi hotel tidak cukup stabil. Tentu ini membuat saya waswas. Tidak yakin suara saya akan jelas, mulus, halus, tanpa putus-putus. Sudah pasrah kalau harus open mic tanpa menggunakan video. Etapi, tadaaa. Suara aman, video aman. Berbekal tethering laptop ke ponsel saya. Bahkan saya dengan sombong berkata kepada rekan sekamar saya, “Mau tethering dari ponselku ?” Hahaha.

Yeaaay ! Sekarang tak lagi was-was karena sinyal jelek, error dan ilang-ilangan. Luvv sekebon. 💛

Bagaimana dengan kamu ? Sudah pake eSIM Telkomsel belummm ? 



Klinik Gigi Estetik nan Lengkap di Surabaya Barat

Pergantian tahun baru biasanya dimulai dengan penyusunan resolusi baru yang penuh semangat. Tapi siapa sangka, tahun 2024 ini saya mulai dengan permasalahan kesehatan baru : sakit gigi. Kedua sisi gigi geraham, kanan-kiri, atas-bawah, secara kompak bersatu padu untuk menjerit-jerit ngilu. Ini membuat awal tahun baru saya dipenuhi dengan jadwal pemeriksaan ke dokter gigi. Sekali seminggu dalam durasi 2 bulan atau 8 kali pertemuan berturut-turut. Arrrggh. Rasa-rasanya ini adalah awal tahun termuram saya. 

Kejadian yang menyedihkan ini, tentu cukup membuat saya kapok. Walhasil, resolusi tahun baru saya dilengkapi dengan program pemeriksaan gigi dan mulut secara rutin. Hal inilah pula yang membuat saya langsung mengiyakan undangan untuk datang ke Grand Opening Klinik Gigi Satu Dental. Dan inilah pengalaman saya berkunjung ke SATU Aesthetic Surabaya Bukit Darmo.

SATU Aesthetic Surabaya Bukit Darmo ini merupakan cabang Klinik Gigi Satu Dental ke-empat di kota Surabaya. Terletak di Ruko Darmo Boulevard no 10A, Surabaya Barat, cabang ini resmi menjadi satu dari total 48+ cabang Klinik Gigi Satu Dental yang tersebar di berbagai kota. Kamu bisa cek lokasi cabang terdekatmu di sini ya

Hari itu, matahari sedang bersinar dengan terik. Gerah, penuh peluh, dan terbakar. Tapi begitu turun dari ojek online, sebuah pita besar berwarna merah muda serta balon-balon cantik dengan kombinasi warna merah muda, hijau pastel, dan putih menyambut saya dengan ramah. Sebagai pecinta warna-warna pastel, tentu saya langsung gembira. Sembari menunggu kawan-kawan blogger lainnya, saya dipersilahkan masuk ke area depan klinik yang sudah ditutup dengan tenda berwarna putih. Berbagai kudapan cantik telah tersedia di kanan-kiri tenda. Ada Shake-Shake in a tub, Gore-Gore Batagor, So.Fu.To Soft Ice Cream, berbagai mini pie, Ice Lemon Tea, dan sekotak besar Kopi Calf berbagai varian. Saya memilih mengambil Ice Lemon Tea sembari berdiri tepat di depan 2 buah kipas angin besar yang dipasang di ujung tenda, bye-bye peluh. Hhehe.

Setelah menunggu sekitar 30 menit, semua undangan sudah berkumpul. Sesi pemotongan pita sebagai simbol peresmian klinik dilakukan secara bersamaan oleh Jajaran Manajemen Klinik Gigi Satu Dental serta Head of Dentist Cabang Surabaya, drg. Olga Vionita. Yeay! Rasa-rasanya, saya tidak sabar untuk segera menjelajah ruang-ruang klinik dan melihat seberapa canggih peralatan pendukung yang disediakan. Sebagai mantan pengunjung rutin klinik gigi, ini membuat saya penasaran.

Desain Ruangan yang Estetik

Dari luar, SATU Aesthetic Surabaya Bukit Darmo tampak mencolok dibanding bangunan di sekitarnya. Fasad depan berwarna hijau pastel dengan lambang besar berbentuk gigi, membuat kita mudah mencarinya meski berada di deretan ruko-ruko besar di Jalan Darmo. Di bagian dalam klinik, dinding bangunan dicat dengan dominan warna putih dan dikombinasikan dengan warna hijau pastel serta warna merah muda. 

Untuk furnitur, klinik dengan tiga lantai ini menggunakan kombinasi antara soft krem dan abu-abu. Perpaduan berbagai warna ini berhasil menciptakan suasana yang nyaman, tenang, dan hangat. Tidak berhenti sampai di situ, printilan-printilan ornamen juga nampak diperhitungkan dengan sangat apik. Sungguh perpaduan antara warna, tata letak, dan aksesori yang memanjakan mata. Instagrammable dan comfy maksimal.


Setelah melewati lobi, kita akan berjumpa dengan playground mini. Saat Grand Opening lalu, area ini disulap menjadi taman bunga sakura nan cantik. Spot foto yang membuat saya rela antri dan menunggu giliran agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Hhe.

Ruang Periksa & Peralatan 

SATU Aesthetic Surabaya Bukit Darmo memiliki 3 ruang periksa dokter / ruang perawatan gigi yang berada di lantai 2. Ruangan ini didominasi warna putih sehingga nampak bersih dan higienis. Di ruangan ini terdapat setidaknya 4 alat yang membuat saya terpukau. Apa saja ?

Aquacare Dental yaitu alat air abrasion dengan teknologi terbaru yang terdiri dari campuran air, udara bertekanan dan bubuk partikel halus. Aquacare ini berfungsi untuk pembersihan gigi dari berbagai kotoran, plak, dan karang gigi yang tidak dapat dibersihkan menggunakan sikat gigi di rumah. 

Kamera Intra Oral yaitu sebuah kamera yang berfungsi untuk membantu dokter dalam melihat kondisi gigi pasien di area yang sulit dijangkau. Yang menjadikan menarik adalah kamera ini terhubung langsung dengan sebuah layar besar di bagian atas pasien. Jadi kita bisa turut serta melihat kondisi gigi kita atau bahkan perawatan gigi apa yang sedang dilakukan sang dokter. Ini adalah sebuah nilai plus dibandingkan dengan klinik gigi lain yang hanya memotret beberapa kali saja sepanjang proses perawatan gigi. Ya bisa dianalogikan seperti melihat foto hasil pertandingan sepakbola dibanding dengan menonton live streaming selama pertandingan berlangsung. Tentu lebih seru dan lebih jelas jika menonton live streaming bukan ?


CJ Optik - Dental Microscope yaitu kamera yang dapat melakukan pembesaran hingga 22x sehingga dokter dapat melihat dengan lebih detail kondisi gigi dan saluran gigi. Dengan alat ini, dokter dapat membuat diagnosa yang jauh lebih detail dan akurat. Serta, hasil treatment yang lebih maksimal khususnya untuk treatment seperti perawatan saluran akar. 

Curhat sedikit, saat saya melakukan perawatan saluran akar gigi di klinik lain, saya cukup terkejut saat mencium bau logam terbakar, ternyata itu adalah logam yang hendak dimasukkan ke dalam gigi saya sebagai penganti saraf yang rusak. Wow, ngeri. Saya seperti kura-kura di luar perahu, tidak tahu sama sekali apa yang sedang dilakukan oleh dokter. Dengan Dental Microscope ini, kekhawatiran itu dapat dihilangkan, karena sama dengan Kamera Intra Oral, Dental Microscope ini langsung terhubung dengan layar segede gaban yang berada di atas kita. Jadi yaa pasien tidak lagi merasa was-was dengan tindakan perawatan yang sedang dilakukan oleh sang dokter.

Dental X-Ray Panoramic yaitu alat rontgen gigi dengan teknologi radiografi untuk mendapatkan gambaran gigi dan rahang pasien secara menyeluruh. Menurut pengalaman saya, peralatan ini hanya dimiliki oleh Laboratorium-laboratorium besar sehingga pasien harus pergi dahulu ke laboratorium lain untuk kemudian Kembali ke klinik gigi dengan membawa hasil rontgen. Dengan adanya Dental X-Ray Panoramic, pasien cukup berjalan ke lantai 3, diproses selama 2 menit, jadi deh. Hasil rotgen sudah langsung terhubung dengan computer dokter untuk kemudian dijadikan dasar dalam melakukan diagnose. Praktis dan anti ribet yaaa.

Integrated Database – Rekam Medik. Barangkali ini memang bukan peralatan yang berhubungan langsung dengan perawatan gigi ya. Tapi ini adalah sistem penyimpanan data pasien yang terintegrasi dari berbagai cabang, mulai dari nama, usia, hasil pemeriksaan, hasil rontgen dan lain-lainnya. Jadi Ketika suatu saat kamu berpindah domisili ataaau sedang melakukan perjalanan eh butuh ke klinik gigi, semua rekam medikmu sudah dapat diakses oleh dokter tersebut. Tanpa harus belibet bawa-bawa hasil rontgen atau hasil pemeriksaan. Sungguh membantu bukan ?

Perawatan Gigi

Dengan berbagai peralatn canggih tersebut, SATU Aesthetic Surabaya Bukit Darmo menawarkan berbagai perawatan gigi yang terbilang sangat lengkap. Dilansir dari situs resmi Klinik Gigi Satu Dental, berikut adalah perawatan gigi yang bisa kamu lakukan di klinik ini :


Masih banyak hal lain yang menarik untuk diulas seperti produk dari Lab Inhouse Klinik Gigi Satu Dental, pembahasan talkshow saat Grand Opening hingga penawaran berbagai promo yang menggiurkan. Tunggu ulasan berikutnya ya..

Have a great day everyone !





#GaragaraSiska : Berkenalan dengan Parfum

Halo, apa kabar kamu ? Saya Laily Amalia, co-founder dan penutur cerita di Leblung.com.
Setelah hiatus dari blog ini hampir 5 tahun lamanya, saya selalu ingin menuliskan sapaan tersebut di awal tulisan. Karena buat saya, pertanyaan tersebut selalu mampu menyisipkan perasaan hangat dan menenangkan. Oh ya, kali ini saya akan memulai serial #GaragaraSiska, cerita nano-nano bagaimana saya menghadapi perempuan di usia awal 20 tahun-an yang tiba-tiba menjadi penghuni tetap RL Haus (baca : rumah saya dan suami). 

Serial #GaragaraSiska kita mulai dengan : parfum. 
Apakah kalian pernah membaca novel Aroma Karsa karya Dee Lestari ? Jika belum, novel setebal 724 halaman yang terbit pada tahun 2018 silam itu, bercerita tentang kehidupan pemuda bernama Jati Wesi. Sedari kecil, ia hidup di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Bantar Gebang. Hidup di antara tumpukan sampah tidak lantas menjadikan indera penciumannya tumpul, namun semakin tajam bahkan ia bisa mengurai komposisi kimia dari sebuah bau dari jarak jauh. Yang kuingat pasti, novel ini memberikanku pengetahuan baru bahwa indera penciuman merupakan indera pertama yang tumbuh pada masa awal kehidupan seorang manusia. Dilansir dari situs UT Southwestern Medical Center, indera penciuman bayi telah tumbuh dan dapat bekerja baik pada usia kehamilan 11 – 15 minggu. Keren ya. MasyaAllah.


Dan indera penciumanku, entah mengapa seperti tidak bersahabat dengan bau-bau tajam, apalagi bau alkohol. Hingga di suatu waktu, bau wangi menyeruak di ruang makan kami. Wangi yang menyiksa hidungku. Parfum Siska.
Sekali dua kali hingga entah berapa kali, kubiarkan bau itu menusuk pori-pori dalam hidungku. Tak jarang, sakitnya menjalar hingga pangkal hidung atau berakhir sakit kepala.
“Jangan banyak-banyak pakai parfumnya,” kataku. 
Dia hanya tersenyum simpul. Pada detik itu, memori otakku memunculkan sebuah dialog yang terjadi berbulan-bulan lalu. 
“Kemarin sewaktu acara kumpul-kumpul keluarga, aku kan pakai parfum. Batinku, ‘Tante, cium nih aku lagi wangi.’ Hhi. Kan biasanya anaknya Tante Ella wangiii banget. Kalau dia lewat tuh baunya ketinggalan. Jadi aku pengen orangnya tau kalo aku juga lagi wangi,” cerita Siska sambil menggebu-gebu. Bukan Siska yang biasanya nampak diam dan minim ekspresi.
Di momen itu pula kusadari bahwa tak mungkin memintanya tidak menggunakan parfum. Itu sama mustahilnya dengan menjauhkan diriku dari Es Teh Manis. Aaargh. Haruskah kuberdamai dengan rasa sakit di hidungku ? Apakah semua parfum memang menusuk hidung ? Apakah parfum memang harus menguar memenuhi ruangan ? Eh tunggu. Para budak korporat di ruanganku juga pengguna parfum. Sebagian wangi lembut, sebagian lain wangi menyesakkan hidung, dan sebagian lainnya hanya tercium wangi sesekali saat bergerak. Hmm tapi parfum apa yang mereka pakai ya ? Kucuma tau wangi buah-buahan milik The Body Shop. Hhi. Baiklah, kuterpaksa berkenalan dengan dunia parfum, #GaragaraSiska.
Sejarah parfum dimulai pada 4.000 tahun sebelum masehi, yaitu saat Bangsa Mesopotamia yang menghuni daerah aliran Sungai Efrat dan Tigris (kini bernama Irak) membakar berbagai damar dan kayu pada acara keagamaan mereka. Itulah mengapa nama parfum digunakan oleh Bangsa Perancis untuk menggambarkan wewangian ini. Parfum berasal dari penggabungan 2 kata latin, yaitu per yang berarti melalui dan fumus yang berarti asap. Yah kalau kita jabarkan lebih lanjut, dapat berarti aroma yang muncul melalui asap pembakaran dupa. Sejarah berlanjut saat budaya ini masuk ke Mesir pada 3.000 tahun sebelum masehi. Pembakaran dupa masih terbatas untuk upacara keagamaan, sedangkan untuk kesenangan, Bangsa Mesir biasa menggunakan parfum untuk berendam. Wow. Kutak sanggup membayangkan betapa wanginya mereka setelah berendam parfum.


Tahun demi tahun berlalu, parfum pun berubah wujud dari dupa menjadi parfum cair. Bentuk cair tersebut, pertama kali diciptakan oleh Bangsa Yunani menggunakan teknik penyulingan yang dilakukan oleh Bangsa Arab. Pada abad ke-17, parfum meraja lela di berbagai negara. Parfum tidak lagi digunakan pada acara keagamaan, namun beralih fungsi untuk menutupi bau badan yang tidak sedap. Bahkan saat Henry VIII dan Ratu Elizabeth I memimpin pemerintahan Inggris, seluruh tempat umum diberi wewangian karena sang ratu tidak dapat mentolerir bau tidak sedap. 

Tidak hanya bentuk dan kegunaannya, komposisi parfum pun juga berkembang seiring waktu. Jika pada awal perkembangan hanya menggunakan bunga Tunggal, kini sebuah parfum sudah terdiri atas berbagai minyak esensial dari tanaman dan ditambahkan dengan alcohol sebagai fiksatif yang membuat wangi parfum lebih tahan lama. Komposisi yang beragam ini juga menjadikan parfum masa kini memiliki top notes, middle notes, dan base notes. Apakah itu ? Kita bahas di serial kedua #GaragaraSiska yaa..

Referensi :

Ibu dan Retawu Deli yang Menawan

Hai. Apa kabar kamu ? Saya Laily, co-founder dan content creator leblung.com. 

5 tahun berlalu begitu cepat ya. Rasanya baru kemarin saya menulis cerita tentang perjalanan memperpanjang masa berlaku SIM C saya di kota Purwakarta, Jawa Barat. Tapi ternyata itu adalah cerita 5 tahun yang lalu. Iya, tepat di bulan Desember tahun 2018 lalu. Dan dalam kurun waktu 5 tahun ini, banyak sekali perubahan yang terjadi. Mulai dari kepindahan saya dari Jawa Barat ke Jawa Timur, melampaui masa-masa menegangkan Covid-19, rumah baru, dan sebentar lagi akan dilengkapi dengan hadirnya keponakan baru. Bagaimana dengan 5 tahunmu ?

Kali ini saya ingin bercerita tentang Ibu dan Retawu Deli.

Ibu adalah pemilik toko kue kecil bernama ApungCakery. Toko kue yang beliau bangun sejak saya masih berusia kanak-kanak ini adalah bukti kecintaan Ibu pada dunia masak-memasak. Hal ini pula yang menyebabkan saya cukup jarang jajan di luar. Agenda pulang ke Malang selalu dipenuhi dengan ngobrol ditemani kue-kue lezat bikinan Ibu. Kalaupun saya ingin jajan, jawaban yang hampir selalu saya dengar adalah, “Kayaknya Ibu bisa bikin itu deh, Dik. Ibu bikinin aja yah.” Namun ada satu toko kue yang tidak tertolak oleh Ibu, Retawu Deli namanya. 
Retawu Deli adalah toko pastri atau patiseri* yang terletak di Jalan Retawu No 4, Kota Malang. Berada di sudut Jalan Retawu, toko kue ini menjadi satu kesatuan dengan Kedai Ramen Master. Tapi tak perlu takut salah masuk, dari kejauhan kamu akan melihat fasad bangunan klasik berwarna merah bold. Bangunan berbentuk kotak simetris yang terdiri dari 2 lantai ini dilengkapi dengan banyak jendela besar di sisi kanan dan kiri, khas bangunan Perancis. Perpaduan fasad khas Perancis dengan warna bold khas bilik telepon Inggris ini memberi kesan mewah sekaligus hangat. Dan segaris senyum gembira selalu nangkring di wajah Ibu setiap kali ia akan memasuki Retawu Deli.

Berbeda dengan tema bagian eksterior, untuk interior bangunan, pemilik toko memilih tema Tropical Bohemian. Kamu bisa melihat lampu-lampu rotan dan rug atau karpet boho memenuhi sudut toko. Sedangkan kesan tropical ditampakkan dengan gambar daun-daun besar dengan dasar warna merah muda pada dinding toko. Perpaduan yang jarang digunakan tapi berhasil membuat kita merasa nyaman di dalamnya.

Retawu Deli yang beroperasi sejak tahun 2019 ini menyediakan berbagai jenis kue seperti croissant, flan, tourte, hingga tarte. Kue-kue lezat nan cantik itu dijual dengan harga bervariasi mulai dari 18.000 hingga 400.000 rupiah. Favorit saya adalah Croissant Grandma’s Favorite, croissant klasik tanpa isian. Kulitnya yang renyah ketika dimakan selagi hangat dengan perpaduan gurihnya butter di setiap lapisannya membuat croissant ini istimewa. Berbeda denganku, Ibu lebih suka menyantapnya saat dingin. Saat sudah mulai layu dan lesu tak berdaya. Katanya, “Empuk-empuk enak gitu, nak.”
Selain lebih suka menyantapnya saat layu, Ibu juga lebih memilih croissant dengan topping manis seperti Strawberry Danish Retawu atau Today Fruit Danish tipe peach. Selain croissant, saya baru mencoba Original Sourdough. Rotinya kenyal dengan lapisan luar yang keras. Mm, saya tidak tahu standar sourdough yang baik dan benar, tapi saya tidak bisa menyebut roti ini istimewa. Saya jauh lebih suka sourdough milik Ant Bakery dari Kota Bandung yang lembut dan sedikit kenyal. Oh ya, sebagai pelengkap, Retawu Deli juga menyediakan berbagai minuman seperti kombucha, coklat, kopi, dan jus. Harganya pun beragam mulai dari 15.000 hingga 40.000 rupiah.
Toko kue yang selalu ramai pengunjung ini buka mulai pukul 07.00 hingga pukul 20.00 WIB setiap hari. Khusus pembelian secara online melalui WhatsApp, Retawu Deli hanya melayani pemesanan mulai hari Senin hingga hari Jum’at maksimal pukul 18.00 WIB pada h-1 pengambilan. Layanan ini bisa kamu gunakan agar tidak kehabisan produk yang kamu incar. Hhe.
Selain bangunannya yang nyaman dan kuenya yang lezat, Ibu suka sekali dengan aura para pramuniaga di Retawu Deli. “Seru ya nak, anak muda banget gitu lho.” Jikalau suatu saat kita bertemu di Retawu Deli, kamu akan memandang wajah Ibu yang tidak berhenti tersenyum dan mata yang berbinar melihat kue-kue cantik, barisan pengunjung yang mengular, dan para pramuniaga yang sigap melayani pembeli. Kalau Ibumu suka berkunjung ke toko kue mana ? Share di kolom komen ya, mungkin bisa saya dan Ibu kunjungi di lain waktu. ^^

*Patiseri /pa·ti·se·ri/ n : toko yang mengkhususkan diri pada pembuatan roti dan kue-kue dari Prancis
**Croissant lebih dikenal sebagai kue berlapis-lapis yang berasal dari Perancis. Namun beberapa sumber menyatakan bahwa croissant adalah hasil modifikasi dari kue kipfel yaitu kue khas negara Austria. Pada tahun 1683, kue kipfel dibuat sebagai kudapan perayaan atas kemenangan Kerajaan Austria melawan penggepungan pasukan Turki. Dan untuk menggambarkan bendera Turki, kue kipfel dibuat berbentuk bulan sabit. 




FIXED - Masalah ads.txt untuk blogger atau blogspot di Custom Domain

Baru-baru ini Google Adsense mengeluarkan kebijakan baru, salah satunya adalah dengan meminta kita melakukan perubahan atau pemasangan file ads.txt di blog atau website yang kita punya di root folder supaya robot Google bisa akses dan verifikasi file ads.txt tersebut secara langsung melalui alamat namadomainkita.com/ads.txt.

Untuk website biasa, saya rasa itu tidak menjadi masalah yang berarti. Karena kita tinggal taruh file ads.txt yang bisa didapatkan dari halaman dashboard adsense kita ke dalam hosting dimana website kita berada.

Namun bagi pengguna platform blogger atau blogspot yang mana mereka membungkus alamat blogger atau blogspotnya dengan custom domain, permasalahan diatas akan sedikit menyulitkan. Disini saya ingin berbagi pengalaman ketika saya mendapati masalah seperti gambar dibawah ini, dan apa yang saya lakukan untuk mengatasi pesan error / warning di dashboard google adsense tentang fix now ads.txt.


SOLUSI

Silahkan kalian ikuti langkah-langkah berikut untuk mengatasi masalah seperti yang bisa kalian lihat pada gambar diatas.
  1. Download file ads.txt dari Google Adsense Dashboard kalian.
  2. Masuk ke Blogger, dan pilih blog atau website yang ingin diatur (jika kalian punya lebih dari satu).
  3. Kemudian dibagian kiri ada sekumpulan menu, cari menu Settings.
  4. Lalu masuk ke Search preferences.
  5. Pada bagian Monetization - Custom ads.txt, silahkan pilih Enable. Lalu isikan sesuai dengan text yang ada di file ads.txt yang sudah kalian dapat di langkah 1 diatas. 
  6. Langkah terakhir, masih di menu yang sama (Search preferences). Di bagian Custom robot header tags, pilih Enable dan atur sesuai dengan gambar dibawah ini.

Kebanyakan referensi terkait masalah ads.txt di blogger / blogspot custom domain, hanya berhenti pada pengaturan Custom ads.txt sesuai di langkah 5, pada kenyataannya sampai disitu saja belum bisa menghilangkan pesan error seperti yang terlihat pada gambar pertama diatas, karena ketika kita coba verifikasi sendiripun kenyataannya memang masih belum bisa diakses file ads.txt tersebut.

Cara untuk verifikasi adalah dengan kunjungi namadomainkita.com/ads.txt. Jika kalian berhenti pada langkah 5 saya yakin ketika akses di URL tersebut, secara otomatis akan dilempar / redirect ke homepage website kita sendiri.

Maka pastikan kita lakukan konfigurasi sesuai langkah 6 yang saya sebutkan diatas, setelah itu coba akses namadomainkita.com/ads.txt, buktikan sendiri hasilnya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua, sampai jumpa lagi.

Perjuangan Perpanjang Sim C Belum Berakhir

Kok geli ya baca judulnya? Hha. Jadi inget reality show jaman baheula berjudul “Termehek-mehek” yang hostnya Cici Panda sama Mandala Shoji. Kan ada sebutannya Pejuang Tangguh tuh di situ (seingetku sih. Hhe). By the way, masih ingat kisah saya di blogpost “Keliling Kota Demi Perpanjang Sim C”? Yang panik-panik karena ternyata SIM Keliling di Purwakarta belum bisa melayani perpanjangan SIM dari SIM dan KTP luar kota itu loh. Hahaha. Saya lanjutkan cerita perjuangan saya yaa..

Dengan kepanikan yang naik level lagi setelah tahu tak bisa mengurus perpanjangan SIM C di Mobil SIM Keliling Purwakarta, saya memacu si Merah lebih kencang. Begitu sampai Polres, buru-buru saya parkir si Merah dan lari ke Loket Pendaftaran. Di belakang si Bapak Polisi, tertempel kertas manila berwarna putih dengan tulisan tangan. Terbaca :


“Pak, saya mau perpanjang SIM.”
“Itu syaratnya sudah?” katanya sembari menunjuk kertas manila yang telah khatam saya baca.
“Tes kesehatan dimana, Pak?”
“Itu syaratnya.”
“Iya Pak, tes kesehatannya dimana? Klinik depan?”
“Di sebelah. Keluar Polres belok kanan.”
“Di luar neng..” Ibu-ibu kantin Polres yang ada di dekat Loket Pendaftaran ikut menyahut.

Tanpa babibubaba, saya lari ke arah yang ditunjuk. Sebuah klinik super mini dengan banyak motor terparkir di depannya dan sebuah gerobak mie ayam yang banyak pembelinya teronggok lusuh di sana. Tak ada perawat. Hanya ada seorang laki-laki paruh baya berbadan kecil, berkulit coklat, mengenakan kemeja pendek garis-garis, celana kain warna hitam, dan sandal kulit sintetis di balik tirai warna hijau yang hanya tertutup sebagian. Di dalam klinik sudah ada banyak orang duduk-duduk di meja antrian. Di atas sebuah kursi plastik, terdapat nomor-nomor antrian sederhana. Melihat yang duduk-duduk memegang kartu itu, jadilah saya langsung ambil nomor. Tertulis di kertas manila berwarna pink itu, angka 24. Saya lega. Kok? Kalau semua yang daftar diharuskan tes kesehatan di sini, berarti baru ada kurang dari 23 orang yang tes dong. Saya masih masuk dalam kuota blangko SIM yang katanya cuma 100 per hari itu.

Satu per satu pasien dipanggil sesuai nomor urut. Sependengaran saya, hanya ditanyai golongan darah dan tes buta warna. Sesekali ada yang diukur tinggi dan berat badannya. Tak ada pengukuran denyut nadi atau tensi meski saya lihat di meja belakang si dokter ada alat itu. Hmm. Entahlah. Di sebelah saya duduk perempuan muda berusia 18 tahun dengan memegang nomor antrian 23. Kami berbincang-bincang sedikit untuk mencairkan suasana. Setelah dia dipanggil, saya menggeser duduk saya ke ujung kursi tunggu. Dari situ, nampak jelas wajah si dokter. Alih-alih memeriksa si perempuan muda itu. Dia berkata ;

“Keluarga dokter ya?”
“Eh?” jawab saya untuk memastikan pertanyaan.
“Teteh keluarga dokter?” ujarnya lagi sambil menscan saya dari ujung kepala hingga kaki.
“Oh bukan. Saya mau perpanjang SIM.”
“Kirain keluarga dokter,” ujarnya sambil tersenyum.
Mm, cita-cita saya sih jadi dokter bedah forensik dulu,” batin saya. Hhe..

Setelah perempuan muda selesai, saya dipanggil. Dan benar. Si Dokter cuma menanyakan golongan darah, tahu tinggi dan berat badan saya sendiri ndak, urus SIM apa, dan tes buta warna 2 lembar. Selesai. Untuk tes kesehatan ini, saya mengeluarkan uang Rp 30.000 saja. Surat sehat sudah di tangan. Saya kembali lari ke Loket Pendaftaran.

Saya menyerahkan semua syarat yang diwajibkan. Sang Bapak Polisi mengambil satu map kertas berwarna biru lalu men-staples semua syarat itu termasuk kartu SIM saya yang lama. “Isi ini dulu, Teh.” Di dalam map terdapat blangko berukuran A3 yang sudah dilipat 2. Kami hanya diwajibkan mengisi halaman pertama yang berisi :


Saya lupa foto blangkonya, jadi ini nyomot dari blog ilhabibi.com. Sedangkan halaman kedua berisi keterangan lulus atau tidaknya persyaratan administrasi, hasil uji teori, hasil uji praktek 1, dan hasil uji praktek 2 yang nantinya akan diisi oleh petugas dari Polres Purwakarta. Setelah selesai mengisi formulir, saya dipersilahkan masuk ke Ruang Registrasi yang berada di sebelah kiri Loket Pendaftaran. Di situ, berkas dan formulir yang telah diisi diletakkan di meja. Saya antri kembali untuk menunggu proses regitrasi online yang dilakukan oleh petugas. Sekitar 10 menit menunggu. Nama saya dipanggil.

“Laily Amalia…”
“Iya Pak”
“Laily Amalia R ya?”
“Asli Malang, lahir 23 Desember 1990 ya?”
“Nama ibu kandung siapa?”
“Yablablabla….”
“Ayah kandung?”
“Mublablabla…”
“Oke. Data sudah benar, silakan masuk ke Ruang Foto di sebelah ya..”
“Baik Pak, terimakasih.”

Saya pun pindah ke ruang sebelah. Ruang Tunggu Foto yang ukurannya lebih kecil dari Ruang Tunggu Registrasi. Satu per satu antrian dipanggil. Sekitar 15 menit berselang. Nama saya dipanggil sesuka bapaknya.

“Laila Amalia..”
“Iya Pak..”
“Silakan duduk”
“Oh maaf, Laily Amalia yaaa.. Asli Malang, lahir 23 Desember 1990 ya. Silakan kacamatanya dilepas dulu, kita foto. Yak sudah. Kacamata boleh dipakai kembali, sekarang silakan tanda tangan digital di sini. Sudah? Sekarang sidik jari dulu kanan kiri. Sudah.. Silakan bawa berkas ini ke Ruang Ujian Teori.”
“Terimakasih, Pak..”

Alamaaak. Kok pake ujian segala? Jangan-jangan ujian praktek juga aku nih? Bukannya perpanjang gak pakai ujian ya?” batinku rusuh. Setelah masuk ke Ruang Teori yang berada di depan Ruang Foto, terjadilah percakapan ini :

“Iya Teh?”
“Mau perpanjang SIM C, Pak.”
“Oh iya.”
Lalu Bapak Petugas langsung membubuhkan tanda tangan dan stempel di kolom Ujian Teori pada halaman kedua formulir. Saya melongo. Heran sekaligus bahagia. Dan di depan saya, berjejer komputer-komputer ujian teori yang kosong tak bertuan.

“Silahkan ke Lapangan Uji Praktek ya. Di sana cuma minta tanda tangan dan stempel kok.”

Hhe. Nampaknya si Bapak Petugas tau kalo saya panik mau diuji. Dengan hati sedikit lapang, saya menuju Lapangan Uji Praktek. Di depan saya, jalur-jalur untuk ujian praktek terpampang nyata dan kosong melompong. Saya berjalan ke arah ruangan di pinggir lapangan. Di situ, kembali saya serahkan map kertas berisi formulir dan berkas pendukung. Lagi-lagi, tanpa babibubaba, si Bapak Petugas membubuhkan tanda tangan di kolom Ujian Praktek 1 dan Ujian Praktek 2 pada halaman kedua formulir. Setelahnya, saya diminta ke ruang sebelah yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ruang Pengambilan SIM.

Yuhuuu. SIM baru akan segera saya genggam. Begitu masuk ruangan, ada Ibu-Ibu petugas yang menyapa saya ramah.

“Siniin Teh berkasnya. Perpanjang SIM C ya? Biayanya 75 ribu yaa.. Bayar di sini.”

Saya menyerahkan selembar uang Rp 100.000,-. 

“Ini kembaliannya dan ini struknya. Struknya dimasukin ke kotak putih di loket itu ya. Setelah itu, tunggu aja tinggal ambil SIM-nya.”
“Baik Bu. Terimakasih.”

Biaya ini sesuai dengan keterangan yg ada di www.polri.go.id, bahwa menurut PP Nomor 50 Tahun 2010 Tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang termaktub (bahasanyaa) dalam lampiran, disebutkan 1. 1. Biaya Penerbitan Baru    :
    a. SIM A                         : Rp 120.000,-
    b. SIM B I                       : Rp 120.000,-
    c. SIM B II                      : Rp 120.000,-
    d. SIM C                         : Rp 100.000,-
    e. SIM D                         : Rp 50.000,-
    f. SIM Internasional       : Rp 250.000,-
2. Biaya Perpanjangan SIM     :
    a. SIM A                              : Rp 80.000,-
    b. SIM B I                            : Rp 80.000,-
    c. SIM B II                           : Rp 80.000,-
   d. SIM C                               : Rp 75.000,-
   e. SIM D                               : Rp 30.000,-
   f. SIM Internasional             : Rp 225.000,-

So, it means no pungli-pungli yaaa.. Setelah itu, saya pun melakukan instruksi si Ibu Petugas yang ramah itu. 5 menit kemudian, nama saya kembali dipanggil.
“Laily Amalia..”

Lalu SIM C baru disodorkan melalui lubang kecil pada loket. Mata saya berbinar bahagia. Horeeee..! Berakhirlah sudah perjalanan panjang demi perpanjang SIM C ini..

Keliling Kota Demi Perpanjang SIM C



“Adik SIM-nya expired kapan?”
“Belum aku liat, Pak. Bentar yaa..”
5 detik kemudian…
“Tahun iniiiii. Pas aku ulang tahun besok, Pak. 23 Desember. Omigad. Gimana dong?”
“Ya coba adik perpanjang di Purwakarta aja biar ndak usah pulang ke Malang. Adik balik kapan lho bulan Desember ini?”
“Tanggal 22, Sabtu siang Pak..”

Yak. Bapak saya memang alarm paling tepat waktu. Pantes kalau dulu dijadikan patokan jam oleh para tetangga. Iya, karena waktu berangkat kerjanya selalu tepat. Misal lewat depan rumah Pak Paijo jam 06.30 WIB, ya besok, besoknya lagi, besok-besoknya lagi, besok-besok-besoknya lagi, dan sepanjang tahun kecuali hari libur, akan lewat depan rumah Pak Paijo jam 06.30 WIB. War biasaaah. Ditiru sama anaknya? Hmmm. Enggak sih. Hahaha. Saya suka telat karena males mandi dan mandinya lama. Maap lho, Pak.

Daaan. Wasap Bapak di awal Desember itu cukup membuat saya panik. Desember ini nampaknya tak mungkin untuk bolos kerja. Extra job desk dan pe-er belajar cukup membuat kepala saya pening, penuh, dan kadang mau meledak. Wkwkwk. Aduuuh. Aduh. Jadi, waktu berburu perpanjangan SIM C cuma bisa dilakukan saat weekend. Lebih tepatnya hari Sabtu ajah karena Minggu Pak Police penggurus SIM liburrr.

Tapi eh tapi, minggu pertama Desember barang tentu sudah tak bisa. Kami sekeluarga harus bertolak ke Makassar untuk mengantar musuh bebuyutan saya (baca : kakak kandung laki-laki satu-satunya) untuk menculik gadis Makasar ke dalam hidupnya. Hhi. Iya, abang saya yang jahil itu akhirnya menikaaah. Alhamdulillah.

Minggu kedua ada acara Mini Family Gathering bareng teman sebidang di Lembang (kalo gak salah. Kulupa-(in) juga). Minggu ketiga yang adalah tanggal 22 Desember, saya baru tiba di Surabaya pukul 09.37 WIB karena mudik naik Kereta Api Harina. Sooo, mau gak mau saya harus berburu di minggu kedua dongs yaa. Gapapa gak ikut Mini Family Gathering itu. Kan udah barengan ini pas Employee Gathering dan Outroad 2018.

Setelah memutuskan waktu berburu, kepanikan saya yang berada di level 9 dari 10 itu belum turun juga. Iya. Karena kalo hangus, saya gak yakin akan lulus tes mengemudi. Huahaha. Cupaw kalo kata suami saya mah. Yaaa kan kata orang-orang tuh ribet bikin SIM baru. Bakal susah lulus tes, harus mengulang berkali-kali baru lulus. Jadi, wajib bin harus binti fardhu ain untuk sukses memperpanjang SIM.

Kepanikan itu pula yang bikin saya tanya sana sini.
“Eh Tik, kamu kemarin perpanjang SIM bisa kan ya di Bandung?”
“Kamu SIM Jogja apa Bandung, Tik?”
“Itu urusnya ke SIM Keliling atau ke kantornya, Tik?”
“Berkas yang perlu dibawa apa aja ya Tik?”
“Mas Tim, kalo di Purwakarta tuh, perpanjang SIM di SAMSAT yang deket rumah Mbak Ifah apa di Polres deket kosanku?”
“Cepet mana Mas Tim kalo urus di kantor sama SIM keliling?”
“Mas Ron, tau jadwal SIM keliling gak ya?”
“Bisa gak kalo KTP dan SIM luar kota, Mas Adit urus di Purwakarta?”
“Baiknya aku ke kantor apa ke SIM Keliling aja ya Mas Adit?”
Dan segambreng pertanyaan panik yang sebenernya diulang-ulang ajah, tapi ditanyain ke banyak orang. Hhe.. Dan inti jawaban mereka adalah :
1. Perpanjang SIM luar kota bisa dilakukan di Mobil SIM Keliling
2. Perpanjang SIM itu di Polres, bukan SAMSAT
3. Berkas yang perlu dibawa itu fotocopy e-ktp 2 kali, e-KTP asli, dan SIM asli.
4. Pengurusan berkas SIM lebih cepat di Mobil SIM Keliling
5. Gak ada yang tau jadwal pasti Mobil SIM Keliling area Purwakarta

Mm, okay. Level kepanikan turun menjadi 8. Masih tinggi yaa.. Jadi kuputuskan untuk pergi jam 05.30 WIB dari kosan menuju Polres Purwakarta untuk memastikan kantor mana untuk pengurusan SIM, Polres atau SAMSAT dan jadwal Mobil SIM Keliling di hari itu dimana dan jam berapa. Rada lebay sih ya berangkat jam segitu, udah kayak mau kulakan sayur ke pasar pagi. Tapi etapi, itu dilakukan karena saya mendengar desas-desus bahwa blangko pengurusan SIM dibatasi hanya 100 pcs per hari. Jadi ya, saya yang siputwati ini harus bergerak cepaaat.



Kenyataannya, saya baru berangkat jam 06.00 WIB. Hhahaha. Telur, Susu cair plain, Jamur Enoki dan Roti Canai terlalu menggiurkan untuk didiamkan saja di dalam kulkas. Jadi aku masak-masak simple dulu sebelum pergi. Trus dibekal. Hhe.. Setelah bekal Omelette Jamur dan Roti Canai topping Madu siap, saya memacu si Merah ke Polres yang berjarak sekitar 500 meter dari kosan saya. Di sana? Masih sepi jali. Bahkan bapak-bapak polisi yang sedang berjaga kaget melihat teteh-teteh tjantik berbaju tosca datang ke Polres sepagi itu.

“Pak, kalau perpanjang SIM di sini ya?”
“Iya Teh. Mau perpanjang SIM apa?”
“SIM C, Pak.”
“Iya bener di sini kok. Nanti urusnya di kantor belakang sana. Tapi baru buka nanti jam 7. Ini kepagian.”
“Oh. Iya Pak. Etapi kalo si SIM Keliling bisa juga kan ya Pak perpanjang SIM?”
“Bisa Teh. Cuma saya gak tau hari ini dimana berentinya. Kayaknya di depan UPI deh. Nanti dicek aja di sana.”
“Kalo SIM Keliling buka jam berapa, Pak?”
“Biasanya jam 8. Tapi gak tau hari ini buka gak ya. Dokternya entah ada atau enggak..” kata si Bapak kurang yakin.
“Baik Pak. Makasih infonya yaa..”

Saya balik ke motor. Memutar kunci sambil berpikir, “Pulang ke kosan apa ditunggu di sini ya? Bapaknya mana gak yakin SIM Keliling buka atau enggak. Aigooo..” Nah, kok ya kebetulan pas jalan balik ke arah kosan, saya liat Mobil SIM Keliling terparkir gagah di depan Klinik Polres. Akhirnya niat untuk balik ke kosan saya urungkan. Gapapa-lah nunggu 1 jam 45 menit buat tahu kemana mobil itu bergerak. Hahaha.

Akhirnya saya, nunggu di halaman sebuah sekolah Taman Kanak-Kanak. 15 menit berlalu. Tanpa ada tanda-tanda mobil akan dikeluarkan dari parkiran. Emmh. Jadilah saya pindah duduk di depan toko kelontong yang masih tutup. Buka bekal dan mulai sarapan. Hahaha. Cewek macam apa ini sarapan di sembarang tempat? Ihh bodoh amat asal bersih tempatnya.

30 menit berlalu, mulai bosan main hape. Pindahlah saya ke sebelah toko pulsa. Ada bapak-bapak berjaket hitam yang sedari tadi nongkrong di situ juga. Watak SKSD alias Sok Kenal Sok Dekat saya muncul.
“Bapak mau ngurus SIM juga?”
“Iya neng. Eneng juga?”
“Iya Pak. Mau perpanjang SIM C.”
“Bapak mau perpanjang SIM apa?”
“Mau bikin SIM B, neng.”
“Oh, di Polres ya Pak? Kata temen saya gabisa di SIM Keliling. Saya mah di SIM Keliling aja, katanya lebih cepet. Jadi saya tungguin tuh mobil. Hhe..”
“Waduh, Bapak gatau, neng. Ini nunggu saudara aja. Kan Bapak dulu punya, tapi udah 10 tahun gak pernah diurus. Katanya sih kudu bikin SIM A dulu baru SIM B. Tapi ya gatau-lah. Bapak nunggu saudara Bapak aja. Kata dia, itu semua urusan dia. Bapak tinggal dateng aja.”
Saudara Calo, Pak maksudnya?” batinku. Yakali ngomong gitu ke Bapaknya. Hhe. Jadi saya senyum ajah.

15 menit kemudian, nampak bapak-bapak berkaos abu-abu dengan tulisan “POLISI” muncul mendekati Mobil SIM Keliling lalu lap-lap mobil. Saya langsung girang.  Lap-lap mobil saya artikan sebagai persiapan mobil akan memulai dinasnya. Hahha. Dan benar saja, tak lama kemudian mobil dikeluarkan dari parkiran. Saya yang harus nyebrang jalan dulu untuk mengikuti kemana mobil berjalan sempat tertinggal jauh. Kupacu si Merah lebih kencang. Nyeleat nyeleot kanan kiri untuk menyalip kendaraan di depan saya. Akhirnya, bisa di belakang mobil persis. Hhe..

Mobil melaju terus dan baru berhenti di SAMSAT Weekend Culinary yang berada di Gedung SAMSAT Lama, Jl Martadinata No 22. Atau kalo kamu dari arah Sadang, lokasinya setelah Yogya masih lurus. Ada di kanan jalan setelah Bank Mandiri Syariah. Jam menunjukkan pukul 08.10 WIB. Si bapak yang tadi lap-lap mobil masih sibuk menyiapkan mobil. Sudah ada 4 orang yang menunggu di luar mobil termasuk saya. Dan dari sekelumit obrolan, bapak-bapak itu juga menunggui Mobil SIM Keliling lewat, lalu dikejar. Hahaha. Gak cuma saya berarti yang pakai jurus dudul itu yaa..

Sembari menunggu saya mengambil brosur SIM Keliling yang terserak di meja kecil dekat Mobil SIM Keliling. Ini isi brosurnya :



Pukul 08.20 WIB, seorang petugas wanita datang. Beliau juga menyiapkan ini itu terlebih dahulu hingga akhirnya memanggil saya masuk ke mobil.
“Ibu mau perpanjang SIM?”
“Iya Bu..”
“Boleh saya lihat SIM lama-nya? Oh iya bener masih dalam masa berlaku kartu ya. Tapi ini SIM Malang ya Bu?”
“Iya Bu, bisa ya perpanjang di sini?”
“Mohon maaf Ibu, memang kami ke arah sana nantinya. Jadi bisa perpanjang SIM online di Mobil SIM Keliling. Tapi untuk saat ini, belum bisa Bu. Ibu bisa perpanjang di kantor Polres yang di Jalan Veteran ya Bu. Mm. Ini jam 08.30 WIB, insyaAllah petugas baru selesai apel pagi. Ibu kesana saja langsung.”

Huwaaa. Tau gitu tadi nunggu di Polres aja. Ini udah telat 1,5 jam dari jam buka Polres. Masih ada nggak ini blangkonya? Haduuuh. Alamat hangus ini. Hhuhuhu..

Apakah saya berhasil memperpanjang SIM C? Atau hangus dan harus membuat ulang dari awal? Tunggu blogpost selanjutnya yaa…

Sebagai catatan untuk kamu yang ingin memperpanjang SIM C ataupun SIM A, kamu perlu memperhatikan hal-hal berikut :
1. SIM dapat diperpanjang pada tahun terakhir berlakunya kartu. Jadi dalam kasus saya yang jatuh tempo pada 23 Desember 2018, sebenarnya sudah bisa dilakukan perpanjangan mulai 1 Januari 2018. Info ini berdasarkan pernyataan Kanit Regident Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Suswanti dalam pembicaraannya di sebuah radio di Bandung yang dikutip oleh www.blogotive.com dari kutipan prfmnews. Jadi jangan tunggu akhir-akhir seperti saya yaa. Ntar panik sendiri lagi. Hhe..

2. Jangan sampai lewat masa berlaku SIM ya. Sekarang tanpa ampun. Telat 1 hari = buat SIM baru. Hal ini sesuai dengan PP Nomor 44 Tahun 1993 Pasal 230 yang menyatakan bahwa SIM tidak berlaku apabila : a. Masa berlaku kartu habis, b. Dalam keadaan rusak sehingga tidak bisa terbaca lagi, c. Digunakan orang lain, d. Diperoleh dengan cara tidak sah, e. Data yang terdapat dalam surat izin mengemudi diubah.

3. Big note, perpanjangan SIM bisa dilakukan dimana saja. Tidak harus di kota asal yaa. Jadi tak perlu mudik jauh-jauh untuk memperpanjang SIM kamu.

4. Sebelum memutuskan menggunakan layanan Mobil SIM Keliling, kamu harus memastikan terlebih dahulu jadwal Mobil SIM Keliling. Jadi bisa lebih efisien waktunya daripada menggunakan jurus cegat mobil seperti yang saya lakukan. Hhi..

5. Sebelum mengejar SIM Keliling Purwakarta, alangkah baiknya jika kamu menghubungi 0264-8222911 atau SM ke Instagram @satlantas_purwakarta. Nah itu di brosurnya Sabtu jam 16.00 baru mulai SAWEER, tapi dalam kasus saya, jam 08.10 WIB sudah ada di situ.

6. Bigger note untuk para pemburu layanan perpanjangan SIM A ataupun SIM C dengan asal SIM dan KTP luar kota yang ingin perpanjang melalui Mobil SIM Keliling, pastikan bahwa Mobil SIM Keliling daerahmu memiliki layanan Perpanjang SIM Online. Menurut info Ibu Titik Koma dan Bapak Egga, Mobil SIM Keliling area Surabaya dan Bandung sudah bisa melakukan Perpanjang SIM Online. Purwakarta? Belom bisaaa. Ish.

Sekian, sampai jumpa di blogpost selanjutnyaaa. Masih dengan curhatan tentang Perpanjang SIM C..

Sumber gambar : selfdesign & ayobandung.com

Membabat Habis Nasi Babat di Surabaya

Sepiring nasi putih hangat, capcay, tempe goreng, dan sambal yang aduhai pedasnya menemani buka puasa kami di Senin sore yang meredup. Melengkapi itu, segelas air putih dingin bersama beberapa potong buah mentimun mas dihidangkan. Sungguh cukup membuat perut kami berkata kenyang. Ah, kakak sepupu ipar saya memang jago membuat perut bahagia.

Tapi sejurus kemudian,
“Masih muat ndak perutnya?”
“Masih dong,” kataku riang meski setengah ragu.
“Mau makan apalagi? Nanti sekalian pulang kita beli ya..” ujar Mas Suami.
“Mau tahu campuuur. Ya ya ya?” rajukku manja.
“Jauh kalo beli tahu campur. Mau coba nasi babat aja ndak?”
“Mau mauuu. Tapi nasinya boleh setengah aja kan ya? Udah cukup kenyang.”
“Boleh-lah.”

Ya, tinggal berjauh-jauhan (baca : LDR) membuat kami harus menunggu saat bertemu untuk sekedar mengajak satu sama lain ke tempat baru yang seru. Entah tempat makan, tempat nongkrong, atau sekadar tempat jalan-jalan santai. Dan tidak surprise jika ia mengajak saya pergi ke Warung Tenda Nasi Babat yang ia ceritakan beberapa waktu lalu. Tapi sekarang? Saya kenyang. Cukup kenyang. Tapi tak cukup tega mengikhlaskan kesempatan mencoba makanan baru. Bilang saya makannya banyak, tak apa. Hhi..

Menit dan detik berlalu. Kami akhirnya berpamitan pulang. Menerobos padatnya lalu lintas di area Sidoarjo, terus hingga ke daerah Jemursari. Lalu berhenti di mini market Sakinah yang berada di kiri jalan jika kita berjalan ke arah Rungkut. Kukira Mas Suami mengajakku belanja. Ternyata, di sudut kiri mini market syariah itulah Warung Tenda Nasi Babat berdiri. 


Warung Tenda Nasi Babat ini tidak cukup besar. Warung itu bisa dibilang hanya mampu memuat 12-15 orang saja dalam waktu bersamaan. Beruntung saat saya tiba, hanya ada sepasang suami istri yang tengah duduk khidmat sembari mengunyah Nasi Babat yang mereka pesan. Tapi soal kebersihan, jangan ditanya. Warna mejanya yang hijau terang membuat saya dengan mudah mengecek apakah sisa-sisa makanan dan minuman bertengger di atas meja. Kursi boleh kusam, tapi kebersihan meja tetap terjaga. Two thumbs up for this mini kedai.

Lalu kulirik daftar menu yang terpampang nyata di depan kami. ‘Nasi Babat Usus, 13.000. Nasi Babat Paru, 13.000. Nasi Usus Paru, 13.000. Murmer kaliii..’ batinku riang. Minuman yang terdiri dari Es Beras Kencur, Es Kunyit Asam, dan Es Jeruk pun hanya dibanderol 4.000 rupiah sedangan Es atau Teh Manis hangat dibanderol 3.000 rupiah saja. Murah kaaan.

“Mau makan apa?”
“Nasi Babat Usus aja. Nasi separuh. Sama Es Teh Manis. Hhe..”
“Nasi Babat Usus 1, Nasi Babat Paru 1, Es Teh 2 ya..” kata Mas Suami ke Ibu Nasi Babat.


Lima menit kemudian, makanan dan minuman pilihan kami dihidangkan. ‘Lha kok ukuran nasinya sama? Kan udah bilang separuh ya punyaku?’ batinku gusar. ‘Ah, yasudahlah. Mungkin rejeki mahluk lain nih*.’ Batinku kemudian. Hhe.. Di depanku, sepiring nasi jagung dengan potongan babat, usus, sepotong mentimun, segerombol daun kemangi, dan sejumput sambal korek mengerling manja. Baru kali ini saya makan nasi babat. Dan baru tau juga kalau makannya pakai nasi jagung. Baunya wangi menggoda.

Saya buru-buru mencicip. Enaaak. Babatnya lembut dan gurih. Ada bumbu-bumbu seperti kelapa parutnya gitu juga. Entah kelapa entah lengkuas parut. Tapi bikin gurih. Nasinya lembut, jagungnya juga tidak keras. It’s yummy. Sambalnya pedas untuk ukuran saya yang cupu ini. Tapi, makan nasinya kurang pas kalau tanpa sambal. Waaah.

Sesendok, dua sendok, tiga sendok. Saya kunyah dengan hati riang. Babat habis. Nasi? Tinggal 3 sendok aja. Hahaha. Tadi sok gusar bakal gak habis nasinya. Eeeeh, sisa dikit banget. Itupun karena babat dan ususnya sudah habis, kalau masih ada, mungkin nasinya habis juga. Hhi.

Jadi kalau kamu ke Surabaya, wajib bin kudu cobain Nasi Babat yaa. Murah meriah tapi enak kaliii. Cuma ya jangan tiap hari juga ke sini. Nanti main ke Surabaya seminggu, tiap hari beli Nasi Babat lagi. Wkwkwk. Bahaya. Kolesterol mengintai. 


Kata temen-temen sih di daerah Pegirian ada yang enak. Saya belom pernah coba. Tapi bagiku yang ini sudah enak. Pokoknya kalau kalian mau ke tempat ini, patokannya minimarket Sakinah di jalan Jemursari aja ya. Selamat mencobaaa.. 

*ilmunya Mas Suami, kalau makanan sisa tuh gak boleh bilang dibuang. Tapi bilang rejekinya mahluk lain. Jadi pas naruh di tempat sampah jangan diikat kuat-kuat. Biar para kucing dan mahluk lainnya bukanya gampang.

DIY Eco Green Angpao for Ied Fitr

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menceritakan panjang kali lebar mengenai tempat yang rekomen untuk berlebaran. Tempat itu tepat digunakan saat rumah Mbah tak lagi cukup untuk menampung seluruh anggota keluarga. Nah, selain tempat, ada hal lain yang perlu kamu persiapkan loh. Apa itu?


Angpao. Yass. Buat kamu yang sudah berpenghasilan sendiri seperti saya, menyediakan angpao bagi sanak keluarga yang masih duduk di bangku sekolah tidak dapat dipungkiri lagi. Bukan bersifat wajib sih, tapi melihat mata berbinar para kerabat cilik pasti bikin hati leleh juga. Tatapan mata mereka tuh kayak bilang, "Tante, mau beli es krim niiih. Bagi angpao-nya atuhlah." Jadi, siapin angpao tuh perlu ya. Even mereka nggak bilang dan nggak minta.

Nah, 2 tahun lalu, saya bikin bungkus angpao (aduh bahasanya) dari kertas. Bertema binatang gitu. Saya juga tulis kok step by step cara pembuatannya, di sini. Alhamdulillah sekali, angpau itu sukses bikin saya dikejar-kejar dua gadis kecil pasca sholat Ied. Jadi ceritanya, mereka sudah mengintip angpao itu di kamar saya saat malam takbiran. Hahaha. Dasar bocah kan ya, habis sholat Ied saya dikinthili kemana-mana. "Ayo, itu lho.." bilang gitu terus sampai saya ingat ada angpao yang belum dibagikan.

Tahun ini, saya tak lagi membuat angpao dengan konsep sekali pakai. Saya maunya bikin yang berkali-kali pakai. Yah biar ramah lingkungan gitu-lah. Setelah gugling berjenis-jenis angpao, mulai dari yang berbentuk astor, berbentuk buah, berbentuk manusia, berbentuk dompet mini, berbentuk karung santa, dan lainnya. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat versi sederhana : bentuk ice cream.

 
Pemilihan bentuk pun dilakukan dengan mempertimbangkan bahan dan alat yang saya miliki. Ya, sedikit berhemat gitu-lah ya maksudnya. Hhi. Bahan dan alat yang saya gunakan, antara lain :
1. Kain flanel atau felt beraneka warna
2. Benang jahit
3. Jarum
4. Gunting
5. Lem tembak (boleh diganti lem kain lainnya)
6. Kertas dan bolpoin untuk membuat pola


Cara bikinnya gampang banget kok. Pertama, buat pola badan ice cream, lelehan krim, dan stick ice cream. Saya membuat pola badan ice cream dengan ukuran 7 x 11 cm. Itu diukur dengan asumsi bahwa uang yang dimasukkan dilipat menjadi 4 bagian. Untuk lelehan krim, tak ada patokan resmi, it's up to you. Digambar aja sesuai imajinasi kalo coklat di ice cream leleh tuh kek mana. Hhe. Untuk stick ice cream, yang lupa saya foto, saya menggunakan ukuran 1,1 x 3 cm.

Setelah itu, potong flanel sesuai dengan pola yang sudah dibuat. Jumlah potongan itu adalah : 2 badan ice cream, 1 lelehan krim, 1 stick ice cream, dan sepaket topping sesuka hati. Yaps. Toppingnya sesuka hati banget mau bentuknya kek gimana dan jumlahnya berapa.


Next step is hand sewing. Yippy. Masukkan stick ice cream di antara badan ice cream terlebih dahulu. Ini dilakukan agar kamu tidak lupa menjahit stick ice cream-nya. Setelah itu, jahit keliling badan ice cream dengan teknik tusuk feston. Jangan lupa untuk menyisakan sedikit lubang di bagian atas untuk tempat memasukkan uang ya..

Oh ya, step ketiga bisa diganti dengan merekatkan menggunakan lem (menge-lem) jika kamu tak punya cukup waktu atau cukup kesabaran untuk menjahit. Hhe. It's okay kok. I did it too for some angpao.

Daaan, sampailah pada step terakhir : put the topping on. Yuhu. Silakan merekatkan topping ice cream di atas badan ice cream. And it's done. Ini hasil bebikinan saya, versi sabar jahit dan versi gak sabar jahit. Which one do you like?



It's so easy to make yaaa.. So, tunggu apalagi? Yuk bebikinan. Angpao ini bisa digunakan berkali-kali oleh pemiliknya nanti. Lucu dan ramah lingkungan.

Note : kamu bisa tambahkan velcro (kretekan) kalo mau di bagian bukaan angpao. Biar si duit gak jatuh. Karena saya gak punya velcro, jadi ya begitu aja. Hhe..

Dan itu, saya gagal paham kenapa fotonya jadi jungkir balik pas diupload. Maapkan..


Berlebaran dengan African Style di Baobab Safari Resort - Prigen

Lebaran sebentar lagi
Berpuasa sekeluarga
Sehari penuh yang sudah besar
Tengah hari yang masih kecil
Alangkah asyik pergi ke mesjid
Sholat tarawih bersama-sama


Barangkali, lagu legendaris karya Bimbo ini sudah mulai diperdengarkan di berbagai stasiun televisi. Berselang-seling dengan promo diskon besar-besaran mulai dari flash sale di berbagai pusat perbelanjaan daring seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak. Ataupun ragam promo midnight sale di berbagai offline shopping mall. Ya. Persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri selalu tak kalah seru dengan menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Menyambut Hari Raya Idul Fitri seringkali dimaknai sebagai beli baju baru, sepatu baru, kerudung baru, peci baru, dan semua-semua baru. Hhi. Tak dipungkiri saya salah satu yang suka heboh beli baju baru jauh sebelum lebaran. Tapi kalau dipikir-pikir, inti dari lebaran itu sendiri bukan perkara barang baru. Tapi........kumpul dengan semua anggota keluarga. Mulai dari Mbah Kung, Mbah Uti, Budhe, Pak Dhe, Bulik, Pak Lik, Sepupu, Keponakan, Cucu, Cicit, dan berbagai sebutan lainnya. Semua tumplek blek jadi satu untuk saling maaf memaafkan, dilanjutkan dengan mengurai berbagai cerita yang terlewatkan karena jarak dan kesibukan memisahkan satu dan anggota keluarga lainnya.

Yapp. Lebaran adalah tentang berkumpul bersama di suatu tempat. Biasanya sih di rumah Mbah, atau di rumah saudara tertua. Tapi, apa jadinya kalau anggota keluarga sudah beranak pinak? Tak cukuplah rumah Mbah untuk memuat semua orang dalam waktu yang bersamaan. Tapi eh tapiii, kalau dipisah-pisah dalam jam-jam tertentu, gak bisa full team dong? Kalo kangennya sama semuanya gimana?

Kalau temen saya sih, biar bisa berhari-hari ketemunya, karena cerita dalam satu tahun takkan bisa dirangkum dalam waktu beberapa jam saja, maka beberapa keluarga kecil (misal Budhe A, Pak Dhe A, Sepupu A, dan Bulik B, Pak Lik B, Sepupu B1, Sepupu B2) akan memilih menginap di hotel untuk kemudian datang lagi keesokan harinya. Ini ide yang cukup cemerlang untuk mengatasi keterbatasan kamar yang ada. Tapiii, why we don't go outside together instead of being apart from some little family?

Ya. Keluar bareng. Menginap di tempat yang lebih besar bersama-sama. Lengkap dengan meng-arrange beberapa kegiatan outdoor maupun indoor yang bisa diikuti oleh seluruh keluarga. Salah satu tempat yang saya rekomendasikan untuk berlebaran bersama keluarga besar adalah Baobab Safari Resort Prigen. Tempat apa itu? Kok Safari? *Lu kate kita lebaran sama binatang apa? Hhi. 


Baobab Safari Resort Prigen ini terletak di kawasan Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Pasuruan - Jawa Timur. Tepatnya, resort ini sebelahan banget-banget sama Taman Safarinya. Terletak di kaki Gunung Arjuna menjadikan resort ini berhawa sejuk dengan udara yang bebas polusi. Untuk saya yang benci asap rokok dan asap kendaraan, udara di sekitar resort ini super menyenangkan.


Oh ya, resort ini dirancang dengan style African. Nuansa itu sudah langsung terasa ketika kita memasuki area lobi resort. Ada pohon Baobab buatan super gede yang diletakkan di tengah lobi. Jadi, kamu berasa berada di tengah rumah pohon. Dari lobi pula, kamu sudah langsung bisa melihat beberapa Jerapah, Zebra, Rusa, dan Burung Merak berjalan-jalan dengan tenang di depan resort. View-nya? Jika tidak berkabut, kamu akan dimajakan oleh jajaran pegunungan yang berbaris dengan cantiknya. So, still dodge that this resort is so african?

Hanya itu? Tentu tidak. Resort ini menyediakan berbagai aktivitas tambahan yang bisa diikuti oleh seluruh keluarga. Seperti :

Feeding The Animal
Tidak hanya di Taman Safari, di depan lobi hotel pun kamu bisa kasih makan Jerapah dan teman-temannya. Peraturannya hanya satu : menggunakan makanan yang disediakan oleh pihak hotel. Yapp, para perawat satwa sudah menyediakan sayuran khusus untuk para pengunjung yang ingin menyuapi Jerapah. Hal ini untuk memastikan sayuran yang dimakan oleh para satwa dalam kondisi baik. Kegiatan ini dapat dilakukan pada jam - jam berikut : 08.00, 11.00, dan 16.00 WIB. Pengunjung yang ingin mengikuti kegiatan tersebut, cukup berbaris rapi, mengantri di sekitar area Feeding The Animal. Saat memberi makan, kamu bebas kok berselfie, wefie, foto narsis, foto resmi, dan sebagainya. Bahkan para perawat hewan ini dengan senang hati membantu lohh.


Night Walk
Night Walk alias Jurit Malam. Tenang, yang ini tidak menyeramkan seperti saat ikut pramuka. Night Walk ini adalah kegiatan menjelajahi area hotel untuk menemukan satwa-satwa jenis  nokturnal, atau satwa yang berkegiatan saat malam hari. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 19.00 WIB. Tepat jam 19.00 WIB, semua pengunjung yang ingin mengikuti kegiatan tersebut sudah wajib, kudu, bin harus berkumpul di depan lobi untuk mendengarkan arahan dari para perawat satwa. Jika kamu ingin mengikuti acara ini, sangat disarankan untuk menggunakan sepatu anti-slip, jaket, baju dan celana panjang, serta membawa senter. Ini dikarenakan medan yang kamu lalui adalah medan berumput, kadang becek (dan gak ada ojek), kadang berlubang, gelap, dan dipenuhi ranting di kanan-kiri jalur penjelajahan. So, daripada kaki luka, terpeleset, tangan baret, dan lain-lain, mending prepare dengan baik kan yaa..

Sebelum memulai kegiatan, pengunjung akan dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas 15 - 20 orang. Dan masing-masing kelompok akan dipandu oleh satu orang perawat satwa. Night Walk ini berjalan sekitar 30 hingga 60 menit. Jika sedang beruntung, kamu akan menemukan ular, burung hantu, landak, dan berbagai serangga.  Selama perjalanan, perawat satwa akan menjelaskan ini dan itu sembari mencari-cari satwa di sekitar jalur penjelajahan. Bagi saya, ini seru. Berasa menjelajah hutan seperti para peneliti hewan. Hhi. Ya meski kurang lama dan kurang banyak satwa yang ditemui, tapi okelah.

Story Telling
Khusus saat weekend, pihak hotel mengadakan story telling untuk anak-anak. Katanya sih, pendongengnya menggunakan topi hewan dan bercerita secara interaktif dengan anak-anak. Karena saya tidak mengikuti acara ini, jadi harap maklum jika saya tak tau banyak yaa..

Fun Games
Nah, pihak hotel juga menyediakan fasilitas fun games berikut dengan pemandu acara-nya. Fun Games ini dilakukan di sebelah depan-kanan hotel. Di rerumputan gitu. Waktu itu sih saya ke sana mengikuti acara family gathering kantor Mas Suami. Jadilah lengkap dengan paket fun games. Saya yang notabene asing dengan teman-teman Mas Suami, lumayan bisa akrab dan ketawa-ketiwi loh. It's means acaranya memang seru dan bikin makin akrab. Jadi, tidak ada salahnya memasukkan acara ini ke dalam rundown acara lebaran kamu.



Oh ya, mereka juga mengadakan lomba mewarna untuk anak-anak, jadi mereka tetap duduk anteng saat Bapak - Ibunya mengikuti fun games.

Barbeque
Pihak hotel juga menyediakan mini barbeque di dekat hotel loh. Saya gak tau apa aja yang saya makan, taunya semua enak aja. Hha. Bahkan Mas Suami (lagi-lagi) mengalah karena melihat istrinya makan dengan lahap

Gala Dinner
Seperti hotel-hotel yang lain, hotel juga dilengkapi dengan ballroom untuk pertemuan resmi maupun jamuan makan malam. Saat jamuan makan malam ini, bisa banget digunakan untuk mengenalkan anggota keluarga baru ataupun menonton video-video maupun foto-foto kenangan yang dijamin bakal bikin suasana renyah.


Fasilitas lain adalah kolam renang yang berada di depan lobi, jadi bisa renang sambil lihat Jerapah lewat, Free Wi-fi, Spa, Souvenir Shop, Restaurant, Jogging Track, dan Shuttle Bus untuk pergi ke Taman Safari. Cukup lengkap bukaaan?

Bagaimana dengan kamarnya ?
Hotel ini menyediakan 148 kamar yang terbagi atas 6 tipe kamar, yaitu Deluxe Hills, Premium Hills, Junior Suites Hills, ini adalah kamar yang pemandanganya ke fasad depan bangunan. Sedangkan Deluxe Savanna, Premium Savanna, dan Junior Suites Savanna, view-nya adalah bangunan dan langsung ke Savanna dimana para hewan-hewan ini tinggal. Dengan jumlah kamar sebegitu banyaknya, seluruh anggota keluarga pasti cukup kok. Sedangkan harga untuk kamar dimulai dari 800.000 – 1.800.000 untuk satu malam, tergantung jenis kamar yang dipilih. Daaan, perlu diingat bahwa hotel atau resort ini termasuk favoritos, jadi siap-siap gigit jari kalau bookingnya kelamaan yaa..



Buat saya sih, resort ini cocok banget untuk dijadikan tempat berlebaran. Para anggota keluarga dewasa bisa be-refreshing dengan udara yang sejuk, view bagus, berenang, fun games, dan makan-makanan enak. Sedangkan para anggota keluarga kecil bisa mendengarkan dongeng, mengenal satwa lebih dekat, dan lain-lain. So, tunggu apalagi? Yuk arrange lebaranmu di hotel ini. ^.^